Pengertian Pelangi, Proses, dan Jenisnya

Diposting pada

Pengertian PelangiIklim tropis seperti di Indonesia senantiasa akan bertemu dengan hujan. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak akan ada lagi kekeringan karena proses terjadinya hujan setiap harinya. Dan yang paling dinanti saat musim hujan itu tidak hanya pertanian yang tumbuh subur, tidak hanya sumber air yang jadi terdapat dimana–mana, namun juga kita jadi sering melihat pelangi saat musim penghujan tiba.

Pelangi

Pelangi pelangi, alangkah indahmu, merah kuning hujau, di langit yang biru, pelukismu agung, siapa gerangan, pelangi–pelangi ciptaan Tuhan. Dalam penggalan lirik lagu tersebut disampaikan bahwa pelangi memiliki keindahan yang amat sangat indah. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai pelangi. Apakah pelangi menarik untuk dibahas? Kita simak ulasan mengenai pelangi pada penjelasan materi sebagai berikut.

Pengertian Pelangi

Pengertian pelangi adalah pembiasan cahaya yang berasal dikarenakan percikan–percikan air terkena cahaya matahari lalu membentuk sebuah busur cahaya yang mempunyai 7 warna dasar. Warna dasar pelangi dikenal dengan nama mejikuhibiniu. Me berarti merah, ji berarti jingga, ku berarti kuning, hi berarti hijau, bi berarti biru, ni berarti nila, dan u yang berarti ungu. Ke 7 warna tersebut merupakan warna dasar dari cahaya matahari.

Warna dasar cahaya matahari yang terdiri dari 7 warna tersebut akan terlihat menjadi warna putih dikarenakan pada saat proses berputarnya cahaya tersebut sangat cepat akhirnya terbentuklah cahaya matahari yang berwarna putih.

Dalam hal ini dibuktikan dengan penelitian sederhana. Jika kalian mengambil kertas berbentuk bulat lalu kalian beri 7 warna merah jingga kuning hijau biru nila dan ungu maka pada saat diputar kertas tersebut berwarna putih. Pembuktian mengenai pelangi yang lainnya adalah pada saat kalian menyemprotkan air pada cahaya matahari maka akan terbentuk busur cahaya yang disebut sebagai pelangi kecil.

Di sebuah cerita dongeng disebutkan bahwa ujung dari pelangi adalah sebuah air terjun dengan hamparan air yang indah. Dongeng tersebut berdasarkan pada kenampakan pelangi biasanya terjadi di sekitar air terjun. Pelangi juga dapat kita saksikan pada hujan gerimis dan juga pada cuaca setelah terjadinya hujan lebat. Dalam hal ini yang menjadi dasar peribahasa selalu muncul pelangi setelah badai yang berarti akan muncul keindahan setelah terjadi ujian.

Proses Pembentukan Pelangi

Pelangi terbentuk karena adanya pembelokan atau pembiasan cahaya matahari yang terjadi di lapisan atmosfer bumi. Cahaya matahai yang masuk ke atmosfer bumi sebelum diterima oleh permukaan bumi akan terjadi pantulan di dalamnya.

Hal tersebut dibatasi oleh pembatas pantulan yang nantinya akan diterima oleh presipitasi air hujan hingga cahaya yang masuk jadi tersebar hingga membentuk pelangi. Penjelasan mengenai pembentukan pelangi adalah sebagai berikut.

Pembiasan Sinar Matahari

Sinar matahari yang memiliki warna dasar mejikuhibiniu sebelum masuk ke permukaan bumi akan ditahan melalui atmosfer struktur bumi dan komponennya. Atmosfer bumi memiliki beberapa lapisan di dalamnya. Lapisan atmosfer tersebut yang menahan cahaya matahari dari medium satu menuju medium yang lainnya. Lalu sinar matahari tersebut akan masuk ke titik-titik air hujan.

Sinar Matahari Masuk Melalui Presipitasi Air Hujan

Pada saat cahaya matahari tersebut tertahan oleh lapisan atmosfer, maka jalan untuk masuknya sinar matahari menuju permukaan bumi adalah melalui presipitasi air hujan. Presipitasi air hujan merupakan jumlah titik–titik air hujan yang akan masuk ke dalam permukaan bumi. Karena jatuhnya presipitasi air hujan tersebut tidak dapat turun dengan lurus ke bawah maka cahaya matahari yang terbawa pun juga akan ikut dibelokkan oleh presipitasi air hujan.

Pembelokan cahaya matahari oleh presipitasi air hujan mengakibatkan dampak warna cahaya matahari yang telah berkumpul menjadi satuan warna putih akan terpisah antara satu warna dengan warna lainnya dan akhirnya terbentuklah pembiasan cahaya menjadi warna warna merah jingga kuning hijau biru nila dan ungu.

Cahaya yang Dibelokkan

Cahaya yang sudah terkumpul menjadi satu satuan warna yaitu warna putih hanya bertahan pada saat cahaya matahari masih tertahan pada lapisan atmosfer. Warna tersebut akan menyebar menjadi 7 warna dikarenakan pembelokkan sudut yang menjadikan 7 warna yang indah pada pelangi. Inilah sebabnya pelangi berbentuk seperti busur.

Terbentuknya Warna Pelangi

Dari pembentukan warna pelangi yang semula dari perputaran warna matahari yang terlihat putih akhirnya menjadi 7 warna warna merah jingga kuning hijau biru nila dan ungu merupakan warna awal dari cahaya matahari. Warna yang pertama kali dibelokkan oleh cahaya pelangi adalah warna ungu.

Sedangkan pembelokkan cahaya matahari oleh presipitasi air hujan yang terakhir adalah warna merah. Hal ini berbanding terbalik pada penyebutan warna warna merah jingga kuning hijau biru nila dan ungu pada pelangi.

Jenis–jenis Pelangi

Pada pengetahuan orang awan akan memberikan pendapat bahwa pelangi selalu sama saja baik terbentuknya maupun lokasi temoat keberadaan pelangi. Namun, pada dasarnya pelangi memiliki beberapa klasifikasi yang dapat dibedakan menurut jenisnya. Perbedaan jenis pelangi dapat kita simak pada ulasan sebagai berikut.

Pelangi Kabut

Klasifikasi jenis pelangi yang pertama adalah pelangi dengan jenis kabut. Pelangi dengan jenis kabut ini terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh pembiasan air hujan menjadi pelangi berawal dari kumpulan kabut. Pembiasan yang terjadi pada saat pelangi kabut ini umumnya pembiasan tersebut didukung karena keberadaan kabut yang kuat.

Terdapat perbedaan warna pada pelangi yang biasa kita lihat sehari–hari dengan pelangi kabut. Apabila warna yang terdapat pada pelangi yang biasa kita lihat berwarna mejikuhibiniu maka pada pelangi kabur akan terlihat warna merah pada sisi luarnya dan terlihat warna biru pada bagian sisi dalamnya.

Pelangi kabut biasanya ditemukan disekitar perairan. Pelangi kabut dapat dijumpai di sungai, air terjun, dan tempat lain yang banyak mengandung instensitas air. Pelangi kabut juga dapat menembus cahaya dengan jumlah kabut yang relatif sedikit atau tipis.

Pelangi Ganda

Kita dapat mengerti secara sederhana bahwa yang dikatakan ganda itu double atau menjadi 2. Hal ini sejalan dengan pengertian pelangi ganda yang berarti pelangi yang muncul lebih dari 1. Pelangi ganda terbentuk karena pembiasan cahaya matahari yang berlangsung di atmosfer bumi terjadi secara berkali–kali di dalam presipitasi air hujan. Sehingga akan terbentuk beberapa kenampakan pelangi pada sekali pembiasan.

Pelangi ganda biasanya terjadi pada saat hujan yang lebat. Intensitas jumlah air yang banyak pada saat hujan lebat mengakibatkan munculnya jumlah pelangi yang lebih dari 1. Pelangi ganda juga terdapat fakta yang unik dimana warna umunya pada pelangi adalah warna merah jingga kuning hijau biru nila dan ungu, namun pada pelangi ganda urutan warnanya akan terbalik menjadi ungu nila biru hujau kuning jingga dan merah.

Pelangi ganda memiliki kekurangan dimana pelangi yang terbentuk pertama kali memiliki durasi waktu kenampakan yang lebih lama dibandingkan dengan pelangi yang kedua ketiga keempat dan seterusnya. Sebaliknya pelangi yang terakhir kali terbentuk memiliki durasi waktu yang lebih sebentar dari pada pelangi – pelangi yang sudah terbentuk sebelumnya.

Pelangi Sirkular

Pelangi sirkular adalah pelangi yang berbentuk lingkaran. Apabila pelangi pada umumnya berbentuk busur setengah lingkaran maka pada pelangi sirkular ini memiliki bentuk 1 lingkaran bulat 360 derajat. Namun yang perlu diketahui adalah sebenarnya bentuk dari semua macam pelangi adalah lingkaran.

Pada saat mata manusia melihat pelangi hanya setengah lingkaran saja hal itu dikarenakan manusia melihat pelangi dari dataran rendah sehingga objek penglihatan pada pelangi akan terlihat setengahnya saja tidak keseluruhan bentuk pelangi akan terlihat.

Berbeda dengan apabila pelangi dilihat dari daerah pegunungan atau dataran tinggi maka mata manusia akan sepenuhnya melihat bentuk pelangi yang berbentuk lingkaran. Biasanya pelangi sirkular akan muncul bersamaan dengan pelangi kabut.

Pelangi 1 Warna

Seperti dengan nama jenisnya, pelangi 1 warna adalah pelangi yang hanya menampakkan 1 kesatuan warna saja yaitu merah. Pelangi 1 warna biasanya terjadi pada sore hari menjelang senja. Pelangi 1 warna terjadi karena adanya presipitasi air hujan diantara arah terbit dan tenggelamnya matahari.

Demikianlah serangkaian tulisan dan pengulasan secara lengkap tentang pengertian pelangi, proses, dan jenisnya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan dan juga menambah pengetahaun bagi segenap pembaca yang sedang mencari materinya. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *