Penyebab Banjir dan Dampaknya Bagi Masyarakat

Diposting pada

Penyebab Banjir dan Dampaknya

Banjir merupakan salah satu contoh gejala alam yang dapat terjadi karena faktor alamiah maupun karena aktivitas manusia. Banjir merupakan suatu kondisi ketika air yang terdapat dalam suatu badan air (sungai, danau, laut) volumenya melebihi kapasitas yang bisa ditampung oleh badan air tersebut, sehingga air akan meluap ke luar badan air dan membahsahi daratan yang ada di sekitarnya.

Banjir berpotensi untuk merusak wilayah dan perwilayahan yang digenanginya, sehingga menyebabkan kerusakan besar pada kehidupan masyarakat. Banjir juga memiliki kekuatan erosif yang hebat dan bisa sangat merusak, bahkan jika tingginya satu kaki.Banjir dapat terjadi secara tiba-tiba dan surut dengan cepat. Adapula banjir berlangsung waktu beberapa hari atau bahkan bulan. Artikel ini akan mengulas tentang penyebab banjir dan dampak banjir bagi kehidupan masyrakat.

Banjir

Banjir terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir terjadi ketika volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar dari badan sungai tersebut.

Pengertian Banjir

Pengertian banjir adalah suatu kondisi ketika air tidak tertampung seluruhnya dalam saluran pembuang (palung sungai) atau terhambatnya aliran air di dalam saluran pembuang, sehingga meluap menggenangi daerah (dataran banjir) sekitarnya.

Pengertian Banjir Menurut Para Ahli

Adapun menurut definisi banjir menurut para ahli, antara lain;

Oxford Living Dictionaries

Banjir adalah luapan air yang sangat banyak di luar batas normal, terutama di atas lahan yang biasanya kering.

National Weather Service

Banjir adalah limpahan air ke tanah yang biasanya kering. Banjir dari daerah yang biasanya kering disebabkan oleh naiknya air di jalur air yang ada, seperti sungai, atau selokan drainase.

Penyebab Terjadinya Banjir

Terdapat beragam penyebab terjadinya banjir, baik disebabkan oleh aktivitas alami, aktivitas manusia, maupun banjir yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak terduga. Berikut ini akan dijelaskan macam-macam penyebab banjir tersebut:

Curah hujan yang tingi

Curah hujan yang tinggi dapat menjadi faktor penyebab terjadinya banjir. Ketika proses terjadinya hujan yang turun melebihi kapasitas yang dapat ditampung oleh sistem drainase, maka dapat terjadi banjir. Kadang-kadang, ada hujan lebat dalam waktu yang sangat singkat yang menyebabkan banjir. Di lain waktu, mungkin ada hujan ringan selama beberapa hari dan minggu dan juga dapat menyebabkan banjir. Selengkapnya, baca; Pengertian Hujan Asam, Proses, dan Dampaknya

Debit Sungai Yang Meluap

Sungai-sungai dapat meluap sehingga menyebabkan banjir. Ini terjadi ketika ada lebih banyak air di hulu dari biasanya, dan saat mengalir hilir ke daerah dataran rendah yang berdekatan (juga disebut dataran banjir), ada semburan dan air masuk ke lapisan tanah.

Salju Mencair

Di daerah-daerah yang dingin, salju tebal biasanya tidak mencair ketika musim dingin selama beberapa waktu. Ada juga gunung yang memiliki es di atasnya. Terkadang es tersebut tiba-tiba meleleh ketika suhu sudah mengalami kenaikan, yang dapat menghasilkan pergerakan air secara besar-besaran ke tempat-tempat yang biasanya kering. Ini biasanya disebut snowmelt flood (banjir karena pencairan salju).

Gelombang Laut Besar

Terdapat 2 jenis gelombang laut besar yang menyebabkan banjir, yaitu gelombang pasang dan gelombang tsunami. Gelombang pasang adalah gelombang yang terjadi saat permukaan air laut mengalami kenaikan karena pengaruh gaya tarik matahari serta bulan. Baca jugaPengertian Laut, Jenis, dan Manfaatnya

Sedangkan gelombang pada pengertian tsunami merupakan gelombang laut yang disebabkan karena adanya gempa bumi bawah laut atau letusan gunung berapi. Kedua gelombang ini dapat bergerak dengan cepat dan menghancurkan apapun yang dilewatinya.

Angin Kencang di daerah pesisir

Air laut dapat dibawa oleh angin besar dan angin topan ke daratan pantai yang kering dan menyebabkan banjir. Terkadang hal ini diperburuk jika angin disertai hujan yang deras. Angin yang kencang  dapat  mengakibatkan storm surge, yaitu kenaikan air laut yang diakibatkan oleh terdorongnya permukaan air laut oleh angin. Storm surge inilah yang dapat mengakibatkan banjir di beberapa daerah pesisir.

Pendangkalan Sungai/Sedimentasi Berlebihan

Sungai yang mengalir ke alut dapat membawa sedimen serta lumpur. Dalam waktu yang tidak menentu, lumpur tersebut akan terakumulasi dan mengendap di dasar sungai  menjadi dangkal. Pendangkalan yang berlebihan dapat menyebabkan sungai mudah meluap, terutama ketika musim hujan. Selengkapnya, baca; Sedimentasi: Pengertian, Jenis, dan Faktornya

Tanah Tidak Mampu Menyerap Air

Tanah yang tidak mampu menyerap air dengan baik dapat menjadi penyebab banjir. Ketidakmampuan tersebut dikarenakan jarang ditemukannya lahan hijau atau lahan yang kosong. Air yang jatuh langsung masuk ke saluran, danau, sungai, dan selokan. Ketika air sudah tidak dapat ditampung oleh saluran-saluran tersebut, air akan menggenag dan menyebabkan terjadinya banjir.

Saluran dengan Sisi yang Curam

Banjir sering terjadi ketika ada limpasan cepat ke danau, sungai dan waduk lainnya. Ini sering terjadi pada sungai dan saluran lain yang memiliki sisi curam.

Daerah yang Datarannya Rendah

Air akan mengalir dari daerah yang tinggi ke daerah yang rendah. Daerah yang rendah sangat rawan untuk terkena banjir karena adanya luapan air dari daerah yang lebih tinggi.

Kesalahan Pengelolaan Tata Ruang

Kesalahan dalam pengelolaan tata ruang dapat mengakibatkan air susah untuk menyerap dan alirannya lambat. Ketika air yang masuk di wilayah tersebut jumlahnya   lebih banyak dari yang biasanya dialirkan sehingga mudah terjadinya banjir.

Permukiman Penduduk di Bantara Sungai

Pemukiman penduduk berada di bantaran sungai mengakibatkan sungai mengalami pendangkalan. Hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh kebiasaan warga yang membuang apapun, termasuk sampah ke dalam sungai. Di sisi lain, di kiri kanan bangunan tanahnya menjadi rawan ambles karena dapat menutup sisi sungai. Hingga akhirnya lebar sungai menjadi sempit dan rawan terkena serangan banjir.

Penggundulan Hutan

Pepohonan di hutan memiliki peran yang penting dalam membantu penyerapan air dalam jumlah yang berlebihan dan dapat membantu menghentikan aliran air. Baca jugaManfaat Hutan Bagi Manusia di Kehidupannya

Adanya aktivitas penggundulan hutan yang tidak bertanggung jawab menyebabkan jumlah pepohonan yang ada di hutan berkurang bahkan habis. Ketika pepohonan tersebut habis, maka tidak ada yang menahan arus air, sungai pun akan terisi jauh lebih cepat sehingga bisa mengakibatkan daerah sekitarnya terkena banjir.

Kurangnya Vegetasi

Vegetasi dapat membantu memperlambat limpasan dan mencegah banjir. Ketika terjadi kekurangan vegetasi, maka semakin sedikit yang dapat menahan aliran air.kekurangan vegetasi biasnya terjadi ketika kekringan melanda. Kurangnya vegetasi setelah kekeringan dapat menyebabkan banjir bandang.

Ini tidak selalu terjadi karena cekungan dan waduk hampir kosong, tetapi dapat terjadi pada kasus hujan ekstrim setelah periode kekeringan yang panjang.

Membuang Sampah Sembarangan

Sampah yang dibuang secara sembarangan dapat menyumbat saluran air, termasuk mengotori sungai. Pembangunan jalan, bangunan dan jembatan di sepanjang tepi sungai juga sering sekali mengakibatkan puing-puing tersebar di sepanjang tepi sungai serta di dasar sungai.

Adanya puing-puing serta sampah-sampah berakibat air di sungai ketinggiannya meningkat dengan cepat sehingga sungai itu menjadi lebih mudah meluap, mengakibatkan terjadinya banjir di daerah sekitarnya.

Reklamasi Lahan

Wilayah tepian sungai & pesisir dipenuhi pasir dan dinding-dinding beton yang dibangun guna membatasi aliran air dapat mengakibatkan banjir karena keterbatasan ruang sungai yang menjadikannya mudah meluap dan  menyebabkan daerah sekitarnya banjir.

Pembangunan Bendungan dan Waduk

Bendungan merupakan blok buatan manusia yang dipasang untuk menahan air yang mengalir dari dataran tinggi. Kekuatan air di dalam bendungan dimanfaatkan untuk mengubah baling-baling untuk menghasilkan listrik. Kelebihan air juga dapat dengan sengaja dikeluarkan dari bendungan untuk mencegah pecahnya bendungan tapi itu juga dapat menyebabkan banjir.

Bendungan Jebol

Jebolnya bendungan bisa terjadi jika pembangunan tak benar atau pemeliharaan yang kurang baik. Terkadang,ketika terlalu banyak air yang tertahan di bendungan dapat menyebabkannya pecah dan meluap. Selain itu, bendungan yang jebol juga bisa dikarenakan terjadinya gempa. Bendungan jebol dapat menyebabkan banjir besar dengan begitu cepat, mengancam jiwa orang-orang yang hidup sekitaran bendungan yang jebol itu.

Drainase yang Diubah Tanpa Memperhatikan Amdal

Pengubahan sistem drainase yang tidak memperhatikan amdal yang terutama pada lingkungan perkotaan dapat menyebabkan banjir. Wilayah hutan dan juga rawa yang semestinya dapat membantu mengurangi terjadinya banjir, dibangun untuk mall atau lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya lapisan tanah, sehingga akan mudah terjadinya banjir. Baca jugaAMDAL: Pengertian, Materi, Tujuan, dan Manfaatnya

Kesalahan dalam Penambangan Mineral

Kesalahan dalam melakukan penambangan mineral dari dalam perut bumi dapat mengakibatkan banjir. Hal ini seperti yang terjadi di Surabaya yaitu terjadinya banjir lumpur dari dalam tanah dalam volume yang besar karena adanya kesalahan pengeboran minyak bumi.

Pengambilan Material di Pegunungan

Bermacam-macam material seperti batu padas, batu kali, pasir, dan juga tanah yang diambil secara terus-menerus dalam jumlah yang banyak dari wilayah pegunungan atau dataran tinggi dapat menyebabkan kerusakan keseimbangan alam, sehingga air melimpah di permukaan tanah yang mengakibatkan banjir.

Dampak Banjir Bagi Masyarakat

Banjir dapat membawa dampak bagi kehidupan masyarakat, diantaranya yaitu:

Dampak primer

Jatuhnya korban jiwa dan kerusakan fisik wilayah berupa kerusakan berbagai jenis infrastruktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanah, jalan raya, dan kanal.

Dampak sekunder

  • Persediaan air terkontaminasi dengan zat-zat lainnya, sehingga ketersediannya menjadi
  • Wilayah yang tergenag banjir menjadi tidak higienis karena terdapat banyak bibit penyakit yang terbawa ole air.
  • Terjadi gagal panen yang menyebabkan kelangkaan hasil pertanian.
  • Spesies tumbuhan dan hewan yang tidak sanggup beradaptasi akan mati karena
  • Hancurnya jalur transportasi, sehingga sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.

Dampak tersier/jangka panjang

Terjadinya kesulitan ekonomi karena beberapa hal, misalnya penurunan jumlah wisatawan, biaya pembangunan kembali, kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dan lain-lain.

Demikianlah materi tentang penyebab banjir dan dampaknya bagi masyarakat. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta pemahaman yang mendalam kepada segenap pembaca yang sedang mencari refrensi tentang bencana alam. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *