Konsep Dasar Ilmu Geografi

Diposting pada

Konsep Dasar Ilmu Geografi Adalah

Geografi merupakan studi yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan fenomena geosfer berdasarkan sudut pandang kewilayahan serta kelingkungan dalam konteks keruangan. Sebagai salah satu bidang studi yang memiliki peran penting dalam memahami kondisi muka bumi, geografi memiliki konsep dasar atau konsep esensial yang  memungkinkan eksplorasi untuk mengetahui hubungan antara manusia dengan lingkungan alam dan budaya yang berada dalam ruang.

Konsep-konsep tersebut menyediakan kerangka kerja yang digunakan geografer untuk menafsirkan dan merepresentasikan informasi tentang dunia.  Komponen spasial dalam geografi selalu berkaitan dengan bagaimana susunan kenampakan dalam struktur bumi. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang konsep dasar geografi, artikel ini akan mengulas pengertian dan macam konsep dasar geografi.

Konsep Dasar Geografi

Konsep dasar atau konsep esensial geografi merupakan unsur yang penting dalam memahami fenomena geosfer atau kejadian geografi. Penjabaran terhadap konsep-konsep tersebut selalu berkaitan dengan penyebaran relasi, fungsi, bentuk, dan proses yang terjadi. Selengkapnya, bacaKonsep Geografi dan Contohnya

Pengertian Konsep Dasar Geografi

Konsep dasar studi geografi adalag kajian meliputi permukaan bumi sebagai planet, variasi cara hidup dan karaktersitik wilayah, pentingnya wilayah bagi manusia, serta pentingnya lokasi untuk memahami suatu peristiwa. Konsep esensial geografi tersebut terbentuk berdasarkan pola abstrak yang berkaitan dengan gejala konkrit geografi.

Pengertian Konsep Dasar Geografi Menurut Para Ahli

Adapun konsep dasar geografi menurut para ahli, diantaranya yaitu:

Nursid Sumaatmadja

Konsep dasar geografi adalah suatu pola abstrak yang berkaitan dengan gejala-gejala nyata tentang geografi. Dalam konsep geografi tersebut terdapat nilai guna, keterkaitan ruang, interaksi, serta interdependensi.

Macam-Macam Konsep Dasar Geografi

Konsep Geografi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

Konsep Geografi Denotatif

Konsep Geografi Denotatif merupakan konsep yang bisa menjelaskan tentang pengertian-pengertian gejala geografi berdasarkan definisinya. Sebagai contoh yaitu erosi dapat didefinisikan sebagai suatu peristiwa dimana terjadi proses pemindahan massa bebatuan dari satu tempat ke tempat yang lain melalui perantara suatu zat yang ada di permukaan bumi yang terjadi secara alamiah.

Konsep Geografi Konotatif

Konsep dasar Konotatif merupakan konsep yang mempunyai pengertian lebih luas jika dibandingkan dengan pengertian secara harfiah, dimana di dalam konsep tersebut terdapat segala aspek yang memiliki hubungan dengan konsep-konsep yang dibahas seperti faktor pendukung, persebaran, jenis, manfaat, serta proses pembentukannya. Sebagai contoh yaitu peristiwa dalam dampak pemanasan global yang disebabkan oleh  terjadinya efek rumah kaca.

Konsep Dasar Geografi dan Penjelasannya

Konsep dasar geografi menurut N. Daldjoeni terdiri atas :

  • Penghargaan Budayawi terhadap bumi
  • Konsep Regional (wilayah)
  • Ciri khusus keadaan wilayah
  • Lokalisasi
  • Interaksi keruangan
  • Skala wilayah
  • Konsep perubahan

Adapun penjelasan dalalm Konsep Dasar Geografi sebagimana yang disampaikan dalam Seminar dan Lokakarnya Ahli Geografi tahun 1998, yaitu sebagai berikut.

Konsep Lokasi

Konsep lokasi atau letak merupakan konsep utama yang menjadi ciri khas studi geografi sejak awal pertumbuhan geografi. Konsep lokasi menjadi jawaban atas pertanyaan pertama dalam geografi “di mana?”. Dalam geografi ada 2 jenis lokasi, yaitu:

Lokasi Absolut

Lokasi absolut merupakan lokasi berdasarkan sistem grid (kisi-kisi) atau koordinat. Letak absolut memiliki sifat yang tetap, tidak berubah, meskipun kondisi tempat yang bersangkutan terhadap sekitamya tidak bembah. Contoh letak absolut Indonesia yaitu 60 LU (Lintang Utara) – 110  LS (Lintang Selatan) dan antara 950  BT (Bujur Timur) – 1410  BT (Bujur Timur).

Lokasi Relatif

Lokasi relatif  merupakan lokasi suatu wilayah berdasarkan posisinya terhadap wilayah lain di sekitarnya. Lokasi relatif memiliki sifat tidak tetap, artinya berubah-ubah berkaitan dengan keadaan sekitar. Contohnya Indonesia terletak diantara benua Asia dan Australia.

Konsep Jarak

Konsep jarak merujuk pada jarak antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Jarak memiliki  faktor pembatas yang bersifat alami, meskipun arti pentingnya bersifat relatif sejalan dengan kemajuan kehidupan dan teknologi. Jarak mempunyai kaitan yang erat dengan lokasi dan upaya pemenuhan kebutuhan atau keperluan pokok kehidupan, seperti air, tanah yang subur, dan pusat pelayanan.

Sebagaimana konsep lokasi, jarak juga dibedakan menjadi dua yaitu jarak absolut dan jarak relatif. Jarak absolut merupakan jarak yang dinyatakan dengan satuan jarak mutlak, misalnya kilometer, meter. Sedangkan jarak relatif merupakan jarak yang diukur berdasarkan durasi tempuh dan biaya transportasi.

Contoh aplikasi konsep jarak yaitu harga tanah akan semakin tinggi apabila mendekati pusat kota dibandingkan dengan harga tanah di pedesaan.

Konsep Keterjangkauan

Keterjangkauan atau aksesbilitas tidak selalu berkaitan dengan jarak, tapi lebih berkaitan dengan kondisi medan atau ada tidaknya sarana angkutan dan komunikasi yang dapat dipakai.

Suatu wilayah dan perwilayahan bisa dikatakan terasing atau terisolasi apabila wilayah tersebut sulit dijangkau (dengan sarana komunikasi atau angkutan) dari tempat lain, meskipun jaraknya relatif tidak jauh dari tempat lain.

Hambatan keterjangkauan  dapat disebabkan oleh kondisi medan yang berupa rangkaian pegunungan tinggi, hutan lebat, rawa-rawa, atau gurun pasir. Selain itu, bisa berupa hambatan sosial berupa bahasa, adat istiadat, serta sikap penduduk yang berlainan (mencurigai setiap orang asing sebagai musuh).

Contoh aplikasi konsep keterjangkauan misalnya daerah A merupakan penghasil beras, sedangkan daerah B penghasil sandang. Kedua daerah tersebut tidak akan berinteraksi apabila tidak ada transportasi.

Konsep Pola

Pola merupakan susunan keteraturan suatu fenomena dalam ruang. Geografi mengkaji pola-pola, bentuk, dan persebaran fenomena di permukaan bumi. Geografi berupaya untuk memahami makna dan pola-pola tersebut serta berusaha untuk memanfaatkannya.

Fenomena yang dikaji merupakan fenomena alami misalnya aliran sungai, persebaran vegetasi, jenis tanah, dan fenomena sosial misalnya persebaran penduduk, mata pencaharian, permukiman. Contoh aplikasi konsep pola di kawasan perkotaan, yaitu manusia membangun kawasan pusat perbelanjaan dengan pola sedemikian rupa agar mudah dijangkau masyarakat di mana saja.

Konsep Morfologi

Morfologi ialah gambaran bentuk permukaan bumi yang disebabkan oleh proses dari dalam bumi (endogen) dan proses yang terjadi di luar bumi (eksogen).

Proses endogen meliputi pergerakan lipatan, pergerakan lempeng kerak bumi dan kerak samudra, pengangkatan, penurunan, dan seisme, sedangkan proses eksogen meliputi angin, panas matahari, pelapukan, abrasi, erosi, pengelupasan, dan pengendapan.

Konsep morfologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap upaya manusia dalam memanfaatkan alam. Manusia memanfaatkan daerah-daerah yang relatif datar dengan kondisi tanah yang subur dan keadaan aimya cukup bagus untuk kegiatan pertanian. Contoh aplikasi konsep morfologi yaitu pengelompokan pemukiman cenderung di daerah datar.

Konsep Aglomerasi (Menggerombol)

Aglomerasi merupakan kecenderungan persebaran yang bersifat meogelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan paling menguntungkan. Konsep aglomerasi menjelaskan adanya suatu fenomena yang penyebarannya cenderung mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit paling menguntungkan. baik mengingat keselarasan maupun faktor-faktor umum yang paling menguntungkan.

Contoh aplikasi konsep aglomerasi misalnya masyarakat atau penduduk cenderung mengelompok pada tingkat sejenis sehingga timbul daerah elit, daerah kumuh, daerah perumnas, pedagang besi tua, dan pedagang barang atau pakaian bekas.

Konsep Nilai Kegunaan

Konsep nilai kegunaan mempunyai kaitan dengan nilai guna suatu wilayah. Setiap wilayah mempunyai nilai kegunaan berbeda yang dapat dikembangkan menjadi potensi yang menunjang perkembangan suatu wilayah. Nilai kegunaan fenomena atau sumber-sumber di muka bumi bersifat relatif, atau tidak sama bagi setiap orang atau golongan penduduk.

Contoh aplikasi konsep nilai misalnya daerah sejuk di pegunungan yang jauh dari kebisingan, seperti di Puncak antara Bogor dengan Cianjur, banyak dijadikan tempat peristirahatan dan rekreasi.

Konsep Interaksi dan Interdependensi

Interaksi ialah hubungan secara timbal balik antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya, atau antara objek satu dengan objek yang lainnya sedangkan interdependensi adalah hubungan saling ketergantungan antara yang satu dengan yang lainnya.

Interaksi dapat diartikan sebagai peristiwa saling memengaruhi objek atau tempat yang satu dan yang lainnya. Setiap tempat memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda dengan tempat lain. Oleh karena itu, senantiasa terjadi interaksi atau bahkan interdependensi antara yang satu dengan yang lainnya.

Contoh aplikasi konsep interaksi dan interdependensi misalnya pergerakan penduduk, berupa sirkulasi, komutasi (ulang-alik), dan migrasi, ergerakan barang (sandang) dari kota ke desa; pangan dari desa ke kota.

Konsep Diferensiasi Area

Konsep diferensiasi area menunjukkan bahwa suatu wilayah memiliki perbedaan dengan wilayah lainnya melalui kekhasan yang dimiliki masing-masing wilayah. Di setiap wilayah, terwujud hasil integrasi berbagai unsur atau fenomena lingkungan yang bersifat alami maupun kehidupan.

Contoh aplikasi konsep diferensiasi area misalnya pertanian sayuran dihasilkan di daerah pegunungan; perikanan laut atau tambak di pantai; dan padi di daerah yang relatif datar.

Konsep Keterkaitan Ruangan

Keterkaitan ruangan atau asosiasi keruangan merujuk pada derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena yang lain di suatu tempat atau ruangan, baik yang menyangkut fenomena sosial dan tumbuhan, maupun alam. Potensi wilayah yang berbeda mendorong terjadinya interaksi antarwilayah berupa pertukaran barang, manusia, ataupun budaya.

Suatu wilayah bisa berkembang dengan melakukan hubungan dengan wilayah lain, atau adanya saling keterkaitan antarwilayah dalam memenuhi kebutuhan dan sosial penduduknya. Sebagai contoh, jika dikaji melalui peta, terdapat konservasi spasial (keterkaitan wilayah) antara wilayah A, B, C, dan D.

Baca Juga;

  1. Pengertian Geografi Ekonomi, Ruang Lingkup, Fungsi, dan Contohnya
  2. Pengertian Geografi Regional, Ruang Lingkup, Fungsi, dan Contohnya
  3. Pengertian Geografi Sosial, Ruang Lingkup, Fungsi, dan Contohnya

Demikianlah serangkaian penjelasan serta mengulasan mengenai macam dan pengertian konsep dasar geografi menurut para ahli beserta contohnya. Semoga saja melalui tulisan yang dihadirkan ini bisa memberikan wawasan serta referensi mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *