Desa Taman Asri adalah suatu desa yang terletak di wilayah Lampung bagian Timur. Kehidupan masyarakat di desa Taman Asri terbilang sangat tentram, karena warganya sangat ramah dan rukun dengan tetangga ataupun tamu yang datang berkunjung di desa ini. Masyarakat di desa ini juga menerapkan kerja sama yang sangat baik antar dusun atau desa lainnya sehingga hal ini menjadi daya tarik tersendiri dari desa Taman Asri.
Fasilitas yang terdapat dari desa ini juga cukup memadai, mulai dari klinik kesehatan, balai desa, tempat ibadah yang terdapat di setiap dusun, dan beberapa lapangan untuk berolahraga. Desa Taman Asri pernah mengalami perubahan sosial pasca terjadinya konflik antara suku Jawa dan Lampung yang disebabkan oleh kesalahpahaman. Kejadian ini terjadi pada Februari 2015.
Pada masa itu masyarakat di desa ini mengungsi di beberapa tempat yang aman agar terhindar dari serangan suku Lampung, karena mereka tidak hanya menyerang warganya saja akan tetapi mereka juga merusak fasilitas yang ada di desa tersebut. Salah satu aksinya yang paling ekstrem adalah membakar rumah salah satu warga. Penyebab dari terjadinya konflik tersebut pada saat ini, masyarakat di desa Taman Asri menjadi lebih waspada terhadap suku Lampung yang menginjakkan kaki di wilayah ini, khususnya mereka yang asing dimata warga.
Desa ini memiliki beberapa tradisi dan kebudayaan yang unik yang terdapat di dalamnya. Tradisi dan budaya yang ada di desa ini selalu di lestarikan oleh masyarakatnya secara turun temurun. Tradisi yang terdapat di desa ini sudah ada sejak lama, yaitu sejak desa ini terbentuk.
Walaupun kebudayaan dan tradisi yang terdapat di desa Taman Asri sudah berlangsung sejak lama tetapi generasi-generasi selanjutnya tidak pernah melupakan tradisi dan budaya mereka. Masyarakat desa ini dominan bersuku Jawa, oleh karena itu budaya dan tradisi mereka juga tidak lepas dari kebudayaan Jawa.
REWANG
“Rewang atau Rewangan” dalam istilah jawa diartikan sebagai membantu. Membantu disini maksudnya adalah membantu mempersiapkan apa saja yang diperlukan untuk acara seperti hajatan, pengajian, kenduri, akikah, khitanan, dan sebagainya. Rewang identik dengan kegiatan memasak bagi kalangan wanita khususnya bagi para ibu-ibu di desa atau kampung.
Tetapi dalam kegiatan ini, tidak hanya memasak saja yang menjadi kegiatan utama. Terdapat juga kegiatan lain yang dilakukan seperti memasang tarub (Jika acara yang diadakan menggunakan tarub atau tenda), mencuci piring, gelas dan peralatan masak yang kotor, membersihkan lingkungan acara, menyembelih hewan seperti ayam, sapi, kambing, dan sejenisnya untuk dimasak dan dijadikan hidangan. Kegiatan Rewang terbagi menjadi beberapa jenis. Ada jenis Rewang dari acara hajatan, pengajian, tasyakuran, akikah, dan sebagainya. Disini akan dibahas beberapa jenis Rewangan yang terdapat pada masyarakat suku Jawa
- Rewang Hajatan
Kegiatan ini dilakukan pada saat salah satu warga desa mengadakan hajatan besar seperti pernikahan, khitanan, dan kelahiran. Rewangan yang terdapat pada acara ini berlangsung lama yaitu sekitar kurang lebih tujuh hari sebelum dilangsungkannya acara sampai setelah selesai acara.
Rewangan yang dilakukan pada acara ini pun kegiatannya sangat banyak dan beragam. Para pria dan wanita memiliki peran masing-masing pada kegiatan ini. Para wanita diberikan peran khusus yaitu memasak. Karena pada acara hajatan, akan diperlukan makanan yang sangat banyak bagi para tamu undangan.
Oleh karena itu, jumlah wanita yang memasak jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang lain. Kegiatan lainnya adalah mencuci piring atau perabot memasak yang kotor, menyembelih hewan yang akan dimasak, dan membagikan undangan. Pembagian undangan khususnya dilakukan oleh para pria. Undangan pada acara hajatan sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu undangan yang berbentuk kartu atau kertas dan punjungan. Disini akan dibahas pengertian mengenai perbedaan undangan dan punjungan
- Undangan
Undangan adalah ajakan formal kepada para tamu yang diminta hadir pada acara hajatan ini. Disini undangan yang dimaksud adalah berupa bentuk kertas atau kartu yang diantarkan kepada para tamu undangan. Orang yang mendapat kartu undangan ini adalah orang yang statusnya jauh dari pemilik hajat, seperti teman semasa sekolah, teman kerja, tetangga jauh, dan bagi orang yang hanya sekedar kenal dengan sang pemilik hajat.
Undangan ini bisa diantarkan langsung jika rumah yang dituju tidak jauh dari TKP, akan tetapi jika rumah atau tamu yang dituju lokasinya jauh dari TKP maka akan diberikan melalui media masa atau secara online. Undangan ini diberikan dari jauh hari sebelum acara berlangsung, kira-kira 4 atau bahkan 1 minggu sebelum acara berlangsung. Undangan ini bersifat formal.
- Punjungan
Punjungan adalah undangan yang berbentuk informal. Undangan ini berupa satu paket makanan matang yang diberikan kepada tamu undangan. Makanan yang terdapat pada punjungan biasanya berupa nasi dan beberapa lauk seperti ayam yang sudah dimasak, sayuran matang, telur rebus, dan lain-lain.
Orang-orang yang mendapat Punjungan adalah orang-orabg terdekat dari pemilik hajat yaitu, tetangga dekat, tetangga satu dusun/satu lingkungan, orang yang masih terikat tali persaudaraan, dan teman dekat. Tetangga yang mendapat punjungan hanyalah tetangga terdekat dari pemiliki hajat. Punjungan biasanya diantarkan oleh para pria dari kegiatan Rewangan ini.
Namun para wanita juga bisa membagikan Punjungan bagi orang-orang yang rumahnya dekat dengan lingkungan rumah warga yang akan diberikan Punjungan. Punjungan diantarkan mendekati acara berlangsung, biasanya sekitar 3-4 hari sebelum acara berlangsung. Punjungan adalah undangan yang bersifat informal.
Pada kegiatan Rewang hajatan, orang-orang yang hadir pun bukan sembarang orang. Mereka adalah orang yang diminta hadir atau diundang secara langsung oleh sang pemilik hajat. Mereka adalah tetangga terdekat pemilik hajat, saudata dekat, dan saudara yang masih memiliki ikatan darah. Rewangan pada acara hajatan juga memiliki struktur kepanitiaan.]
Rewangan pada acara ini dilakukan dengan sukarela tanpa imbalan, kecuali orang yang mendapat bagian pekerjaan banyak dan berat seperti cuci piring, serta pengantar undangan dan punjungan.
- Rewang akikahan
Akikah adalah acara syukuran kelahiran dan penyembelihan kambing. Rewangan pada acara ini dilakukan selama 1-2 hari saja. Kegiatan yang dilakukan tidak lebih banyak dari Rewangan Hajatan. Kegiatan pada acara ini hanyalah memasak, menyembelih kambing, dan membagikan hasil makanan yang sudah matang kepada para tetangga atau saudara dekat.
Orang-orang yang datang pun tidak sebanyak Rewang Hajatan. Mereka hanya tetangga dekat dan saudara yang diminta hadir dan berpartisipasi oleh sang pemilik acara.
- Rewang Pengajian
Masyarakat suku jawa biasa menyebutnya dengan “Yasinan”. Yasinan adalah kegiatan membaca surah Yasin yang bertujuan untuk mengirim doa kepada saudara atau tetangga yang sudah meninggal. Acara pengajian atau yasinan bukan hanya dikhususkan untuk mengirim doa saja tetapi bisa juga sebagai alat tolak bala bagi masyarakat desa. Setelah selesai membaca yasin dan tahlil para tamu akan dijamu dengan makanan yang sudah dimasak oleh para perewang.
Rewang pada acara ini hanya berlangsung 2 hari saja sebelum acara dimulai sampai setelah acara selesai. Para tamu yang datang hanyalah warga sekitar dan saudara dekat saja. Yasinan biasanya juga dibersamai dengan Berkatan atau Kendurian.
Berkat yang dimaksud berbentuk makanan sejenis Punjungan yang telah didoakan oleh sang pemilik acara. Biasanya Yasinan yang dilangsungkan dengan Berkatan adalah pada acara Selametan bagi orang meninggal, akikah, dan Yasinan yang diadakan sebelum memulai acara hajatan.
Rewang biasanya dilakukan oleh masyarakat bersuku Jawa. Tetapi bagi masyarakat bersuku lain seperti Sunda, Batak, Lampung, dan sebagainya jika tinggal pada lingkungan yang dominan bersuku Jawa mungkin juga akan melakukan kegiatan tersebut. Rewang pada setiap daerah memiliki aturan-aturan yang berbeda.
Adanya informasi tentang Desa Taman Asri Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung ini semoga saja memberikan wawasan bagi kalian semuanya yang sedang membutuhkannya lho ya.