Rumus Angka Kelahiran dan Kematian

Diposting pada

Rumus Angka Kelahiran dan Kematian

Setidaknya terdapat beberapa proses yang terjadi secara bersamaan yang dapat mempengaruhi ukuran dalam penghitungan dinamika penduduk. Pertama, ukuran arti penduduk dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduk per kapita, yaitu tingkat perubahan ukuran penduduk per individu dalam populasi. Tingkat pertumbuhan ini ditentukan oleh tingkat kelahiran, kematian, emigrasi, dan migrasi dalam populasi.

Ketika tingkat pertumbuhan per kapita tetap konstan, penduduk dapat mengalami pertumbuhan eksponensial diikuti oleh penurunan eksponensial. Ketika penduduk tumbuh di suatu wilayah dan perwilayahan, penduduk mungkin mengalami efek peningkatan kepadatan. Agar lebih jelas dalam artikel ini mengurakan bagimana rumus penghitungan dari pertumbuhan penduduk berupa angka kelahiran dan kematian.

Kelahiran dan Kematian

Penjelasan terkait dengan dinamikan penduduk pada tahap kelahiran dan kematian ini secara terperinci memiliki penjelasan sebagai berikut;

Kelahiran (Natalitas)

Kelahiran adalah salah satu faktor yang dapat berpengaruh terhadap dinamika penduduk karena menyebabkan jumlah penduduk di suatu wilayah bertambah

Kematian (Mortalitas)

Kematian adalah salah satu faktor yang berpengaruh terhadap dinamika penduduk karena dapat mengurangi jumlah penduduk di suatu wilayah. Angka kematian atau mortalitas dapat diartikan sebagai jumlah penduduk yang meninggal dunia dalam waktu tertentu dalam setiap 1000 penduduk.

Rumus Penghitungan Kelahiran dan Kematian

Adapun dalam proses penyelesaian dalam penghitungan angka kelahiran dan kematian. Antara lain;

Rumus Kelahiran

Perhitungan angka kelahiran bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR)

Yaitu angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang lahir setiap 1.000 penduduk. Rumus perhitungan CBR ialah:

Angka Kelahiran Kasar

Keterangan:

  1. B         : Jumlah kelahiran selama 1 tahun
  2. P         : Jumlah penduduk pada pertengah tahun
  3. 1000  : Konstanta

Kriteria angka kelahiran kasar (CBR) bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • CBR < 20, termasuk kriteria rendah
  • CBR antara 20-30, termasuk kriteria sedang
  • CBR > 30, termasuk kriteria tinggi
  1. Angka Kelahiran Khusus (Age Specific Birth Rate/ASBR)

Yaitu angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang lahir setiap 1.000 penduduk wanita pada kelompok usia tertentu. Rumus perhitungan ASBR ialah:

Angka Kelahiran Khusus

Keterangan :

  • Bx        : Jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok umur tertentu
  • Px        : Jumlah penduduk wanita usia tertentu pada pertengahan tahun
  • 1000   : Konstanta
  1. Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR)

Yaitu angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang lahir setiap 1.000 wanita berusia 15 – 49 tahun dalam satu tahun. Rumus perhitungan GFR ialah:

Angka Kelahiran Umum

Keterangan :

  • B                     : Jumlah kelahiran selama satu tahun
  • W(15 – 49)   : Jumlah penduduk wanita usia 15 sampai dengan 49 tahun pada pertengahan tahun
  • 1000              : Konstanta
Rumus Kematian

Perhitungan angka kematian bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)

Yaitu angka menunjukkan banyaknya jumlah penduduk yang meninggal dunia setiap seribu penduduk. Rumus perhitungan CDR ialah:

Angka Kematian Kasar

Keterangan:

  • D         : Jumlah kematian selama 1 tahun
  • P         : Jumlah penduduk pada pertengah tahun
  • 1000  : Konstanta
  1. Angka Kematian Menurut Umur (Age Specific Death Rate/ASDR)

Yaitu angka yang menunjukkan jumlah penduduk yang meninggal dunia dari seribu penduduk pada kelompok usia tertentu. Rumus perhitungan ASDR ialah:

Angka Kematian Menurut Umur

Keterangan :

  • Dx       : Jumlah penduduk yang meninggal pada kelompok usia tertentu
  • Px        : Jumlah penduduk pada kelompok usia tertentu
  • 1000   : Konstanta
  1. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR)

Yaitu angka yang menunjukkan jumlah bayi yang meninggal dunia dari setiap seribu bayi yang lahir hidup pada periode tahun tertentu. Rumus perhitungan IMR ialah:

Angka Kematian Bayi

Keterangan :

  1. Do      : Jumlah kematian bayi
  2. B         : Jumlah kelahiran hidup
  3. 1000  : Konstanta

Itulah tadi artikel lengkap yang bisa kami berikan pada semua pembaca. Berkenaan dengan rumus penghitungan untuk angka kelahiran dan kematian dalam kependudukan. Semoga bisa memberikan referensi bagi kalian yang akan mengerjakan soal geografi.

Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *