Jenis Batuan Metamorf dan Penjelasannya

Diposting pada

Macam Batuan Metamorf

Batuan metamorf adalah jenis batuan yang telah diubah oleh panas dan tekanan yang ekstrem. Namanya berasal dari ‘morph’ (artinya bentuk), dan ‘meta’ (artinya perubahan). Batuan asli yang dipanaskan pada suhu lebih dari 150 hingga 200 ° C dan tertekan 1500 bar, akan menyebabkan perubahan fisik dan / atau kimia yang mendalam. Batu asli dapat berupa batuan sedimen, batuan beku atau batuan metamorf yang lebih tua.

Batuan metamorf bisa dibedakan menjadi beberapa jenis yang bisa dibedakan berdasarkan proses terbentuknya, yaitu batuan metamorf kontak, dynamo, dan termal-pneumatolik, dengan masing-masing ciri dan manfaatnya. Contoh batuan metamorf misalnya Marmer adalah batuan metamorf yang terbentuk dari batu kapur dan Batu tulis adalah batu lumpur metamorf atau serpih.

Batuan Metamorf

Istilah “metamorfosis” paling sering digunakan dalam merujuk pada proses berubahnya ulat menjadi kupu-kupu. Namun, kata “metamorfosis” adalah istilah luas yang menunjukkan perubahan dari satu hal ke hal lain.

Bahkan batu, zat yang tampaknya konstan, dapat berubah menjadi batuan jenis baru. Batuan yang mengalami perubahan untuk membentuk batu baru disebut sebagai batuan metamorf. Dalam siklus batuan, ada tiga jenis batuan: sedimen, beku, dan metamorf.

Batuan sedimen dan arti batuan beku berawal sebagai sesuatu selain batu. Batuan dalam arti sedimentasi awalnya adalah endapan yang dipadatkan di bawah tekanan tinggi. Batuan beku terbentuk ketika magma cair atau lava mendingin dan mengeras.

Sedangkan, batuan metamorf terbentuk dari sebuah batu, entah itu sedimen, beku, atau bahkan jenis batuan metamorf yang berbeda, yang karena berbagai kondisi di dalam Bumi, batuan yang ada diubah menjadi jenis baru batuan metamorf.

Kondisi yang diperlukan untuk membentuk batuan metamorf sangat spesifik. Batuan yang ada harus terkena panas tinggi, tekanan tinggi, atau cairan panas kaya mineral. Biasanya, ketiga keadaan ini terpenuhi. Kondisi ini paling sering ditemukan baik jauh di dalam kerak bumi atau di batas lempeng tempat lempeng tektonik bertabrakan.

Untuk membuat batuan metamorf, sangat penting bahwa batuan yang ada tetap solid dan tidak meleleh. Jika ada terlalu banyak panas atau tekanan, batu itu akan meleleh dan menjadi magma. Ini akan menghasilkan pembentukan batuan beku, bukan batuan metamorf.

Pertimbangkan bagaimana granit berubah bentuk. Granit adalah batuan beku yang terbentuk ketika magma mendingin relatif lambat di bawah tanah. Biasanya terdiri terutama dari mineral kuarsa, feldspar, dan mika. Ketika granit mengalami panas dan tekanan yang kuat, itu berubah menjadi batuan metamorf yang disebut gneiss.

Meskipun batuan metamorf biasanya terbentuk jauh di dalam kerak planet, mereka sering terpapar di permukaan Bumi. Ini terjadi karena pengangkatan secara geologis dan erosi batu dan tanah di atasnya.

Di permukaan, batuan metamorf akan terkena proses pelapukan dan dapat terurai menjadi sedimen. Sedimen ini kemudian dapat dikompres untuk membentuk batuan sedimen, yang akan memulai seluruh siklus baru.

Jenis Batuan Metamorf

Menemukan cara untuk mengklasifikasikan dan memberi nama berbagai macam batuan metamorf di Bumi tidaklah mudah. Setelah berdekade-dekade perdebatan, para ahli geologi menemukan cara yang paling mudah untuk membagi batuan metamorf menjadi dua kelas mendasar, yaitu batuan terfoliasi dan batuan tidak berfoliasi. Berikut penjelasannya:

Batuan Metamorf Terfoliasi

Batuan terfoliasi ialah batuan metamorf yang mempunyai mineral-mineral yang tersusun dalam lapisan-lapisan sejajar. Terbentuknya batuan metamorf jenis ini karena mineral-mineral mengalami kristalisasi kembali, atau teratakan sebab adanya tekanan, atau mineral-mineral dengan kerapatan berbeda terpisah menjadi lapisan-lapisan yang berperilaku seperti campuran air dan minyak.

Batuan metamorf terfoliasi dapat dibedakan satu sama lain berdasarkan komposisi, ukuran butir, dan sifat foliasinya. Jenis yang paling umum termasuk:

  1. Batu Sabak (Slate)

Batu sabak merupakan batuan metamorf terbentuk dari proses metamorfosisme batuan sedimen Shale atau Mudstone (batulempung) pada suhu yang rendah. Ciri-ciri batu sabak, yaitu:

  • Komposisinya tersusun atas kuarsa, muskovit, Illite
  • Derajat metamorfismenya rendah
  • Ukuran butirnya very fine grained
  • Warnanya abu-abu, hitam, hijau, merah
  • Ciri khasnya yaitu mudah membelah menjadi lembaran tipis.
  • Manfaat batu sabak (batu tulis) yaitu sebagai bahan campuran semen, papan tulis, panel instrumen listrik, dan jaman dahulu digunakan sebagai pengganti buku.
  1. Batu Filit

Batu filit merupakan batuan metamorf yang umumnya pembentukannya sebagai kelanjutan dari proses metamorfosis slate/sabak. Ciri-ciri batu filit, yaitu:

  • Komposisinya tersusun atas mika, kuarsa
  • Derajat metamorfismenya rendah-intermediate
  • Ukuran butirnya halus
  • Warnanya merah, kehijauan
  • Ciri khasnya adalah membelah mengikuti permukaan gelombang
  • Manfaat batu filit yaitu sebagai bahan isolator/isolasi elektrik. Batu ini adalah bahan isolator yang baik dan tahan terhadap api. Selain itu, batu filit juga bisa digunakan sebagai bahan bangunan, yaitu sebagai bahan interior dan exterior untuk lantai dan dinding serta untuk  bahan atap.
  1. Batu Sekis

Batu sekis merupakan batuan metamorf yang berasal dari metamorfosis batu lanau (siltstone), batu serpih (shale), basalt. Ciri-ciri batu sekis, yaitu:

  • Komposisinya tersusun atas mika, grafit, hornblende
  • Derajat metamorfismenya intermediate-tinggi
  • Ukuran butirnya fine-medium coarse
  • Warnanya hitam, hijau, ungu
  • Ciri khasnya adalah foliasi yang kadang bergelombang, terkadang terdapat kristal garnet
  • Manfaat batu sekis yaitu untuk sumber mika utama sebagai komponen penting dalam industri elektronika.
  1. Batu Genes (Gneissa)

Batu genes merupakan batuan metamorf yang berasal dari metamorfosis regional siltstone, shale, granit. Pada batuan ini ditemukan pula goresan yang terdiri atas beberapa mineral yang mempunyai bentuk tipis dan berjajar. Ciri-ciri batu genes, yaitu:

  • Komposisinya tersusun atas kuarsa, feldspar, amphibole, mika
  • Derajat metamorfismenya tinggi
  • Ukuran butirnya medium-coarse grained
  • Warnanya abu-abu
  • Ciri khasnya adalah kuarsa dan feldspar tampak berselang-seling dengan lapisan tipis kaya amphibole serta mika
  • Manfaat batu genes yaitu untuk bahan kerajinan.

Batuan Metamorf Tidak Terfoliasi

Batuan tak terfoliasi adalah batuan metamorf tanpa lapisan. Jenis batuan ini tidak terpecah menjadi lapisan-lapisan datar. Jenis batuan metamorfosis yang tak tertoliasi termasuk:

  1. Batu Tanduk (Hornfels/Hornfelsik)

Hornfels merupakan batuan metamorfosis yang ketika batu serpih (shale) dan batu lempung (claystone) mengalami metamorfosis oleh temperatur dan intrusi beku. Batu tanduk terbentuk di dekat sumber panas seperti dapur magma, dike, sil.

  • Komposisinya tersusun atas kuarsa, mika
  • Derajat metamorfismenya kontak
  • Ukuran butirnya fine grained
  • Warnanya abu-abu, biru kehitaman, hitam
  • Ciri khasnya yautu Lebih keras dari pada glass, tekstur merata
  • Manfaat batu hornfels dalam arsitektur interior yaitu untuk membuat agregat dekoratif, lantai, rumah, dekorasi dalam ruangan.
  1. Batu Kuarsit

Batu Kuarsit merupakan batuan metamorf yang berasal dari batuan pasir yang berubah karena terkena suhu tinggi. Ciri-ciri batu kuarsit, yaitu:

  • Komposisinya tersusun atas kuarsa
  • Derajat metamorfismenya intermediate-tinggi
  • Ukuran butirnya medium coarse
  • Warnanya abu-abu, kekuningan, cokelat, merah
  • Ciri khasnya yaitu lebih keras dibanding glass
  • Manfaat batu kuarsit yaitu untuk bahan kerajinan dan material konstruksi jalan raya.
  1. Batu Marmer/batu Pualam

Batu marmer/batu pualam merupakan batuan metamorfosis yang berasal dari batu gamping atau batu kapur, tapi mempunyai warna berbeda. Ada pula beberapa pita warna dan kristal dengan beragam tekstur terkandung dalam batu marmer atau batu pualam ini. Ciri-ciri batu marmer, yaitu:

  • Komposisinya tersusun atas kalsit atau dolomit
  • Derajat metamorfismenya rendah-tinggi
  • Ukuran butirnya medium-coarse grained
  • Warnanya bervariasi
  • Ciri khasnya yaitu tekstur berupa butiran seperti gula, terkadang terdapat fosil, bereaksi dengan HCl.
  • Manfaat batu marmer yaitu sebagai bahan utama pembuatan ubin.
  1. Batu Serpentinit

Batu sarpentinit merupakan batuan metamorf yang berasal dari jenis batuan beku basa, yang terdiri atas satu atau lebih mineral serpentine, yaitu mineral yang dibentuk oleh proses serpentinisasi (serpentinization).

Serpentinisasi dapat diartikan sebagai proses metamorfosis batuan pada suhu rendah yang menyertakan tekanan dan air, sedikit silika mafik dan batuan ultramafik teroksidasi dan ter-hidrolis dengan air menjadi serpentinit. Ciri-ciri batu serpentinit, yaitu:

  • Komposisinya tersusun atas serpentine
  • Ukuran butirnya medium grained
  • Warnanya hijau terang / gelap
  • Ciri khasnya yaitu kilap berminyak dan lebih keras dibanding kuku jari
  • Manfaat batu serpentinit dalam bindang industri konstruksi yaitu digunakan sebagai batu dimensi, pembuatan semen, untuk jalan agregat, membuat semen alami

Selain diklasifikasikan berdasarkan terfoliasi atau tidaknya batuan, batuan metamorf juga bisa diklasifikasikan berdasarkan proses terbentuknya, yaitu:

  1. Batuan Metamorf Kontak/termal

Batuan metamorf kontak atau termal ialah batuan metamorf yang terbentuk karena pemanasan dan perubahan struktural dan kimia batuan melalui proses yang terkait dengan lempeng tektonik. Tipe metamorfisme ini memiliki dua sub-kategori:

  1. Metamorfisme regional adalah batuan metamorf yang terbentuk karena pemanasan skala besar dan modifikasi batuan yang ada melalui penciptaan pluton di zona subduksi tektonik. Ini melibatkan area yang luas dan volume batu yang besar.
  2. Metamorfisme kontak adalah batuan metamorf yang terbentuk karena pemanasan skala kecil dan perubahan batuan dengan cara intrusi beku setempat (misalnya, silll atau dike vulkanik).

Contoh batuan metamorf kontak yaitu marmer dari batu gamping (limestone) dan antrasit dari batubara.

  1. Batuan Metamorf Dinamo

Batuan metamorf dinamo ialah batuan metamorf yang terbentuk karena adanya tekanan yang  hanya menyebabkan perubahan struktural batuan. Mineral dalam batuan yang diubah tidak berubah secara kimia.

Tekanan tinggi yang menyebabkan perubahan struktur batuan tersebut dihasilkan oleh gerak diatropisme. Metamosfosa jenis banyak dijumpai di daerah patahan dan lipatan. Contoh, batulumpur (mudstone) menjadi batu tulis (slate), batu bara menjadi antrasit, sabak, gneis dan serpih.

  1. Batuan Metamorf Pneumatolik Kontak

Batuan metamorf pneumatolik kontak ialah batuan metamorf yang terbentuk karena adanya zat-zat tertentu memasuki batuan yang sedang mengalami sebuah proses metamorfosis batuan. Zat-zat tersebut berupa gas-gas dari magma.

Pengaruh gas panas pada mineral batuan mengakibatkan  komposisi kimiawi mineral batuan berubah. Contoh batuan metamorf termal-pneumatolik adalah Batu Topaz, Zamrud dan Permata.

Itulah ulasan lengkap terkait materi yang bisa kami tuliskan pada segenap pembaca. Berkaitan dengan jenis-jenis batuan metamorf, ciri, proses terbentuk, dan manfaatnya. Semoga artikel kali ini bisa memberikan bahan bacaan bagi pembaca, ya.

Sumber Referensi
  1. britannica.com
  2. nationalgeographic.org
Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *