Desa Sondi Raya Kecamatan Raya

Diposting pada

Desa Sondi Raya Kecamatan Raya

Pamatang Raya adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Raya adalah ibukota dari Kabupaten Simalungun. Sebagai ibukota Simalungun yang baru, Raya hanyalah sebuah daerah orang Simalungun yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani.

Sangatlah minim penduduk baru yang menetap di Raya karena desa yang menjadi ibu kota kabupaten Simalungun ini masih memiliki situasi jalan lintas kendaraan masih sangat memprihatinkan, tidak ada progres pembangunan yang tampak di Raya. Namun disaat pergantian bupati 2008 Progres pembangunan kota Raya baru tampak saat kepemimpinan Jopinus Ramli

J.R Saragih

Jopinus Ramli Saragih atau akrab dipanggil JR Saragih adalah Bupati Simalungun yang ke-15. Saat beliau menjadi Bupati, kantor Bupati Simalungun dan kantor dinas berpindah dari kota Siantar ke Raya. Sejak kepemimpinannya, pembangunan lainpun tampak berdiri di desa Raya. Gedung-gedung sekolah juga mengalami pembenahan. Dulu hanya bangunan semi permanen, sekarang sudah menjadi banguanan permanen yang baik.

Berdirinya satu universitas efarina juga menjadi bukti peningkatan pembangunan oleh bupati simalungun yang ke-15 itu. Dulu jalanan yang sempit dan rusak kini telah diperbaiki menjadi jalanan yang luas dan mulus.

Tidak hanya dalam infrastruktur, kepemimpinan JR Saragih juga memperhatikan berbagai aspek pembangunan lainnya di Simalungun, seperti peningkatan layanan kesehatan, peningkatan ekonomi masyarakat, serta pengembangan program-program sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Dengan berbagai upayanya, JR Saragih diakui karena kontribusinya dalam meningkatkan taraf hidup dan memajukan berbagai sektor di Simalungun selama masa jabatannya sebagai Bupati. Oleh karena jasa kepemimpinan JR saragih wilayah raya perlahan lahan berubah menjadi lebih baik saat kepemimpinan JR Saragih juga beberapa pejabat Indonesia mulai menginjakkan kakinya di Raya. Salah satunya mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan beberapa penyanyi ternama yang mengadakan konser di sana.

Raya

Sebagai ibukota Simalungun yang baru, Raya hanyalah sebuah daerah yang dimana penduduk aslinya mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan pendatang yang yang bekerja di kantor bupati, serta kantor-kantor yang lain.

Menurut survei selama tahun 2020, Kabupaten Simalungun menghasilkan antara lain 336.332 ton padi, 234.977 ton jagung, dan 213.319 ton ubi kayu yang menjadikan Kabupaten Simalungun sebagai penghasil padi, jagung, dan ubi kayu terbesar di Sumatera Utara. Produksi tanaman pangan lainnya yang cukup besar dari kabupaten ini adalah kopi, kacang tanah, dan ubi jalar. Raya juga adalah bekas wilayah partuanon (kekuasaan) marga Saragih Garingging.

Rondang Bittang

Rondang Bintang biasanya diadakan sekali setahun. Pada awalnya acara pesta Rondang Bintang ini dilaksanakan dengan berbagi hasil panen yang terbaik serta dipersembahkan pada tetua adat sebagai tanda penghormatan, namun berubah pengaplikasiannya seiring berjalannya zaman.

Pesta Rondang Bittang di Simalungun adalah salah satu perayaan yang sangat dinantikan oleh masyarakat Simalungun terutama yang menjadi tuan rumah bagi acara ini. Menarik minat bagi banyak orang dari berbagai penjuru untuk menyaksikan fenomena langka Rondang Bittang yang pasalnya terjadi ketika malam bulan purnama.

Sesuai namanya, Rondang Bittang yang berarti Bulan yang Cerah. Masyarakat setempat mempersiapkan acara ini dengan antusiasme yang tinggi, mengadakan berbagai kegiatan budaya dan sosial selama peristiwa ini berlangsung. Pesta Rondang Bittang di Simalungun biasanya menjadi momen berkumpulnya keluarga dan teman-teman yang datang untuk menikmati pemandangan langit yang menakjubkan.

Mereka membawa peralatan seperti selimut, tikar, dan kamera untuk menikmati malam yang spektakuler di bawah langit yang penuh dengan gemerlapnya meteor. Selain itu, acara ini sering kali disemarakkan dengan pertunjukan musik, tarian, serta sajian kuliner khas daerah yang menambah keseruan perayaan.

Pesta Rondang Bittang di Simalungun bukan hanya sekadar acara astronomi, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan memperingati keajaiban alam yang mempesona bagi masyarakat setempat.

Pesta Rondang Bittang adalah suatu tradisi turun temurun dimana adanya aktivitas maupun kebiasaan haroan bolon (gotong-royong) yang dilakukan setelah panen hasil pertanian dengan maksud mengucap syukur kepada yang maha kuasa atas limpahan rezeki yang diberikan dengan cara mengadakan pesta disuatu desa dan yang juga dihadiri oleh desa-desa lainya.

Dimana dalam pesta tersebut semua acara diisi dengan pertunjukan seni dan budaya yang diikuti oleh muda-mudi desa tuan rumah bahkan memberi kesempatan untuk muda-mudi desa lainnya ikut serta memeriahkan pertunjukan seni budaya yang secara tidak langsung menjadi ajang pertemuan dan tidak menutup kemungkinan pada peristiwa inilah para muda-mudi desa saling cari bahkan bertemu jodoh.

Masyarakat setempat percaya bahwa dengan mereka melakukan tradisi tersebut dapat lebih mengeratkan hubungan sesama mamusia bahkan yang paling penting hubungan dengan Sang Pencipta. Kepada sesama manusia lebih dekat karena hadirnya masyarakat dari desa lain untuk mendukung serta meramaikan acara tersebut,dan memperat nilai haroan bolon yang biasa dikenal dengan gotong royong.

Serta kepada Sang Pencipta tentu saja dengan dijalankanny tradisi ini mereka berharap akan diberikan rezeki hasil panen yang berlimpah dengan memohon agar tidak ada hal buruk yang terjadi pada lahan pertanian mereka.

Pada dasarnya, acara Rondang Bintang di Simalungun dapat berbeda-beda setiap tahunnya dan bergantung pada inisiatif serta organisasi dari pihak yang menyelenggarakannya.

Uniknya masyarakat umum terutam muda mudi sudah menganggap Pesta Rondang Bittang identik dengan ajang mencari jodoh, pasalnya semua desa akan bertemu di suatu tempat yang mengundang untuk merayakan Pesta Rondang Bittang yang bisa mencakup berbagai kegiatan seperti pemutaran film, pertunjukan seni, musik, tarian tradisional, pameran, dan juga penjualan makanan atau produk lokal.

Huda-Huda

Ada juga budaya Simalungun yang tetap berjalan di daerah raya yang diselenggarakan ketika orang tua yang lanjut usia meninggal dunia yang disebut dengan “huda-huda” Tarian Huda-Huda merupakan sebuah kesenian tradisional yang bertujuan untuk menghibur keluarga yang sedang berduka, sekaligus menjadi sarana hiburan bagi pelayat.

Saat ini, tari huda- huda sudah menjadi tradisi di masyarakat Simalungun untuk menyambut tondong melayat. tondong artinya adalah keluarga dari pihak perempuan. Dalam penyambutan itu, seluruh keluarga besar yang berduka menari untuk menyambut tondong. Hal ini bertujuan untuk menghibur keluarga yang sedang berduka. Biasanya, properti yang digunakan dalam penampilan tari huda-huda ini berupa topeng dalahi (berbentuk wajah pria), topeng daboru (berbentuk wajah perempuan), dan huda-huda (berbentuk wajah burung enggang).

Paabingkon

Adapun keunikan lagi yaitu “Paabingkon” dimana cucu pertama yang belum. memiliki adik akan dibawa kepada kakek dan neneknya.tujuan dari Paabingkon ini tidak hanya sebatas membawa cucu pada kakek dan neneknya saja, tapi juga meminta doa, serta biasanya dibarengi dengan pemberian nama. Nama tersebut biasanya juga mengandung doa, harapan dan cita-cita.

Selain itu kota Raya masih menyimpan banyak cerita sejarah. Sedikit ceritasejarah tersebut seperti, perlawanan orang Simalungun terhadap Belanda di bawah kepemimpinan Tuan (Raja) Rondahaim Saragih.

Awal mulanya masuk ajaran Kristen Protestan di tanah Simalungun, yang dibawakan oleh pendeta August Theis. Pendeta August Theis adalah seorang misionaris Jerman yang datang ke Tanah Batak. Kota Raya memang masih sangat jarang diketahui oleh masyarakat luar, karena tak sedikit yang tetap menggambarkan hanya Siantar sebagai kota di Simalungun.

Tidak ada data resmi mengenai besaran jumlah etnis atau suku yang ada di kabupaten Simalungun. Namun kabupaten ini merupakan kawasan yang mayoritas dihuni oleh masyarakat suku asli Batak Simalungun. Selain suku Batak Simalungun, wilayah ini juga dihuni oleh beberapa suku lainnya yang tergolong sebagai rumpun suku Batak yaitu: Batak Toba, Karo, Mandailing, Angkola, dan Pakpak.

Selain dihuni oleh masyarakat rumpun suku Batak, wilayah ini juga dihuni oleh masyarakat suku pendatang seperti suku Jawa yang merupakan suku pendatang terbanyak di Kabupaten Simalungun dengan jumlah populasi serta persentase yang cukup signifikan dan tidak berbeda jauh dengan jumlah populasi/persentase suku Batak.

Begitupun di daerah kecamatan Raya sangat heterogen, penduduk dari suku lain juga banyak tinggal di kecamatan ini, termasuk suku Batak lainnya khususnya Toba, serta sebagian Angkola, dan Karo.

Penduduk dari suku lainnya seperti Jawa, Tionghoa, Nias juga ada di kawasan ini. Bahasa yang digunakan umumnya Indonesia, Simalungun, dan Batak Toba, Tahun 2021, jumlah kecamatan Raya sebanyak 32.938 jiwa, dengan kepadatan 92 jiwa/km².

Kemudian, persentasi penduduk kecamatan Raya berdasarkan agama yang dianut yakni Kekristenan 86,50% dimana Protestan 83,23% dan Katolik 3,27%. Sebagian lagi menganut agama Islam 13,47%, Hindu 0,02% dan Buddha 0,01%.

Itulah saja deskripsi singkatnya tentang adanya informasi tentang Desa Sondi Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Semoga saja memberikan wawasan bagi kalian yang membutuhkannya.