Wilayah dan Perwilayahan: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian wilayah dan perwilayahan

Wilayah dan perwilayahan merupakan ilmu penting yang senantiasa dilakukan pembahasan dalam objek kajian geografi. Fukus pada materi ini lebih mengutamakan kajian di bidang spasial (keruangan). Konsep tersebut tersebut tentusaja sangat memudahkan dalam kegiatan pembangunan suatu daerah yang telah direncanakan. Oleh karena itu sebagai bahasan lebih lanjut artikel ini akan menjelaskan tetang pengertian wilayah dan perwilayahan, tujuan, serta contohnya.

Wilayah dan Perwilayahan

Intisari bahasan dalam wilayah dan perwilayahan selalu saja berkaitan dengan karakteristik pembangunan dari dua unsur arti berbeda. Kelainan ini identik jika wilayah merupakan objek dan pewilayahan merupakan proses yang dipergunakan sebagai tahapan-tahapan mencapai tujuan.

Oleh karenanya sebagai penjelasan lebih lengkap, penguraian tentang definisi wilayah dan perwilayahan. Antara lain sebagai berikut;

Pengertian Wilayah

Pengertian wilayah merupakan bagian dan permukaan Bumi yang memiliki karakteristik tertentu dan setiap wilayah memiliki karakteristik. Secara subjektif wilayah adalah hasil serangkaian buah pikiran manusia. Secara objektif wilayah bersifat nyata dan tertangkap mata tanpa mengolah pikiran.

Wilayah dalam kajian ilmu geografi terbagi menjadi wilayah formal dan fungsional.

  1. Wilayah formal selalu diirikan dengan adanya sesuatu yang melekat pada manusia dan alam secara umum, misalnya kebangsaan, budaya, tipo iklim, atau bentuk lahan.
  2. Wilayah fungsional lebih dinamis daripada wilayah formal. Wilayah fungsional lebih menekankan Pada aspek penggunaan atau perkembangan suatu wilayah. Wilayah fungsional didasarkan atas konsep heterogenitas. Wilayah fungsional dicirikan dengan adanya inter dependensi dan interaksi gejala-gejala di wilayah yang bersangkutan.

Pengertian Pewilayahan

Pengertian perwilayahan merupakan proses penentuan suatu wilayah berdasarkan kriteria, baik kualitas maupun kuantitas melalui penggabungan atau penggolongan beberapa wilayah menjadi satu pewilayahan baru. Seperti wilayah, pewilayahan juga terdiri atas pewilayahan formal dan fungsional.

Perwilayahan formal

Perwilayahan formal sejatinya dapat ditentukan dari proses penentuan batas di permukaan bumi dengan tujuan tertentu berdasarkan beberapa kriteria soporti administrasi, fisik, sosial, dan ekonomi. Tujuan dan pewilayahan formal yakni mengelompokkan unit-unit lokal yang memiliki ciri atau karakteristik tertentu yang seragam.

Pewilayahan Fungsional

Perwilayahan fungsional adalah proses penentuan berdasarkan hubungan titik-titik pusat pertumbuhan pada unit wilayah dengan pusat pertumbuhan. Dengan demikian, pewilayahan fungsional lebih menitikberatkan adanya arus hubungan dengan titik pusat.

Tujuan Wilayah dan Perwilayahan

Tujuan yang dikemukakan dalam proses terbentuknya wilayah dan perwilayahan di Indonesia antara lain adalah sebagai berikut;

Meratakan Pembangunan

Fungsi utamanya dari karakteristik wilayah dan perwilayahan ialah dapat memertakan pembangunan di semua wilayah yang secara de facto dan de jure menjadi kekuasaan NKRI. Dengan kondisi ini sehingga dapat mengurangi kesenjangan pembangunan yang selama ini terjadi di semua wilayah-wilayah di Indonesia.

Kordinasi

Peranan yang diberikan lainnya tentang konsep wilayah dan perwilayahan ini ialah mampu untuk memberikan koordinasi dari berbagai jenis-jenis program pembangunan di setiap daerah. Kondisi inilah setidaknya dikemudian hari tidak ada ketimpangan kepentingan antara pemerintah di daerah satu dengan yang lainnya.

Sosialisasi

Tujuan lainnya yang dapat dikejelaskan ialah mampu untuk menyosialisasikan berbagai program pembangunan kepada aparatur pemerintah, kepada masyarakat, dan pengusaha yang beradal dalam semua sektor pembengunan yang telah direncanakan.

Dari serangkaian penjelasan tentang pengertian dan tujuan wilayah dan perwilayahan dapatlah dikatakan bahwa fungsi pengelompokan ini dapat memberikan kontribusi nyata pada penanganan masalah sosial di Indonesia, dengan demikianlah setidaknya bisa menjadi peluang untuk setiap wilayah membangun daerahnya dengan baik.

Contoh Wilayah dan Perwilayahan

Studi kasus yang dapat dikemukakan tentang wilayah dan perwilayahan ini misalnya saja tentang adanya Rencana Presiden Indonesia untuk menghemat pengeluaran pada era Presiden ke-7. Ingin menjual pesawat. Kondisini gagal di implementasikan lantaran melihat daerah Indonesia ialah kepulauan dengan menjual Pesawat maka sama saja membengkakan pengeluaran negara.

Kasus lainnya tantang contoh wilayah dan perwilayahan misalnya saja pembangunan tentang Tol Laut Indonesia yang dilakukan dalam upaya melihat kondisi bahwa Indonesia adalah negara maritime yang banyak memiliki jumlah laut dibandingkan dengan daratan.

Demikianlah serangkaian penjeleasan tentang pengertian, tujuan, dan contoh wilayah dan perwilayahan. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan dan mampu meningkatkan ilmu pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

5 (100%) 1 vote[s]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *