Tanah Alluvial: Pengertian, Sifat, dan Manfaatnya

Diposting pada

Tanah Alluvial Adalah

Disekitar kita banyak ditemukan berbagai macam tanah. Tanah dapat difungsikan sebagai ladang, sawah, permukiman, hingga riset penelitian. Salah satu tanah yang banyak diperhatikan oleh masyarakat adalah tanah untuk pertanian (sawah). Sering kita jumpai bahwa pertanian memerlukan tanah yang tepat. Tanah yang dibentuk dari endapan lumpur dan pasir halus mempunyai peranan penting yang membawa mineral untuk tanaman pertanian. Tanah tersebut adalah tanal alluvial.

Tanah Alluvial

Sejatinya, serangkaian kandungan mineral dalam tanah alluvial menjadi penyebab kesuburan pada tanaman yang hendak digunakan untuk pertanian. Kandungan unsur penting tanah yaitu nitrogen dan fosfor banyak terdapat pada tanah alluvial. Kandungan organik alami tersebut diperlukan tanaman dalam proses pertumbuhan.

Pengertian Tanah Allauvial

Pengertian tanah alluvial adalah tanah yang mengendap dalam jangka waktu yang relatif lama, lalu terbentuk dari lumpur dan pasir halus yang terendap oleh air serta menyerap air dalam jumlah yang besar dan mengalami erosi tanah.

Tanah yang tererosi tersebut menyerap unsur nitrogen yang kemudian dalam siklusnya mengalami pemupukan yang terjadi secara alamiah. Unsur lainnya dari tanah alluvial ini juga dapat membantu bidang pertanian, lantaran banyak mengandung unsur zat haranya.

Sifat Tanah Alluvial

Sifat morfologis pada tanah alluvial yang digunakan untuk persawahan dan non persawahan memiliki sifat yang berbeda tentunya. Perbedaan yang mencolok ini dapat dilihat dari epipedonnya. Epipedon tanah adalah horizon tanah yang pada pembentukannya dilihat dari permukaan tanah, ditinjau dari warnanya, dan sebagian permukaannya telah mengalami erosi.

Tanah alluvial yang baik digunakan untuk persawahan itu epipedonnya berstruktur granular dan coklat tua. Sedangkan tanah alluvial yang kurang baik digunakan untuk persawahan yang karakteristiknya memiliki epipedon kelabu.

Tanah Alluvial Warna Coklat Tua

Penjelasannya, yaitu tanah alluvial yang berwarna coklat tua kebanyakan berada pada pinggiran sungai yang banyak berfungsi untuk penyerapan air. Sedangkan tanah alluvial yang berwarna kelabu biasanya terdapat pada batuan karst yang minim air.

Epipedon berstruktur granular cenderung kasar dan dekat dengan permukaan air. Permukaan air yang ditumbuhi benalu atau tanaman liar membuktikan tanah alluvial tersebut subur dan cocok ditanami persawahan. Iklim tidak berpengaruh pada kualitas tanah alluvial yang dekat dengan permukaan air. Hal itu dikarenakan penyerapan air terjadi sepanjang hari.

Tanah Alluvial Warna Kelabu

Sedangkan epipedon yang kedua yaitu warna kelabu dari epipedon tanah alluvial menggambarkan kondisi tanah yang kurang subur. Walaupun epipedon tanah jenis ini tetap dapat ditanami persawahan, namun panen yang dihasilkan tidak berkualitas seperti epipedon jenis coklat tua. Biasanya tanah alluvial jenis epipedon kelabu sering dijadikan ladang ubi, singkong, dan lain-lain.

Karakteristik tanah alluvial epipedon kelabu mempunyai tekstur yang cenderung halus dan sering dijumpai di dataran karst. Letaknya yang jauh dari permukaan air menyebabkan kurangnya penyerapan yang dilakukan oleh tanah.

Keadaaan iklim yang ada si wilayah sangatlah berpengaruh pada alluvial jenis kelabu. Saat cuaca sedang dalam musim penghujan, tanah akan menyerap air dalam jumlah yang besar dan akan melepaskan kandungannya pada musim kemarau mendatang.

Keberadaan tanah alluvial mudah dijumpai pada dataran rendah. Pada dataran tinggi, tanah alluvial hanya dijumpai di permukaan paparan sungai. Tanah alluvial bisa dibentuk dengan sengaja oleh manusia. Yaitu dengan menyirami tanah pekarangan rumah setiap hari secara terus menerus hingga tanah tersebut terlihat bertekstur kasar dan berlempung lalu barulah tanah itu baik ditanami apapun.

Jenis Tanaman Yang Cocok pada Tanah Alluvial

Selanjutnya pembahasan masuk kepada jenis-jenis tanaman yang cocok ditamani pada tanah alluvial yang bersifat granular coklat tua dan tanah alluvial yang bersifat kelabu. Yang dimaksud tamanan disini adalah tanaman non persawahan yang hendak ditanami di pekarangan rumah.

Tanah pekarangan rumah yang bertekstur kasar dan selalu basah, tidak memerlukan perawatan khusus untuk ditanami. Karena sudah jelas jenis tanah tersebut adalah tanah alluvial coklat tua. Tanaman yang cocok ditanami adalah segala jenis tanaman bunga, tanaman buah tropis seperti mangga, jambu, rambutan.

Sedangkan jika tanah yang berada di pekarangan rumah cenderung berwarna kelabu maka perawatan yang dilakukan adalah menyirami air setiap hari agar menyerap kandungan mineral lalu berwarna coklat tua. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka tanah tersebut kurang subur dan hanya mampu ditanami lidah buaya dan pandan.

Manfaat Tanah Alluvial

Tanah alluvial mempunyai 5 manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Manfaat tanah alluvial tersebut adalah digunakan untuk mempermudah proses irigasi, dijadikan persawahan, ladang, bahan campuran pembuatan genteng, dan yang terakhir adalah sebagai lulur kecantikan pengencangan kulit/penunda penuaan. Berikut adalah penjabaran atau deskripsi manfaat tanah alluvial untuk kehidupan sehari-hari.

Mempermudah proses irigasi

Irigasi adalah proses mengairi atau menyuplai air pada sawah untuk memberikan kandungan air pada tanaman yang ditanami di sawah. Proses irigasi tersebut adalah dengan cara membuat jalan masuknya air ke dalam sawah melalui aliran air yang dekat dengan sawah. Jika aliran air tersebut tidak mengandung tanah alluvial, maka yang terjadi adalah air akan kembali ke aliran tersebut dan tidak akan masuk ke dalam sawah.

Tanah alluvial diperlukan untuk dasar membuat jalan masuknya air menuju sawah agar air yang masuk menjadi lancar. Hal ini diakibatkan kandungan mineral pada tanah alluvial banyak membawa air tambahan untuk dorongan air yang masuk ke dalam sawah.

Dijadikan persawahan

Sawah tidak akan menghasilkan panen yang berkualitas jika tanah yang dipakai tidak mengandung unsur hara yang diperlukan pertanian. Penggunaan pupuk juga dirasa penyerapannya kurang maksimal apabila tanah yang digunakan selain tanah alluvial. Tanah alluvial mudah menyerap air dan bagus untuk digarap. Unsur hara dalam tanah alluvial memiliki nilai yang tinggi yang berdampak  baik untuk dimanfaatkan sebagai persawahan.

Tanah alluvial terdiri dari endapan pasir dan juga endapan lumpur. Tanah alluvial menyimpan air dalam tanah. Jika kemarau datang dan irigasi persawahan tidak mencukupi, maka tanaman di persawahan itu masih dapat menyukupi kebutuhan mineral yang terdapat pada kandungan tanah alluvial karena tanah alluvial memiliki daya serap yang baik.

Untuk ladang perkebunan

Pengelolaan tanah alluvial sebagai ladang yang paling tepat adalah digunakan untuk menanam tanaman jenis palawija. Tanaman jenis palawija terdiri antara lain singkong, ubi, kentang, dan lain-lain. Tanaman palawija adalah jenis tanaman tropis yang mampu ditanami sepanjang tahun. Tanaman palawija menyerap air dalam jumlah yang sedikit. Jadi satu petak tanah alluvial mampu ditanami berbagai macam tanaman palawija.

Sebagai bahan campuran genteng

Tanah liat adalah bahan utama pembuatan genteng. Genteng yang baik adalah genteng yang terdiri dari berbagai macam jenis tanah. Salah satunya adalah genteng yang terbuat dari bahan campuran tanah alluvial. Proses pembakaran genteng akan memakan waktu yang lama jika genteng tersebut sudah tercampur oleh tanah alluvial. Dikarenakan tanah alluvial memiliki banyak kandungan air.

Proses pembakaran genteng yang memakan waktu lama diakibatkan kandungan air dalam tanah alluvial yang sudah dicampur di bahan pembuatan genteng. Semakin lama proses pembakaran genteng maka semakin kuat genteng tersebut. Beda hal dengan genteng yang dibakar cukup lama tanpa tambahan tanah alluvial. Maka yang terjadi genteng akan mudah rapuh.

Sebagai lulur kecantikan pengencangan kulit

Setiap wanita pasti menginginkan kulit yang sehat, kencang, serta halus. Kulit yang kencang menandakan kulit yang sehat dan terawat. Serta mencegah penuaan dini. Salah satu fungsi dari tanah alluvial adalah sebagai lulur kecantikan pengencangan kulit. Penggunaan tanah alluvial sebagai lulur perlu dilakukan secara konsisten agar memberikan hasil yang sempurna.

Cara menggunakan tanah alluvial sebagai lulur adalah mengambil tanah alluvial yang berada di persawahan. Lalu bersihkan tubuh dari kotoran yang menempel. Oleskan tanah alluvial secara merata pada tubuh. Tunggu sekitar 20-30 menit. Lalu bilas. Tanah alluvial tidak cocok digunakan untuk kulit muka karena kandungan dalam tanah alluvial tidak cocok oleh kulit muka. Hanya disarankan pada kulit tubuh.

Tanah alluvial sebagai lulur kecantikan juga tidak cocok pada kulit pria. Hanya berdampak pada kulit wanita. Karena kandungan pH pada kulit pria dan wanita berbeda. Dan penggunaan tanah alluvial dapat digunaan bersamaan dengan lulur kecantikan dari produk-produk komersial ataupun produk dari dokter kecantikan.

Demikianlah deskripsi mengenai tanah alluvial secara lengkap, yang kesemuanya itu bisa dilihat dari aspek pengertian, sifat, persebaran, hingga manfaatnya. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Terimakasih.

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *