Jenis Kota dan Fungsinya Secara Umum

Diposting pada

macam kota

Dalam perkembangannya, setiap negara mempunyai lokasi baik kota maupun desa yang digunakan sebagai tempat tinggal penduduk. Pembahasan mengenai kota banyak sekali topik menarik yang dapat dikaji. Hal ini berjalan lurus dengan ciri kota yang pada umumnya sebagai tempat untuk mencari rezeki bagi sebagian orang. Hingga ada salah satu perpindahan penduduk dari desa ke kota yang dinamakan urbanisasi.

Pada umumnya orang melakukan urbanisasi karena tawaran bekerja di kota sangat banyak dari pada di desa. Bukan hanya itu, pusat pendidikan yang tersedia di perkotaan terdapat banyak sekali pilihannya. Hal tersebut menjadi faktor penarik bagi warga desa melakukan urbanisasi. Perlu diingat bahwa perpindahan masyarakat dari desa ke kota harus ada tujuan yang jelas agar tidak menambah kepadatan penduduk yang semakin rapat di daerah perkotaan.

Bagi masyarakat desa yang hendak melakukan urbanisasi dengan tujuan sekolah, diharuskan memiliki bekal berupa menyediakan teknologi yang setara dengan penduduk kota. Tujuannya agar bisa berjalan beriringan dan tidak memiliki hambatan teknologi. Yang hendak bertujuan mencari kerja bisa mempersiapkan diri dengan memiliki keterampilan mumpuni. Apakah yang disebut dengan kota? Apa sajakah jenis dan fungsinya? Simaklah uraian materi sebagai berikut.

Kota

Pengertian kota adalah wilayah permukiman padat penduduk yang memiliki aneka ragam perbedaan aktivitas masyarakat dengan kepentingan dan latar belakang sosial budaya yang mengalami perbedaan pula. Karakteristik yang dimiliki daerah perkotaan berbeda dengan pedesaan.

Umumnya yang terlihat jelas adalah desa merupakan pusat agraris sedangkan kota identik sebagai pusat beragam arti industri. Berikut merupakan beberapa jenis kota yang membedakannya dengan pedesaan.

Jenis Kota

Untuk membagi jenis kota beserta fungsinya, para ahli membuat klasifikasi. Klasifikasi tersebut bertujuan untuk memilah kota menjadi beberapa bagian supaya dapat dikenali secara spesifik.

Bagi masyarakat, mengetahui klasifikasi jenis kota memberi manfaat agar menempatkan diri pada wilayah perkotaan yang tepat. Hal ini membawa pengertian kepada masyarakat urban dalam melakukan aktivitas. Jenis kota beserta fungsinya adalah sebagai berikut.

Berdasarkan Jumlah Penduduk

Berdasarkan jumlah penduduknya, kota dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian. Penduduk adalah salah satu komponen terpenting dalam hadirnya sebuah kota. Secara sederhana, disebutkan bahwa penduduk perkotaan lebih banyak dari pada daerah pedesaan.

Untuk itu untuk memberi klasifikasi pada daerah perkotaan harus ditinjau dari jumlah penduduk. Berikut pembagian jenis kota dan fungsinya menurut jumlah penduduknya.

Megapolitan

Kota megapolitan adalah daerah perkotaan yang memiliki jumlah penduduk > 5.000.001 jiwa. Contoh kota megapolitan yang ada di Indonesia adalah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Hadirnya kota megapolitan membawa dampak bagi kemajuan perekonomian dan infrastruktur negara Indonesia. Tanpa hadirnya kota megapolitan maka dapat menghambat kemajuan Indonesia.

Fungsi kota megapolitan adalah menyatukan administrasi pemerintahan dari berbagai daerah di seluruh negara supaya terfokus pada satu tempat. Di kota megapolitan biasanya merupakan ibukota suatu negara. Perkembangan negara yang dijadikan tolak ukur adalah kondisi ibukota. Apabila kondisi ibukota negara dalam keadaan yang baik maka negara tersebut bisa dikatakan siap bersaing.

Metropolitan

Jenis kota yang selanjutnya adalah metropolitan. Jumlah penduduk yang mendiami kota metropolitan antara 1.000.001 sampai dengan 5.000.000 jiwa. Contoh kota metropolitan adalah daerah yang menjadi ibukota provinsi seperti Semarang, Medan, Padang, Pekanbaru, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Makassar, Manado, dan lain sebagainya. Kota metropolitan menjadi pusat administrasi pada tingkat provinsi.

Fungsi hadirnya kota metropolitan adalah untuk mengumpulkan data yang tersedia di setiap kota dan kabupaten dalam satu lingkup provinsi.

Tujuan terbentuknya kota metropolitan juga tidak lain agar seluruh provinsi yang hendak mencari keperluan apapun dapat berkumpul di kota metropolitan. Kemacetan yang terjadi di setiap kota metropolitan biasanya tidak separah kota megapolitan.

Kota Besar

Klasifikasi jenis kota yang nomer 3 berdasarkan jumlah penduduknya adalah kota besar. Kota besar memiliki penduduk sekitar 500.001 sampai dengan 1.000.000 jiwa. Dengan jumlah penduduk seperti itu maka yang disebut kota besar biasanya adalah kotamadya yang berada di berbagai provinsi seperti Surakarta, Salatiga, Magelang, Tegal, Madiun, dan lain sebagainya.

Hadirnya kota besar biasanya ditandai dengan 2 administrasi yang berbeda yaitu wilayah kota dan kabupaten. Fungsi kota besar memiliki peran agar setiap kabupaten dapat mencari keperluan terdekat dari pada harus pergi jauh ke ibukota provinsi.

Salah satu ciri menonjol yang dimiliki oleh kota besar adalah terdapatnya fasilitas umum seperti Universitas, Sekolah Tinggi, Mall, dan lain-lain namun tidak banyak.

Kota Sedang

Jenis kota yang selanjutnya disebut kota sedang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang disebut kota sedang memiliki pengertian kota yang menjadi pusat dalam lingkup kecamatan. Berdasarkan jumlah penduduknya, kota sedang memiliki masyarakat sebesar 100.001 sampai dengan 500.000 jiwa. Dengan jumlah seperti itu maka kota sedang bisa dikatakan tidak terlalu padat.

Fungsi kota sedang adalah menjadi pusat pemerintahan tingkat kecamatan. Seperti contoh, di Kabupaten Semarang, terdapat beberapa kecamatan antara lain Ungaran, Bandungan, Tengaran, dan lain sebagainya. Agar data administrasi Kabupaten dapat terkumpul dengan baik maka dibentuklah ibukota kecamatan atau yang disebut kota sedang. Ungaran adalah salah satu jenis dari kota sedang.

Kota Kecil

Jenis kota berdasarkan jumlah penduduknya yang terkahir adalah kota kecil. Jumlah penduduk yang terdapat dalam kota kecil antara 20.000 sampai 100.000 jiwa. Indonesia adalah negara kepulauan. Untuk mencapai pulau-pulau terpencil butuh mengarungi laut yang luas.

Dari pada harus jauh-jauh ke kota provinsi maka setiap pulau kecil terdapat pusat kota kecil. Wanci, Morotai, dan Raja Ampat merupakan contoh kota kecil.

Berdasarkan Sejarah Awalnya

Berdasarkan sejarah awalnya, kota dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Sejarah juga menjadi salah satu komponen terpenting dalam membagi jenis kota. Sebagai contoh, Kota Yogyakarta memiliki sebutan ikonik berupa Daerah Istimewa (D. I) karena pada saat colonial Belanda kala itu, kota tersebut pernah menjadi Ibukota negera Indonesia. Berikut pembagian jenis kota dan fungsinya menurut sejarah awalnya.

Pusat Pertambangan

Berdasarkan sejarah awalnya, jenis kota yang pertama adalah pusat pertambangan. Dinamakan jenis kota pusat pertambangan karena dalam kota tersebut terdapat salah satu tambang atau hasil bumi yang terkenal. Contoh jenis kota berdasarkan pusat pertambangan antara lain Cepu (Minyak), Balikpapan (Batubara), Banjarmasin (Kelapa Sawit), Timika (Emas), dan lain-lain.

Pusat Perkebunan

Jenis kota yang kedua berdasarkan sejarah awalnya adalah pusat perkebunan. Negara Indonesia merupakan negara berkembang yang masih menjadikan sektor agraris sebagai taring perekonomian. Contoh kota pusat perkebunan antara lain Bogor (buah-buahan, Bandung (sayur-sayuran), Medan (durian), Bandar Lampung (biji kopi), dan lain sebagainya.

Pusat Administrasi atau Pusat Kerajaan

Jenis kota yang terakhir menurut sejarah adalah pusat adminitasi atau pusat kerajaan. Contoh kota yang menjadi pusat administrasi atau pusat kerajaan adalah Yogyakarta, Mojokerto, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan lain-lain.

Nah, ulasan di atas merupakan penjelasan materi yang membahas tentang beragam jenis-jenis kota berdasarkan jumlah pendudukan dan sejarahnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Sekian dan terima kasih!

4 (80%) 1 vote[s]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *