Jenis Tektonik Lempeng dan Contohnya

Diposting pada

Teori Lempeng Tektonik Adalah

Pada perut bumi terdapat lapisan–lapisan yang membentuk struktur bumi. Lapisan bumi paling dasar dimulai dari inti bumi hingga yang paling luar yaitu kerak bumi. Kerak bumi memiliki nama lain yaitu lithosfer karena kerak bumi terdapat berbagai macam batuan. Walaupun pada dasarnya kerak bumi itu dibagi menjadi 2 daerah yaitu dataran dan lautan.

Kenampakan alam yang terjadi pada kerak bumi disebut topografi. Kenampakan ini ditinjau dari ketinggian suatu tempat yang ada di permukaan bumi. Topografi permukaan bumi juga disebut sebagai relief bumi. Relief bumi merupakan dataran pada permukaan bumi yang bisa ditinjau dari bentuk ketinggiannya. Relief juga dapat digunakan untuk menilai ketinggian suatu tempat di lautan. Yaitu yang berada di dasar laut.

Terjadinya relief bumi terbentuk dari tenaga pembentuk permukaan bumi. Tenaga tersebut adalah tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga pembentuk permukaan bumi dari dalam perut bumi, sedangkan eksogen adalah tenaga pembentuk permukaan bumi yang berasal dari kerak bumi. Oleh karena itulah pada tulisan kali ini akan menjelaskan tentang pembentukan kenampakan permukaan bumi berupa tenaga endogen contohnya adalah jenis-jenis tektonik Lempeng.

Tektonik Lempeng

Pengertian teori lempeng tektonik merupakan teori yang menjadi salah satu penyebab kenampakan relief topografi yang ada di permukaan bumi. Teori lempeng tektonik adalah terusan dari sebuah teori yang membahas tentang pergeseran benua. Teori lempeng tektonik berasal dari selimut bumi yang berlapis–lapis lalu terpisah membentuk sebuah lempengan.

Lempengan yang berada pada selimut bumi tersebut dapat bergerak. Selimut bumi ini mempunyai lapisan setebal 20 segmen. Segmen pada lapisan selimut bumi tersebut memiliki ketebalan antara 40.000 m sampai dengan 100.000 m. beberapa segmen yang ada di selimut bumi memiliki ketebalan hingga 400.000 m. Pergerakan lempeng yang ada di selimut bumi tidak dapat ditebak dengan mudah ke mana arah pergerakannya.

Menurut para ahli yang meneliti tentang pergerakan lempeng tektonik, pergerakan lempeng tektonik mampu diprediksi melalui kandungan magnetik yang terdapat di dalam selimut bumi yang berbentuk batuan. Sifat dasar magnet adalah memiliki kutub yang berbeda di setiap ujungnya. Sifat dasar magnet saling bertolakan apabila kutub yang sama saling bertemu. Kandungan magnetik dalam batuan inilah yang menyebabkan pergerakan pada lempeng.

Kecepatan pergerakan lempeng adalah 10 sampai 40 mm per tahun atau setara dengan pertumbuhan kuku jari manusia. Namun pada beberapa lempeng tektonik ada yang memiliki kecepatan pergerakan hingga 160 mm per tahun atau setara dengan pertumbuhan rambut pada manusia.

Jenis Tektonik Lempeng

Klasifikasi jenis lempeng yang ada di permukaan bumi dibagi menjadi 2. Yaitu lempeng samudra dan lempeng benua. Pembagian jenis–jenis lempeng tersebut mempunyai karakeristik dan ciri–ciri pada masing–masing jenis lempeng. Jenis–jenis lempeng bumi dapat kita simak pada ulasan sebagai berikut.

Lempeng Samudra

Pada beberapa ahli menyebut lempeng samudra sebagai sebutan kerak sima. Lapisan yang terdiri dari lempeng samudra atau kerak sima adalah lapisan silicon dan lapisan magnesium. Ketebalan lempeng samudra atau kerak sima ini berkisar antara 5.000 hingga 10.000 m. Ketebalan lempeng samudra atau kerak sima lebih padat jika dibandingkan dengan ketebalan lempeng benua.

Hal ini dikarenakan jumlah lapisan silikon pada lempeng samudra atau kerak sima lebih padat dibandingkan dengan lempeng benua. Lapisan silikon pada dasar laut jumlahnya lebih banyak daripada di daratan.

Lempeng Benua

Pada beberapa ahli menyebut bahwa pengertian benua dalam lempeng sebagai sebutan kerak sial. Lapisan yang terdiri dari lempeng benua atau kerak sial ini adalah silikon dan alumunium. Lempeng benua atau kerak sial ini memiliki ketebalan yang berkisar antara 30.000 m sampai dengan 50.000 m.

Kandungan silikon yang terdapat di lempeng benua atau kerak sial lebih sedikit dari pada kandungan silikon pada lempeng samudra atau kerak sima. Namun material yang berada pada lempeng benua atau kerak sial lebih berat dari pada lempeng samudra atau kerak sima. Lempeng benua atau kerak sial berada di bawah daratan yang menjadi tempat tinggal manusia.

Macam-Macam Lempeng Tektonik

Lempeng tektonik memiliki beberapa batas–batas lempeng yang terjadi karena pergerakan lempeng di dasar perut bumi. Pergerakan lempeng tektonik tersebut dinamakan seisme yang merupakan aktivitas geologi. Jenis–jenis batas lempeng tersebut dinamakan transform, divergen, dan konvergen. Penjelasan mengenai jenis–jenis batas lempeng tersebut dapat kita bahas pada penjelasan sebagai berikut;

Transform

Transform merupakan gesekan pada 2 lempeng tektonik yang sejajar yang terjadi di sekitar sesar fault. Pergerakan transform terjadi secara horizontal. Jenis batas lempeng transform ini berupa bentuk sinistral dan dekstral. Contoh dari pergerakan lempeng tektonik berjenis transform adalah sesar San Andreas yang berada di California, Amerika Serikat.

Divergen

Divergen merupakan jenis pergerakan lempeng tektonik yang pergerakannya secara menjauh. Divergen bermula dari pengertain litosfer yang memecah kemudian mengalami pergerakan memekar yang nantinya akan berbentuk sebuah lembah pada daratan.

Konvergen

Konvergen merupakan kondisi lempeng tektonik berjumlah 2 atau lebih yang mengalami jarak saling berdekatan. Konvergen memiliki bentuk meruncing ke bagian bawah tanah. Lempeng tektonik konvergen dibedakan atas 3 jenis, yaitu 2 lempeng yang menghadap ke bawah mengakibatkan dampak kepulauan. 2 lempeng yang bertubrukan mengakibatkan lipatan. Dan 2 lempeng yang saling bertemu mengakibatkan terjadinya pegunungan.

Mekanisme Pergerakan Lempeng Tektonik

Pergerakan lempeng tektonik sebagian terjadi karena tingkat panas bumi yang tidak merata pada suatu wilayah dengan wilayah tertentu. Panas bumi yang tidak merata ini menjadi kesenjangan pergerakan lempeng tektonik di berbagai wilayah. Lapisan lempeng tektonik perut bumi mempunyai besaran yang berbeda – beda pada setiap umur dari lapisan lempeng tersebut.

Lempeng samudra atau kerak sima lebih cepat mengalami penuaan karena lapisan pada laspisan lempeng samudra atau kerak sima mengalami pelarutan karena air garam. Semakin tua usia lapisan lempeng samudra atau kerak sima maka posisinya akan semakin menghujam mengarah ke bawah selimut bumi.

Hal ini berakibat pada mekanisme pergerakan lempeng. Lempeng tektonik yang bergerak tersebut mengalami pergerakan yang disebut dengan pergerakan gaya gesek, pergerakan gaya gravitasi, dan pergerakan gaya dari luar bumi. Pembahasan mengenai mekanisme pergerakan lempeng dapat kita simak pada ulasan sebagai berikut;

Gaya Gesek

Gaya gesek adalah suatu mekanisme pergerakan lempeng bumi yang bergerak dikarenakan pergesekan yang berasal dari beberapa jenis batuan yaitu batuan basal dan batuan slab. Gaya mekanisme pergerakan ini membentuk sebuah tarikan yang menghujam ke bawah mengarah ke selimut bumi.

Gaya Garavitasi

Gaya Gravitasi adalah suatu mekanisme pergerakan lempeng bumi yang bergerak dikarenakan beratnya massa jenis yang diangkut oleh sebuah lempeng. Proses mekanisme pergerakan lempeng gaya gravitasi menyebabkan pergeseran lempeng menjadi lambat karena massa jenis yang berat.

Gaya dari Luar Bumi

Gaya dari luar bumi adalah suatu mekanisme pergerakan lempeng bumi yang bergerak dikarenakan mendapatkan gaya dan tekanan yang berasal dari gravitasi bulan. Gravitasi bulan gaya penarikannya tidak sekuat gaya gravitasi bumi dan menimbulkan pengaruh yang berdampak kecil.

Pembagian Kawasan Lempeng Tektonik

Lempeng tektonik yang berada pada permukaan bumi memiliki 7 lempeng utama. Lempeng tersebut antara lain adalah lempeng afrika, lempeng Australia, lempeng antartika, lempeng Eurasia, lempeng amerika selatan, lempeng amerika utara, dan lempeng samudra pasifik.

Di Negara Indonesia terdapat 3 lempeng besar atau lempeng utama dan 1 lempeng kecil. Lempeng tektonik yang berada di kawasan negara Indonesia adalah lempeng Eurasia, lempeng pasifik, lempeng Australia, dan lempeng Filipina.

Maka tidak heran jika di negara Indonesia sering terjadi bencana alam berupa gempa tektonik. Hal ini dikarenakan jumlah lempeng tektonik yang berada di kawasan negara Indonesia jumlahnya banyak dan mengalami pergesekan yang aktif di setiap tahunnya.

Nah, penjelasan diatas merupakan sedikit kesimpulan atas materi mengenai tektonik lempeng. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya pelajar yang sedang mempelajari tentang lempeng tektonik. Terima kasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *