Struktur Bumi dan Komponennya

Diposting pada

Struktur Bumi Adalah

Bumi merupakan salah satu dari pengertian planet yang selalu beredar mengelilingi matahari dalam tata surya kita. Planet yan kita tinggali ini memiliki permukaan yang ada lapisan atmosfer untuk melindunginya dari sengatan radiasi matahari langsung yang berbahaya bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Dari berbagai analisa dan penelitian geofisika yakni gelombang seismik yang dihasilkan dari peristiwa gempa bumi, dapat diketahui bahwa struktur bagian dalam bumi ini berbentuk berlapis-lapis seperti kulit bawang merah.

Lapisan-lapisan ini dapat dibedakan berdasarkan kandungan kimia serta berbagai sifat fisika lapisan tersebut. Bahan silikat merupakan material utama penyusun kulit terluar bumi, sedangkan dibawah lapisan kulit terluar terdapat lapisan mantel yang sangat kental. Berdasarkan pengetahuan yang telah diungkapkan, bumi dibagi menjadi tiga bagian besar, yakni kerak bumi (crush), selimut bumi (mantle), dan inti bumi (core).

Lapisan-Lapisan Bumi

Berikut merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai lapisan-lapisan bumi tersebut:

Kerak Bumi (Crush)

Lapisan paling atas dari bumi ialah kerak bumi. Lapisan dengan tebal antara 10 sampai dengan 50 km ini memiliki ketebalan yang tidak sama di setiap permukaan bumi. Lapisan ini tersusun atas materi-materi yang berstruktur padatan.

Kerak bumi ini masih dibagi lagi menjadi beberapa sublapisan, yakni lapisan yang bersifat granitis, dan lapisan yang bersifat basaltik. Penjelasan selanjutnya adalah sebagai berikut:

Lapisan Granitis

Lapisan terluar dari kerak bumi ialah lapisan granitis yang memiliki ketebalan antara 10 sampai dengan 15 km. Sesuai dengan namanya, lapisan ini banyak disusun oleh batuan-batuan granit.

Lapisan Basaltis

Sublapisan kerak bumi yang berada di bawah lapisan granitis merupakan lapisan basaltis. Sesuai dengan namanya, lapisan ini banyak tersusun dari materi basalt yang memiliki densitas yang lebih besar dan bersifat basa. Lapisan ini memiliki kedalaman sekitar 30 sampai dengan 50 km.

SELIMUT BUMI (mantle)

Lapisan ini berada tepat setelah kerak bumi. Sesuai dengan namanya, lapisan ini berfungsi sebagai pelindung bumi. Lapisan selimut bumi ini dibagi lagi menjadi 3 sub lapisan, yakni litosfer, astenosfer, dan mesosfer.

Adapun untuk penjelasan lebih lanjutnya adalah sebagai berikut:

Litosfer

Lapisan terluar dari selimut bumi ialah litosfer. Kata ini berasal dari lithos yang berarti batuan dan fera yang berarti sekitar/sekeliling. Lapisan ini didominasi oleh batuan yang terdiri dari materi-materi berupa padatan dengan ketebalan sekitar 50 sampai 100 km.

Gabungan antara lapisan ini dengan kerak bumi sering dinamai dengan lempeng litosfer yang mengapung di atas athenosfer.

Astenosfer

Lapisan di bawah litosfer adalah athenosfer. Lapisan ini memiliki ketebalan sekitar 100 sampai 400 km.

Para pakar menduga bahwa lapisan ini merupakan tempat pembentukan magma yang pada lapisan ini pula batuan dan sintesa mineral di atasnya dapat bergerak.

Mesosfer

Mesosfer memiliki wujud yang padat dengan ketebalan antara 2400 sampai 2750 km di bawah atenosfer.

Pada perbatasan antara selimut bumi dengan inti bumi, terdapat lapisan transisi yang bisa dijumpai pada kedalaman 2898 km dan biasa disebut dengan guthenberg wiechert discontinuety layer.

Inti Bumi (Core)

Inti bumi (core) merupakan lapisan paling dalam yang dimiliki oleh bumi. Lapisan ini dibedakan menjadi dua bagian, yani inti luar (outer core) dan inti dalam (inner core). Berikut merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai dua bagian inti bumi:

Inti luar (outer core)

Merupakan bagian inti bumi yang berada di sisi luar (outer core). Lapisan ini diduga berwujud cair karena tidak dilalui oleh gelombang sekunder. Lapisan ini memiliki tebal sebesar 2160 km.

Inti dalam (inner core)

Lapisan terdalam bumi ialah inti dalam atau yang biasa disebut dengan istilah inner core. Bagian inti dalam ini diduga memiliki wujud padat dan tersusun atas materi berupa besi atau besi nikel (nife). Densitas dari lapisan ini kurang lebih sekitar 10 gram/cm3.

Unsur Materi Bumi

Bumi tersusun atas materi-materi dengan struktur berupa padatan, cair, dan gas. Untuk materi berupa padatan disebut seagai batuan yang biasa didefinisikan sebagai kumpulan mineral-mineral.

Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai unsur penyusun materi bumi akan dijabarkan pada bagian sebagai berikut:

Batuan

Bumi utamanya tersusun atas berbagai macam batuan. Batuan biasanya merupakan campuran berbagai mineral yang bergabung secara fisik antara satu dengan yang lain. Sebagian batuan tersusun atas satu jenis mineral saja, sebagian tersusun atas gabungan mineral-mineral, bahan organik serta material vulkanik.

Apabila digolongkan berdasarkan manfaatnya, batuan dibedakan menjadi tiga bagian, yakni:

Batuan Beku

Batuan beku memiliki struktur kristalin dengan tekstur yang bervariasi. Batuan beku merupakan batuan yang terjadi dari pembekuan materi yang berasal dari dalam bumi (magma). Berdasarkan lokasi pendinginan magmanya, batuan beku dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

Batuan Beku Dalam

Batuan dalam juga bisa disebut dengan batuan plutonis atau batuan intrusi. Batuan ini terbentuk dari magma panas yang telah membeku saat bergerak ke atas permukaan. Batuan ini terbentuk di atenosfer sehingga pendinginannya sangat lambat.

Batuan Gang

Batuan gang merupakan batuan antara batuan dalam dan batuan beku luar yang berupa rekahan-rekahan dalam kerak bumi. Magma yang membeku dalam gang ialah magma yang sedang menuju ke permukaan bumi atau membeku dalam celah kerak bumi.

Batuan Beku Luar

Batuan ini juga disebut dengan batuan ekstrusi atau batuan vulkanis. Batuan vulkanis adalah batuan yang bergerak dari dalam ke permukaan bumi, dan sebagian membeku di dalam sebagai batuan plutonis, dan sebagian kecil lainnya membeku di permukaan bumi dan dikenal dengan batuan beku luar.

Batuan Sedimen

Batuan sedimen merupakan penyusun dominan permukaan bumi, yakni sebesar 66% dari seluruh batuan di bumi. Batuan jenis ini sering kita jumpai pada daerah-daerah tua. Bahan-bahan yang biasa ditemui merupakan bahan yang telah mengalami pelapukan lanjut.

Batuan sedimen diendapkan oleh air, angin, atau pembawa yang lain. Sedimen yang diendapkan cenderung membentuk berbagai lapisan. Sedimen terbentuk sebagai akibat dari pemberian tekanan serta temperatur yang tinggi pada endapan-endapan sehingga dapat berubah menjadi batuan. Selengkapnya, baca; Pengertian Pencemaran Air, Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Proses yang membantu pembentukan batu sedimen adalah pemadatan dan sedimentasi. Pemadatan merupakan pengurangan volume yang disebabkan oleh tekanan sehingga membentuk lapisan-lapisan yang menekan lapisan di bwahnya. Batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yakni:

Sedimen Klastik

Batuan ini terbentuk dari sedimen-sedimen yang telah terpadatkan bersama.

  • Sedimen Kimiawi

Sedimen ini terbentuk dari mineral yng pernah terlarut dalam air

  • Sedimen Organik

Merupakan sedimen yang terbentuk dari bahan-bahan yang pernh menjadi bagian benda-benda hidup atau terbentuk dari benda-benda hidup.

Batuan Metamorf

Batuan metamorf adalah batuan yang merupakan kombinasi antara daerah sedimentasi dengan kawasan vulkanik. Batuan ini terbentuk akibat dari perubahan batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf lainnya karena terkena temperatur tinggi, tekanan yang besar, dan reaksi kimia tertentu.

Perubahan satu jenis batuan menjadi batuan jenis lain karena pengaruh suhu yang tinggi, teknan besar, dan perubahan kimia disebut dengan metamorfisme.

Metamorfisme umumnya terjadi di bawah lapisan tanah tepatnya berada di temperatus antara 100oC dan 800oC.

Proses terjadinya metamorfisme ini melalui dua cara yakni:

  • Metamorfisme regional

Terjadi jika batuan-batuan dalam daerah yang luas terkena temperatur yang ringgi dan tekanan besar.

  • Metamorfisme kontak

Terjadi jika batuan-batuan terpapar panas setelah bersentuhan dengan magma atau lava.

Batuan metamorf terdiri dari dua jenis, yakni batuan terfolisi dan batuan tak terfoliasi. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • Batuan Terfoliasi

Adalah batuan metamorf yang mengandung mineral-mineral dan tersusun dalam lapisan-lapisan sejajar. Batuan jenis ini terbentuk karena mineral-mineral yang mengkristal kembali, atau menjadi rata karena pengaruh tekanan, atau mineral-mineral dengan kerapatan yang berbeda terpisah menjadi lapisan-lapisan yang berperilaku seperti campuran antara air dan minyak.

  • Batuan tak terfoliasi

Adalah batuan metmorf yang tidak memiliki lapisan. Batuan jenis ini tidak terpecah menjadi lapisan-lapisan datar. Contoh dari batuan tak terfoliasi ialah marmer dan kuarsit.

Demikianlah penjelasan secara lengkap mengenai struktur bumi dan komponennya. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca dan menyuguhkan informasi baru yang memperkaya pengetahuan. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *