Ciri Fisik dan Sosial Kota Beserta Pembahasannya

Diposting pada

Karakteristik Kota dan Contohnya

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang membentang puluhan ribu pulau dari Sabang sampai Merauke. Dalam suatu kesatuan tersebut terdapat 35 Provinsi di dalamnya. Pada setiap provinsi di diami oleh beberapa berbagai kota dan kabupaten yang kesemuanya memiki ciri yang berbeda, baik secara sosial, fisik, ataupun berdasarkan pada tahapan perkembangannya.

Akan tetapi yang pasti, jenis kota secara harfiah dibagi menjadi 2, yaitu Ibukota dan Kotamadya. Ibukota merupakan pusat pertumbuhan wilayah dengan adanya segala pemerintahan, perdagangan, dan lain sebagainya. Sedangkan Kotamadya merupakan sub dari Ibukota.

Kota

Kota adalah kesatuan hubungan sekelompok makhluk sosial (manusia) yang dalam jumlah yang padat hingga warna-warni kehidupan didukung oleh terlihatnya keheterogenan strata sosial ekonomi dengan bercorak materialistis.

Pada dasarnya penduduk kota dibagi menjadi 2, yaitu sebagai berikut;

  1. Penduduk asli, Penduduk asli merupakan penduduk yang sejak lahir tinggal di area tersebut
  2. Penduduk pendatang, Penduduk pendatang adalah orang yang secara menetap maupun sementara mendiami kawasan tersebut

Ciri Kota

Karakteristik kota tentunya berbeda dengan ciri-ciri desa. Pada dasarnya ciri-ciri yang dimiliki daerah perkotaan adalah sebagai berikut;

  1. Ciri Fisik Kota

Definis fisik adalah hal yang terlihat dari luar sehingga ibarat kata suatu buku yang dinilai adalah covernya. Sama seperti kota, ciri-ciri kota yang terlihat dari fisiknya adalah hal yang dapat dilihat secara langsung oleh mata. Ciri fisik kota adalah:

  1. Sarana Perekonomian Seperti Pasar atau Supermarket

Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli, itu pengertian secara umum. Pengertian secara khusus adalah pasar merupakan sarana perekonomian penunjang kebutuhan sehari-hari. Di daerah perkotaan sarana perekonomian lebih cenderung pada supermarket atau pasar modern.

Adapun untuk contohnya dapat dilihat pada daerah perkotaan terdapat banyak terdapat supermarket yang tersebar di beberapa wilayah kota.

  1. Tersedianya Lahan Parkir

Lahan parkir memiliki banyak fungsi. Sebagai berfungsi untuk menaruh kendaraan pribadi atau angkutan umum, namun lahan parkir dapat digunakan sebagai sarana usaha. Usaha lahan parkir banyak diminati orang.

Contohnya adalah pengusaha yang hendak berbisnis dari lahan parkir akan mencari tanah kosong di daerah sekitar pusat keramaian (supermarket, alun-alun, dan lain-lain) kemudian lahan itu disewakan untuk menaruh kendaraan dan menerima setoran setiap hari dari tukang parkir.

Pengusaha tersebut tidak perlu pusing memikirkan upah yang harus diserahkan pada tukang parkir. Karena tukang parkir tersebut cuma tinggal mengambil sisa uang setoran yang didapatkan pada hari itu.

Semakin ramai kendaraan yang terdapat di lahan parkir maka penghasilan tukang parkir semakin besar. Tingkat keramaian lahan parkir tidak berpengaruh pada penghasilan pengusaha lahan parkir tersebut karena jumlah setoran tetap tiap harinya.

  1. Terdapat Sarana Rekreasi dan Olahraga

Sarana rekreasi sering digabungkan dengan sarana olahraga. Hal ini disebabkan banyak orang yang memiliki pandangan bahwa olahraga sama dengan rekreasi atau rekreasi sama dengan olahraga. Karena kedua hal tersebut sama-sama menggerakkan tubuh lebih banyak dan merefresh otak kembali menjadi segar.

Contohnya adalah di daerah perkotaan banyak dibangun tempat kebugaran, kolam renang umum, lapangan bulu tangkis, lapangan futsal, stadion sepak bola, dan lain sebagainya. Selain itu banyak dibangun sarana rekreasi. Pemasaran sarana rekreasi lebih efektif ditaruh di dalam supermarket agar dapat menaikkan harga jual.

  1. Merupakan Pusat Alun-alun

Bukan hanya terdapat pusat pemerintahan, daerah kota juga merupakan pusat alun-alun. Hal ini disebabkan pada daerah kota merupakan tempat yang ramai dan padat penduduk. Contohnya daerah alun-alun akan ramai pada saat hari-hari perayaan seperti malam takbiran, tahun baru, dan lain sebagainya.

  1. Gedung-gedung Pemerintahan Berjajar

Coba kalian berkunjung ke daerah balaikota di kota kamu masing-masing. Disitu akan berjajar gedung-gedung pemerintahan seperti bappedda, kesbangpol, perhutani, dan lain sebagainya. Hal itu merupakan indikasi terdapatnya gedung-gedung pemerintahan yang letaknya berjajar satu sama lain.

  1. Ciri Sosial Desa

Ciri sosial daerah kota adalah sebagai berikut;

  1. Masyarakat Heterogen

Arti dari heterogen adalah berbeda-beda. Dimana untuk daerah kota memiliki masyarakat yang bersifat heterogen. Hal ini bisa saja disebabkan karena banyaknya pendatang yang mendiami suatu perkotaan, sehingga secara suku, budaya, dan pekerjannya berbeda.

  1. Materialistis

Materialistis yang terjadi pada masyarakat perkotaan adalah semuanya harus menggunakan biaya (uang) dalam hal apapun.

Pada masyarakat pedesaan, hajatan menggunakan gotong royong atau masak bersama dengan mengumpulkan seluruh warga. Sedangkan pada masyarakat perkotaan memilih menggunakan katering karena penduduknya enggan untuk dimintai tolong dalam hal kebersamaan.

  1. Non Agraris

Sifat heterogen yang terjadi pada masyarakat kota tidak hanya dapat ditinjau dari segi tampilannya, namun juga dari segi pekerjaannya. Masyarakat kota mayoritas memiliki pekerjaan non agraris. Pekerjaan non agraris adalah pekerjaan yang tidak termasuk pertanian seperti pegawai negeri, pegawai swasta, karyawan industri, dan lain-lain.

  1. Gesselschaft (Patembayan)

Gesselschaft atau patembayan memiliki arti bahwa masyarakat bersifat individualistis dalam berkehidupan sehari-hari. Penduduk kehilangan sifat gotong royong sehingga bersosial dengan penduduk lain berkurang. Contoh dalam kasus ini dapat dilihat pada masyarakat kota yang tidak mengenal tetangga satu sama lain.

  1. Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial adalah perbedaan status sosial yang sangat mencolok pada penduduk perkotaan. Pada penduduk pedesaan, orang kaya dan orang miskin hampir tidak terlihat perbedaannya karena memiliki gaya hidup yang sama. Sedangkan pada masyarakat perkotaan kesenjangan sosial dapat terlihat antara orang kaya dan orang miskin yang terlihat dari kepemilikan barang atau bentuk rumah.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa ciri masyarakat kota ialah memiliki struktur sosial heterogen (berbeda-beda) yang terjadi pada masyarakat kota.

Dimana struktur heterogen tersebut terdiri atas perbedaan jenis pekerjaan (mata pencaharian), adat-istiadat, agama, ras, suku, kebudayaan, dan lain sebagainya. Penyebab timbulnya corak heterogen antar masyarakat kota disebabkan karena banyaknya pendatang yang mendiami suatu kota.

Nah, pembahasan diatas merupakan kajian sedikit terkait dengan ciri kota secara fisik dan sosialnya. Semoga amelalui rtikel yang kami berikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dalam tujuan menambah ilmu pengetahuan bagi kalian semuanya.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *