Penyebab Tanah Longsor dan Dampaknya Bagi Masyarakat

Diposting pada

Penyebab Tanah Longsor dan Dampaknya

Tanah longsor menjadi salah satu definisi bencana alam yang mengerikan bagi masyarakat. Hal ini dikarenakan banyak warga yang menjadi korban dari bencana alam tersebut. Kerugian yang ditimbulkan dari tanah longsor antara lain bisa korban harta benda, korban luka, korban hilang tertimbun, bahkan korban jiwa. Meskipun demikian, Indonesia merupakan surga dunia yang memiliki tanah dengan tingkat kesuburan tinggi.

Bencana alam tanah longsor merupakan peristiwa alami yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Beberapa hal seperti lereng yang retak, rapuhnya tebing, amblesnya tanah, merupakan tanda-tanda akan terjadi tanah longsor. Penyebab tanah longsor ada berbagai macam. Pada artikel kali ini akan dibahas pengertian tanah longsor, penyebab, dan dampaknya bagi masyarakat.

Tanah Longsor

Pengertian tanah longsor adalah kondisi tanah yang mengalami penurunan karena efek tingkat penyerapan air tanah oleh pepohonan. Dapat disimpulkan bahwa penyebab utama terjadinya tanah longsor adalah jumlah tanaman yang tidak seimbang dengan kapasitas air yang terdapat di dalam tanah. Beberapa aspek juga mendukung terjadinya tanah longsor, penjelasannya adalah sebagai berikut.

Penyebab Tanah Longsor

Memahami segala macam aspek yang berhubungan dengan tanah longsor dapat bermanfaat untuk upaya mitigasi agar terhindarkan dari dampak negatif yang terjadi. Masyarakat yang paham akan pencegahan tanah longsor memiliki peluang tinggi dalam menghadapi berbagai macam resikonya. Pengenalan tanah longsor dapat dilihat dari berbagai macam penyebabnya, yaitu sebagai berikut;

Curah Hujan Tinggi

Pengertian curah hujan adalah air yang menggenang pada permukaan datar, dengan tidak terjadinya penyerapan dan penguapan serta drainase. Curah hujan dihitung dengan skala millimeter (mm). Sebagai contoh daerah Provinsi Jawa Tengah memiliki kandungan curah hujan sebesar 2.500 mm per tahun. Artinya, di daerah tersebut dalam satu tahun terdapat genangan air sebanyak 2.500 mm setiap tahunnya.

Kembali ke pembahasan tanah longsor, curah hujan yang tinggi mampu menyebabkan tanah longsor. Kawasan dengan curah hujan yang tinggi dengan tidak disertai dengan penyerapan air tanah oleh tanaman memiliki potensi rawan bencana alam tanah longsor.

Pada saat musim kemarau, tanah menjadi kering. Keringnya tanah mengakibatkan munculnya pori-pori tanah. Saat musim penghujan tiba, air akan mengalir memenuhi pori-pori tanah tersebut. Sehingga kandungan air tanah akan tinggi. Air tanah yang tidak berbanding seimbang dengan penyerapan oleh tumbuhan maka dapat terjadi pergeseran tanah sehingga menyebabkan bencana alam tanah longsor.

Batuan Hancur

Di daerah lereng, sering ditemui batuan sedimen. Batuan sedimen berfungi sebagai bendungan alami abiotik yang mencegah pergeseran tanah. Batuan yang hancur dapat mengakibatkan tanah longsor karena fungisnya sebagai bendungan akan tergoyahkan.

Hal tersebut dapat dicegah dengan mengganti batuan sedimen oleh batuan yang tidak mudah lapuk sepeti batu granit dan batu marmer.

Penumpukan Sampah

Sampah mengakibatkan pencemaran, terutama sampah plastik. Sampah plastik tidak dapat terurai dengan sendirinya, perlu dibakar. Apalagi definisi sampah plastik yang menumpuk dapat mencemari tanah sehingga pencemaran tanah tidak dapat terhindarkan.

Dampak dari pencemaran tanah adalah tanaman bisa mati. Padahal, tanaman berfungsi sebagai penyerap air tanah. Jika tanaman mati maka air tanah tidak akan terserap sempurna dan terjadi tanah longsor.

Penebangan Secara Liar

Penebangan hutan secara liar mampu menyebabkan penggundulan hutan, artinya hutan tidak memiliki pohon besar dan kuat untuk menyerap jumlah air di lapisan tanah. Musim hujan yang terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan bertambahnya intensitas air tanah.

Pergerakan Tanah

Layaknya lempeng tektonik, tanah memiliki sifat alami untuk bergerak. Pergerakan tanah disertai dengan getaran kendaraan besar (bus dan truk) dapat memicu percepatan gerakan tersebut hingga akhirnya mengakibatkan tanah longsor.

Erosi Tanah

Pengertian erosi tanah adalah pengikisan tanah oleh komponen biotik dan komponen abiotik. Tanah yang terkikis mampu bergerak secara alamiah sehingga menyebabkan tanah longsor. Erosi tanah biasanya terjadi pada daerah yang memiliki tingkat kecuraman lereng tinggi.

Rapuhnya Bendungan

Pengertian bendungan tanah adalah pagar tembok pada daerah lereng. Bendungan tanah berfungsi menahan laju pergerakan tanah. Bendungan yang rapuh dapat mengakibatkan tanah longsor.

Tingginya Tingkat Kecuraman Lereng

Indikator lereng yang curam dapat dikenali pada lereng dengan kemiringan diatas 20°. Kemiringan tersebut lebih berpotensi terjadi bencana alam tanah longsor apabila tidak diimbangi dengan tanaman yang memadahi.

Proyek Pembangunan

Pada saat membangun jalan tol, tidak sedikit proyek tersebut yang memotong tebing. Akibatnya, terdapat lereng tebing yang curam padahal tanah tersebut beresiko longsor. Disinilah fungsi penyusunan AMDAL bertindak sebagai kesiapsiagaan dalam mengatasi kerusakan lingkungan hidup.

Bekas Longsoran

Ada jenis banjir susulan, ada tsunami susulan, tentunya ada pula longsor susulan. Longsor susulan terjadi karena bekas longsoran belum diantisipasi secara maksimal sehingga mengundang longsoran baru.

Beban Tanah

Berat tanah akan terus bertambah seiring dengan menumpuknya kandungan air tanah. Air tanah yang tidak terserap oleh pepohonan mampu mengakibatkan tanah longsor. Untuk itu perlu menanam tanaman yang seimbang dengan jumlah resapan air tanah.

Kepadatan Tanah

Pada musim penghujan, air akan memenuhi rongga tanah bekas pengeringan tanah pada musim kemarau. Hal tersebut membawa struktur tanah menjadi lebih pada dari biasanya sehingga longsor dapat terjadi.

Lahan Pertanian

Penanaman lahan pertanian sebaiknya dilakukan pada tanah yang datar. Jika terpaksa menanam pertanian pada kawasan lereng sebaiknya menggunakan metode terasering supaya dapat menahan laju pergerakan tanah.

Permukiman di Kaki Lereng

Peraturan pemerintah sebaiknya membuat keputusan tentang larangan membangun kawasan permukiman pada daerah lereng. Hal ini dikarenakan lereng akan berkurang daya serap air tanahnya. Bahkan jika terdapat permukiman pada kaki lereng, pada saat longsor terjadi dapat mengakibatkan korban jiwa berjatuhan.

Tidak Stabilnya Drainase

Drainase adalah aliran air. Lereng memiliki drainase alami yang disebut dengan run-off. Fungsi run-off adalah mengalirkan air tanah yang tidak teserap oleh tumbuhan supaya tidak menumpuk di dalam tanah. Run-off yang drainasenya tidak stabil mampu mengakibatkan tanah longsor.

Dampak Tanah Longsor Bagi Masyarakat

Segala macam peristiwa tentunya mengandung dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif berguna bagi kelangsungan hidup masyarakat, sedangkan dampak negatif mengancam ketentraman hidup masyarakat. Pada fenomena tanah longsor, berikut dampak positif dan negatifnya.

Dampak Positif Tanah Longsor

Secara garis besar, dampak positif mengandung arti dampak yang baik. Dampak yang baik pun apabila tidak terdapat kesiapsiagaan akan sia-sia. Tanah longsor mengandung dampak positif sebagai berikut.

Kesuburan Tanah

Indikator tanah yang subur adalah tanah yang terdapat berbagai macam vegetasi tumbuhan dengan tumbuh kembang secara maksimal. Tanah yang terjadi longsor memiliki kandungan air yang banyak sehingga dapat mendukung tanaman.

Kelancaran Sistem Hidrologi

Tanah longsor dapat mendukung sistem hidrologi. Secara garis besar, sistem hidrologi adalah urutan perjalanan air dari bumi menuju awan kembali ke bumi lagi. Tanah yang longsor mengeluarkan kandungan air tanah yang nantinya akan menguap di bawa ke awan lagi.

Dampak Negatif Tanah Longsor

Kebalikan dari dampak positif adalah dampak negatif. Tanah longsor juga membawa dampak negatif bagi alam dan kehidupan. Penjelasan dampak negatif tanah longsor dapat dilihat di bawah ini.

Kerusakan Alam

Tanah longsor dapat merusak alam. Alam yang rusak mengganggu nilai estetika. Hutan akan kehilangan keindahannya jika terjadi tanah longsor. Untuk itu perlu upaya pencegahan tanah longsor pada hutan.

Kerusakan Permukiman

Permukiman penduduk dapat rusak akibat bencana alam tanah longsor. Rumah-rumah warga akan terkena timbunan tanah sehingga kerugian materi tidak dapat terhindahkan. Pemilihan tempat tinggal yang jauh dari lokasi rawan longsor adalah pencegahan yang paling efektif.

Korban

Tanah yang terjadi longsor mampu menyebabkan korban. Korban menurut klasifikasinya dapat dibedakan menjadi korban hilang, luka ringan, luka berat, dan korban jiwa. Hewan ternak juga dapat menjadi korban karena peristiwa tanah longsor.

Nah, artikel diatas merupakan penjelasan materi yang membahas pengertian tanah longsor dan penyebab tanah longsor serta dampaknya bagi masyarakat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca guna mitigasi bencana alam tanah longsor. Sekian dan terima kasih!

5 (100%) 1 vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *