Pengertian Erosi, Faktor Pendorong, Proses Terjadinya, dan Jenisnya

Diposting pada

Pengertian Erosi

Bumi adalah satu-satunya planet di sistem tata surya yang terkandung unsur kehidupan di dalamnya. Unsur kehidupan di dalam planet bumi terletak di permukaan bumi yang disebut sebagai kerak bumi. Terdapatnya unsur kehidupan tersebut dinamakan sebagai makhluk hidup. Makhluk dibedakan menjadi manusia, hewan, dan tumbuhan.

Manusia merupakan makhluk hidup paling sempurna karena Tuhan membekali manusia dengan akal untuk berpikir. Hewan dan tumbuhan juga memiliki peran yang penting dalam keseimbangan ekosistem. Tumbuhan berfungsi untuk menyuplai oksigen di permukaan bumi yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan.

Proses fotosintesis adalah peristiwa dimana tumbuhan menyerap karbon dioksida dan radiasi sinar matahari dibantu dengan air yang ada di dalam tanah untuk kemudian dijadikan sebagai oksigen. Tanah merupakan tempat tumbuh kembang tanaman. Fungsi tanah untuk tumbuhan adalah tempat untuk menyerap air. Namun apa jadinya jika tanah tempat tumbuh tanaman terkena erosi?, Sebenarnya apa itu erosi?, Pembahasan mengenai definisi erosi akan dibahas secara lengkap dalam uraian materi artikel sebagai berikut;

Erosi

Hakekatnya erosi yang terjadi secara alamiah dalam lapisan tanah akan mampu untuk menyeimbangkan ekosistem yang ada di bumi. Namun erosi yang terjadi dengan latar belakang campur tangan manusia dapat menimbulkan dampak negatif yang sangatlah besar, misalnya saja seperti tanah longsor, banjir, dan lain sebagainya.

Pengertian Erosi

Pengertian erosi adalah peristiwa penurunan tanah yang mengalami pemerosotan dan penurunan daya dukung tanah. Erosi disebut juga sebagai pengikisan. Erosi yang terjadi pada batuan endapan dan tanah disebabkan oleh angin, air, es, gravitasi, dan pengaruh makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan).

Faktor Pendorong Terjadinya Erosi

Erosi yang terjadi di permukaan bumi ini terjadi karena beberapa faktor pendorong. Erosi dapat terjadi secara alamiah. Erosi yang terjadi secara alamiah dapat bergantung pada faktor iklim, faktor geologi, dan faktor biologis. Campur tangan manusia juga menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya erosi.

Faktor pendorong terjadinya erosi dapat kita simak pada ulasan materi sebagai berikut;

Faktor Alami

Berikut inilah faktor pendorong terjadinya erosi secara alami, antara lain;

Iklim

Iklim merupakan faktor alami yang menjadi faktor pendorong terjadinya erosi. Iklim yang terjadi di suatu tempat bergantung pada ketinggian wilayah tersebut. Semakin tinggi wilayah dan perwilayahan maka semakin sejuk pula suhu di wilayah tersebut.

Hubungan iklim dengan erosi adalah iklim yang sejuk banyak mengandung air. Air dapat membantu terjadinya erosi. Maka semakin sejuk iklim di suatu wilayah semakin besar juga kemungkinan terjadinya erosi. Selengkapnya, baca; Iklim Jhunghun: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Geologi

Geologi adalah fokus dari cabang ilmu geografi yaitu lithosfer yang mengkaji mengenai batuan. Faktor pendorong alami terjadinya erosi dapat diketahui dari struktur geologinya. Batuan, jenis tanah, dan kemiringan lereng dapat menjadi faktor alami terjadinya erosi. Baca JugaPengertian Batuan Beku, Proses, Jenis, dan Contohnya

Biologis

Aktivitas biologis yang dimaksud dalam faktor pendorong terjadinya erosi merupakan aktivitas dari hewan dan tumbuhan. Hewan yang memakan tumbuhan menyebabkan berkurangnya tumbuhan. Padahal dari segi siklus erosi tumbuhan berfungsi untuk mencegah terjadinya erosi. Semakin sedikit jumlah tanaman maka erosi yang terjadi di suatu tempat makin besar kemungkinannya.

Faktor Campur Tangan Manusia

Campur tangan manusia dapat memicu terjadinya erosi dalam struktur bumi. Penggundulan hutan yang tidak disertai dengan reboisasi dapat menyebabkan terjadinya erosi. Hal ini dikarenakan tumbuhan atau pohon dalam manfaat hutan secara langsung dapat mencegah terjadinya erosi.

Proses Terjadinya Erosi

Erosi yang terjadi di suatu wilayah dapat dikaji melalui proses terjadinya. Menurut proses terjadinya erosi, erosi dapat dibedakan menjadi 3. Klasifikasi proses terjadinya erosi adalah detachment, transportation, dan depotition. Penjelasannya adalah sebagai berikut;

Detachment

Detatcment merupakan peristiwa erosi yang terjadi pada tanah dan batuan. Tanah dan batuan yang mengalami erosi detatchment disebabkan karena unsur penyebab erosi seperti air, adanya angin, ombak, dan es.

Transportation

Transportation adalah proses terjadinya erosi karena tanah atau batuan yang hendak mengalami erosi dibawa oleh angin dan air selaku tenaga pembawa erosi menuju ke arah tujuannya. Pergerakan proses erosi transportation bermula dari tempat yang tinggi menuju ke arah tempat yang rendah.

Depotition

Depotition adalah proses terjadinya erosi yang menjadi tempat pemberhentian bagi erosi transportation. Erosi yang dibawa oleh proses transportation membangun objek erosi baru yang disebut sebagai proses erosi depotition.

Jenis Erosi

Erosi yang terjadi di permukaan bumi dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis yang pertama adalah erosi air. Erosi air dapat dibedakan lagi menjadi erosi percik, erosi lembar, erosi alur, dan erosi parit. Kemudian ada erosi angin, erosi es, erosi ombak, dan korosi. Penjelasannya sebagai berikut.

Erosi Air

Nama lain dari erosi air adalah ablasi. Ablasi adalah jenis erosi yang terjadi dikarenakan oelh air yang mengalir menggesek tanah akhirnya memicu terjadinya pengikisan tanah. Erosi air biasanya terjadi pada tanah dan batuan yang terdapat di dasar sungai. Erosi air dapat dibedakan menjadi:

Erosi Percik

Erosi percik adalah pengikisan batuan dan tanah di dasar sungai yang disebabkan oleh gesekan air dalam jumlah yang sangat kecil. Erosi percik terjadi di sekitar sungai yang memiliki debit air relatif kecil.

Erosi Lembar

Erosi lembar adalah erosi yang terjadi di batuan dan tanah dasar sungai yang ketebalannya sama rata. Erosi lembar terjadi di dasar sungai yang memiliki air sungai relatif tenang. Kedalaman air sungai yang dasarnya mengalami erosi lembar biasanya berkisar antara kedalaman 2 sampai dengan 5 meter.

Erosi Alur

Erosi alur adalah jenis erosi air yang terjadi karena kumpulan air dari berbagai penjuru. Erosi alur terjadi di daerah aliran sungai yang menuju daerah cekungan. Erosi alur biasanya hanya terdapat di sungai yang berada di lereng pegunungan atau perbukitan.

Erosi Parit

Erosi parit adalah erosi yang terjadi di selokan sekitar permukiman. Selokan yang berada di permukiman dasarnya dapat terkikis apabila gesekan air yang mengalir terjadi secara terus menerus. Erosi parit hanya dapat terjadi di parit atau selokan yang memiliki aliran air lancar.

Erosi Angin

Erosi angin merupakan jenis erosi yang disebabkan karena hembusan angin. Jenis erosi angin berhubungan dengan proses erosi transportation. Dimana tujuan arah hembusan angin tersebut membentuk suatu bentukan erosi baru yang disebut dengan depotition.

Erosi Es

Erosi es biasa disebut dengan eksarasi. Erosi es terjadi karean gletser atau es mengikis tanah dan batuan yang terkena es. Erosi es dapat juga disebut sebagai erosi glasial. Erosi es terjadi di daratan yang diselimuti oleh salju.

Erosi Ombak

Erosi Ombak juga dapat dinamakan sebagai abrasi. Abrasi adalah pengikisan tanah oleh air laut. Abrasi atau erosi ombak ini terjadi karena tanah terus-terusan terkikis oleh gelombang air laut. Erosi ombak dapat dicegah dengan kegiatan reklamasi.

Korosi

Korosi dapat disamakan dengan jenis erosi angin. Perbedaan antara korosi dan erosi angin adalah erosi angin terjadi karena gesekan angin sedangkan korosi adalah tanah yang mengikis karena hembusan angin membawa partikel pembentuk erosi seperti pasir.

Nah, penjelasan diatas adalah sedikit ulasan materi erosi yang dikaji melalui pengertian, faktor pendorong, proses, dan jenisnya. Semoga terselesaikannya artikel ini dapat bermanfaat bagi segenap pembaca, khususnya pelajar Indonesia. Terima kasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *