Sensus Penduduk: Pengertian dan Metodenya

Diposting pada

Sensus adalah adalah

Indonesia merupakan negara terpadat nomor 4 di dunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat. Kepadatan penduduk di Indonesia dipengaruhi karena negara Indonesia merupakan ciri negara berkembang. Unsur dari suatu negara berkembang adalah angka kelahiran yang cukup tinggi. Dengan angka kelahiran yang terus menerus tidak dapat ditekan maka akan berakibat pada pertumbuhan penduduk.

Penduduk yang terdapat mendiami suatu negara dapat dihitung jumlah kepadatan dan jumlah jiwanya. Menghitung kepadatan penduduk adalah dengan cara jumlah penduduk dibagi luas suatu wilayah dikalikan 100%. Dalam pengertian ini mengandung arti bahwa tiap luas wilayah terdapat berapa persentase kepadatannya. Jika perhitungan jumlah penduduk digunakan metode sensus penduduk. Sensus penduduk menjadi bahasan pada artikel kali ini. Penjelasan mengenai sensus penduduk akan dijelaskan pada ulasan materi sebagai berikut.

Pengertian Sensus Penduduk

Sensus penduduk adalah cara menghitung jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah. Sensus penduduk dilaksanakan oleh pemerintah dalam jangka waktu tertentu. Biasanya sensus penduduk dilakukan setiap 10 tahun sekali.

Sensus penduduk dilaksanakan secara serentak disetiap provinsi di Indonesia dan bersifat menyeluruh sehingga perhitungan dapat bersifat akurat. Sensus penduduk dilakukan untuk kebutuhan data demografi dan data antroposfer.

Sensus penduduk tidak terlepas dari cara demografi dimana sensus penduduk dilakukan pada wilayah dan perwilayahan berdasarkan indikator demografi berupa jenis kelamin, fertilitas, mortalitas, usia produktif, dan lain–lain.

Ketika sensus penduduk ini digunakan sebagai pencatatan data jumlah penduduk di suatu wilayah, hal yang sama juga terjadi pada pencatatan penduduk yang dilakukan melalui data monografi suatu wilayah dari kantor kelurahan setempat

Sensus penduduk merupakan sebuah pengumpulan data statistik tertua dan terluas karena jarak wilayah sensus penduduk mencakup seluruh negara. Pada zaman dahulu kala, sensus penduduk dilaksanakan karena kebutuhan militer dan kebutuhan pajak daerah di suatu negara.

Setelah kebutuhan militer dan kebutuhan pajak, sensus penduduk berkembang menjadi suatu kebutuan negara untuk memprediksi kebutuhan permukiman, industri, tambang, rekreasi, lapangan kerja, dan lain sebagainya.

Metode Sensus Penduduk

Dalam kebijakan kependudukan memiliki beberapa metode sensus penduduk. Metode sensus penduduk berguna untuk memudahkan petugas sensus dalam mencari data penduduk di lapangan. Petugas sensus penduduk dalam mencatat data di lapangan disebut sebagai surveyor. Penjelasan mengenai sensus penduduk dapat disimak pada pembahasan sebagai berikut.

Metode Householder

Sensus penduduk dengan metode householder memiliki arti bahwa metode sensus penduduk ini memiliki daftar isian pertanyaan mencakup data kependudukan yang diberikan kepada sekelompok penduduk di suatu wilayah. Metode householder ini mirip dengan metode kuesioner pada metode pengumpulan data penelitian.

Metode householder ini dilakukan dengan cara yang pertama ada seorang pengumpul data atau petugas sensus membuat beberapa daftar isian yang mencakup data kependudukan yang disebut angket kependudukan. Lalu angket kependudukan ini akan diserahkan kepada kepala desa tiap – tiap wilayah untuk dibagikan kepada waga agar diisi secara valid.

Selanjutnya setelah petugas sensus memberikan jangka waktu tertentu, angket kependudukan tersebut akan diambil oleh petugas sensus melalui kepala desa setempat untuk selanjutnya data tersebut direkap untuk keperluan pemerintahan. Metode sensus penduduk householder merupakan metode sensus penduduk yang bersifat modern.

Metode sensus penduduk householder memiliki manfaat petugas sensus tidak perlu datang ke tiap – tiap rumah penduduk untuk melakukan wawancara secara tatap muka hingga dapat menghemat waktu petugas sensus.

Kelemahan dari metode sensus penduduk householder adalah bisa jadi data yang didapatkan tidak valid karena penduduk atau dalam kasus ini disebut responden mengisi data sendiri. Kelemahan lain dari metode sensus penduduk householder adalah tidak keseluruhan angket kependudukan akan kembali kepada petugas sensus sehingga pada saat melakukan rekapan data akan ada data penduduk yang kurang lengkap.

Pada saat metode householder dilakukan apabila petugas sensus tidak mendapatkan informasi terbaru dari data penduduk yang tidak dapat mengumpulkan angket kependudukan maka petugas sensus akan menggunakan data lama yang didapatkan dari kantor kelurahan. Hal ini tentunya akan merugikan bagi negara karena data yang dimasukkan adalah data lama bukan data terbaru.

Kemudian yang harus diperhatikan pada setiap sensus penduduk dengan metode householder adalah mayoritas penduduk harus memiliki standar pendidikan yang tinggi agar setiap penduduk mampu untuk memahami keseluruhan maksud dari pertanyaan pada angket yang disebar. Selengkapnya, baca : Dinamika Penduduk: Pengertian, Faktor, dan Contohnya di Indonesia

Metode Canvaser

Metode Canvaser merupakan pengambilan data jumlah penduduk di suatu wilayah dengan cara petugas sensus datang ke tiap – tiap rumah penduduk untuk melakukan pencatatan data. Metode canvaser ini mirip seperti metode wawancara pada setiap pengumpulan data penelitian kualitatif. Sensus penduduk metode canvaser merupakan pengumpulan data penduduk yang bersifat tradisional.

Metode canvaser ini memiliki keuntungan bahwa data yang didapatkan oleh pertugas sensus valid dan akurat karena petugas sensus dapat menilai langsung dari perkataan responden atau penduduk dengan keadaan sebenarnya. Metode canvaser juga tidak memungkinkan terjadinya data yang hilang terkecuali pada saat petugas turun ke lapangan tidak bertemu dengan salah seorang responden atau pemilik rumah.

Sensus penduduk dengan metode canvaser memiliki kelemahan bahwa metode ini mengharuskan petugas sensus atau surveyor untuk turun ke lapangan guna wawancara satu persatu dengan penduduk sehingga memakan waktu yang lama.

Pada saat metode canvaser dilakukan apabila petugas sensus tidak mendapatkan informasi terbaru dari data penduduk yang tidak dapat ditemui maka petugas sensus akan menggunakan data lama yang didapatkan dari kantor kelurahan. Hal ini tentunya akan merugikan bagi negara karena data yang dimasukkan adalah data lama bukan data terbaru..

Sensus De Facto

Sensus De Facto merupakan metode pada pengumpulan data jumlah penduduk pada suatu kegiata sensus penduduk yang mana pencatatan datanya dilakukan oleh seorang petugas sensus. Sensus de facto ini dilakukan pada suatu wilayah dimana petugas sensus tersebut melakukan pencatatan data. Sehingga sensus de facto tidak memandang keaslian tempat tinggal penduduk yang dicatat datanya.

Contoh dari metode sensus de facto ini adalah seorang asisten rumah tangga tetap akan dicatat informasinya oleh petugas sensus walaupun asisten rumah tangga tersebut tidak tercatat sebagai warga daerah tersebut karena sensus de facto ini berdasarkan daerah lingkup pencatatan petugas sensus.

Metode sensus de facto ini menimbulkan akibat data yang tercatat dapat menjadi ganda. Hal ini dikarenakan pada saat seseorang sedang disensus oleh petugas di lokasi X ternyata petugas sensus yang sedang mendata di lokasi Y menggunakan data orang tersebut dari data lama maka akan timbul penggandaan data yang menyebabkan negara Indoensia terlihat semakin padat saja..

Sensus De Jure

Sensus De Jure merupakan metode pengumpulan jumlah data penduduk yang dilakukan oleh petugas sensus yang mana petugas tersebut hanya melakukan pencatatan data pada penduduk yang secara resmi tinggal di wilayah tersebut dan menetap dalam jangka waktu lama. Penduduk yang tidak tercatat sebagai penduduk asli tidak dicantumkan pada saat petugas sensus melakukan pendataan.

Contoh dari metode sensus de jure ini adalah apabila petugas sensus melakukan pencatatan data pada lokasi X yang mayoritas adalah tempat tinggal kos – kosan mahasiswa, maka mahasiswa yang sedang ngekos di lokasi tersebut tidak dilakukan pencatatan sensus. Hanya penduduk lokal yang tercatat tinggal di daerah X tersebut yang datanya dicatat petugas sensus.

Metode sensus de jure ini dapat mengakibatkan tidak terdatanya seseorang dalam kegiatan pencatatan. Hal ini terjadi karena pada saat yang sama seseorang tidak terdata di lokasi X karena bukan warga setempat. Sedangkan di lokasi Y tempat seseorang tersebut tinggal, petugas sensus tidak dapat mendata dirinya karena tidak bertemu orang tersebut.

Dalam kasus ini mengakibatkan dampak kurangnya data jumlah penduduk yang sebenarnya ada di lapangan. Jika hal ini terjadi maka pemerintah tidak dapat mengantisipasi jumlah keadaan penduduk yang sebenarnya terjadi riil di lapangan karena kesalahpahaman suatu metode tersebut.

Nah, penjelasan diatas merupakan ulasan materi mengenai sensus penduduk. Semoga pembahasan diatas memberikan manfaat bagi para pembaca khususnya pelajar yang sedang mempelajari Geografi. Semngat pelajar Indonesia. Terima Kasih !

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *