Contoh Pembuatan Indikator Minat dan Kriteria Penskorannya

Diposting pada

Indikator Minat dan Kriteria Penskoran

Tidak dimuskhili bahwasanya tingkah laku siswa/pelajar ketika mengikuti proses belajar mengajar dapat mengindikasikan akan ketertarikan siswa tersebut terhadat pelajaran itu atau sebaliknya. Termasuk dalam pelajaran geografi. Merasa tertarik atau tidak inilah merupakan salah satu tanda-tanda minat. Sebagai penjelasan lebih lanjut tulisan ini akan menjabarkan tentang indikator minat dan kriteria penskorannya.

Indikator Minat dan Kriteria Penskorannya

Ketiga unsur minat menurut Abror (1993:112) yaitu kognisi, emosi dan konasi. Unsur kognisi terdiri dari perhatian dan ketertarikan, unsur emosi terdiri dari keberanian dan perasaan senang, unsur konasi terdiri dari memiliki kehendak.

Berdasarkan 5 indikator tersebut akan di bagi menjadi 10 pernyataan sebagai berikut:

  • Indikator perhatian terdapat satu pernyataan yaitu perhatian siswa terhadap seluruh proses pembelajaran.
  • Indikator ketertarikan terdapat dua pernyataan yaitu ketertarikan Siswa untuk bertannya dan ketertarikan siswa menjawab pertanyaan.
  • Indikator keberanian dan kesungguhan terdapat dua pernyataan yaitu siswa berani untuk mengungkapkan ide dan gagasan, serta Siswa bersungguh-sungguh dalam seluruh proses belajar.
  • Indikator perasaan senang terdapat dua pernyataan yaitu siswa bersemangat dalam proses pembelajaran, dan siswa bergembira dalam proses pembelajaran.
  • Indikator memiliki kehendak terdapat tiga pernyataan yaitu memiliki kehendak untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran, memiliki kehendak untuk menghargai pendapat, dan memiliki kehendak untuk menghargai pendapat.

Contoh Indikator Minat dan Kriteria Penskorannya

Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut maka setiap pernyataan dapat dijabarkan kriteria penskorannya sebagai berikut:

A. Perhatian siswa terhadap seluruh proses pembelajaran. Adapun kriteria penskoran sebagai berikut:

  1. Jika peserta didik mendengarkan, memandang, membaca dan menulis pada saat proses pembelajaran maka diberi skor lima
  2. Jika peserta didik melakukan 3 aktivitas baik itu mendengarkan, memandang, membaca ataupun menulis maka diberi skor empat
  3. Jika peserta didik melakukan 2 aktivitas baik itu mendengarkan, memandang, membaca ataupun menulis maka diberi skor tiga
  4. Jika peserta didik hanya melakukan satu aktivitas mendengarkan, memandang, membaca ataupun menulis maka diberi skor dua
  5. Jika peserta didik tidak memperhatikan seluruh proses pembelajaran maka diberi skor satu.

B. Ketertarikan Siswa untuk bertannya. Adapun kriteria penskoran sebagai berikut:

  1. Jika peserta didik mengajukan pertanyaan yang mengungkap kemampuan menganalisis, maka diberi skor lima
  2. Jika peserta didik mengajukan pertanyaan yang mengungkap kemampuan menerapkan, maka diberi skor empat
  3. Jika peserta didik mengajukan pertanyaan yang mengungkap kemampuan memahami, maka diberi skor tiga
  4. Jika peserta didik mengajukan pertanyaan yang mengungkap kemampuan mengingat maka diberi skor dua
  5. Jika peserta didik tidak tertarik untuk mengajukan pertanyaan, maka diberi skor satu

C. Ketertarikan Siswa untuk menjawab pertanyaan. Adapun kriteria penskoran sebagai berikut:

  1. Jika peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan fakta disertai kemampuannya menjelaskan dan menganalisis secara baik, maka diberi skor lima
  2. Jika peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan fakta dan disertai kemampuannya menjelaskan secara baik, maka diberi skor empat
  3. Jika peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan fakta namun penjelasannya sulit dipahami, maka diberi skor tiga
  4. Jika peserta didik menjawab pertanyaan secara singkat tanpa penjelasan ataupun argumen, maka diberi skor dua
  5. Jika peserta didik tidak menjawab pertanyaan, maka diberi skor satu

D. Siswa berani untuk mengungkapkan ide dan gagasan. Adapun Kriteria penskoran sebagai berikut:

  1. Jika peserta didik memberi ide dan gagasan desertai alasan, didukung teori/fakta, mudah dipahami sesuai materi, maka diberi skor lima
  2. Jika peserta didik memberi ide dan gagasan disertai alasan, mudah dipahami dan sesuai materi, maka diberi skor empat
  3. Jika peserta didik memberi gagasan disertai alasan,sesuai materi namun sulit dipahami, maka diberi skor tiga
  4. Jika peserta didik memberi gagasan namun tidak disertai alasan, maka diberi skor dua
  5. Jika peserta didik tidak memberi gagasan, maka diberi skor satu

E. Siswa bersungguh-sungguh dalam seluruh proses belajar. Adapun kriteria penskoran sebagai berikut:

  1. Siswa mengikuti pembelajaran dengan penuh kesungguhan dari saat guru membuka pelajaran, menggali informasi, berdiskusi, penugasan, hingga saat pembelajaran ditutup, maka diberi skor lima
  2. Siswa mengikuti pembelajaran dengan penuh kesungguhan dari saat guru membuka pelajaran, menggali Informasi, berdiskusi, namun tidak melakukan penugasan dengan baik, maka diberi skor empat
  3. Siswa mengikuti pembelajaran dengan penuh kesungguhan dari saat guru membuka pelajaran, menggali informasi, namun tidak bersungguh-sungguh dalam berdiskusi dan dan melakukan penugasan, maka diberi skor tiga
  4. Siswa hanya bersungguh-sungguh di awal pembelajaran, saat guru membuka pelajaran, maka diberi skor dua
  5. Siswa tidak bersungguh-sungguh dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran, maka diberi skor satu

F. Siswa bersemangat dalam proses pembelajaran. Adapun kriteria penskoran sebagai berikut:

  1. Siswa antusias mendengarkan penjelasan guru, menggali Informasi, dan bergerak cepat dalam melaksanakan tugas, diberi skor lima
  2. Siswa antusias mendengarkan penjelasan guru, menggali informasi, mengerjakan tugas namun perlu diberi dorongan, diberi skor empat
  3. Siswa antusias mendengarkan penjelasan guru, menggali Informasi, namun terlambat dalam menyelesaikan tugas, diberi skor tiga
  4. Siswa antusias mendengarkan penjelasan guru, namun tidak antusias dalam menggali informasi ataupun menyelesaikan tugas, diberi skor dua
  5. Siswa tidak antusian mengikuti pembelajaran, diberi skor satu

G. Siswa bergembira dalam proses pembelajaran. Adapun kriteria penskoran sebagai berikut:

  1. Siswa tidak tegang dalam mengikuti pelajaran, siswa berani menyampaikan pendapat tanpa rasa takut, Siswa tidak mengeluh saat proses pembelajaran, diberi skor lima.
  2. Siswa tidak tegang dalam mengikuti pelajaran, siswa mau menyampaikan pendapat namun harus diberi dorongan, namun siswa tidak mengeluh saat proses pembelajaran, diberi skor empat
  3. Siswa tidak tegang dalam mengikuti pembelajaran, siswa tidak mau menyampaikan pendapat, namun tidak mengeluh saat proses pembelajaran, diberi skor tiga
  4. Siswa tidak tegang dalam mengikuti pembelajaran, siswa tidak mau menyampaikan pendapat, dan mengeluh saat proses pembelajaran diberi skor dua
  5. Siswa terlihat tegang dalam mengikuti pelajaran, siswa tidak mau menyampaikan pendapat, dan selalu mengeluh dalam pembelajaran diberi skor satu

H. Memiliki kehendak untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran. Adapun kriteria penskoran sebagai berikut:

  1. Mampu mengidentifikasi permasalahan, mampu mengidentifikasi penyebab masalah, mampu menyusun hipotesis atas permasalahan, mampu memberi pendapat dalam upaya penyelesaian masalah.
  2. Mampu mengidentifikasi permasalahan, mampu mengidentifikasi penyebab masalah, mampu menyusun hipotesis permasalahan, namun belum mampu memberi pendapat dalam upaya penyelesaian masalah.
  3. Mampu mengidentifikasi permasalahan, mampu mengidentifikasi penyebab masalah, namun belum mampu menyusun hipotesis permasalahan dan belum mampu memberi pendapat dalam upaya penyelesaian masalah
  4. Mampu mengidentifikasi permasalahan, namun belum mampu mengidentifikasi penyebab masalah, menyusun hipotesis dan memberi pendapat dalam upaya penyelesaian masalah.
  5. Belum mampu mengidentifikasi permasalahan, mengidentifikasi penyebab masalah, menyusun hipotesis dan memberi pendapat dalam upaya penyelesaian masalah.

I. Siswa memiliki kehendak untuk menghargai pendapat. Adapun kriteria penskoran sebagai berikut:

  1. Siswa dapat melakukan tugas sesuai kesepakatan, Menghargai perbedaan pendapat, bertutur kata yang baik, diberi skor lima
  2. Siswa dapat melakukan tugas sesuai kesepakatan, menghargai perbedaan, namun menggunakan bahasa yang kurang tepat, diberi skor empat
  3. Siswa dapat melakukan tugas sesuai kesepakatan, namun tidak dapat menghargai perbedaan pendapat, diberi skor tiga
  4. Siswa tidak melakukan tugas sesuai kesepakatan, tidak dapat menghargai perbedaan pendapat, diberi skor dua
  5. Siswa tidak menghargai pendapat guru ataupun temannya, dan menyangkal dengan bahasa yang tidak sopan, diberi skor satu

I. Siswa memiliki kehendak untuk bekerja sama dalam kelompok. Adapun kriteria penskoran sebagai berikut:

  1. Siswa terdorong untuk saling berkomunikasi dalam kelompok, berkontribusi, saling menghargai satu sama lain, saling membantu, maka diberi skor lima
  2. Siswa terdorong untuk saling berkomunikasi dalam kelompok, berkontribusi, dan saling menghargai satu sama lain, maka diberi skor empat
  3. Siswa perlu diberi dorongan untuk saling berkomunikasi dalam kelompok, saling menghargai satu sama lain, diberi skor tiga
  4. Siswa terdorong untuk berkomunikasi, namun tidak dapat menghargai pendapat yang lain, maka diberi skor dua
  5. Siswa tidak terdorong untuk melakukan kerja sama apa pun, maka diberi skor satu

Demikianlah tulisan yang telah dijabarkan dalam meteri indikator minat dan kriteria penskorannya. Baik dalam pengertian, cara membuat, serta contohnya. Semoga bisa bermanfaat dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *