Jenis Industri Berdasarkan Bahan Baku, Tenaga Kerja, dan Hasil Produknya

Diposting pada

Jenis Industri Berdasarkan Bahan Baku, Tenaga Kerja, dan Hasil Produknya

Indonesia sebagai bagian dari arti negara berkembang memiliki wilayah dan perwilayahan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau. Indonesia terbagi atas 35 Provinsi dimana dalam provinsi tersebut terbagi atas Ibukota provinsi, Kotamadya, dan Kabupaten. Kotamadya identik dengan pusat pertumbuhan wilayah, pusat pemerintahan, dan pusat perdagangan. Alasannya karena sebagai ditemukan berbagai jenis industri.

Adapun macam-macam industri tersebut dilihat berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, dan dilihat berdasarkan hasil produk.

Industri

Industri adalah tempat dimana menyediakan barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, oleh karena itulah produksi barang dalam skala besar maupun kecil dapat disebut sebagai industri.

Disisi lain, suatu negara dapat dipandang tinggi rendahnya sektor perekonomiannya dari indikator seberapa banyak lokasi industri yang didirikan. Sehingga dalam hal ini industri bisa dikatakan pengganti mata pencaharian sektor agraris yang melekat pada masyarakat Indonesia.

Jenis Industri

Jenis Industri di Indonesia dan Contohnya
Jenis Industri

Berikut adalah jenis-jenis industri yang umumnya ada Indonesia beserta contohnya. Antara lain;

  1. Berdasarkan Bahan Baku

Penentuan lokasi industri yang paling efektif adalah berada dekat dengan pusat bahan baku. Hal ini sejalan dengan pengertian industri yang mengolah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Adapun jikalau diluhat berdasarkan bahan bakunya, industri dibedakan berbagai bentuk. Antara lain;

  1. Industri Ekstraktif

Industri ekstraktif adalah perindustrian yang mengambil bahan baku langsung dari alam. Pada hakekatnya industri ekstraktif tidak masuk ke dalam kategori perindustrian. Sebab pelaku industri hanya memilah barang yang hendak dipasarkan, tidak membuatnya secara langsung.

Contoh industri ekstraktif di Indonesia adalah

  1. Industri perikanan
  2. Industri peternakan
  3. Industri pertambangan
  4. Industri kebun
  5. Dan lain-lain
  1. Industri Non Ekstraktif

Industri non ekstraktif adalah industri yang tidak mengambil bahan baku dari alam, melainkan bahan bakunya sudah disediakan oleh industri lain. Dengan kata lain industri non ekstraktif ini mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi.

Contoh industri non ekstraktif di Indonesia adalah;

  1. Industri pembuatan baju dari kain
  2. Industri pembuatan mebel dari kayu
  3. Dan lain sebagainya
  1. Industri Fasilitatif/Industri Tersier

Industri fasilitatif sering disebut dengan industri tersier. Sebagaimana kita ketahui selama ini bahwa arti dari tersier adalah kebutuhan akan kemewahan. Dalam hal ini yang disebut dengan industri fasilitatif adalah industri yang menyediakan jasa untuk dipergunakan oleh masyarakat.

Jasa yang dimaksud dalam industri tersier bersifat luas. Contoh industri fasilitatif atau industri tersier di Indonesia adalah;

  1. Traveloka
  2. Shoppee
  3. Olx
  4. Lazada
  5. Tokopedia
  6. Dan lain-lain yang berhubungan dengan penyediaan jasa.
  1. Berdasarkan Tenaga Kerja

Tenaga kerja adalah seseorang yang telah memasuki usia produktif (15-64 tahun) yang sedang bekerja maupun sedang mencari kerja. Berdasarkan tenaga kerja yang dimiliki suatu perindustrian, klasifikasi industri menurut tenaga kerja dibedakan menjadi.

  1. Industri Rumah Tangga

Industri rumah tangga adalah industri yang memiliki skala kecil dengan ciri-ciri tenaga kerja kurang dari atau sama dengan 4 orang, modal yang dimiliki untuk kebutuhan industri terbatas, tenaga kerja berasal dari keluarga maupun tetangga sekitar, dan pemilik atau pengelola inudstri merupakan kepala keluarga.

Contoh dari industri rumah tangga di Indonesia adalah;

  1. Industri tahu/tempe
  2. Industri makanan ringan
  3. Industri oleh-oleh
  4. Dan lain sebagainya

Oh iya, yang perlu diingat dari industri rumah tangga adalah pemasaran produk industrinya hanya dalam lingkup sekitar lokasi industri.

  1. Industri Kecil

Industri kecil adalah tempat memproduksi barang mentah menjadi barang jadi maupun barang setengah jadi dengan ciri-ciri memiliki tenaga kerja berjumlah 5 sampai dengan 19 orang, modal yang dibutuhkan kecil namun tidak terbatas, dan tenaga kerja sudah menggunakan sistem rekruitmen meskipun belum berskala professional.

Contoh dari industri kecil yang ada di Indonesia adalah;

  1. Industri pembuatan genteng
  2. Industri pembuatan rotan
  3. Industri pembuatan batu bata
  4. Dan lain-lain

Yang perlu diingat dari industri kecil ini bisanya adalah pemasarannya sudah dalam lingkup Kota ataupun Kabupaten.

  1. Industri Sedang

Industri sedang adalah industri yang memiliki ciri-ciri tenaga kerja yang digunakan berkisar antara 10 sampai dengan 99 orang, modal yang digunakan dalam skala sedang hingga tinggi namun terbatas, tenaga kerja dituntut memiliki keterampilan atau jenjang pendidikan tertentu, dan pimpinan perusahaan sudah memiliki manajemen struktur organisasi.

Contoh dari industri sedang di Indonesia adalah

  1. Industri pembuatan keramik
  2. Industri pembuatan sepatu
  3. Industri pembuatan plastik
  4. Dan lain-lain

Hal yang menarik pada industri sedang ini adalah pemasaran sudah dalam lingkup nasional namun memiliki jumlah produk yang terbatas.

  1. Industri Besar

Industri besar adalah perindustrian yang memiliki ciri-ciri tenaga yang dimiliki berjumlah lebih dari 100 orang pekerja, modal yang digunakan dalam skala besar sampai tidak terbatas, tenaga kerja yang direkrut harus melalui kualifikasi tertentu, struktur organisasi perusahaan dalam skala luas, dan memiliki cabang di tiap-tiap daerah.

Contoh dari industri besar di Indonesia adalah

  1. Industri pembuatan paving
  2. Industri pembuatan rokok
  3. Industri pembuatan produk komersial
  4. Dan lain sebagainya

Yang perlu diingat dari dalam skala industri besar adalah terdapatnya berbagai mavam iklan produk yang telah disebarluaskan.

  1. Berdasarkan Hasil Produk

Klasifikasi industri yang selanjutnya adalah berdasarkan hasil produk. Konsumen selalu ingin menikmati produk yang dihasilkan produsen melalui perindustrian. Berdasarkna hasil produknya, jenis industri di Indonesia dibedakan menjadi.

  1. Industri Primer

Industri primer adalah industri yang tidak memerlukan pengolahan lebih lanjut. Dengan kata lain industri primer menjalani satu kali proses produksi. Hal ini dikarenakan konsumen dapat langsung menikmati produk yang dihasilkan dari industri primer.

Contoh dari industri primer di Indonesia adalah

  1. Industri makanan
  2. Industri minuman
  3. Industri produk kecantikan
  4. Dan lain sebagainya
  1. Industri Sekunder

Industri sekunder adalah perindustrian yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut lagi. Dengan kata lain industri sekunder merupakan industri yang hanya memproduksi barang setengah jadi. Adapun untuk contoh dari industri sekunder di Indonesia adalah

  1. Industri pembuatan ban
  2. Industri pembuatan kain
  3. Industri pembuatan semen
  4. Dan lain sebagainya.
  1. Industri Tersier

Industri tersier adalah industri yang bergerak di bidang layanan masyarakat. Dalam hal ini berbeda dengan industri fasilitatif walapun sama-sama bergerak di bidang jasa. Yang membedakan antara industri tersier dari segi bahan baku dan hasil produk adalah industri tersier dengan segi bahan baku mengutamakan pembuatan, sedangkan industri tersier dengan segi hasil produk mengutamakan jenis barang.

Dengan kata lain industri tersier dengan segi bahan baku terdapat agen penyedia jasa di dalamnya. Contoh dari industri tersier di Indonesia adalah;

  1. Industri angkutan umum
  2. Industri perbankan
  3. Industri telekomunikasi
  4. Industri pariwisata
  5. Dan lain-lain
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa industri ini memiliki peranan penting bagi pembangunan di Indonesia. Dimana dengan banyaknya kawasan industri pengentasan terhadap pengangguran dan peningkatan pendapatkan secara ekonomi di masyarakat bisa terwujud.

Nah, penjelasan diatas merupakan tentang jenis industri berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, dan berdasarkan hasil produk yang diolahnya. Semoga melalui artikel yang kami selesaikan ini dapat menambah wawasan pembaca yang bertujuan mencari ilmu pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *