Pengertian Tanah Longsor, Jenis, Penyebab, dan Dampaknya

Diposting pada

Pengertian Tanah Longsor

Permukaan bumi memiliki topografi yang tidak merata antar satu tempat dengan tempat lainnya. Adanya perbedaan topografi mengakibatkan yang lapuk dan banyak mengandung air menjadi labil dan mudah bergeser secara gravitasi. Daerah dengan topografi lebih tinggi berusaha mencari keseimbangan baru, menuju daerah dengan topografi yang relative lebih rendah. Gerakan kulit bumi bagian atas yang demikian dikenal sebagai gerakan lapisan tanah, yang oleh masyarakat disebut sebagai tanah longsor.

Gerakan tanah ini biasanya terjadi pada msim hujan, dapat terjadi pada skala kecil maupun skala besar, dari beberepa meter persegi hingga puluhan meter persegi. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang tanah longsor, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis-jenis, penyebab, dan dampak tanah longsor.

Tanah Longsor

Tanah longsor, dalam bahasa Inggris disebut landslide atau landslip ialah pergerakan massa batuan, puing, atau tanah menuruni lereng. Tanah longsor adalah jenis “mass wasting,” yang menunjukkan gerakan tanah dan batuan menuruni lereng karena pengaruh langsung gravitasi bumi.

Tanda-tanda awal akan terjadinya gerakan tanah antara lain condongnya pepohonan, miringnya tiang listrik, ada rekahan tanah berbentuk seperti tapal kuda, dan keluarnya mata air. Akan tetapi, pada kenyatannya tanda-tanda tersebut tidak berlaku universal karena banyak faktor yang ikut berperan dalam memicu terjadinya gerakan tanah longsor, diantaranya kondisi geologis, pemanfaatan lahan, perlakukan manusia terhadap lingkungan hutan, rekayasa dalam membuat sarana dan prasarana pembangunan, serta rekayasa manusia dalam memanfaatkan bentang alam.

Pengertian Tanah Longsor

Pengertian tanah longsor merupakan salah satu bencana alam geologis yang terjadi karena adanya pergerakan massa batuan atau tanah. Tanah longsor juga dapat diartikan peristiwa berpindahnya material dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Material ini berupa batuan dan tanah. Tanah longsor umumnya berlangsung pada malam hari sesudah seharian terjadi hujan lebat.

Pengertian Tanah Longsor Menurut Para Ahli

Adapun definisi ahli, tentang arti tanah longsor yang dikemukakan, antara lain adalah sebagai berikut;

Cruden (1991)

Tanah longsor adalah pergerakan massa batuan , tanah atau bahan rombakan, material penyusun lereng (yang merupakan pencampuran tanah dan batuan) menuruni lereng.

Varnes (1978)

Tanah longsor merupakan gerakan material ke bawah dan ke luar dari sebuah lereng di bawah pengaruh gravitasi.

 Brook dkk (1991)

Tanah longsor ialah selah satu bentuk dari gerak massa tanah, batuan, dan runtuhan batuan/tanah yang  terjadi seketika yang bergerak menuju lereng bawah yang dikendalikan oleh gaya gravitasi dan meluncur dari atas suatu lapisan kedap yang jenuh air (bidang luncur). Oleh sebab itu tanah longsor dapat juga dikatakan sebagai bentuk erosi.

Jenis-jenis Tanah Longsor

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengemukakan 6 jenis tanah longsor, yaitu:

Longsoran Translasi

Longsoran translasi adalah kondisi bergeraknya material tanah pada tanah yang memiliki topografi rata atau menggelombang landai.

Longsoran Rotasi

Longsoran rotasi merupakan pergerakan material tanah yang terjadi di dalam bidang yang berbentuk cekung sehingga seringkali terjadi perputaran atau rotasi di dalam bidang cekung tersebut.

Pergerakan Blok

Pergerakan blok merupakan pergerakan batuan yang ada di dalam tanah pada bidang yang datar atau landai. Pergerakan blok dinamakan juga longsoran blok batu dengan jumlah batu yang biasanya tidak sedikit.

Runtuhan Batu

Runtuhan batu merupakan terjadinya runtuhan batu secara langsung dan terjun bebas dari atas ke bawah. Kondisi ini biasanya terjadi pada bukit yang terjal dengan lereng yang cukup curam dan ini sering ditemukan di tebing pantai.

Rayapan Tanah

Rayapan tanah adalah pergerakan tanah yang sangat lambat dan halus. Rayapan tanah biasanya terjadi pada tanah yang memiliki butiran kecil halus dan namun memiliki struktur yang cukup kasar. Karena pergerakannya yang lambat dan halus, rayapan tanah hampir tidak dapat dikenali.

Aliran Bahan Rombakan

Aliran bahan rombakan merupkan pergerakan tanah dan metarialnya yang disebabkan oleh dorongan air yang sangat kuat. Kecepatan aliran air tergantung pada kemiringan lereng, volume air, tekanan air, kecepatan air serta jenis material tanahnya apakah mudah terangkut oleh air atau tidak.

Penyebab Tanah Longsor

Tanah longsor dapat disebabkan oleh beberapa hal,  diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Tingginya Curah Hujan

Curah hujan dengan intensitas menengah bahkan tinggi yang berlangsung pada waktu yang lama dapat memicu terjadinya gerakan tanah, karena air hujan yang meresap ke dalam lereng dapat meningkatkan kejenuhan tanah pada lereng, maka tekanan air untuk merenggangkan ikatan tanah juga mengalami peningkatan, sehingga akhirnya massa tanah terangkut oleh aliran air dalam lereng.

Lereng Terjal

Lereng yang terjal atau miring memiliki potensi untuk untuk mengalami gerakan tanah. Lereng dengan tingkat kecuraman yang semakin tinggi tingkat kemiringan (sudut kemiringan) nya, maka semakin besar gaya penggerak massa tanah/ batuan penyusun lereng.

Tanah yang Kurang Padat dan Tebal

Material tanah yang kurang padat dan tebal juga dapat menjadi penyebab longsornya tanah. Biasanya hal ini terjadi pada jenis tanah lempung yang memiliki kerapatan yang sangat rapat dan akan langsung mengembang jika terisi oleh air sehingga menyebabkan tanah mudah bergerak.

 Struktur Batuan yang Kurang Kuat

Struktur batuan yang kurang kuat misalnya batuan sedimen yang merupakan hasil dari endapan letusan gunung berapi yang berupa campuran kerikil biasanya tidak memiliki struktur yang kuat. Hal ini sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan terjadinya tanah longsor.

 Jenis Tata Lahan

Tata guna lahan yang tidak sesuai bisa membuat tanah kurang kuat dan kurang stabil sehingga memicu terjadinya longsor. Lahan yang rawan biasanya yang digunakan untuk persawahan dimana sangat jarang terdapat tanaman yang besar dan kuat sehingga tanah menjadi lemah dan tidak stabil. Hal ini membuat tanah menjadi sangat mudah longsor.

Getaran

Adanya getaran seperti gempa bumi juga bisa memicu terjadinya tanah longsor. Selain karena gempa bumi, getaran tersebut juag bisa terjadi karena ulah manusia misalnya melakukan pengeboran tanah dan lainnya.

Erosi

Erosi atau pengikisan tanah dapat memicu terjadinya longsor. Aliran sungai yang terus mengikis tebing di sekelilingnya sehingga lama-kelamaan tererosi. Apabila tebing itu tidak memiliki penahan berupa pepohonan, maka kemungkinan besar tanah pada tebing bisa longsor.

Hutan gundul

Ilegal loging dapat berdampak pada hutan gundul, yang pada akhirnya dapat berdampak pada terjadinya bencana longsor. Pepohonan yang ada di lereng bukit atau pepohonan di hutan sekitar, akarnya berguna untuk menyimpan air dan memperkuat struktur tanah. Sehingga tanah akan tetap kokoh dan tidak longsor.

Menumpuknya material

Penimbunan lembah atau pemotongan tebing yang dilakukan oleh masyarakat untuk memperluas pemukiman dapat menjadi pemicu terjadinya tanah longsor. Tanah yang diperguanakn untuk menimbun lembah masih belum benar-benar padat, sehingga ketika terjadi hujan secara tiba-tiba dapat menimbulkan retakan dan penurunan permukaan tanah.

Tumpukan sampah

Tumpukan sampah bukan hanya menyebabkan terjadinya banjir, tapi juga dapat menyebabkan terjadinya longsor. Sampah-sampah yang telah menggunung kemudian terguyur hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan gunungan sampah itu akan ambruk dan megakibatkan tanah di bawahnya juga ikut ambruk, sehingga terjadi longsor.

Dampak Tanah Longsor

Sebagimana bencana alam lainnya, tanah longsor juga membawa dampak negative diantaranya yaitu:

  1. Keruskan fisik pemukaan tanah dan bangunan, permukaan tanah rekah-rekah tidak beraturan, bangunan miring bahkan ada yang sudah mulai roboh, dan sebagian bangunan bergeser kea rah bawah sedangkan yang lain masih tetap di tempatnya semula.
  2. Pohon-pohon tumbang tidak beraturankarena tanah yang lembek kurang kuat untuk menahan perakaran tanaman.
  3. Jatuh korban manusia, terutama yang rumahnya berdekatan dengan tebing yang longsor. Lebih memilukan lagi, bila gerakan tanah terjadi pada malam hari ketika orang-orang tidur lelap.
  4. Jalan dan jembatan putus. Jalan terhalang karena tumpukan tanah longsor, Sementara jembatan runtuh karena fondasi jemabatan ambles.
  5. Sungai menyempit karena tebing sungai longsor
  6. Jalan becek pada musim hujan sehingga sulit untuk dilalui dan pecah-pecah pada musim kemarau sehingga sulit untuk diperkeras.
  7. Air sumur selalu keruh karena mengandung larutan lempung.
  8. Talud selokan atau talang saluran irigasi pecah atau bergeser. Misalnya seperti yang terjadi di Selokan Kalibawang, di Desa Degan, Kulon Progo, Wates, Yogjakarta.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian tanah longsor, jenis, penyebab, dampak, dan contohnya. Semoga melalui rangkaian penjelasan tentang materi bencana alam ini bisa memberikan wawasan dan juga menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *