Contoh Penelitian Geografi dan Penjelasannya

Diposting pada

Jenis Penelitian Geografi

Sebagai seorang mahasiswa tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah penelitian. Mahasiswa khususnya dalam jenjang strata 1 (sarjana) jurusan apapun harus melakukan penelitian yang dinamakan skripsi sebagai syarat kelulusan. Dalam ilmu geografi, materi tentang penelitian sudah dipelajari sejak dini tepatnya dalam kompetensi dasar geografi SMA kelas X. Tujuan pembelajaran tersebut adalah agar peserta didik terbiasa dalam melakukan penelitian.

Penelitian dalam tingkat Sekolah Menengah Atas sifatnya sederhana. Rumusan masalahpun dibuat berdasarkan jawaban yang telah dipersiapkan sebelumnya. Contohnya, judul penelitian Dampak Pabrik Industri Pembuatan Paving di Kecamatan Kalipancur.

Peneliti telah mempersiapkan suatu hipotesis yang merupakan jawaban sementara. Untuk lebih jelasnya, berikut pengertian penelitian geografi beserta contohnya.

Penelitian Geografi

Penelitian geografi merupakan suatu karya tulis secara empiris berdasarkan hipotesis tentang gejala alam dalam sudut pandang keruangan. Untuk menyusun penelitian geografi yang pertama kali dilakukan adalah identifikasi masalah. Setelah permasalahan teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengkorelasikan masalah dengan teori yang berlaku. Teori yang digunakan tidak boleh menyimpang dari pembelajaran geografi.

Permasalahan dan teori telah terhubung, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data. Data dikumpulkan dalam berbagai metode pengumpulan data.

Biasanya dalam penelitian geografi, metode pengumpulan data yang paling banyak digunakan adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis data. Lalu data diinterpretasikan sehingga penarikan kesimpulan dapat ditulis sebagai penutup.

Contoh Penelitian Geografi

Terdapat berbagai penelitian yang ada di dalam geografi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui dampak permasalahan terhadap teori. Mahasiswa tingkat akhir membuat penelitian sebagai syarat kelulusan dan sebagai tanda telah menguasai bidang studi yang dipelajari.

Secara garis besar, penelitian geografi dibagi menjadi 5 jenis, antara lain yaitu;

Analisis Kualitatif Geografi

Analisis kualitatif geografi adalah suatu project mengatur, melakukan manajemen, mengelompokkan, dan menilai data dalam sudut pandang spasial. Analisis kualitatif hanya fokus pada satu permasalahan dalam setiap kajian. Unsur yang terdapat dalam analisis kualitatif geografi adalah tabulasi dan rekapitulasi data. Pengertian tabulasi data adalah pengelompokan berbagai data yang telah didapatkan di lapangan dalam bentuk sajian tabel.

Tabulasi memiliki tujuan supaya data mudah terbaca secara tampilan sehingga tidak perlu deskripsi menyeluruh. Sedangkan pengertian rekapitulasi adalah penjumlahan dari skoring tabel berdasarkan kriteria tertentu. Tabulasi dan rekapitulasi tidak lengkap tanpa hadirnya reduksi data. Reduksi data adalah kegiatan menyempurnakan hasil penelitian dengan cara mencari sumber lain dari berbagai pihak terkait.

Analisis Kuantitatif Geografi

Jenis kedua dari penelitian geografi adalah analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk memecahkan permasalahan dari penelitian yang bertajuk analisis keruangan, analisis ekologi, dan analisis kompleks wilayah. Metode analisis kuantitatif terdapat ciri khas yaitu penyempatan hipotesis dalam setiap karya. Hipotesis mengandun definisi bahwa setiap karya harus diselingi berbagai kemungkinan yang terjadi sebelum menyantumkan hasilnya.

Biasanya, dalam analisis kuantitatif geografi banyak terdapat ilmu hitung di dalamnya. Jika lemah dalam matematika dan  kurang menguasai pembelajaran tentang excel tidak disarankan mengambil kuantitatif geografi. Namun dalam kajian ilmu kuantitatif terdapat keuntungan yaitu validitas data mudah untuk didapatkan.

Analisis Penginderaan Jauh

Penginderaan jauh adalah salah satu sub bab materi yang terdapat di geografi. Fungsi dari keilmuan penginderaan jauh mengkaji berbagai aspek dari jarak kejauhan menggunakan alat bantu. Alat bantu tersebut berupa radar, magnet, stereoskop, dan fotografi. Penyebutan penginderaan jauh dalam English disebut sebagai remote sensing. Mengambil data dalam jarak yang jauh didukung dengan tambahan sensor buatan.

Dalam manfaat penginderaan jauh, terdapat berbagai komponen yang menunjang interpretasi citra. Komponen penginderaan jauh yaitu sumber tenaga, lapisan atmosfer, interaksi antara tenaga dan objek, sensor, data input, serta user data. Sumber tenaga dari penginderaan jauh adalah radiasi matahari dan tenaga elektromagnetik. Atmosfer pada penginderaan jauh didapatkan dari pancaran sumber tenaga di permukaan bumi.

Karakteristik sensor berfungsi sebagai analisis rona yang cerah agar mudah diinterpretasikan. Pantulan tenaga yang sedikit lebih gelap sulit untuk dianalisis. Maka dari itu penginderaan jauh dapat membantu proses interpretasi citra.

Data input dilakukan secara manual visual. Artinya dalam setiap penginderaan jauh data numerik atau digital diambil untuk diinterpretasikan dalam komputer. Data user dalam penginderaan jauh dianalisis secara terstruktur oleh penggunanya, dalam hal ini peneliti. Maka dari itu diperlukan pengguna penginderaan jauh yang handal dan terampil dalam bidangnya.

Selain digunakan sebagai analisis topografi, penggunaan penginderaan jauh juga berfungsi sebagai penentuan struktur geologi pantauan bencana, oceanografi, dan lain-lain. Dapat dikatakan bahwa penginderjaan jauh berguna bagi keseluruhan pembelajaran geografi.

Analisis SIG (Sistem Informasi Geografis)

Sistem informasi geografis sering disebut dengan istilah SIG. Dalam Komponen SIG terdapat beberapa subsistem penunjang penggunaan dalam analisis penelitian. Yang pertama data input, kemudian data output, data manajemen, dan yang terakhir data manipulasi. Data input berisi tentang persiapan pendekatan spasial berupa atributnya untuk menentukan analisis SIG. Data output merupakan sajian dari data input.

Pengumpulan data ditampilkan dalam bentuk tabel, grafik, peta, maupun makalah laporan. Setelah data input dan output telah dikerjakan kemudian dilanjutkan dengan masuk pada tahap data manajemen. Dalam data manajemen ini berisi pengaturan data yang berbasis dan terkait dengan apa saja yang ada dalam pembelajaran geogafi. Data manajemen memerlukan penyimpanan memori yang tinggi supaya tidak terganggu dalam organisasi data.

Yang terakhir merupakan data manipulasi dan analisis. Pada tahap ini peneliti memanipulasi data dengan tujuan menyempurnakan hasil penelitian. Untuk membuat penelitian tentang analisis SIG perlu menggunakan aplikasi ArcGIS untuk membuat peta. Ilmu membuat peta dinamakan kartografi. Sedangkan orang yang membuat peta dinamakan sebagai kartograf.

Geografi Sosial

Geografi sosial merupakan disiplin ilmu geografi yang mengkaji tentang kehidupan manusia. Secara umum pengertian geografi sosial mencakup lingkup persebaran kebudayaan, adat istiadat, politik, dan lain-lain. Penelitian geografi sosial yang paling sering digunakan saat ini adalah industri. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara berkembang. Dalam memajukan negeri, wilayah negara berkembang harus memperbanyak jumlah perindustrian.

Negara agraris seperti Indonesia susah untuk menambah jumlah industri dalam jumlah yang signifikan dalam waktu yang singkat. Secara alami sumberdaya manusia (dalam hal ini adalah contoh masalah tenaga kerja Indonesia) belum memenuhi kualifikasi sebagai penduduk negara maju. Maka dari itu penelitian geografi sosial yang membahas industri diyakini dapat membantu perekonomian Indonesia.

Geografi sosial tujuan utamanya adalah kajian masyarakat. Penelitian geografi sosial selalu melibatkan subjek utama yaitu orang yang berkaitan dengan kebutuhan narasumber penelitian.

Nah, pembahasan diatas merupakan uraian materi yang menjelaskan tentang pengertian penelitian geografi dan contohnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca dalam hal menambah ilmu pengetahuan. Semangat dan terima kasih !

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *