Pengertian Fertilitas dan Faktornya

Diposting pada

Fertilitas Adalah

Setiap pasangan yang sah secara agama dan hukum menginginkan buah cinta dari hasil hubungan mereka. Buah cinta tersebut adalah anak atau buah hati. Tentunya suatu kelahiran diawali dengan kehamilan. Hamil berasal dari hubungan seksual antara suami istri saat keduanya sedang dalam masa subur. Sel telur wanita yang terkena pembuahan sperma pria maka akan membentuk bayi dalam kandungan rahim perempuan.

Secara singkat, penjelasan di atas termasuk dalam materi mata pelajaran biologi bab reproduksi. Dalam konsep dasar geografi, ada materi khusus yang mempelajari tentang kesuburan, yaitu fertilitas. fertilitas termasuk dalam ilmu demografi. Seperti yang kita ketahui selama ini bahwa demografi merupakan cabang ilmu dari geografi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan fertilitas? Berikut pembahasannya yang diulas dari segi pengertian dan faktornya.

Pengertian Fertilitas

Fertilitas adalah banyaknya jumlah bayi yang lahir dalam suatu lingkup wilayah dengan waktu tertentu, umumnya satu tahun per 1.000 wanita. Sekilas mungkin fertilitas terlihat hampir kembar dengan natalitas. Bedanya, yang digunakan sebagai indikator fertilitas tidak hanya kelahiran bayi saja. Namun meliputi beberap hal, antara lain;

  • Kelahiran hidup
  • Kelahiran mati
  • Kandungan yang diaborsi
  • Masa usia subur wanita.

Jadi, wanita yang sedang berada di usia masa subur (yaitu 15 sampai dengan 49 tahun) termasuk dalam perhitungan fertilitas. Wanita yang melakukan aborsi juga dimasukan, umumnya aborsi dibagi menjadi dua. Yaitu ada aborsi sengaja dan aborsi tidak sengaja (keguguran). Aborsi sengaja umunya dilakukan seorang wanita karena bayi yang dikandungnya adalah hasil dari hubungan gelap.

Karena malu menanggung resiko yang tidak diinginkan akhirnya bayi tersebut diaborsi melalui bantuan dukun atau dilakukan sendiri. Tentu saja aborsi adalah hal yang tidak dianjurkan dalam agama maupun hukum. Justru tindakan ini sangat dilarang karena sama saja dengan mencabut nyawa bayi yang tidak berdosa. Disamping itu, mental dari pelaku aborsi juga akan terganggu karena perasaan bersalah sepanjang waktu.

Aborsi selanjutnya adalah yang dilakukan dengan tidak sengaja, atau yang biasa disebut keguguran. Keguguran bisa terjadi karena wanita yang mengandung mengalami kecapekan. Rahim yang terlalu sensitif sehingga rentan terjadi keguguran juga banyak dialami oleh wanita. Sudah sepatutnya seorang wanita benar-benar menjaga kandungannya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya bayi yang lahir sehat dihitung dalam perhitungan natalitas, tapi karena pembahasan kali ini fokus pada fertilitas, kita bahas dulu bagaimana bayi lahir hidup yang dimasukan dalam list fertilitas. Yaitu bayi yang masih dalam kandungan namun sudah menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Umunya, usia bayi dalam kandungan tersebut jika sudah memasuki masa 28 minggu akan nampak tanda-tandanya.

Jika meraba perut wanita hamil dan terindikasi adanya denyut jantung dari bayi tersebut, maka sudah bisa dimasukkan dalam list fertilitas. Saat sudah terasa denyut nadi si bayi, maka secara otomatis tali pusar akan mulai tumbuh, gerakan-gerakan bayi seperti tendangan juga mulai bisa dirasakan. Sebaiknya jika tanda-tanda tersebut sudah muncul ada baiknya ibu banyak istirahat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Faktor yang Mempengaruhi Fertilitas

Kesuburan yang sedang dialami wanita ada kalendernya tersendiri. Masa subur seorang wanita biasanya terjadi pada saat seminggu setelah menstruasi. Saat wanita sedang dalam masa subur, maka hubungan seks yang dilakukan berpotensi terjadinya kehamilan.

Sehingga angka fertilitas di kawasan tertentu akan naik. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas? Simaklah pembahasan sebagai berikut.

Jenis Kelamin

Jenis kelamin mempengaruhi kesuburan sepasang suami istri. Biasanya, yang sering mengalami ketidaksuburan adalah wanita. Hal ini dikarenakan beberapa wanita memiliki rahim yang rapuh, sehingga dirasa tidak mampu untuk menampung bayi selama 9 bulan.

Olahraga secara teratur bisa menjadi jalur alternatif persiapan seorang wanita sebelum melakukan program kehamilan mendatang.

Usia

Usia produktif seorang wanita untuk mengandung bayi adalah 15 sampai dengan 49 tahun. Setelah itu wanita akan mengalami masa menopause, yaitu berhentinya masa menstruasi pada wanita. Dengan tidak menstruasi lagi, otomatis seorang wanita sudah tidak lagi bisa mengandung.

Berbeda dengan pria, selama masih bisa ereksi dan melakukan ejakulasi, maka masih bisa membuahi sel telur wanita.

Selibat Permanen

Selibat permanen adalah masa dimana wanita tidak pernah melakukan hubungan seks sepanjang hidupnya. Selibat permanen terjadi apabila wanita tidak pernah menikah, atau sudah menikah namun suaminya mengalami disfungsi ereksi.

Jika seorang pria mengalami disfungsi ereksi, otomatis penis tidak bisa melakukan perjalanan bahagia ke dalam vagina wanita. Efeknya adalah pembuahan tidak akan terjadi, hal tersebut dapat mempengaruhi angka fertilitas daerah.

Lamanya Status Perkawinan

Status perkawinan seseorang yang telah lama menikah kemungkinan besar telah dikaruniai minimal seorang anak. Namun bagi pengantin baru, ada kalanya belum mendapatkan momongan. Hal ini berdampak pada tingkat fertilitas daerah.

Program kehamilan perlu dibentuk secara dini supaya mudah untuk hamil. Perlu diingat bahwa program ini dikhususkan untuk pasangan yang telah menikah.

Abstinensi Sukarela

Abstinensi sukarela adalah tidak melakukan hubungan seks padahal ada kesempatan. Hal ini biasanya terjadi karena lelah bekerja seharian. Ataupun tidak adanya gairah seksual dari pria maupun wanita.

Setiap melakukan hubungan seks tentunya diawali dari gariah bercinta yang menggelora baik dari kubu pria maupun wanita. Penambahan obat perangsang dan sedikit sentuhan obat kuat mampu mengatasi suatu abstinensi sukarela.

Abstinensi Terpaksa

Abstinensi terpaksa adalah kondisi dimana sepasang suami istri tidak bisa melakukan hubungan seksual karena keadaan.

Banyak hal yang menghambat kejadian ini. Contoh saja pada saat suatu daerah sedang mengalami bencana alam, tentu saja masyarakat diharuskan berkumpul di pengungsian. Suasana pengungsian yang banyak orang dan ramai tidak dimungkinkan melakukan hubungan sex disana.

Lalu saat baik suami atau istri bertugas di tempat yang jauh selama berbulan-bulan. Kondisi seperti ini adalah abstinensi terpaksa yang menghambat gairah sepasang kekasih untuk melakukan hubungan sex.

Di Kabupaten Wakatobi, mayoritas pria disana bekerja sebagai pelaut. Selama berbulan-bulan waktu mereka dihabiskan di tengah laut. Secara otomatis angka fertilitas di Kabupaten Wakatobi sangat kecil dibandingkan daerah lain.

Intenstas Hubungan Sex

Bagi pasangan suami istri yang baru menikah, intensitas mereka melakukan hubungan seks lebih sering dari pada pasangan lama. Rasa nikmat yang menggetarkan tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki sangat dirindukan bagi pasangan pengantin baru.

Hal ini dibuktikan dengan data dari rumah sakit bersalin yang mayoritas para ibu melahirkan merupakan pasangan yang baru saja menikah.

Usia pernikahan yang baru saja biasanya terjadi di usia muda. Usia muda baik dari pria maupun wanita berpotensi besar keduanya dalam usia subur. Maka dari itu banyak pasangan muda yang memanfaatkan usia mereka untuk sering-sering melakukan hubungan seks.

Tujuannya adalah agar mudah mendapatkan keturunan. Dan apabila suatu saat ingin anak lagi, tinggal direncanakan dengan matang.

Hal di atas merupakan ulasan materi yang menerangkan tentang pengertian fertilitas dan faktor-faktornya dalam sudut pandang demografi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang sedang mencari ilmu pengetahuan. Sekian dan terimakasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *