Desa Triharjo Kabupaten Lampung Selatan

Diposting pada

DESA TRIHARJO

Triharjo adalah desa yang terletak di Jl. Veteran, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan. Desa ini memiliki 4 Dusun, 4 RT, dan 2 RW. Lokasi desa ini berdekatan dengan wilayah Tanjung Bintang. Tanjung Bintang adalah desa yang mungkin populer dan dikenal banyak oleh beberapa warga lampung serta sudah menjadi daerah desa yang berkembang (maju). Desa triharjo sendiri terletak dekat Jl. Tol bakauheni-terbanggi besar.

Setiap desa memiliki adat istiadat, kebudaayan, dan ciri khas masing masing. Hal ini sangat kuat dan dilestarikan oleh warga desanya. Terdapat keunikan tersendiri dari kebudayaan di desa, dan mereka melestarikan hal tersebut dengan tujuan baik untuk menghormati leluhur yang sudah berjuang di masa penjajahan belanda kala itu. Termasuk kebudayaan yang ada di desa Triharjo, yang dimana mayoritas masyarakat nya bersuku jawa. Budaya jawa sendiri sangat kuat dan erat tentang kebudayaan leluhur yang mereka lestarikan.

Salah satu kebudayaan yang di lestarikan di desa Triharjo adalah memperingati pahlawan atau pejuang bangsa dari daerah tersebut menjelang hari kemerdekaan berlangsung. Yang dimana hari kemerdekaan terjadi setiap tanggal 17 Agustus. Kebudayaan memperingati pahlawan itu, masyarakat Triharjo menyebutnya dengan (ambengan), yang dilaksanakan H-1 atau H-2 di waktu malam hari sebelum berlangsungnya hari kemerdekaan.

Ambengan adalah kebudayaan yang dilakukan setiap satu tahun sekali di tempat rumah tokoh adat desa atau rumah pejuang bangsa daerah tersebut. Dalam acara itu setiap rumah harus membawa makanan, sembako, buah buahan, atau makanan dalam bentuk besek yang dimana akan di doakan atau di berkatkan oleh bapak kaum daerah dan di hadiri oleh beberapa tokoh dan kepala penting serta masyarakat daerah Triharjo.

Tujuan dari ambengan yang dilakukan di rumah tokoh adat pejuang bangsa adalah untuk menghormati dan menghargai serta meneladani bagaimana perjuangan beliau kala itu sangatlah menjunjung tinggi akan kemerdaan yang saat ini kita rasakan. Tokoh pejuang yang dimaksud dalam penulisan ini adalah suami dari istri yang saat ini masih hidup, dan masyarakat desa Triharjo menyebut panggilan istri nya dengan nama “Mbah Suro”.

Saat ini beliau berusia 90 tahunan dan masih sehat wal’afiat. Dahulu suami Mbah Suro adalah prajurit bangsa Indonesia dalam melawan peperangan dengan Belanda. Beliau tewas saat sedang peperangan melawan penjajah dengan meninggalkan seorang istri dan anak anak nya yang masih kecil. Beliau juga adalah satu satunya prajurit yang berasal dari Desa Triharjo.

Maka wajar ketika rumah Mbah Suro dijadikan tempat Ambengan setiap tahun oleh masyarakat desa sana, karena mereka sangat menghormati dan menjunjung rasa juang nya yang keras sebelum generasi muda desa yang sekarang lahir. Budaya ambengan hanya dilaksanakan dalam 1 hari 1 malam sebelum hari proklamasi kemerdekaan berlangsung.

Biasanya juga di hari dan malam itu karang taruna desa sedang berkumpul dan mendekor atau menghias desa dengan ciri khas yang biasanya menggunakan bekas wadah aqua di cat warna merah dan putoh, membuat balon air berwarna warni yang di ikat dalam bambu yang melengkung, serta masih banyak kreativitas lainnya yang dibuat. Dan setiap hari ketika ambengan juga seluruh masyarakat desa Triharjo bergotong royong membersihkan tempat daerah mereka serta ikut dalam menghias desa untuk hari kemerdekaan.

Ketika hari kemerdekaan berlangsung biasanya desa membuat perayaan umum, yang identik mengundang kuda lumping dari waktu pagi hingga sore dan mengundang orgen tunggal di malam hari nya. Biasanya perayaan ini berlangsung 2 sampai 3 hari berturut turut. Untuk hari pertama mengadakan lomba lomba untuk usia dari anak – anak, remaja, bapak – bapak, dan ibu-ibu.

Sedangkan untuk hari kedua nya pembagian hadiah, makan bersama, dan pesta kuda lumping serta orgen tunggal. Di perayaan hari kedua ini Mbah Suro dipanggil dan di beri penghagaan sebagai istri dari pejuang petran bangsa daerah oleh masyarakat desa dan kepala desa tersebut. Hadiah nya juga identik dengan kebudayaan jawa seperti jarek, baju daerah, dan masih banyak lagi.

Kebudayaan ambengan ini wajib di lestarikan sampai kapanpun. Karena sebagai bukti bahwa kita sebagai generasi muda bangsa menghormati perjuangan leluhur dulu ketika merebut alih tanah Indonesia. kebudayaan ini unik dan menjadi ciri khas tersendiri untuk Desa Triharjo sebagai bentuk persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Kita sebagai generasi yang hidup di era milenial globalisasi patut dan wajib melestarikan budaya tempat asal kita berada, karena hal itu yang akan mempertahankan nilai nilai budaya sesuai dengan point point pancasila. Dan yang terpenting adalah tidak luput dan lupa akan budaya yang sudah di lestarikan sebelumnya meski saat ini telah berada di zaman modern dengan teknologi dan budaya terkini.

Itulah saja informasi yang bisa dibagikan pada kalian semuanya tentang adanya deskripsi dari Desa Triharjo Kabupaten Lampung Selatan. Semoga saja memberikan wawasan bagi kalian semuanya yang mau membutuhkannya.