Desa Gunung Tapa Udik Kecamatan Gedung Meneng

Diposting pada

Desa Gunung Tapa Udik Kecamatan Gedung Meneng

Pada penjelasan kali ini akan mengulas serta mendeskripsikan singkat terkait dengan keadaan serta kondisi Desa Gunung Tapa Udik ayang berada di Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

Desa Gunung Tapa Udik

Ada suatu desa yang berada di Lampung yang berada di Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang. Salah satu tempat yang berada di Provinsi Lampung ini adalah Desa Gunung Tapa Udik, Desa Gunung Tapa Udik merupakan desa yang berada di Kecamatan Gedung Meneng dengan jumlah penduduk diperkirakan 1.287 jiwa.

Tingkat ekonomi masyarakat Gunung Tapa Udik  bermacam-macam, begitu juga dengan pekerjaan masyarakat yang ada di desa tersebut sangat bervariasi seperti, petani, nelayan, guru, pedagang, dan juga sebagai buruh perusahaan. Ada hal yang menarik di Desa Gunung Tapa Udik yaitu terdapat perusahaan besar yang berada di kawasan desa tersebut, terdapat pabrik gula yang besar atau di kenal dengan (PT Sugar Group Companies).

Sugar Group Companies yang juga dikenal sebagai SGC, terdiri dari empat perusahaan yang memproduksi gula dan etanol. Sejak didirikan pada tahun 1983 di Lampung, SGC telah berhasil mengembangkan dan menumbuhkan kapabilitasnya sebagai industri perkebunan tebu.Terdapat empat perusahaan lainya, di antaranya adalah (PT. Gula Putih Mataram) didirikan pada tahun 1983 dan mulai beroperasi pada tahun 1987. Perusahaan ini berlokasi di Lampung Tengah, Lampung. (PT. Sweet Indolampung).

Didirikan tahun 1990 dan mulai beroperasi pada tahun 1995. Perusahaan ini berlokasi di Tulang Bawang, Lampung. (PT. Indolampung Perkasa) Didirikan tahun 1994 dan mulai beroperasi pada tahun 1997. Perusahaan ini berlokasi di Tulang Bawang, Lampung. (PT. Indolampung Distillery) Didirikan pada tahun 1995 dan mulai beroperasi pada tahun 1997 di Lampung Tengah. Produk inti dari perusahaan ini adalah etanol, yang merupakan produk samping dari pabrik gula.

PT Sugar Group Companies memiliki lahan seluas lebih dari 62.000 ha, dan di perusahaan tersebut di bangun sekolah yang khusus untuk keluarga karayawan yang hidup terasing di sekitar ladang tebu ini sudah berstandar internasional, Selain itu siswa yang bersekolah di situ mereka juga diberi begitu banyak fasilitas oleh sekolah.

Tidak hanya itu di PT SGC terdapat tempat hiburan antara lain, kebun binatang, kolam renang, taman,dan kolam pemancingan. Mata pencarian yang ada di Desa Gunung Tapa Udik mayoritasnya adalah petani karet, di sepanjang jalan yang ada di desa tersebut hanya di penuhi pohon karet. Selain menjadi petani karet, banyak juga penduduk yang mencari ikan air tawar untuk di jual di pasar atau di konsumsi sendiri.

Desa Gunung Tapa Udik memiliki budaya yang beragam, dan kebanyakan mayoritas masyarakatnya adalah orang Bali (Hindu), di saat hari besar keagamaan, masyarakat yang menganut agama Hindu membuat acara yang meriah, serta tidak jarang memberikan makanan seperti kue dan nasi bingkisan kepada masyarakat lain.

Selain itu pada saat melakukan gotong royong, partisipasi masyarakatnya sangat tinggi sehingga nilai kerja sama dan nilai persatuanya juga tinggi. Di Desa Gunung Tapa Udik memiliki infrastruktur yang kurang memadai. Rumah penduduk yang ada di desa ini tidak semuanya memiliki lisrtik. Selajutnya jalan yang ada di desa ini masih jalan tanah dan berbatu karena jalanan yang ada disini pada umum nya seperti itu, alasan  tidak di aspal adalah karena kendaraan yang melewati jalanan ini kebanyakan adalah truk muatan besar, sehingga jika di aspal maka jalan aspal nya akan rusak.

Tidakan Kriminal yang ada di Desa Gunung Tapa Udik

Jalanan yang ada di desa memang cukup sepi sehingga tidak heran banyak terjadi aksi kriminal seperti begal atau perampokan yang terjadi. Banyak korban yang kehilangan harta benda nya seperti motor, perhiasan, dan hp. Biasanya aksi pembegalan sering terjadi di malam hari, pada saat jalanan sepi dan minim kendaraan lewat. Pembegalaan yang terjadi terkadang melibatkan tiga sampai empat orang untuk melakukan aksinya.

Tidak hanya begal, terkadang pada saat hari libur panjang banyak warga yang mudik ke kampung halamanya, sehingga banyak rumah yang sepi, dan banyak kasus perampokan yang terjadi. Selanjutnya adalah tindakan kriminal mencuri getah karet. Para petani karet pada saat pengumpulan karet yang sudah di deres akan di letakan di suatu wadah dan di letakan di kebun miliknya, dengan begitu tak heran banyak getah karet yang hilang dsn rugi akibat tindakan kriminal tersebut.

Hal Mistis dan Mitos Desa Gunung Tapa Udik

Desa Gunung Tapa Udik yang berlokasi ditengah kebun tebu dan hutan tentu saja banyak hal yang di luar nalar yang terjadi. Di sekitar desa terdapat banyak tempat pemancingan rawa atau lebung yang beragam. Akan tetapi banyak juga warga yang mengatakan bahwa tidak semua lebung itu aman, karena ada beberapa lebung yang memang angker.

Banyak kejadian aneh yang terjadi, ada satu tempat pemancingan yang disebut dengan lebung kuntilanak, di namakan seperti itu karena pada saat menjelang malam selalu saja ada kenampakan kuntilanak.

Biasanya orang yang melihat nya adalah ketika ia belum juga pulang pada saat menjelang malam dan kondisi sepi, maka selalu saja ada kenampakan kuntilanak. Menurut orang yang sudah melihatnya, kuntilanak itu hanya tertawa dan hanya melihat orang yang sedang memancing. Warga disini percaya bahwa di setiap lebung pasti selalu ada yang menunggu jadi jika ingin berkunjung untuk memancing atau sebagainya jangan terlalu semberono.

Itulah saja penjelasan yang bisa dibagikan tentang adanya Desa Gunung Tapa Udik Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Semoga saja memberikan wawasan bagi kalian semuanya yang sedang membutuhkannya.

Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah