Daerah Rawan Tanah Longsor di Indonesia dan Contoh Peristiwanya

Diposting pada

Daerah Rawan Tanah Longsor

Tanah longsor didefinisikan sebagai pergerakan massa batuan, puing-puing, atau lapisan tanah di lereng karena gravitasi. Material dapat bergerak dengancara jatuh, tergelincir, menyebar, atau mengalir. Kekuatan dari tanah longsor dapat bergerak lambat, (hanya milimeter per tahun) atau dengan cepat dengan efek bencana. Tanah longsor bahkan dapat terjadi di bawah air, menyebabkan gelombang pasang dan merusak daerah pesisir.

Tanah longsor ini disebut tanah longsor bawah laut. Tanah longsor dapat dipicu oleh gempa bumi, aktivitas gunung berapi, perubahan air tanah, atau gangguan lereng. Tanah longsor juga termasuk jenis bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia terutama di daerah perbukitan dan pegunungan. Beberapa daerah di Indoensia yang rawan longsor, diantaranya yaitu Bukit Barisan, Jawa bagian tengah dan selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat.

Tanah Longsor

Tanah longsor adalah sebagai pergerakan massa batuan, puing, atau tanah di lereng. Tanah longsor adalah jenis “mass wasting“, yang menunjukkan pergerakan tanah dan batuan pada lereng di karena pengaruh langsung gravitasi.

Hampir setiap tanah longsor memiliki banyak penyebab. Pergerakan lereng terjadi ketika gaya yang bekerja pada lereng (terutama karena gravitasi) melebihi kekuatan material planet bumi yang menyusun lereng. Penyebab termasuk faktor-faktor yang meningkatkan efek kekuatan lereng-turun dan faktor-faktor yang berkontribusi pada kekuatan rendah atau berkurang.

Tanah longsor dapat dimulai di lereng yang sudah di ambang pergerakan oleh curah hujan, pencairan salju, perubahan ketinggian air, erosi aliran, perubahan air tanah, gempa bumi, aktivitas vulkanik, gangguan oleh aktivitas manusia, atau kombinasi faktor-faktor ini.

Goncangan gempa dan faktor-faktor lain juga dapat menyebabkan tanah longsor. Tanah longsor ini disebut tanah longsor bawah laut. Tanah longsor bawah laut terkadang menyebabkan tsunami yang merusak wilayah pesisir.

Daerah Rawan Tanah Longsor di Indonesia

Berikut ini daerah-daerah rawan longsor di Indonesia, antara lain:

  1. Aceh

Longgsor di Aceh
Longgsor di Aceh

Pada tanggal 8 Mei 2020, hujan deras mengguyur Provinsi Aceh sehingga menyebabkan longsor di KM 37 Desa Paroy Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Hal itu mengakibatkan lalu lintas di Jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh (Aceh Barat) lumpuh total.

Selain longsor, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak hari Kamis (7/5/2020) juga menyebabkan banjir di Banda Aceh. Hampir seluruh wilayah di ibu kota provinsi Aceh terendam banjir.

  1. Bukit Barisan

Hujan deras mengakibatkan jalan nasional penghubung Liwa-Krui tepatnya di sekitar Way Nyercik KM12 kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) mengalami longsor pada tanggal  9 Mei 2020 pagi. Material longsoran menutupi badan jalan sepanjang 15 meter dengan ketinggian longsor dibadan jalan 1-2 meter. Hal itu mengakibatkan lalu lintas menjadi terhenti.

  1. Lampung

Pada tanggal 13 Januari 2020 lalu, daerah bukit Kaliawi, Bandar Lampung mengalami longsor yang disebabkan karena guyuran hujan deras. Terjadinya longsor mengakibatkan sebuah batu berukuran besar (6 m persegi) menghancurkan rumah seorang warga di daerah tersebut.

  1. Sukabumi

Hujan deras selama beberapa jam di Sukabumi, Jawa Barat pada tanggal 16 Februari 2020 mengakibatkan tiga rumah terdampak longsor, yaitu yang terletak di Kampung Cikiray, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok. Tidak ada korban jiwa, tapi terdapat tiga rumah yang terdampak longsor yang dihuni oleh empat kepala keluarga, sehingga mereka harus mengungsi di rumah keluarganya.

  1. Banjarnegara

Pada 13 Desember 2014, tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia, menewaskan 93 orang dengan 23 orang hilang. Bencana terjadi di Desa Jemblung di Banjarnegara, pada hari Jumat, sekitar pukul 03.00 malam. Tanah longsor Banjarnegara tahun 2014 adalah salah satu tanah longsor terburuk dan paling mematikan di Indonesia sejak tahun 2006.

  1. Cilacap

Berdasarkan hasil pemetaan BPBD Cilacap, tercatat ada 30 desa di wilayah tersebut yang rawan longsor, yang sebagian besar berada di Cilacap Barat, karena daerahnya berupa pegunungan yang memiliki kontur miring, tanah labil, dan rawan pergerakan tanah. Hal tersebut terbukti dari terjadinya pergerakan tanah di Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang.

  1. Magelang

Pada 29 Februari 2016, pada pukul 16.00 tanah longsor melanda Desa Salamkanci dan Desa Sukodadi, Kecamatan Bandongan, Magelang. Arti bencana alam tersebut terjadi setelah terjadi hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Bandongan. Hal itu mengakibatkan sebuah rumah terkena dampaknya dan sebanyak tujuh kepala keluarga mengungsi.

  1. Banyumas

Pada tanggal 5 April 2020 terjadi longsor dan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang terjadi karena hujan lebat yang terjadi pada 4 April 2020 dari siang hingga malam hari. Hal itu mengakibatkan empat rumah warga yang tersebar di beberapa wilayah Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, dilaporkan terkena material longsoran.

  1. Kudus

Pada tanggal 12 Februari 2016 pukul 11.00 terjadi longsor di Kecamatan Lebong Kabupaten Kudus. Peristiwa longsor di Kudus sudah berulang kali terjadi, sebelumnya, pada Februari 2011, longsor di Kudus bahkan menimpa empat rumah warga.

  1. Ponorogo

Pada tanggal 1 April 2017 terjadi longsor di Desa Banaran, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Pperistiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, ketika sebagian warga beraktivitas panen jahe dan sebagian lain di dalam rumah. Material longsoran memanjang dari bukit sekitar 800 meter dan tinggi sekitar 20 meter, yang kemudian menimbun 23 rumah, ada yang rusak berat dan sebagian rusak.

  1. Gianyar

Hujan berkepanjangan yang mengguyur Bali pada 8 Desember 2018 malam mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Salah satunya terjadi di Jalan Pratu, Banjar Sasih, Batubulan, Gianyar, Bali yang menewaskan 4 orang akibat lokasi rumah tergerus arus sungai.

  1. Tana Tidung

Pada tanggal 30 Oktober 2019 terjadi lonsor yang di salah satu daerah di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara). LIPI memberikan konfirmasi bahwa peristiwa tersebut merupakan longsor aliran (flow slide), bukan peristiwa likuefaksi seperti yang terjadi pascagempa di Palu, Sulawesi Tengah.

  1. Manggarai

Pada tanggal 7 Maret 2019 pukul 07.00 WIT longsor menimpa Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang mencakup Kecamatan Komodo (Desa Gorontalo, Desa Nanga Ngai, Desa Bolo Bilas), Kecamatan Mbiling (Desa Tondong Belang, Desa Cunca Lolos, Desa Liang Ndara). Terjadinya banjir dan longsor akibat intensitas hujan yang tinggi itu menyebab setidaknya 4 orang meninggal dunia, 4 orang hilang dan 3 orang luka-luka.

  1. Sidrap

Pada tanggal 15 Juni 2019 terjadi lonsor di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan yang mengakibatkan 3 dusun di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, terisolasi. Terdapat tiga titik longsoran di lokasi dengan total panjang sekitar 500 meter. Material longsoran menutupi jalan akses 3 dusun yang meneybabkan 600 jiwa atau 217 KK terisolasi.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, dapatlah dikatakan bahwa tanah longsor adalah pergerakan batu, tanah, atau puing-puing ke bagian tanah yang miring. Tanah longsor disebabkan oleh arti hujan, gempa bumi, gunung berapi, atau faktor lain yang membuat lereng tidak stabil.

Tanah longsor memiliki tiga penyebab utama:

  1. Geologi mengacu pada karakteristik material itu sendiri. Tanah atau batu mungkin lemah atau retak, atau lapisan yang berbeda mungkin memiliki kekuatan dan kekakuan yang berbeda.
  2. Morfologi mengacu pada struktur tanah. Misalnya, lereng yang kehilangan vegetasi karena kebakaran atau kekeringan lebih rentan terhadap tanah longsor. Vegetasi menahan tanah pada tempatnya, dan tanpa sistem akar pohon, semak-semak, dan tanaman lain, tanah lebih mungkin untuk bergeser. Penyebab morfologis klasik tanah longsor adalah erosi, atau melemahnya tanah akibat air. Pada April 1983, kota Thistle, Utah, mengalami tanah longsor yang dahsyat akibat hujan lebat dan salju yang mencair dengan cepat. Sebuah massa bumi akhirnya memiliki lebar 305 meter, tebal 61 meter, dan panjang 1,6 kilometer (lebar 1.000 kaki, tebal 200 kaki, dan satu mil panjang) meluncur melintasi Spanish Fork River di dekatnya, membendungnya dan memotong jalur kereta api dan jalan raya. Tanah longsor adalah yang paling mahal dalam sejarah AS, menyebabkan kerusakan lebih dari $ 400 juta dan menghancurkan Thistle, yang tetap menjadi kota hantu yang dievakuasi hari ini.
  3. Aktivitas manusia, seperti pertanian dan konstruksi, dapat meningkatkan risiko tanah longsor. Irigasi, penggundulan hutan, penggalian, dan kebocoran air adalah beberapa kegiatan umum yang dapat membantu mengacaukan, atau melemahkan, lereng.

Demikianlah tadi artikel lengkap yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan daerah yang rawan tanah longsor di Indonesia dan contoh peristiwa yang pernah terjadi. Semoga bisa memberi edukasi bagi kalian yang membutuhkan.

Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *