Pegunungan di Indonesia beserta Proses Pembentukannya

Diposting pada

Jenis Pegunungan di Indonesia

Peta adalah proyeksi bidang datar yang digunakan untuk menunjukkan bentuk rupa bumi. Klasifikasi peta dibedakan menjadi peta umum dan peta khusus. Contoh peta khusus antara lain peta rawan banjir, peta persebaran harga tanah, dan lain-lain. Sedangkan contoh peta umum antara lain peta dunia, peta korografi, dan peta topografi. Hal yang menarik diantara contoh peta khusus dan umum adalah hadirnya peta topografi.

Peta topografi adalah gambaran visual garis kontur yang digunakan sebagai penunjuk ketinggian suatu wilayah. Penggunaan peta topografi sering kali dimanfaatkan sebagai penunjuk lokasi pegunungan. Di Indonesia banyak sekali pegunungan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sebenarnya apa itu pengertian pegunungan? Bagaimana proses pembentukannya? Penjelasannya akan diulas secara lengkap dalam uraian materi sebagai berikut.

Pegunungan

Dari segi ilmu bahasa Indonesia, pegunungan diartikan sebagai gunung yang berjumlah lebih dari satu. Namun ilmu geografi memiliki pengertian lain soal definisi pegunungan, yaitu dataran menjulang ke atas yang mempunyai ketinggian melebihi daerah sekitarnya. Ciri khas pegunungan yaitu terdapat lereng yang terjal, disertai relief curam, dan puncaknya merupakan wilayah dan perwilayahan yang lebar.

Pegunungan sering dimanfaatkan manusia dalam berbagai bidang. Biasanya, untuk memanfaatkan daerah pegunungan perlu dibangun obyek wisata agar menarik minat pengunjung. Hal ini dikarenakan ketinggian pegunungan hanya berkisar 500 sampai dengan 600 meter di atas permukaan laut. Jadi untuk mencapai daerah puncak tidak perlu mendaki, cukup menggunakan alat transportasi seperti mobil atau motor.

Pegunungan di Indonesia

Pegunungan terbentuk secara alamiah. Orang awam yang ditanya bagaimana pegunungan terbentuk? Jawabnya pasti dibentuk Tuhan Yang Maha Esa. Hal tersebut memang benar adanya, namun sebagai orang terpelajar harus mencari tahu mengapa pegunungan dapat terbentuk secara alami. Pembentukan pegunungan terjadi karena pergerakan patahan horst, graben, step faulting, fault scrap, dekstral, sinistral, sedimentasi, pergerakan lempeng, dan tekanan besar.

Patahan adalah pergerakan kulit bumi yang mengarah secara vertikal atau horizontal karena adanya tekanan orogenesa. Gerak dalam jenis patahan ini menyebabkan pembentukan kenampakan alam pada kerak bumi. Mempelajari patahan sangat berkaitan dengan proses pembentukan pegunungan di Indonesia. Penjelasan berikut merupakan beberapa contoh pegunungan di Indonesia berdasarkan proses pembentukannya.

Patahan Horst

Patahan horst adalah salah satu jenis pergerakan patahan secara vertikal yang mengangkat daerah tengah. Sehingga daerah tengah mengalami ketinggian diatas wilayah kanan kirinya. Beberapa jenis patahan horst yang ada di Indonesia antara lain.

Pegunungan Dieng, Jawa Tengah

Pegunungan Dieng atau yang sering dikenal dengan istilah dataran tinggi dieng terbentuk karena patahan horst Pulau Jawa pada saat zaman glasial. Di pegunungan Dieng terdapat perkampungan unik, yaitu permukiman dengan tingkat ketinggian nomor 2 tertinggi di dunia setelah Kathmandu, Nepal (kaki Gunung Everest). Pegunungan Dieng juga disebut sebagai negeri diatas awan karena sering diselimuti oleh kabut tebal.

Pegunungan Wonosari, Yogyakarta

Jika kalian warga Provinsi Yogyakarta atau hendak mengunjungi wisata pantai selatan Pulau Jawa yang ada di Gunungkidul tentunya melewati pegunungan Wonosari. Istilah lain dari Pegunungan Wonosari sering disebut sebagai Bukit Bintang. Hal ini dikarenakan pada malam hari setiap sudut Pegunungan Wonosari dipergunakan untuk melihat indahnya gemerlap bintang.

Patahan Graben

Patahan graben mempunyai pengertian yang berkebalikan dengan patahan horst. Yaitu definisinya adalah patahan yang disebabkan karena pergerakan orogenesa secara vertikal lalu mendorong daerah samping kanan kiri dan meninggalkan wilayah tengah.

Sehingga area kanan kiri lebih tinggi dari pada daerah tengah. Contoh pegunungan di Indonesia yang terbentuk akibat patahan graben adalah sebagai berikut.

Pegunungan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah. Secara administrasi, Semarang terbagi menjadi 2 pemerintahan yaitu Kota dan Kabupaten. Geografis Kota Semarang memiliki daerah pantai dan dataran tinggi. Dataran tinggi disana terbentuk akibat patahan graben yang terjadi di Pulau Jawa.

Pegunungan Malang, Jawa Timur

Terjadinya patahan graben tidak selalu disebabkan karena pergerakan orogenesa secara vertikal oleh kulit bumi. Terkadang, patahan graben terjadi karena aktivitas vulkanik. Seperti yang terjadi pada Pegunungan Malang, Jawa Timur. Pembentukannya disebabkan oleh erupsi Gunung Bromo yang membawa gempa vulkanik ribuan tahun yang lalu.

Patahan Step Faulting

Patahan step faulting merupakan gerak orogenesa kulit bumi yang berbentuk tangga. Adanya pergerakan semacam ini karena dorongan yang bertubi-tubi. Bentuk kenampakan akibat terjadinya patahan step faulting diibaratkan seperti terasering dalam skala yang besar. Pegunungan di Indonesia yang terbentuk akibat patahan step faulting adalah sebagai berikut.

Pegunungan Bandahara, Aceh

Nanggroe Aceh Darussalam adalah Provinsi di Indonesia yang terletak paling ujung barat. Wilayah ini pernah mengancam ingin merdeka sendiri sehingga tidak terikat dengan otonomi pemerintahan Indonesia. Gerakan Aceh Merdeka dibentuk untuk mengikat ideologi masyarakat. Disana terdapat dataran tinggi yang bernama Pegunungan Bandahara yang terbentuk karena patahan step faulting.

Pegunungan Sibayak, Sumatera Utara

Pegunungan Sibayak merupakan dataran tinggi di Sumatera Utara yang terbentuk karena pergerakan orogenesa secara vertikal dengan jenis patahan step faulting. Pegunungan Sibayak memiliki ketinggian 2.212 meter di atas permukaan laut.

Patahan Fault Scrap

Patahan fault scrap merupakan pergerakan orogenesa kulit bumi secara vertikal yang terjadi pada satu sisi saja. Sehingga jika sisi kiri mengalami patahan, sisi kanan akan lebih tinggi. Jika sisi kanan yang mengalami patahan, maka sisi kiri lebih tinggi. Berikut contoh pegunungan di Indonesia yang terbentuk akibat patahan fault scrap.

Pegunungan Sago, Sumatera Barat

Pegunungan Sago yang terletak di Provinsi Sumatera Barat terbentuk karena patahan fault scrap. Hal ini dibuktikan dengan adanya tebing/cliff yang curam di area Pegunungan Sago.

Pegunungan Tawangmangu, Jawa Tengah

Pegunungan Tawangmangu merupakan dataran tinggi yang terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kawasan ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur. Pegunungan Tawangmangu tepatnya berada di bawah kaki Gunung Lawu. Terdapatnya cliff/tebing curam di Cemoro Kandang menyebabkan Pegunungan Tawangmangu layak disebut sebagai pegunungan yang terbentuk karena patahan fault srap.

Dekstral

Pergerakan orogenesa kulit bumi dari arah kanan ke kiri dinamakan patahan dekstral. Untuk melihat wilayah yang terbentuk atas dasar patahan dekstral cukup dibuktikan dengan cara berdiri di pegunungan lalu lihat arah kiri. Jika lebih tinggi, maka patahan dekstral.

Pegunungan Rajabasa, Lampung

Pegunungan Rajabasa terletak di Kabupaten Kalianda, Provinsi Lampung. Pegunungan ini berada di selatan jalur lintas Sumatera. Sehingga jika sedang bepergian melewati jalan tersebut akan disuguhkan pemandangan yang sangat indah.

Bukti patahan dekstral yang terdapat di Pegunungan Rajabasa adalah wilayah kanan (timur) merupakan daerah pantai.

Pegunungan Cepogo, Boyolali

Pegunungan Cepogo merupakan dataran tinggi yang terletak di Boyolali, Jawa Tengah. Wilayah ini adalah salah permukiman padat penduduk di lereng Gunung Merbabu. Bukti adanya patahan dekstral di Pegunungan Cepogo adalah banyaknya tebing terjal mengarah ke kanan (timur).

Sinistral

Patahan sinistral mengandung pengertian yang berkebalikan dengan patahan dekstral. Definisinya adalah patahan yang terjadi karena gerakan orogenesa kulit bumi secara horizontal dari kanan ke kiri. Untuk melihat patahan sinistral mudah, cukup dengan berdiri di puncak pegunungan, lalu lihat ke arah kiri. Jika lebih tinggi, maka patahan sinistral.

Pegunungan Kaliurang, Yogyakarta

Pegunungan Kaliurang berada di Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta. Wilayah ini berada di kaki Gunung Merapi. Daerah ini dikatakan sebagai patahan sinistral karena wilayah kiri (barat), merupakan Gunung Merapi.

Sedimentasi

Sedimentasi merupakan pengendapan yang terjadi akibat pelarutan komponen abiotik (tanah, air, angin, dan lain sebagainya). Namun mengapa sedimentasi dapat membentuk pegunungan? Yang dimaksud sedimentasi disini tidak sama dengan penyebab erosi.

Pengendapan yang membentuk terjadi selama ribuan tahun di zaman pra-sejarah. Di Indonesia, pegunungan sedimentasi terletak di 2 tempat yaitu Seminung dan Slamet.

Pegunungan Seminung, Lampung

Pegunungan Seminung terletak di perbatasan antara Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Kawasan ini merupakan puncak tertinggi dari pembentukan pegunungan secara sedimentasi. Bukit Barisan Pulau Sumatera adalah kumpulan dataran tinggi akibat proses sedimentasi.

Pegunungan Slamet, Jawa Tengah

Pegunungan Slamet terletak di kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah. Di wilayah ini, masih sering ditemukan Harimau Jawa. Tumbuhan di Pegunungan Slamet tumbuh subur karena tingkat kandungan asam yang tinggi. Sehingga mempercepat proses sedimentasi.

Pergerakan Lempeng Tektonik

Pergerakan dalam jenis lempeng tektonik dibuktikan dengan bergeraknya benua berkecepatan 16 mm per tahun. Akibat pergerakan lempeng tektonik, tidak hanya membentuk benua baru. Namun juga berakibat pada pembentukan pegunungan.

Pegunungan Agung, Bali

Pegunungan Agung yang terletak di Pulau Bali adalah salah satu contoh dataran tinggi yang terjadi karena pergerakan lempeng tektonik. Pada zaman pra-sejarah, gunung ini terletak di tengah laut seperti Gunung Krakatau. Namun karena pergerakan lempeng tektonik Pegunungan Agung jadi terletak di tengah Pulau.

Tekanan Besar

Tekanan besar yang dimaksud dalam pembentukan pegunungan adalah gaya gravitasi bercampur dengan aktivitas vilkanik. Pegunungan di Indonesia yang terbentuk karena adanya tekanan besar adalah Pegunungan Jayawijaya.

Pegunungan Jayawijaya, Papua

Pegunungan ini terletak di Pulau Papua, paling timur wilayah Indonesia. Ketinggian yang dimiliki oleh pegunungan Jayawijaya mencapai > 4.000 meter di atas permukaan laut, sehingga menjadi gunung tertinggi di Indonesia.

Nah, ulasan materi diatas merupakan pembahasan yang menjelaskan contohnya pegunungan di Indonesia dan pembentukannya. Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan pembaca dalam hal ilmu pengetahuan. Terima kasih!

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *