Pengertian Batuan Beku, Proses, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada

Batuan Beku Adalah

Struktur bumi kita tertutupi oleh daratan dan lautan. Luas lautan di muka bumi lebih besar dibandingkan luas daratannya. Daratan yang kita tempati tersusun atas 3 jenis utama batuan yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf atau malihan. Masing-masing batuan terbentuk melalui proses yang berbeda satu sama lain.

Batuan beku berasal dari magma yang telah mendingin dan mengeras. Batuan sedimen terbentuk dari proses pembatuan atau lithifikasi dari hasil pelapukan dan erosi yang kemudian tertransportasi dan seterusnya terendapkan. Sedangkan batuan metamorf terbentuk karena proses perubahan temperatur dan/atau tekanan dari batuan yang telah ada sebelumnya. Akan ini, secara lebi spesifik akan mengulas tentang batuan beku, mencakup pengertian, proses terbentuknya, jenis, dan contoh-contoh batuan beku.

Batuan Beku

Batuan beku adalah karakteristik benda padat yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma dengan atau tanpa proses kristalisasi yang diperlukan. Magma ini sendiri bisa berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi.

Umumnya, proses pelelehan terjadi karena salah satu dari proses-proses berikut, yaitu:

  1. Kenaikan temperatur
  2. Penurunan tekanan
  3. Perubahan komposisi

Pengertian Batuan Beku

Pengertian batuan beku (“igneous rock”) merupakan batuan yang terbentuk secara langsung dari magma, baik di bawah permukaan bumi, maupun di atas permukaan bumi (Turner, 1974). Ciri khas batuan beku adalah kenampakannya yang krstalin, yaitu kenampakan suatu massa dari unit-unit kristal yang mengunci (“Interlocking”) kecuali gelas yang bersifat kristalin.

Pengertian batuan Beku Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian batuan beku menurut para ahli, antara lain:

Wikipedia

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, “api”) merupakan jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mengalami pendinginan dan pengerasan, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik)

Science Daily

Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk ketika batuan cair (magma) mendingin dan memadat, dengan atau tanpa kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) atau di permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik).

Ciri-Ciri Batuan Beku

Batuan beku memiliki karakteristik, diantaranya yaitu:

  1. Memiliki sifat yang keras, yang dapat dilihat dari bentuk fisiknya
  2. Berbentuk sangat padat
  3. Tidak mempunyai stratifikasi dan pelapisan
  4. Tidak mengandung fosil, kecuali telah tertimbun oleh material piroklatik
  5. Homogeny dan kompak

Proses Terbentuknya Batuan Beku

Proses terbentuknya batuan beku berasal dari magma yang sudah mendingin dan mengeras. Turner dan Verhoogen (1960), F. F Groun (1947), Takeda (1970) mendefinisikan magma sebagai cairan silikat kental yang pijar terbentuk secara alamiah, memiliki temperature yang tinggi berkisar antara 1.500–2.5000C dan bersifat mobile (dapat bergerak) serta terdapat pada kerak bumi bagian bawah.

Adapun tahap pembentukan batuan beku, yaitu:

  1. Magma yang ada di dalam dapur magma naik ke atas. Pergerakan tersebut disebabkan karena sifat magma yang lebih ringan dibandingkan batuan yang ada di sekitarnya. Magma mengandung beberapa bahan yang larut, bersifat volatile (air, CO2, chlorine, fluorine, iron, sulphur, dan lain-lain) yang merupakan penyebab mobilitas magma, dan non-volatile (non-gas) yang merupakan pembentuk mineral yang lazim dijumpai dalam batuan beku
  2. Magma yang bergerak ke atas tersebut mendapatkan berbagai tekanan, baik dari magma itu sendiri maupun tekanan di sekitar dapur magma.
  3. Selanjutnya akan terjadi erupsi gunung api. Dari proses erupsi magma akan meleleh. Inilah yang dinamakan lava, yang kemudian naik ke permukaan bumi. Terjadinya erupsi biasanya disertai dengan letusan besar.
  4. Tahap selanjutnya adalah proses pendinginan dan pengkristalan magma, yaitu proses penurunan pergerakan ion-ion magma dikarenakan suhu dipermukaan bumi lebih rendah dibandingkan suhu di dalam perut bumi.
  5. Magma akan mengkristal menjadi berbagai jenis batuan beku yang berbeda tergantung pada kecepatan pembekuannya.

Jenis Batuan Beku

Penggolongan batuan beku dapat didasarkan pada 3 faktor utama, yaitu:

Berdasarkan genetik

Secara genetik, batuan beku dbedakan menjadi 2, yaitu:

Batuan Ekstrusi

Batuan ekstrusi terdiri atas semua mineral yang dikeluarkan ke permukaan bumi baik yan di daratan maupun yang ada di permukaan laut. Mineral-mineral dari perut bumi mengalami pendinginan dengan cepat. Ada yang berbentukdebu atau suatu lrutan yang kental dan panas. Cairan ini bisa disebut lava.

Ada 2 tipe lava yang mendominasi terbentuknya batuan ekstrusi, yaitu (1) lava yang bersifat basa (lava basaltik) yang mempunyai kandungan silika rendah dan viskositasnya relative rendah, memiliki sifat cair; (2) lava yang bersifat asam yang mempunyai kandungan silika yang tinggi dan viskositas tinggi.

Batuan Intrusi

Intrusi merupakan proses menerobosnya magma pada pelpisan bumi, tapi magma tersebut tidak sampai ke permukaan bumi (masih di bawah permukaan bumi). Berdasarkan bentuknya intrusi magma dibagi menjadi 3 kategori, yaitu bentuk tabular, bentuk silinder atau pipa, dan bentuk tidak beraturan.

Berdasarkan Mineralogi

Analisis kimia pada batuan beku membutuhkan waktu, maka klasifikasi batuna beku didasarkan atas susunan mineral batuan itu. Mineral-mineral yang dipakai sebagai acuan adalah kuarsa, plageoklas, pothassium felsper dan foud untuk mineral-mineral felsic, sedangkan amphibol, prioksen, livin untuk mineral-mineral mafik.

Menurut S.J. Shand (1943) batuan beku dibagi menjadi 4 macam berdasarkan pada mineral yang mempengaruhi index warna mineral, dimana akan menunjukkan mineral mafik dan felsik, yaitu:

  1. Leucoctaris rock, bila batuan beku yang mengandung 30% mineral mafik
  2. Mesococtik rock, bila batuan beku yang mengandung 30% -60% mineral mafik
  3. Melanocractik rock, bila batuan beku yang mengandung 60% -90% mineral mafik
  4. Hipermelanuc rock, bila batuan beku yang mengandung lebih dari 90% mineral mafik

Sedangkan S.J. Ellis membagi menjadi 4 golongan, yaitu:

  1. Felsic, untuk batuan beku dengan index warna <10%
  2. Mafelsic, untuk batuan beku dengan index warna 10%-40%
  3. Mafik, untuk batuan beku dengan index warna 40%-70%
  4. Ultra mafik, untuk batuan beku dengan index warna >70%

Berdasarkan Komposisi Kimia

Batuan beku tersusun atas senyawa-senyawa kimia yang membentuk mineral serta mineral-mineral penyusun batuan beku. Salah satu klasifikasi batuan beku dari komposisi kimia adalah dari senyawa oksidasinya, seperti SiO2, TiO2, Al2O3, Fe2O3, FeO, MnO, MgO, CaO, Na2O, K2O, H2O, dan P2O5.

Berdasarkan persentase setiap senyawa dapat mencerminkan jenis batuan beku itu dan dapat pula mencerminkan beberapa lingkungan pembentukan mineral.

Contoh Batuan Beku

Contoh-contoh batuan beku diantaranya yaitu:

Batu Obsidian

Batu obsidian termasuk batuan beku luar atau batuan beku efusif. Batu ini disebut juga batu kaca. Ciri-cirinya yaitu warna hitam ataupun cokelat tua, permukaan yang halus dan juga mengkilap. Pemanfaatan batu obsidian misalnya sebagai alat pemotong dan batu perhiasan.

Batu Granit

Batu granit termasuk batuan beku yang terbentuk dari pendinginan magma yang terjadi secara perlahan di bawah permukaan bumi. Batu granit merupakan batu yang terdiri atas kristal-kristal kasar, memiliki warnaputih sampai abu-abu, ada pula yang berwarna jingga. Batu granit banyak di temukan di pinggiran pantai atau sungai besar, atau bisa juga di dasar sungai. Batu ini dimanfaatkan sebagai ubin lantai.

Batu Basalt

Batu basalt termasuk batuan beku yang terbentuk dari pendinginan lava yanng mengandung gas akan tetapi gasnya telah menguap. Batian ini terdiri atas kristal-kristal yang sangat kecil, memiliki warna hijau keabu-abuan dan terdapat banyak lubang-lubang keci. Pemanfaatannya yaitu sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan, poondasi bangunan atau jalan, dan lain sebagainya.

Batu Andesit

Batu andesit termasuk batuan beku yang terbentuk dari magma yang membeku dengan sangat cepat yang berada di bawah kerak bumi (tergolong ke dalam batuan beku luar atau batuan beku efusif). Batu andesit memiliki warna putih keabu-abuan, butirannya kecil- kecil seperti ciri- ciri yang dimiliki oleh batu basalt. Pemanfaatannya yaitu untuk pembuatan arca dan juga bangunan- bangunan candi dan semacamnya.

Batu Apung

Batu apung termasuk batuan beku yang terbentuk dari magma yang membeku di permukaan bumi (batuan beku dengan jenis batu beku efusif). Batu apung memiliki cokelat bercampur dengan abu- abu muda. Bentuknya berongga-rongga. Pemanfaatannya untuk mengampelas kayu dan juga digunakan sebagai bahan penggosok

Batu Gabro

Batu gabbro termasuk batuan beku yang terbentuk dari magma yang membeku di dalam gunung. Batu ini memiliki warna hitam, hijau, atau abu-abu gelap. Tidak memiliki rongga atau lubang udara maupun retakan-retakan di dalamnya. Mineral-mineralnya besar dan dapat terlihat secara jelas dan mineral yang menunjukkan bahwa mineral tersebut terbentuk pada suhu pembekuan yang relatif lambat sehingga bentuk mineralnya tampak besar-besar. Pemanfaatannya yaitu sebagai bahan pelapis dinding.

Batu Diorit

Batu diorite termasuk batuan beku yang terbentuk dari hasil peleburan lantai samudera. Batu diorite memiliki warna kelabu bercampur putih atau hitam bercampur putih. Pemanfaatannya sebagai ornamen dinding atau pun lantai bangunan gedung, dan sebagai bahan bangunan.

Baca Juga;

  1. Sistem Tata Surya: Pengertian, Komponen Anggota, dan Susunannya
  2. Pengertian Bencana Alam, Jenis, Penyebab, dan Dampaknya
  3. Pengertian Cuaca, Jenis, Unsur, dan Contohnya

Demikianlah serangkaian tulisan serta pengulasan secara lengkap mengenai pengertian batuan beku menurut para ahli, ciri, proses pembentukan, macam, dan contohnya. Semoga hadirnya artikel ini bisa memberikan wawasan serta pengulasan yang mendalam bagi segenap pembaca sekalian, trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *