Ciri Orogenesa dan Epirogenesa

Diposting pada

Orogenesa dan Epirogenesa

Tektonisme merupakan istilah geologis untuk menggambarkan kenampakan struktural dan proses yang membentuknya, termasuk gerakan kompresional pada permukaan ciri planet yang menghasilkan patahan, gunung, punggungan, atau lereng yang curam. Pergerakan berbagai jenis lempeng tektonik atau struktural didorong oleh panas internal sebuah planet, dan gerakan-gerakan itu di Bumi menghasilkan gempa bumi.

Patahan, punggungan, atau gunung di permukaan planet menyiratkan bahwa planet itu atau masih aktif secara geologis. Ada dua jenis gerak tektonik yang menyebabkan bentukan-bentukan muka bumi tersebut, yaitu gerak orogenesa dan epirogenesa. Orogenesa dicirikan oleh terbentuknya lipatan dan patahan, sedangkan epirogenesa dicirikan oleh terjadinya epirogenesa positif dan negatif.

Orogenesa dan Epirogenesa

Tektonik adalah proses yang mengontrol struktur dan sifat kerak struktur bumi dan evolusinya dari waktu ke waktu. Secara khusus, ini menggambarkan proses pembentukan gunung, pertumbuhan dan perilaku inti yang kuat dan lama dari benua yang dikenal sebagai kraton, dan cara-cara di mana lempeng-lempeng yang relatif kaku yang membentuk cangkang luar Bumi berinteraksi satu sama lain.

Tektonik juga menyediakan kerangka kerja untuk memahami arti gempa bumi dan sabuk vulkanik yang secara langsung mempengaruhi banyak populasi global. Studi tektonik penting sebagai panduan bagi ahli geologi ekonomi yang mencari bahan bakar fosil dan deposit bijih sumber daya logam dan nonlogam.

Pemahaman tentang prinsip tektonik sangat penting bagi ahli geomorfologi untuk menjelaskan pola erosi dan fitur permukaan bumi lainnya. Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa, gerak tektonik bisa dibedakan menjadi dua yaitu orogenesa dan epirogenesa.

Istilah orogenesa berasal dari bahasa latin oros yang artinya pegunungan, dan genesis yang artinya pembentuk. Sehingga, secara sederhana orogenesa bisa diartikan sebagai gerak pembentuk pegunungan.

Sedangkan, kata epeirogenesa diciptakan oleh G. K. Gilbert pada tahun 1890 (dalam A. Geological Survey Monograph 1, Lake Bonneville) dari bahasa Yunani ilmiah yaitu epeiros yang artinya daratan, dan genesis yang artinya pembentuk.

Namun, dia memikirkan apa yang menahan benua di atas lautan dan menahan dasar laut di bawahnya. Itu adalah teka-teki pada zamannya yang hari ini kita jelaskan sebagai sesuatu yang Gilbert tidak ketahui, yaitu bahwa Bumi hanya memiliki dua jenis kerak bumi. Hari ini kita menerima bahwa daya apung yang sederhana membuat benua tetap tinggi dan dasar samudra rendah, dan tidak diperlukan gaya epeirogenik khusus.

Ciri Orogenesa dan Epirogenesa

Gerak orogenesa dan epirogenesa dicirkan oleh adanya patahan dan lipatan.

Lipatan

Lipatan ialah gerak tekanan horizontal yang mengakibatkan kulit bumi yang elastis mengalami pengerutan, pelipatan dan menghasilkan arti relief muka bumi baru yang berbentuk pegunungan.

Bagian lipatan yang terlipat ke atas dinamakan antiklinal atau punggung lipatan, sedangkan yang melipat ke bawah dinamakan sinklinal atau lembah lipatan. Macam-macam lipatan berdasarkan unsur geometri atau kedudukan bidang sumbunya yang mencirikan terjadinya gerak orogenesa, diantaranya yaitu:

  1. Lipatan tegak(symmetric folds)

Yaitu lipatan yang garis sumbunya membagi antara anticlinal dan sinklinal secara simetris atau sama besar.

  1. Lipatan miring(asymmetric folds)

Yaitu lipatan yang garis sumbunya tidak simetris dan membentuk sudut.

  1. Lipatan menggantung

Yaitu adalah lipatan yang menyerupai lipatan miring, akan tetapi bagian puncaknya terdorong sangat tinggi sehingga mempunyai bentuk seperti menggantung.

  1. Lipatan menutup (recumbent folds)

Yaitu lipatan yang terbentuk karena lipatan yang satu menekan sisi lipatan yang lain sehingga menyebabkan sumbu lipat hampir datar.

  1. Lipatan rebah(overturned fold)

Yaitu lipatan yang tertekan terus menerus sehingga menyebabkan puncaknya melandai seperti rebahan. Terjadinya lipatan ini disebabkan karena tekanan tenaga secara horizontal hanya berasal dari satu arah.

  1. Lipatan sesar sungkup (overthrust)

Yaitu adalah lipatan yang disebabkan oleh adanya pergerakan pada sepanjang kerak bumi dimana pergerakan tersebut menekan satu sisi dengan sangat kuat sehingga menyebabkan lipatan menjadi retak.

Patahan

Patahan ialah gerakan tekanan vertikal dan horizontal yang menyebabkan lapisan kulit bumi yang rapuh menjadi retak atau patah. Hal tersebut disebabkan karena tekanan yang kuat tersebut melampaui titik patah batuan dan berlangsung dengan sangat cepat, sehingga batuan bukan hanya retak, tapi patah.

Macam-macam patahan yang mencirikan terjadinya gerak orogenesa, diantaranya yaitu:

  1. Patahan Vertikal

Yaitu bentuk patahan yang disebabkan adanya tekanan tenaga endogen yang bergerak secara vertikal (ke atas dan kebawah). Bentuk patahan vertikal diantaranya yaitu:

  • Tanah naik (horst), yaitu dataran yang letaknya lebih tinggi dibandingkan daerah sekelilingnya.
  • Tanah turun (graben/slenk), yaitu dataran yang letaknya lebih rendah dibandingkan daerah di sekelilingnya.
  1. Patahan Horizontal

Yaitu bentuk patahan yang disebabkan adanya tekanan tenaga endogen yang bergerak secara horiontal. Patahan horizontal dibedakan menjadi dua yaitu:.

  • Dekstral, yaitu patahan horizontal yang bergerak ke arah kanan. Untuk mengetahui dekstral bisa dilakukan dengan cara berdiri di depan potongan sesar yang besar. Apabila patahan tersebut bergerak ke kanan, maka sesar tersebut akan bergerak ke kiri.
  • Sinistral, yaitu patahan horizontal yang bergerak ke arah kiri. Untuk mengetahui sinistral, bisa dilakukan dengan cara berdiri di depan potongan sesar yang besar. Apabila sesar tersebut bergerak ke arah kiri, maka patahan tersebut adalah sinistral.
  1. Blok mountain

Yaitu kumpulan pegunungan yang terdiri atas beberapa patahan. Blok mountain terjadi karena adanya tenaga endogen yang berbentuk retakan-retakan di suatu daerah, ada yang mengalami kenaikan dan ada pula yang mengalami penurunan, serta ada pula yang berbentuk miring, sehingga terbentuklah kompleks pegunungan patahan.

Pengelompokan sesar atau patahan lainnya yang dikemukakan oleh ahli E.W Spencer (1977) ada dua, yaitu:

  1. Sesar Tranlasi

Yaitu kondisi dimana tidak ada gerakan rotasi dari masing-masing blok tapi garis-garis sejajar dari masing-masing blok yang berlawanan tetap sejajar.

  1. Sesar Rotasi

Yaitu kondisi dimana terjadi rotasi pada masing-masing blok yang membuat kedudukan kedua blok tidak sejajar dan berlawanan arah.

Gerak orogenesa dicirkan oleh terjadinya gerak epirogenesa positif dan negatif.

  1. Epirogenesa positif

Yaitu gerak epirogenesa yang terjadi berupa penurunan daratan, sehingga permukaan laut terlihat seolah-oleh mengalami kenaikan. Peristiwa alam ini dapat dengan mudah ditemukan di sungai ataupun di pantai.

  1. Epirogenesa negatif

Yaitu gerak epirogenesa yang terjadi berupa kenaikan daratan, sehingga morfologi dasar laut terlihat seolah-oleh mengalami penurunan.

Itulah tadi artikel yang bisa kami sajikan pada segenap pembaca. Tentang karakteristik yang ada dalam orogenesa dan epirogenesa. Semoga bisa memberikan edukasi, literasi, serta menambah pengetahuan bagi yang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *