Pengertian Cahaya, Sifat, dan Contohnya

Diposting pada

Pada dasarnya cahaya adalah salah satu unsur sumber kehidupan. Cahaya sama pentingnya dengan oksigen. Manusia tidak dapat hidup tanpa adanya cahaya. Cahaya berfungsi untuk menerangi segala aspek kehidupan manusia. Fungsi utama dari cahaya adalah meberikan penerangan untuk semua aktifitas supaya berjalan dengan lancar. Jika tidak ada cahaya maka yang terjadi adalah gelap gulita.

Cahaya

Cahaya yang didapatkan struktur bumi bisa berasal dari cahaya matahari, cahaya lampu, cahaya api, dan lain-lain. Dengan cahaya manusia bisa melihat karena mata berfungsi dengan baik apabila ada cahaya untuk memantulkan. Sebenarnya apakah yang dinamakan cahaya? Mengapa cahaya bergitu penting? Dari mana sajakah sumber cahaya itu didapatkan? Semua ulasan tentang cahaya akan kita bahas dalam penjelasan sebagai berikut.

Pengertian Cahaya

Cahaya adalah suatu elemen yang dapat merubah tempat yang gelap menjadi tempat yang terang. Karena pada dasarnya fungsi cahaya adalah untuk menyinari atau memberikan penerangan. Jika dikaji secara lengkap maka cahaya merupakan gelombang elektromagnetik dengan unsur partikel foton seperti pada unsur partikel matahari.

Spektrum cahaya dapat membuat mata manusia berfungsi sehingga dapat untuk mebedakan warna. Studi mengenai cahaya disebut sebagai studi optika. Hal inilah yang menjadi dasar dari kata optik. Cahaya merupakan dasar ilmu geografi. Baca SelengkapnyaKonsep Geografi dan Contohnya

Cahaya memiliki keunikan yaitu kecepatan arah datangnya cahaya melebihi kecepatan suara. Pada fenomena ini dapat disaksikan ketika melihat kembang api yang berjarak jauh. Cahaya dapat digunakan sebagai dasar interpretasi citra. Letusan cahaya kembang api akan terlihat lebih dulu sebelum akhirnya disusul oleh suara kembang api. Karena cahaya yang memiliki kecepatan dahsyat inilah maka digunakan sebagai tolak ukur jarak benda alam semesta yang dihitung dengan kecepatan cahaya.

Sifat Cahaya dan Contohnya

Cahaya memiliki sifat yang unik. Sifat cahaya yaitu dapat menembus benda bening, memantul, terurai, bias, dan merambat lurus. Penjelasan mengenai sifat cahaya dapat kita simak pada ulasan materi sebagai berikut.

Menembus Benda Bening

Benda bening merupakan benda yang dapat ditembus dengan cahaya. Karena pada dasarnya bening berarti tidak memiliki warna. Kita bisa melihat objek dibalik benda bening karena cahaya dapat menembus dibalik benda yang bening. Benda tersebut dapat berupa air jernih, mika, kaca, dan lain sebagainya. Benda bening dapat dibedakan menjadi 3, yaitu.

Transparan

Transparan merupakan objek yang dapat ditembus dengan cahaya. Seluruh benda yang transparan akan memberikan jalan kepada cahaya untuk diteruskan agar dapat terlihat objek dibalik benda transparan. Sifat cahaya yang dapat menembus benda bening memberikan manfaat bagi kehidupan bawah air yang membutuhkan cahaya matahari. Contoh dari benda transparan adalah kaca, mika, air jernih, dan lain-lain.

Translusens

Translusens dapat disebut juga dengan transparan sebagian. Translusens bersifat memberikan setengah jalan bagi cahaya untuk melihat objek dibaliknya. Contoh objek translusens adalah air keruh, kaca gelap, lampu mati, dan lain-lain.

Opaque

Opaque adalah benda yang tidak dapat ditembus oleh cahaya. Opaque memiliki warna sehingga cahaya yang datang akan memantul dan menyebabkan objek yang berada dibalik opaque tidak akan terlihat. Contoh dari objek opaque adalah tembok, rumah, pamflet, kasur, tikar, dan lain sebagainya.

Dapat dipantulkan

Sifat cahaya yang berikutnya adalah dapat dipantulkan. Dengan sifat cahaya yang dapat dipantulkan ini maka memungkinkan bagi manusia untuk dapat melihat dengan mata. Karena mata manusia juga dapat berfungsi apabila mendapatkan pantulan cahaya. Cahaya yang memantul dapat dibedakan menjadi 2, yaitu.

Pemantulan yang Teratur

Pemantulan teratur adalah pemantulan cahaya yang memantul sejajar dengan arah datangnya cahaya. Pemantulan teratur merupakan manfaat dari kehidupan penglihatan sehari – hari kita yang bisa menggunakan mata karena efek dari pantulan teratur. Cahaya yang mengenai permukaan yang kilap dapat memberikan pantulan objek di depannya sehingga akan timbul penggandaan tampilan objek di depan benda kilap tersebut.

Contoh dari pantulan cahaya tersebut dapat kita saksikan pada cermin. Ketika kita berdiri di cermin maka kita dapat melihat tubuh kita sendiri secara jelas. Hal ini dikarenakan fungsi dari cermin yang dapat memantulkan cahaya secara teratur. Berbeda dengan kita berdiri di depan tembok. Kita tidak dapat melihat tubuh kita karena tembok tidak memiliki sifat pemantulan cahaya secara teratur. Cermin dapat dibedakan menjadi 3, yaitu.

Cermin Datar

Cermin datar adalah cermin yang permukaan atau  bidang pantulnya memiliki permukaan yang datar. Pantulan yang diberikan oleh cermin datar merupakan pantulan yang sebenarnya dan pada keadaan aslinya. Jarak objek yang dipantulkan cermin datar sama dengan jarak objek pada aslinya. Cermin datar memberikan objek yang terbaik seperti telinga kanan menjadi telinga kiri.

Cermin Cembung

Cermin cembung mempunyai sifat pemantulan yang berbentuk melengkung keluar. Cermin cembung adalah sifat dari kaca spion dikarenakan dengan kaca cembung jarak yang berada jauh dengan objek akan terlihat seperti dekat sehingga dapat melihat jarak yang jauh dengan jelas.

Jarak objek yang berada di depan kaca cembung bersifat lebih dekat dengan jarak aslinya. Ukuran objek yang dipantulkan oleh cermin cembung juga lebih besar dengan ukuran aslinya. Sifat cermin cembung juga dapat kita temui pada sendok bagian bawah.

Cermin Cekung

Cermin cekung adalah benda bening dengan permukaannya melengkung ke dalam. Jarak objek yang dihasilkan dari pantulan cermin cekung apabila jaraknya dekat akan semakin mendekat dan apabila jaraknya jauh akan terlihat semakin menjauh.

Keunikan dari cermin cekung adalah objek yang berada jauh dengan cermin tetap terlihat tegak, namun apabila objek yang berada dekat dengan cermin akan terbalik secara vertikal, kaki di kepala dan kepala di kaki.

Pemantulan Cahaya yang Tidak Teratur

Pemantulan cahaya tidak teratur merupakan kebalikan dari pemantulan cahaya secara teratur. Pemantulan cahaya tidak teratur terjadi karena cahaya mengenai benda yang memiliki warna sehingga kita dapat melihat objek benda tersebut.

Hukum mengenai cahaya dikemukakan oleh ilmuwan fisika bernama Snellius. Hukum cahaya tersebut berbunyi sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak dalam 1 bidang datar. Sudut datang sama dengan sudut pantul.

Dapat Terurai

Sifat cahaya yang selanjutnya adalah dapat terurai dan dapat diuraikan. Dalam ilmu optika, sifat cahaya yang dapat terurai ini memiliki sebutan sebagai dispersi cahaya. Dispersi cahaya adalah sebab utama terjadinya fenomena pelangi. Cahaya matahari yang datang akan diuraikan melalui presipitasi air hujan sehingga terbentuklah pelangi yang indah.

Dapat Dibiaskan

Sifat cahaya yang selanjutnya adalah cahaya dapat dibiaskan. Bias mengandung arti belok. Pembiasan cahaya terjadi apabila cahaya dapat melewati 2 jenis kerapatan benda yang berbeda. Pembiasan cahaya adalah ilmu dasar pembuatan kacamata.

Merambat Lurus

Sifat cahaya yang terakhir adalah cahaya dapat merambat lurus. Artinya adalah cahaya hanya melewati objek benda dengan 1 buah perantara yang mengantar benda tersebut kepada arah masuknya cahaya. Pada peristiwa ciri cahaya dapat merambat lurus dapat dibuktikan pada cahaya lampu dan cahaya senter. Arah datangnya cahaya tersebut lurus.

Nah, demikianlah uraian mengenai materi dalam pembahasan tenang cahaya. Semoga dengan hadirnya artikel ini dapat bermanfaat bagi para segenap pembaca yang sedang membutuhkan dasar-dasar materi yang ada di dalamnya. Terima kasih!

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *