Jenis Tanah di Indonesia Beserta Penjelasannya

Diposting pada

Macam Tanah di Indonesia

Bumi merupakan satu-satunya planet pada anggota tata surya yang terkandung unsur kehidupan di dalamnya. Unsur kehidupan terjadi karena kandungan oksigen dan air yang terdapat di planet bumi. Oksigen dan air termasuk dalam komponen abiotik. Dalam komponen abiotik yang tak kalah penting untuk menunjang unsur kehidupan adalah tanah. Tanah membantuk tumbuhan melakukan fotosintesis, hal ini disebabkan karena fungsi alami tanah yaitu menyerap air.

Air yang terserap oleh lapisan tanah dinamakan sebagai air tanah. Tumbuhan menyerap air tanah dan dibantu oleh kandungan karbondioksida beserta sinar matahari lalu menghasilkan oksigen. Itulah mengapa tanah sebagai komponen abiotik yang penting untuk kehidupan di muka bumi.

Tanah terbagi atas beberapa jenis yang memilki fungsi dan karakteristik beragam. Berikut merupakan macam-macam tanah di Indonesia beserta penjelasannya.

Tanah

Tanah adalah salah satu lapisan dari kerak bumi yang mengandung berbagai macam unsur mineral dan bahan organik lainnya.

Selain sebagai media penyimpan air, tanah juga berfungsi sebagai tempat hidup mikroorganisme. Pembentukan tanah diawali dari proses pelapukan batuan induk. Batuan induk mengalami degradasi sehingga mencapai titik sempurna yaitu pemadatan. Pelapukan bahan induk pembentuk tanah dapat mempengaruhi tingkat kesuburan tanah.

Di Indonesia, terdapat berbagai macam jenis tanah. Klasifikasi jenis tanah tersebut terbentuk dari beberapa faktor seperti topografi, iklim, jenis batuan, jenis organisme, dan lain sebagainya. Pembagian jenis tanah dapat diidentifkasi melalui warna, corak, tekstur, bentuk, kepadatan, dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya, pembagian jenis tanah dapat disimak pada ulasan materi sebagai berikut.

Jenis Tanah

Dalam bidang pertanian, perlu kondisi tanah yang prima untuk menghasilkan panen terbaik. Untuk mencapai tanah yang subur perlu dilakukan pemupukan yang teratur dan sesuai dengan jenis tanah.

Tanah dengan jenis humus tidak cocok diberi oleh pupuk kimia, harus menggunakan pupuk organik untuk memperoleh hasil maksimal. Uraian mengenai penjelasan jenis tanah secara lengkap terdapat pada pembahasan di bawah ini;

Tanah Andosol

Tanah andosol berasal dari kata An yang memiliki arti hitam dan do yang mengandung arti tanah. Secara umum pengertian dari tanah andosol adalah tanah yang berwarna hitam. Tanah andosol sering ditemukan di lereng dalam gunun bergapi.

Terbentuknya tanah andosol berasal dari aktivitas vulkanik yang terjadi setiap waktu pada perut gunungapi. Secara mineralogi, tanah andosol terbagi menjadi 2 yaitu mineral primer dan mineral sekunder.

Mineral primer merupakan mineral utama. Karena tanah andosol ditemukan pada lereng gunungapi jadi dapat dipastikan yaitu penyusun mineral utama yang dimiliki oleh tanah andosol adalah aktivitas vulkanik dari erupsi gunungapi. Erupsi gunungapi menimbulkan terbentuknya pasir dan abu yang mengandung bahan piroklastik. Bahan piroklastik yang membuat tanah andosol memiliki warna yang hitam pekat.

Mineral sekunder adalah bahan penyusun tanah andosol yang terbentuk dari fraksi liat karena proses kimiawi. Tanah andosol memiliki tekstur gembur yang berasal dari fraksi liat tersebut. Tekstur yang gembur memungkinkan bagi tanah andosol untuk dimanfaatkan dalam bidang pertanian dan perkebunan. Tanaman yang cocok dibudidayakan pada tanah andosol adalah palawija, holtikultura, sayur-sayuran, dan buah-buahan.

Tanah Aluvial

Tanah alluvial terbentuk dari erosi tanah yang mengendap menjadi lumpur dan pasir halus. Keberadaan tanah alluvial biasanya ditemukan di dataran rendah tepatnya pada daerah muara sungai, rawa, lembah, pinggiran danau, dan lain-lain. Tanah alluvial tidak cocok dimanfaatkan sebagai lahan pertanian karena mengandung zat hara yang sedikit. Karakteristik tanah alluvial berwarna kelabu dan tekturnya tidak padat.

Pembentukan tanah alluvial dipengaruhi oleh faktor topografi. Setiap lahan memiliki bahan induk yang membentuk tanah dengan karakteristik yang berbeda-beda. Itu sebabnya penggunaan tanah alluvial tidak mudah untuk dibudidayakan. Tanah alluvial mengandung fosfor yang banyak. Fosfor berguna sebagai bahan makanan bagi mikroorganisme ber sel satu.

Tanah Grumusol

Tanah grumusol merupakan tanah yang memiliki ciri-ciri berwarna coklat kehitaman. Pelapukan dari batuan kapur akibat proses vulkanisme erupsi gunungapi sebagai bahan pembentuk utama dari tanah grumusol. Biasanya, tanah yang terkandung aktivitas dalam arti vulkanisme di dalamnya menjadi subur. Namun karena bahan dasar pembentuk tanah grumusol adalah batuan kapur, maka tanah grumusol tidak cocok untuk dibudidayakan.

Saat musim kemarau, tekstur tanah grumusol kering dan mudah pecah. Namun pada saat musim hujan menjadi lembek dan liat.

Dilihat dari segi topografi, tanah grumusol berada pada ketinggian < 300 meter di atas permukaan laut. Masyarakat yang tinggal di permukiman yang mengandung tanah grumusol akan dapat merasakan pergantian suhu yang signifikan dari panas menuju dingin karena sifat dasar tanah grumusol menyerap tekanan suhu.

Tanah Entisol

Tanah entisol terbentuk dari pelapukan material debu, pasir, dan lahar. Pengertian lahar adalah lava yang telah tercampur oleh aliran air sungai. Jadi lahar yang membentuk tanah entisol tidak seterusnya berada di lereng gunungapi. Tanah entisol biasanya ditemukan di hilir sungai yang hulunya merupakan gunungapi.

Tanah Inceptisol

Tanah inceptisol terbentuk dari batuan sedimen yang mengalami pelapukan. Ciri khas dari tanah inceptisol dapat diketahui dari warnanya yang berwarna coklat kehitaman. Tanah inceptisol terdapat unsur hara yang baik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai hutan hujan tropis.

Tanah Humus

Dari keseluruhan jenis tanah, tanah humus adalah yang paling subur. Hal ini dikarenakan tanah humus terbentuk dari pelapukan tumbuhan yang telah mati. Tanah humus tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Tanah Latosol

Tanah latosol merupakan jenis tanah yang terbentuk karena pelapukan batuan sedimen. Karakteristik tanah latosol bisa dikenali dengan warnanya yang berwarna merah kekuning-kuningan. Biasanya, tanah latosol terdapat di dataran tinggi yang memiliki iklim sejuk.

Tanah Laterit

Terdapat ciri khas yang dimiliki oleh tanah laterit namun tidak ditemukan pada jenis tanah yang lain. Yaitu kandungan besi dan alumunium yang terdapat pada tanah laterit sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena persebaran tanah laterit biasanya ditemukan pada daerah pertambangan di seluruh Indonesia.

Tanah Organosol

Sama seperti tanah humus, tanah organosol terbentuk dari pelapukan tumbuhan yang telah mati. Tanah organosol sering ditemukan pada daerah yang memiliki curah hujan tinggi. Lahan yang teridentifikasi mengandung tanah organosol sangat cocok dimanfaatkan sebagai hutan hujan tropis.

Tanah Oxisol

Tanah oxisol biasa ditemukan pada daerah perkotaan. Solum yang terkandung pada tanah oxisol sangat dangkal sehingga tidak cocok untuk ditanami tumbuhan. Pemanfaatan tanah oxisol sesuai untuk dibangun gedung karena tekstur tanah ini kuat.

Nah, pembahasan diatas adalah uraian materi yang menjelaskan tentang kajian pengertian tanah dan contoh jenisnya. Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan pembaca dalam tujuan menambah ilmu pengetahuan. Semangat dan terima kasih!

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *