Pengertian Kota, Ciri–Ciri, dan Klasifikasi

Diposting pada

Pengertian Kota, ciri, klarifikasi,

Ibukota Jakarta adalah pusat perdagangan dan pemerintahan tertinggi dan terlengkap di Indonesia. Jakarta memilik beragam suku dan budaya di dalamnya. Jakarta mempunyai penduduk dari berbagai daerah di Indonesia dan ada pula yang berasal dari manca negara. Persebaran penduduk di Kota Jakarta mayoritas bekerja pada sektor industri, oleh karena itulah Jakarta disebut sebagai salah satu contoh kota. Penjelasan lebih lanjut, maka akan kami paparkan tentang pengertian kota, ciri, dan klasifikasinya.

Kota

Secara garis besar, kota adalah adalah daerah yang mempunyai batas administrasi kewilayahan. Kehidupan di kota jarang ditemukan kehidupan agraris, karena mayoritas penduduk kota pekerja pada sektor industri. Penduduk kota memiliki corak kehidupan yang heterogen, yaitu berbeda – beda. Keunikan corak kehidupan heterogen ini berasal dari penduduk kota yang datang dari berbagai daerah. Selain itu dipenuhi dengan penduduk desa yang menjalani urbanisasi ke kota.

Pengertian Kota

Pengertian kota adalah penggolongan masyarakat yang memiliki sikap individualistis, yang artinya tidak peduli dengan kehidupan disekitarnya. Kehidupan sosial di kota rendah. Jarang ditemukan gotong royong dan paguyuban di kota. Selain individualistis, kehidupan masyarakat di kota juga materialistis, semua diukur dengan uang. Penduduk akan mau membantu penduduk lain yang sedang mempunyai hajat apabila diberi imbalan.

Kota merupakan tempat dengan tingkat kriminalitas yang tinggi. Di desa, pelanggaran hukum masih sebatas pelanggaran norma karena ikatan sosial yang tinggi. Di kota karena tidak ada norma yang dipercaya di masyarakat menyebabkan penduduknya banyak yang melakukan tindakan kriminalitas.

Ciri-ciri Kota

Seperti layaknya desa, kota juga memiliki ciri – ciri tersendiri yang membedakan kota dengan desa. Ciri – ciri kota dibedakan menjadi 2, yaitu ciri fisik kota dan ciri penduduk kota. Ciri fisik kota antara lain terdapat sarana ekonomi, gedung pemerintahan, terdapat alun – alun pusat kota, tempat rekreasi, gelanggang olahraga, dan perumahan.

Sedangkan ciri penduduk kota adalah keanekaragaman penduduk, individual, patembayan, norma tidak ketat, dan lebih rasional. Deskripsi ciri – ciri kota dapat dijabarkan secara luas pada deskripsi berikut ini.

Ciri Fisik

Secara fisik kota memiliki karakteristik sebagai berikut;

Sarana Ekonomi

Sarana perekonomian yang terdapat di kota difungsikan sebagai pusat perdagangan dan perbelanjaan. Sebagai pusat perdagangan yang berarti hasil dari bidang agraris desa dibawa ke kota untuk dijual. Sedangkan pusat perbelanjaan seperti mall digunakan untuk belanja orang – orang kota.

Gedung Pemerintahan

Kota berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Terdapat beberapa gedung – gedung besar yang berfungsi sebagai gedung pemerintahan. Jumlah gedung pemerintahan di kota terletak secara terpusat yang biasanya dekat dengan alun–alun kota.

Alun–alun Pusat Kota

Alun – alun berfungsi sebagai pusat tempat hiburan di kota. Alun – alun adalah tempat yang ramai dan merupakan sebuah pusat di kota. Di dalam alun – alun terdapat sekerumunan orang yang bersantai, jalan – jalan, berdagang, atau sekedar melepas penat dari rutinitas hidup sehari – hari.

Tempat Rekreasi

Belum puas bepergian di alun – alun? Cobalah tempat di kota yang berjenis tempat rekreasi. Tempat rekreasi adalah sarana hiburan. Tempat rekreasi yang berada di kota contohnya adalah kebun binatang, kebun raya, wahana rekreasi, dan lain sebagainya.

Gelanggang Olahraga

Penduduk desa jarang melakukan olahraga karena pekerjaan sehari – hari mereka banyak kaitannya menggunakan fisik. Sedangkan penduduk kota pekerjaannya relatif lebih santai. Jadi tidak heran kalau warga di kota memerlukan olahraga agar tetap menjaga kebugaran tubuh. Gelanggang olahraga biasanya merupakan pusat olahraga yang didalamnya terdapat lengkap semua jenis olahraga.

Perumahan

Perumahan merupakan pusat untuk bermukim. Hadirnya perumahan menjadikan warga kota tidak kebingungan untuk mencari tempat tinggal. Perumahan di kota ditawarkan dengan cicilan yang ringan sehingga setiap orang dapat untuk membeli rumah.

Ciri Penduduk Kota

Sedangkan dilihat dari karakteristik penduduknya, kota identik dengan hal-hal sebagai berikut;

Keanekaragaman Penduduk

Penduduk kota berasal dari berbagai daerah di desa yang melakukan urbanisasi. Penduduk asli kota terkadangan jumlahnya kalah oleh penduduk pendatang. Penduduk kota bersifat heterogen. Pendatang yang datang ke kota mempunyai tujuan yang berbeda – beda seperti untuk bekerja, bersekolah, hingga mengadu nasib.

Penduduk Kota Bersifat Individual

Penduduk kota sifatnya individual. Tidak peduli dengan kehidupan sekitarnya. Mereka merasa punya materi yang cukup untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Tidak jarang warga kota tidak mengenal tetangganya satu sama lain.

Patembayan

Patembayan adalah sebuah perkumpulan yang berada di kota dan diselenggarakan atas dasar kepentingan pribadi. Patembayan merupakan kebalikan dari paguyuban yang diselenggarakan atas dasar kepentingan bersama.

Norma tidak diajaga dengan ketat

Norma – norma yang berlaku di masyarakat kota sering dilanggar oleh penduduknya. Baik pelanggaran norma yang bersifat ringan hingga berat. Warga kota lebih menaati hukum yang berlaku secara tertulis daripada harus menjalani norma yang berlaku.

Lebih memiliki pikiran rasional

Penduduk kota mayoritas memiliki pendidikan yang tinggi. Pendidikan yang tinggi berdampak pada pemikiran yang lebih rasional yang berlandaskan teori dan penelitian yang berlaku tanpa memiliki pikiran primitif.

Klasifikasi Kota

Menurut klasifikasinya, kota dibedakan menjadi 2, menurut jumlah penduduk dan tingkat perkembangan. Menurut jumlah penduduk dibedakan menjadi kota kecil, kota sedang, kota besar, metropolitan, dan megapolitan. Menurut tingkat perkembangannya dibedakan menjadi eopolis, polis, metropolis, megapolis, tryanopolis, dan necropolis. Penjelasan tentang klasifikasi kota dapat dilihat dari penjelasan berikut ini.

Menurut jumlah penduduk

Menurut jumlah penduduk, kota dikategorikan sebagai berikut;

Kota Kecil

Kota kecil memiliki jumlah penduduk sekitar 20.000 – 50.000 jiwa. Kota kecil merupakan ibukota kabupaten. Kota kecil merupakan suatu kecamatan di kabupaten yang dijadikan sebagai pusat di kecamatan tersebut.

Kota Sedang

Kota sedang memiliki jumlah penduduk sekitar 50.000 – 100.000 jiwa. Kota sedang merupakan sebuah kabupaten. Kota sedang memiliki luas lebih besar dari klasifikasi kota besar tetapi jumlah penduduknya kalah banyak dengan kota besar.

Kota Besar

Kota besar memiliki jumlah penduduk sekitar 100.000 – 1.000.000 jiwa. Kota besar merupakan kota madya yang berada di sebuah provinsi. Kota besar atau kota madya memiliki pusat – pusat khas karakteristik kota.

Kota Metropolitan

Kota metropolitan memiliki jumlah penduduk sekitar 1.000.000 – 5.000.000 jiwa. Kota metropolitan merupakan ibukota provinsi. Kota metropolitan merupakan pusat dari sebuah provinsi.

Kota Megapolitan

Kota megapolitan memiliki jumlah penduduk lebih dari 5 juta jiwa. Kota megapolitan merupakan ibukota negara. Di Indonesia jenis kota megapolitan adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Tingkat Perkembangannya

Sedangkan dari tingkat perkembangan, berikut inilah jenis-jenis kota. Antara lain;

Tahap Eopolis

Pada tahap ini masyarakat kota penduduknya sudah mulai teratur. Tahap eopolis adalah masa peralihan dari penduduk desa ke kota. Tahap eopolis penduduknya mulai meninggalkan nilai – nilai yang berlaku di desa.

Tahap Polis

Pada penduduk kota tahap polis, masyarakatnya masih mencirikan sifat agraris. Sifat – sifat yang dibawa dari desa masih mencerminkan dirinya sebagai masyarakat desa walaupun secara administrasinya berada di kota.

Tahap Metropolis

Klasifikasi penduduk kota tahap metropolis penduduknya sudah berpindah mata pencaharian yang mula nya masih mencirikan sifat agraris lalu beralih pada sektor industri untulk mencari pekerjaan.

Tahap Megapolis

Tahap megapolis adalah kumpulan kota – kota metropolis yang memusat menyatu pada satu jalur hingga membentuk kelompok metropolis yang disebut tahap megapolis. Tahap ini merupakan tingkat lanjutan dari tahap metropolis.

Tahap Tryanopolis

Pada tahap ini, dimana kota menjadi kacau dan tidak terurus. Kemacetan lalulintas dimana – mana, pelayanan umum tidak baik, tingkat kriminalitas yang tinggi. Tahap tryanopolis ini terjadi dikarenakan tidak teraturnya penataan kota megapolis.

Tahap Necropolis

Tahap Necropolis adalah kondisi kota dimana sudah ditinggalkan oleh penduduknya. Tahap necropolis disebabkan karena kota sudah tidak layak untuk dihuni karena berbagai macam alas an. Tahap necropolis sering disebut sebagai kota mati.

Dari serangkaian penjelasan tentang pengertian kota, ciri, dan klasifikasinya diatas. Perlu diketahui bahwa sebagai tempat interaksi desa kota. Beberapa peranan yang dimiliki wilayah dan perwilayahan ini, antara lain memiliki fungsi sebagai tempat/pusat pemerintahan di dalam suatu wilayah.

Atas fungsi kota tersebutlah, identitas kota sangat diperlukan untuk kemajuan dan perkembangan hidup setiap manusia. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan dan pemahaman bagi segenap pembaca yang membutuhkan materinya. Trimakasih,

5 (100%) 1 vote[s]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *