Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup, Tujuan, dan Dasar-Dasarnya

Diposting pada

Klasifikasi Makhluk Hidup Adalah

Planet bumi merupakan satu–satunya planet yang terdapat di alam semesta dimana ditemukannya unsur makhluk hidup. Hal ini dikarenakan struktur bumi dan komponennya memiliki beberapa unsur kehidupan diantaranya yang terpenting adalah air dan udara. Air berfungsi untuk kebutuhan pokok berlangsungnya kehidupan bagi makhluk hidup sedangkan udara berfungsi untuk memberikan kehidupan untuk kebutuhan pernafasan makhluk hidup.

Unsur udara yang terdapat di planet bumi tidak hanya oksigen saja. Tetapi yang terdapat paling banyak justru nitrogen. Dengan rincian bahwa nitrogen terdapat 75% dari jumlah udara yang ada di permukaan bumi, 24% nya adalah oksigen, dan 1% sisanya merupakan karbon dioksida dan lain–lain. Mengapa kita membahas tentang makhluk hidup? Karena pada artikel kali ini akan diulas secara lengkap mengenai pengertian klasifikasi makhluk hidup, tujuan, dan dasar-dasarnya.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Ilmu mempelajari klasifikasi makhluk ditemukan dalam ilmu taksonomi. Ilmu taksonomi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup baik manusia, tumbuhan, hewan, serta makhluk mikro organisme ber sel satu. Ilmu taksonomi pertama kali dikemukakan oleh ahli biologi asal Swedia bernama C. Linnaeus.

Pengelompokkan hewan secara ilmu taksonomi pertama kali hanya diklasifikasikan melalui 2 penggolongan yaitu anamalia dan vegetabilia. Anamalia adalah ilmu yang mempelajari tentang binatang sedangkan vegetabilia adalah ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan.

Terdapat keunikan dari klasifikasi makhluk hidup menurut C. Linnaeus. Yang pertama adalah penggunaan nama ilmiah pada setiap makhluk hidup harus menggunakan bahasa latin, padahal C. Linnaeus sendiri adalah orang berkebangsaan Swedia. Keunikan yang kedua adalah penggunaan nama ilmiah pada setiap klasifikasi makhluk hidup adalah terdiri dari 2 kata, kata yang pertama adalah nama jenis sedangkan nama yang kedua adalah nama spesies.

Lalu yang ketiga adalah penulisan nama ilmiah harus ditulis dengan bercetak miring atau bergaris bawah. Hal ini berlaku pada pemberian nama ilmiah untuk buku dan sebuah karya tulis. Contohnya adalah nama ilmiah dari tanaman padi adalah Oryza Sativa. Maka penulisan yang benar adalah Oryza sativa atau Oryza sativa. Oryza merupakan jenis dari tanaman tersebut yang berjenis padi sedangkan sativa adalah nama dari spesies padi yang merupakan tanaman tropis.

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Pengertian secara sederhana dari klasifikasi makhluk hidup adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh makhluk hidup secara alamiah untuk mengelompokkan diri secara berkumpul jadi satu dengan jenis – jenis yang serupa. Pengelompokkan makhluk hidup disesuaikan secara ciri – ciri dan karakteristik yang sama antar makhluk hidup. Sekali lagi, yang unik dari pengelompokkan tersebut dikarenakan pengumpulan terjadi secara naluriah.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi jenis makhluk hidup memiliki tujuan tertentu yang diantaranya adalah untuk mempermudah mempelajarinya, untuk lebih dalam mengenali makhluk hidup, dan lain–lain. Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup akan diulas secara mendalam pada penjelasan sebagai berikut;

Mempermudah Mempelajari Makhluk Hidup

Karena jumlah spesies makhluk hidup yang banyak sekali dan tidak dapat dihitung maka cara paling mudah mepelajarinya adalah dengan cara mengklasifikasikan jenis makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup paling mendasar adalah dibedakan melaui ciri–cirinya. Karena melalui ciri – ciri kita dapat dengan mudah membedakan beberapa jenis dari kenampakannya.

Mengetahui Hubungan Kekerabatan Antar Spesies

Hubungan kerabat antar spesies tidak hanya dimiliki oleh manusia saja. Tetapi pada hewan dan tmbuhan ditemukan hubungan antar kerabat di dalamnya. Sama seperti untuk mempermudah mempelajari makhluk hidup, pada ilmu taksonomi untuk mengetahui hubungan kekerabatan antar spesies makhluk hidup juga ditelusuri melalui ciri – cirinya.

Penyederhanaan Objek Studi

Objek studi yang mudah dipelajari sebaiknya dijadikan sesederhana mungkin agar dapat dijadikan bahan pembelajaran yang santai namun serius. Klasifikasi makhluk hidup memiliki tujuan untuk penyederhanaan objek studi.

Hal ini mengandung maksud karna jumlah makhluk hidup yang tidak terhitung jenis dan spesiesnya maka apabila sudah diklasifikasikan maka akan terlihat lebih sederhana dan mudah untuk dipelajari.

Menamai Makhluk Hidup yang Belum Diketahui

Tujuan yang terakhir dari klasifikasi makhluk hidup adalah untuk memberikan nama kepada makhluk hidup yang belum diketahui namanya. Pemberian nama ini biasanya berdasarkan spesiesnya. Apabila spesiesnya pun belum diketahui bisa jadi penamaannya melaui penemu nya. Penemu jenis makhluk hidup ini dapat dikategorikan sebagai orang yang menamai jenis – jenis dari klasifikasi makhluk hidup itu sendiri.

Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

Untuk mengklasifikasikan makhluk hidup perlu dasar–dasar yang kuat hal ini mengandung maksud agar pada saat pengklasifikasian tidak melenceng kesana kemari dan memiliki dasar yang jelas. Berikut ini adalah dasar–dasar klasifikasi makhluk hidup;

Berdasarkan Kesamaan Ciri–ciri

Yang pertama berdasarkan kesamaan ciri–ciri. Sebai contoh katak dapat hidup di dua alam, yaitu di daratan dan di perairan. Maka katak termasuk hewan amfibi. Buaya juga dapat hidup di dua alam, yaitu daratan dan perairan, maka buaya juga dapat disebut sebagai hewan amfibi.

Pada kasus ini antara katak dan buaya sama – sama sebagai hewan amfibi karena memiliki beberapa ciri – ciri yang sama yaitu dapat hidup di dua alam. Walaupun katak tidak memiliki kuku dan taring seperti buaya namun kedua hewan tersebut memiliki kesamaan ciri–ciri yang bisa diklasifikasikan dalam hewan amfibi menurut ilmu taksonomi.

Berdasarkan Perbedaan

Dasar klasifikasi makhluk hidup yang kedua adalah dasar perbedaan. Pada kasus ini contohnya hewan pinguin merupakan jenis burung. Tetapi tidak dapat disamakan dengan jenis burung lainnya. Hal ini dikarenakan ketidakmampuan pinguin untuk terbang seperti jenis burung yang lainnya. Pinguin juga tidak termasuk klasifikasi hewan unggas karena hewan pinguin merupakan hewan dengan sifat karnivora, yaitu pemakan daging.

Berdasarkan Morfologi

Dasar klasifikasi makhluk hidup yang ketiga adalah morfologi. Morfologi mengandung arti kenampakan alam yang ditinjau dari tingkat ketinggian suatu permukaan namun yang terjadi pada morfologi pada kasus klasifikasi makhluk hidup bukan berdasarkan dari tingkat ketinggian suatu tempat. Melainkan dari bentuk kenampakan hewan tersebut.

Pada contoh kasus morfologi pada klasifikasi makhluk hidup adalah kadal merupakan hewan yang sejenis dengan komodo karena kenampakan luar yang memiliki kemiripan, hanya saja kadal ukurannya kecil dan komodo ukurannya besar. Hal tersebut sama ditemukannya pada singa dan kucing yang memiliki kenampakan yang sama hanya beda ukuran, kucing berukuran kecil sedangkan singa berukuran besar.

Berdasarkan Anatomi

Dasar klasifikasi hidup yang keempat adalah anatomi tubuh. Anatomi tubuh ini merupakan organ – organ yang terdapat di dalam sistem kinerja makhluk hidup. Sebagai contoh pada manusia dan kera memiliki anatomi organ tubuh yang serupa, pada teori Darwin menyebutkan bahwa manusia merupakan evolusi dari kerja. Sebenarnya teori Darwin ini menuai pro dan kontra di masyarakat dikarenakan dari kera dan manusia hanya memiliki kesamaan anatomi saja.

Contoh berikutnya adalah persamaan pernapasan. Pada hewan air seperti ikan dan mamalia laut memiliki perbedaan jenis pernapasan. Yaitu apabila ikan bernafas dengan insang, sedangkan mamalia laut bernafas dengan paru – paru. Meskipun kedua sama–sama jenis binatang air, namun kedua jenis tersebut dibedakan melalui anatomi penggunaan alat pernapasan.

Hal yang sama terjadi pada semua jenis serangga. Klasifikasi makhluk hiduo dikatakan 1 jenis yaitu jenis serangga apabila pernapasannya menggunakan trakea. Trakea adalah jenis alat pernapasan pada serangga.

Berdasarkan Manfaat

Dasar klasifikasi makhluk pada pengertian lingkungan hidup yang terakhir adalah ditinjau dari manfaatnya. Ayam, bebek, kalkun, dan lain sebagainya merupakan klasifikasi hewan unggas karena manfaatnya dapat dijadikan hewan ternak. Hewan ternak jenis lain muncul pada kambing, sapi, kerbau, dan sebagainya karena walapun sama – sama hewan ternak namun jenisnya berbeda dan dapat ditinjau klasifikasinya.

Selain pada hewan juga dasar klasifikasi makhluk hidup berdasarkan manfaatnya dapat dilihat melalui tumbuhan. Tanaman dapat dibedakan jenisnya melalui fungsi apa yang terkandung pada tanaman tersebut. Yang mempunyai manfaat tanaman hias maka diklasifikasikan sebagai tanaman hias, yang memiliki fungsi tanaman obat maka diklasifikasikan dalam toga, dan lain sebagainya.

Demikinalah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkap mengenai pengertian klasifikasi makhluk hidup menurut para ahli, tujuan, dasar-dasar, dan contohnya. Semoga melalui artikel ini bisa menjadi referensi bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *