Pengertian Vulkanisme, Macam, dan Dampaknya

Diposting pada

Pengertian Vulkanisme

Pada tanggal 26 Mei 2016 terjadi peristiwa letusan gunungapi yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengertian gunung meletus tersebut adalah Gunung Merapi. Di Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai berbagai macam jumlah gunungapi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Letusan gunungapi menyebabkna banyak dampak. Ada dampak positif dan ada dampak negatif. Peristiwa meletusnya gunungapi disebut peristiwa erupsi.

Erupsi terjadi disebabkan karena aktivitas atau kegiatan vulkanisme yang berada di dalam perut bumi. Apakah yang dimaksud dengan aktivitas vulkanisme? Pada artikel kali ini akan membahas tentang vulkanisme yang ditinjau dari pengertian, macam, dan dampaknya. Vulkanisme dapat diuraikan secara detail pada penjelasan sebagai berikut;

Vulkanisme

Aktivitas vulkanisme adalah proses gunungapi mengeluarkan magma. Magma adalah cairan yang terdapat di dalam perut gunungapi yang dapat menyembur keluar sewaktu–waktu. Biasanya efek dari semburan magma akan berdampak pada terjadinya gempa bumi di sekitar lokasi gunungapi.

Magma terbentuk karena lapisan pada pengertian lithosfer yang ada di perut bumi terkena tekanan suhu yang sangat panas hingga terbakar. Magma yang keluar dari dalam perut gunungapi pada saat terjadinya peristiwa erupsi disebut lava. Magma menyembur keluar menuju bumi pada saat proses erupsi menjadi lava karena adanya efek dorongan yang terdapat di dalam perut bumi. Baca jugaPengertian Bumi dan Struktur Lapisannya

Pengertian Vulkanisme

Pengertian vulkanisme adalah bagian daripada efek tenaga endogen dikarenakan vulkanisme tenaganya berasal dari dalam perut bumi. aktivitas vulkanisme juga mampu menyebabkan kenampakan alam yang terjadi di permukaan bumi membuat bentuk–bentuk yang baru.

Macam Vulkanisme

Seperti pada tenaga pembentuk permukaan bumi lainnya seperti eksogen, enogen, epirogenesa, dan orogenesa, aktivitas vulkanisme juga dapat diklasifikasikan menjadi macam–macam jenis yang berbeda–beda. Klasifikasi macam jenis vulkanisme dapat kita simak pada ulasan sebagai berikut;

Vulkanisme Zona Divergen

Vulkanisme zona divergen terbentuk di dalam zona divergen. Zona divergen adalah pergerakan lempeng tektonik pada lapisan bumi yang bergerak saling berjauhan antara lempeng satu dengan lempeng yang lainnya. Vulkanisme pada zona divergen mengeluarkan erupsi gunungapi berupa caira lava leleh dengan tidak disertai dengan letusan gunungapi yang dahsyat.

Vulkanisme Zona Konvergen

Konvergen adalah pergerakan pergerakan lempeng yang terdapat di permukaan bumi yang bergerak saling mendekati antara lempeng satu dengan lempeng yang lainnya. Vulkanisme pada zona konvergen memiliki letusan erupsi gunungapi yang dahsyat dan mengeluarkan lava yang cair namun kental lalu disertai dengan lava dengan bentuk padat dan gas.

Vulkanisme Zona Tengah

Zona tengah dapat pula disebut sebagai zona transform. Vulkanisme yang terjadi pada zona tengah ini mengeluarkan erupsi gunungapi berupa letusan yang tidak dahsyat serta lava yang keluar berbentuk cair.

Gejala Aktivitas Vulkanisme

Bagi persebaran penduduk yang bermukim di sekitar lereng gunungapi tidak perlu takut dengan aktivitas vulkanisme tersebut. Namun penduduk perlu waspada apabila gunugapi sudah menunjukkan tanda – tanda dari aktivitas vulkanisme. Berikut beberapa tanda – tanda atau gejala terjadinya peristiwa vulkanisme;

Gejala Vulkanisme di luar Perut Bumi

Aktivitas vulkanisme dapat diketahui tanda–tandanya yang dapat dirasakan manusia. Tanda – tanda tersebut berupa terjadinya gempa, hewan – hewan yang panik, serta keluarnya awan panas dari gunungapi. Penjelasan mengenai gejala – gejala aktivitas vulkanisme adalah sebagai berikut.

Terjadinya Gempa

Aktivitas vulkanisme yang terdapat di gunungapi dapat dirasakan tanda – tanda terjadinya. Aktivitas vulkanisme ini ditandai dengan terjadinya gempa vulkanisme di sekitar gunungapi. Gempa ini biasanya berkekuatan besar namun juga kadang berkekuatan kecil.

Hewan–hewan yang Panik

Sebelum terjadinya gempa vulkanik biasanya ditandai dengan turunnya hewan–hewan yang tinggal disekitaran lereng gunungapi. Hewan merupakan makhluk hidup yang mempunyai firasat yang tinggi. Turunnya hewan yang tinggal I lereng gunungapi biasanya akan berkelompok membentuk satu kesatuan. Baca jugaPengertian Pegunungan, Karakteristik, Manfaat, dan Contohnya

Keluarnya Awan Panas

Pada saat aktivitas vulkanisme menuju puncaknya, gejala yang terjadi pada gunungapi adalah mengeluarkan awan panas. Keluarnya awan panas dari gunungapi biasanya terjadi setelah gempa dan sebelum terjadinya erupsi gunungapi.

Gejala di Dalam Perut Bumi

Dalam merupakan lawan kata dari luar. Jika diluar terjadi maka di dalam juga ikut terjadi. Pengertian tersebut berlaku bagi gejala aktivitas vulkanisme gunungapi. Ada gejala yang dirasakan di luar dan ada gejala yang dirasakan di dalam. Gejala terjadinya aktivitas vulkanisme gunungapi dapat ditinjau dari penjelasan sebagai berikut;

Instrusi Magma yang Terjadi di Dalam Perut Gunungapi

Instrusi magma merupakan aktivitas vulkanisme berupa aktivitas magma yang berada di dalam perut gunungapi. Instrusi magma terjadi karena magma menerobos celah retakan, patahan, dan juga lipatan. Instrusi magma hanya sampai pada menembus lapisan – lapisan lempeng bumi dan tidak sampai menembus ke permukaan bumi. hasil dari instrusi magma adalah:

Batolit

Batolit adalah batuan beku atau batuan sedimen yang tersedimentasi dikarenakan batuan tersebut membeku di dalam dapur magma karena terjadinya aktivitas instrusi magma yang menembus menerobos celah lapisan lempeng. Baca jugaPengertian Teori Lempeng Tektonik, Jenis, Bagian, dan Contohnya

Lakolit

Lakolit adalah batuan beku atau batuan sedimen yang tersedimentasi dikarenakan batuan tersebut membeku di dalam dan diantara 2 lapisan lithosfer perut bumi. Lakolit memiliki bentuk yang alasnya datar dan bagian atasnya cenderung cembung.

Sills

Sills adalah batuan beku atau batuan sedimen yang tersedimentasi dikarenakan batuan tersebut membeku di dalam diantara 2 lapisan lempeng yang berada di perut bumi. Sills memiliki bentuk yang tipis namun lebar.

Dikes

Dikes adalah batuan beku atau batuan sedimen yang tersedimentasi dikarenakan batuan tersebut membeku di dalam dan memotong lapisan lithosfer. Batuan dikes berbentuk miring dan tipis.

Apifosa

Apifosa adalah batuan beku atau batuan sedimen yang tersedimentasi dikarenakan batuan tersebut membeku di dalam yang terbentuk dari cabang – cabang lapisan lempeng tektonik pada perut bumi.

Korok

Korok adalah batuan beku atau batuan sedimen yang tersedimentasi dikarenakan batuan tersebut membeku di dalam pipa kawah. Batuan korok memiliki karakteristik kasar dan mudah rapuh.

Ekstrusi Magma yang Terjadi di Dalam Perut Gunungapi

Ekstrusi magma adalah kebalikan dari instrusi magma. Apabila instrusi magma tidak dapat menembus permukaan bumi namun ekstrusi magma apat menembus pada permukaan bumi. ekstrusi magma dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.

Ekstrusi Eksplosif

Ekstrusi Eksplosif adalah letusan erupsi gunungapi yang maha dahsyat serta mengakibatkan tekanan gas yang sangat ekstra kuat. Ekstrusi eksplosif ditandai dengan dengan terjadinya gempa dengan tingkat skala ritchter yang tinggi.

Ekstruksi Epusif

Ekstrusi Epusif adalah letusan erupsi gunungapi yang terjadi dikarenakan tekanan gas magmatik yang tidak terlalu kuat serta lava yang dikeluarkan cenderung berbentuk cair. Ekstrusi epusif hanya menyebabkan goyangan gempa bumi yang ringan.

Gejala Setelah Terjadinya Erupsi Gunungapi

Sebelum erupsi gunungapi terjadi gejalanya dapat dirasakan dari dalammaupun dari luar perut bumi. Erupsi gunungapi juga menimpulkan dampak yang terjadi diluar gunungapi setelah terjadinya erupsi. Gejala pasca erupsi dapat kita simak pada penjelasan sebagai berikut;

Terbentuk Sumber Air Panas

Aktivitas vulkanisme berupa keluarnya magma dari dalam perut bumi menjadi lava mengakibatkan terjadinya sumber air panas yang muncul disela – sela retakan akibat terjadinya erupsi.

Terbentuk Sumber Air Mineral

Aktivitas vulkanisme menyebabkan munculnya sumber air mineral di sekitar lereng gunungapi. Sumber air mineral ini merupakan air tanah yang mengandung zat mineral – mineral yang baik untuk dikonsumsi.

Terbentuk Sumber Gas

Pasca terjadinya erupsi gunungapi biasanya menyebabkan munculnya sumber – sumber gas panas bumi di sekitar lereng gunungapi. Sumber gas tersebut mengandung uap air yang membawa unsur kimiawi nitrogen, karbon, dan karbon dioksida. Sumber gas ini disebut sebagai belerang.

Dampak Vulkanisme

Dampak vulkanisme gunungapi membawa dampak yang positif dan dampak negatif. Dampak positif aktivitas vulkanisme gunungapi adalah tanah di sekitar lereng gunungapi menjadi subur, material yang dikeluarkan gunungapi dapat dijadikan sebagai bahan material bangunan saat sudah dingin.

Sedangkan dampak negatif karena aktivitas vulkanisme adalah lava yang dikeluarkan gunungapi sangat panas dan berbahaya, abu vulkanis dapat merusak tanaman, letusan erupsi gunungapi dapat langsung menimbulkan terjadinya pengertian tsunami.

Demikinalah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkap mengenai pengertian vulkanisme menurut para ahli, macam, gejala, dan dampaknya yang akan dirasakan oleh masyarakat secara umum. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan referensi bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *