Pengertian Lapisan Tanah, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Lapisan Tanah

Tanah bisa dikatakan sebagai suatu unsur alami yang ada di permukaan bumi. Dimana untuk setiap tumbuan yang hidup memerlukan tanah untuk menopang kehidupan tumbuhan tersebut. Oleh karena itulah dapat dipastikan bahwa setiap jenis lapisan tanah mengandung unsur hara yang diperlukan tumbuhan pada proses fotosintesis.

Meskipun, diakui maupun tidak tingkat unsur hara yang terkandung berbeda sehingga kesuburan tanah pun tidak dapat sepadankan. Disisi lain kesuburuhan itujuga mengandung berbagai macam zat yang diproduksi dalam lapisan tanah itu sendiri lantaran dalam deskripsi lapisan tanah terbentuk dengan proses alamiah.

Lapisan Tanah

Lapisan tanah sejatinya akan senantiasa terdiri dari berbagai jenis. Dimana untuk pemanfaatan lapisan tanah mempunyai peran dan fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan tugasnya masing-masing. Misalnya saja seperti lapisan tanah regosol ciri khas warna kelabu kekuningan yang kerapkali difungsikan sebagai ladang dalam pembuatan perkebunan.

Pengertian Lapisan Tanah

Lapisan tanah adalah struktur penggolongan tanah yang berturut-tutrut dari atas ke bawah yang setiap lapisannya mempunyai perannya masing-masing yang setidaknya dalam hal ini  terdiri atas lapisan tanah bagian atas, lapisan tanah bagian tengah, lapisan tanah bagian bawah, dan lapisan tanah bagian induk.

Tentusaja penjelasan tersebut sesuai dengan pemaknaan tanah yang menajdi bagian dari permukaan bumi atau kerak bumi yang mengandung dengan suatu mineral dan unsur hara tertentu untuk kelangsungan hidup tumbuhan.

Pengertian Lapisan Tanah Menurut Para Ahli

Adapun definisi lapisan tanah menurut para ahli, antara lain;

  1. Hardjowigeno (2003), Definisi lapisan tanah adalah penggolongan atas sifat fisik tanah yang dijelaskan dengan sistematika susunan ruangan partikel tanah dengan membentuk agregat dari hasil proses pedogenesis.

Jenis Lapisan Tanah

Untuk beberapa jenis dari lapisan tanah, antara lain;

  1. Tanah Vulkanis

Tanah vulkanis adalah lapisan jenis tanah yang terdapat di sektiran gunungapi, dimana untuk tanah vulkanis sendiri merupakan tanah endapan hasil erosi yang mengeras serta mengandung unsur hara tanah yang tinggi. Adapun untuk pembagian tanah vulkanis, antara lain;

  1. Andosol

Tanah andosol merupakan pelapukan tanah hasil dari abu vulkanis. Warna dari tanah andosol ini adalah kelabu kekuningan. Tanah andosol peka terhadap erosi, artinya tanah andosol berada mengikuti arah laju erosi.

Tanah andosol merupakan tanah yang subur dan dapat dengan mudah dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Selain menjadi lahan pertanian, contoh pemanfaatan tanah andosol dapat dijadikan sebagai hutan pinus dan hutan pohon cemara. Persebaran tanah andosol adalah membentang dari Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

  1. Regosol

Tanah regosol adalah tanah yang memiliki bentuk butir kasar dari endapan abu vulkanis. Tanah regosol memiliki karakteristik warna kelabu kekuningan. Pemanfaatan tanah regosol adalah dijadikan sebagai ladang perkebunan. Tanaman yang cocok ditanami pada kebun yang mengandung tanah regosol adalah tanaman palawija.

Tanah regosol biasa ditemukan pada lereng gunungapi. Persebaran tanah regosol ini bervariasi dari mulai Sumatra, Jawa bagian selatan, Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

  1. Tanah Alluvial

Tanah alluvial adalah tanah yang terbentuk dari endapan hasil erosi gunungapi. Tanah alluvial berwarna kelabu kehitaman kadang juga kelabu cerah. Tanah alluvial peka terhadap erosi yang sedang berlangsung. Jadi pergerakan tanah alluvial mengikuti erosi.

Tanah alluvial biasa ditemukan di lereng gunung api dan pinggiran sungai atau di pinggiran sawah irigasi. Persebaran tanah alluvial ini terbagi dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.

  1. Tanah Organosol

Tanah organosol dapat disimpulkan yaitu tanah yang terbentuk dari hasil bahan organik yang terdapat di dasar tanah. Tanah organosol mempunyai tingkat kesuburan sedang hingga tinggi tergantung dimana lapisan tanah tersebut berada.

Adapun untuk pembagian tanah organosol terbagi 2 yaitu, yaitu;

  1. Organosol Humus

Tanah organosol humus merupakan tanah yang berasal dari pembusukan bahan organik. Pembusukan bahan organik tersebut dibantu oleh mineral-mineral yang terdapat pada kandungan tanah.

Tanah organosol humus memiliki karakteristik warna hitam kecoklatan gelap dan memiliki tekstur basah. Tingkat kesuburan tanah organosol humus cenderung tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Persebaran tanah organosol humus meliputi Lampung, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

  1. Organosol Gambut

Tanah organosol gambut merupakan tanah yang berasal dari pembusukan bahan organik yang terdapat pada air rawa-rawa. Tanah organosol gambut memiliki kaakteristik asam dan berwarna coklat cerah kekuningan. Tanah organosol gambut memiliki unsure hara yang rendah sehingga kurang baik dimanfaatkan sebagai perkebunan atau pertanian.

Tanah organosol gambut bisa dimanfaatkan pada bidang pertanian khusus, yaitu pertanian pasang surut. Pertanian pasang surut yaitu pertanian yang menanami tanaman khas rawa-rawa seperti enceng gondok. Untuk persebaran tanah organosol gambut tersebar dari Sumatra bagian utara, Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat.

  1. Tanah Litosol

Tanah litosol merupakan tanah hasil pelapukan batuan beku dan sedimen. Tanah litosol mempunyai tekstur yang kasar dan bentuknya beraneka ragam. Tanah litosol sekilat berbentuk pasir namun jika dilihat dari dekat maka akan terlihat jelas bahwa pasir tersebut adalah tanah litosol.

Tanah litosol mempunyai karakteristik berwarna hitam kecoklatan, kelabu gelap, dan coklat kehijauan. Tanah litosol kurang baik untuk ditanami vegetasi dan biasanya tanah litosol akan ditumbuhi tanaman alang – alang dengan sendirinya. Tanah litosol persebarannya dari mulai Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

  1. Tanah Podzol

Tanah podzol merupakan tanah yang terbentuknya dikarenakan suhu dan tekanan yang rendah serta curah hujan yang tinggi. Tanah podzol memiliki karakteristik warna pucat, mengandung kuarsa yang tinggi, dan tanah podzol kurang subur untuk dijadikan lahan pertanian. Tanah podzol memiliki sifat sangat masam.

Tanah podzol cocok digunakan sebagai lahan perkebunan palawija. Dan tanah podzol ini tersebar diseluruh Indonesia, namun habitat tanah podzol yang paling banyak adalah di Sumatra Utara, Kalimantan Tengah, Papua.

Fungsi Lapisan Tanah

Fungsi Lapisan Tanah
Fungsi Lapisan Tanah

Fungsi yang menjadi peranan dari berbagai lapisan tanah tersebut, antara lain;

  1. Lapisan tanah atas

Lapisan tanah atas adalah bagian lapisan tanah yang berada paling atas atau di permukaan tanah. Lapisan tanah atas berwarna gelap kehitaman, kadang juga berwarna hitam pekat tergantung mineral yang menjadikan warna tanah tersebut.

Untuk tebal lapisan tanah atas adalah sekitar 10 sampai dengan 30 cm. Lapisan tanah atas adalah laipsan tanah yang paling subur dikarenakan tanah lapisan atas sudah berjenis tanah humus.

Lapisan tanah atas bisa ditumbuhi semua jenis tumbuhan tergantung iklim yang terdapat pada lapisan tanah tersebut. Lapisan tanah atas mengandung 45% mineral, 5% bahan organik, 20 sampai dengan 30% air, dan 20 sampai dengan 30% udara.

  1. Lapisan tanah bawah

Lapisan tanah bawah adalah lapisan tanah yang mewakili lapisan tanah tengah hingga bawah. Pada lapisan tanah ini mempunyai karakteristik berwarna cerah dan mempunyai tekstur tanah yang padat. Lapisan tanah bagian bawah biasa disebut tanah cedas atau tanah keras.

Pada lapisan tanah bagian bawah sudah jarang ditemukan kehidupan mikro organisme. Lapisan tanah bawah merupakan tempat bagi tanaman berakar tunggang untuk mencari makanan.

  1. Lapisan tanah batuan induk

Lapisan tanah batuan induk adalah lapisan tanah paling dasar yang berbentuk batuan. Batuan pada lapisan tanah ini nerasal dari tanah yang sudah mengeras dalam jangka waktu yang lama. Lapisan tanah batuan induk mempunyai warna kemerahan, kelabu, hingga keputihan.

Tekstur lapisan tanah batuan induk walupun  keras tetapi lapisan tanah bagian ini mudah pecah. Tidak ada akar tanaman yang mampu menembuh hingga lapisan tanah batuan induk. Dikarenakan tidak ada sumber makanan yang dapat diserap tumbuhan pada lapisan tanah batuan induk.

Lapisan tanah batuan induk dapat dijumpai tanpa harus menggali tanah hingga sangat dalam. Lapisan tanah batuan induk dapat disaksikan di lereng gunung yang berdekatan dengan sungai.

Contoh Lapisan Tanah

Adapun pembagian atas pemanfaatan dalam contoh lapisan tanah beserta dengan penjelasannya. Antara lain;

  1. Lapisan Tanah Kedap Air

Berdasarkan pada proses terbentukanya lapisan tanah penggolongannya terbagi menjadi beberapa jenis. Misalnya saja untuk lapisan tanah kedap air yang dimaknai sebagai struktur tanah dengan tidak mudah menyerab air, prihal ini misalnya saja tanah padas yang biasanya ada di dalam dataran tinggi, tanah lempung yang biasanya dimanfaatkan untuk pembuatan pot maupun asbak, dan tanah liat yang ada di dalam kedalaman dari stuktur tanah.

Nah, itulah saja penjelasan terkait dengan pengertian lapisan tanah menurut para ahli, jenis, fungsi, dan contoh pemanfaatkanya. Semoga saja  tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya yang sedang belajar materi geografi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *