Pengertian Litosfer, Jenis, Struktur, dan Fungsinya

Diposting pada

Litosfer Adalah

Litosfer adalah bagian terluar dari struktur Bumi yang bentuknya berkarakteristik padat dan paling kaku. Meskipun batuan litosfer masih dianggap elastis, mereka tidak kental. Astenosfernya bersifat kental. Litosfer-astenosfer (LAB) adalah titik di mana ahli geologi dan rheologists menandai perbedaan kekentalan antara dua lapisan mantel tersebut. Litosfer jauh lebih getas daripada astenosfer. Elastisitas litosfer bergantung pada suhu, tekanan, dan kelengkungan Bumi itu sendiri.

Terdapat 2 jenis litosfer yaitu litosfer samudera dan litosfer kontinental. Litosfer samudera dikaitkan dengan kerak samudera, dan sedikit lebih padat daripada litosfer benua. Litosfer benua, terkait dengan kerak benua, jauh lebih tebal, yang membentang lebih dari 200 kilometer (124 mil) di bawah permukaan Bumi. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang litosfer, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis, struktur, dan fungsi litosfer.

Litosfer

Konsep litosfer sebagai lapisan luar Bumi yang kuat dideskripsikan oleh A.E.H Love dalam sebuah monografnya tahun 1911 “Some problems of Geodynamics” dan dikembangkan lebih lanjut oleh Joseph Barrell, yang menulis serangkaian makalah tentang konsep tersebut dan memperkenalkan istilah “litosfer”.

Konsep ini didasarkan adanya anomali gravitasi yang signifikan atas kerak benua, dimana dia menyimpulkan bahwa ada lapisan atas yang kuat dan padat (yang ia sebut litosfer) di atas lapisan yang lebih lemah yang bisa mengalir (yang disebutnya astenosfer).

Ide-ide ini diperluas oleh Reginald Aldworth Daly pada tahun 1940 dengan karya besarnya “Strength and Structure of the Earth”. Mereka telah diterima secara luas oleh ahli geologi dan geofisika. Konsep-konsep bahwa litosfer yang kuat bertumpu pada astenosfer sangat penting untuk teori lempeng tektonik . Selengkapnya, bacaPengertian Teori Lempeng Tektonik, Jenis, Bagian, dan Contohnya

Pengertian Litosfer

Litosfer adalah cangkang yang kaku dan terluar dari Bumi, yang terdiri atas kerak dan bagian dari mantel atas yang bersif elastis pada skala waktu ribuan tahun atau lebih. Bagian paling atas litosfer yang secara kimia bereaksi terhadap atmosfer, hidrosfer dan biosfer melalui proses pembentukan tanah disebut pedosfer.

Kerak bumi bukanlah substansi yang homogen, ia memiliki lapisan batuan yang berbeda termasuk batuan sedimen di atas, batuan granit dan metamorf di batuan tengah dan basaltik di bagian bawah.

Kerak bumi juga terdiri atas beberapa lempeng tektonik dinamis yang besar. Pelat tektonik ini bergerak perlahan tetapi terus menerus dengan laju rata-rata sekitar 10 cm. salah satu bukti pergerakan tersebut yaitu Samudra Atlantik yang terpisah dari lempeng-lempeng Eurasia dan Amerika Utara, yang pada awalnya sekitar 180 juta tahun yang lalu menyatu dengan kedua benua tersebut.

Pengertian Litosfer Menurut Para Ahli

Adapun definisi litosfer menurut para ahli, diantaranya yaitu:

Encyclopedia Britannica

Litosfer merupakan lapisan luar bumi yang kaku, berbatu, terdiri atas kerak dan lapisan terluar dari mantel atas. Lapisan ini meluas hingga kedalaman sekitar 60 mi (100 km). Yang dipecah menjadi sekitar beberapa pelat atau lempeng. Arus konveksi yang lambat terjadi jauh di dalam mantel, yang dihasilkan oleh pemanasan radioaktif interior, diyakini menyebabkan gerakan lateral lempeng (dan benua yang berada di atasnya) dengan laju beberapa inci per tahun.

New World Encyclopedia

Litosfer (dari bahasa Yunani yang artinya lingkup “berbatu”) adalah cangkang yang padat dan terluar dari planet berbatu. Dalam kasus planet Bumi, litosfer termasuk kerak dan lapisan atas mantel yang bergabung dengan kerak bumi. Litosfer mengandung beragam mineral. Selain itu, ia terus berinteraksi dengan lapisan atmosfer dan hidrosfer.

Jenis Batuan Penyusun Litosfer

Litosfer tersusun atas jenis batuan, yaitu:

Batuan Beku

Pengertian batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma pijar. Sekitar 80 % dari material batuan yang menyusun batuan kerak bumi merupakan batuan beku. Batuan beku memiliki banyak variasi. Varias tersebut disebabkan karena 2 faktor yaitu:

  • Pendinginan dengan laju yang berbeda
  • Magma “induk” (batuan leleh asli) memiliki komposisi yang berbeda.

Variasi kedua faktor ini telah menciptakan banyak jenis batuan beku. Ketika magma mendingin dengan cepat, maka akan memiliki mineral kecil (dengan pengecualian obsidian, yang sebenarnya terdiri dari silika, tetapi tidak memiliki struktur kristal). Sedangkan magma yang mendingin perlahan menciptakan batuan seperti granit yang memiliki mineral besar yang bisa dilihat dengan mata telanjang.

Batuan beku dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Batuan beku dalam (plutonik/abisik), merupakan batuan beku terjadi karena pembentukan magma yang perlahan di dalam kulit bumi. Contohnya yaitu granit, diorit, dan gabro
  2. Batuan beku gang (korok), merupakan batuan beku yang terbentuk dari magma yang membeku dilorong antara dapur magma dan permukaan bumi. Ciri dari batuan gang ini adalah campuran mineralnya memiliki ukuran yang besarnya tidak sama.
  3. Batuan beku luar, merupakan batuan beku yang terbentuk dari magma yang keluar dari dapur magma membeku di permukaan bumi. Contoh : basalt, diorit, andesit, obsidian, skoria, batuan apung.

Batuan Sedimen

Batuan sedimen ialah batuan yang karena adanya proses pembatuan atau lithifikasi dari hasil pelapukan dan juga erosi yang tertransportasi (terpindahkan) dan kemudian mengalami proses pengendapan dalam analisis sedimentasi.

Klasifikasi batuan sedimen berdasarkan proses pembentukan, yaitu:

  1. Batuan sedimen klastik
  2. Batuan sedimen kimiawi
  3. Batuan sedimen organik

Klasifikasi batuan sedimen berdasarkan tenaga pengangkutnya, yaitu:

  1. Batuan sedimen aeris atau aeolis
  2. Batuan sedimen glasia
  3. Batuan sedimen aquatik
  4. Batuan sedimen marin

Batuan Malihan (Metamorf)

Batuan metamorf ialah batuan yang telah mengalami perubahan baik fisik maupun kimiawi nya yang dipengaruhi oleh suhu, tekanan, dan waktu.

Batuan metamorfik adalah batuan beku, sedimen, atau batuan metamorf yang sudah ada sebelumnya yang telah diubah oleh tekanan besar dan suhu di dalam kerak dan mantel atas Bumi.

Jenis-jenis batuan metamorf :

  1. Batuan metamorf kontak, merupakan batuan yang terbentuk karena pengaruh intrusi magma yang suhunya sangat tinggi. contoh : batu kapur
  2. Batuan metamorf dinamo, merupakan batuan yang terbentuk karena pengaruh tekanan, waktu, dan proses pembentukan karena tenaga endogen. contoh : gneis, sabak, dan serpih.
  3. Metamorf Pneumatolitis kontak, merupakan batuan yang terbentuk karena pengaruh gas-gas dari contoh : kuarsa, batu permata.

Struktur Litosfer

Struktur litosfer terdiri atas litosfer samudera atau kerak samudera, dan litosfer kontinen, atau kerak benua. Kerak samudera adalah bagian dari litosfer Bumi yang muncul di cekungan samudra, sedangkan kerak benua adalah lapisan batuan yang membentuk benua dan daerah dasar laut yang dangkal dekat dengan pantai, yang dikenal sebagai kontinen. Kedua jenis kerak berbeda dalam komposisi, kepadatan, dan ketebalan. Secara keseluruhan, kerak samudera lebih tipis tetapi lebih padat daripada kerak benua.

Berikut ini masing-masing karakteristik dari kerak samudra dan kerak benua, yaitu:

Kerak samudra atau crush

Kerak samudera merpakan bagian dari lithosfer bumi yang permukannya berada di cekungan samudera. Kerak samudra tersusun atas mineral-mineral yang banyak mengandung silikon, besi, magnesium yang disebut SIMA. Ketebalannya lebih tipis dibandingkan dengan kerak benua (SIAL), yaitu 5-15 km, tapi massa jenisnya lebih besar yaitu massa jenis rata-rata sekitar 3.3 gram per sentimeter kubik. Kerak samudra disebut juga lapisan basaltis sebab batuan penyusunnya banyak mengandung basalt.

Beberapa hal perlu diketahui tentang lapisan kerak samudera, yaitu:

  1. Material penyusun lapisan kerak samudera paling atas tersusun dari material sedimen yang tebalnya hingga 800 meter.
  2. Lapisan kerak samudera mengalami pembaruan terus menerus oleh adanya aktivitas vulkanisme di sepanjang celah-celah dasar laut.
  3. Unsur dari kerak samudera termasuk muda yaitu 200 juta tahun dibandingkan umur kerak benua yang berumur 3,8 miliar tahun.
  4. Rata-rata berada pada 3.800 meter di bawah laut.

Kerak benua

Kerak benua merupakan kerak yang komposisinya kaya Si dan Al (SIAL). Berat jenisnya rendah yaitu 2,7 g/cm3. Ketebalannya sekitar 20-70 km. Kerak benua, sebagiamana namanya, biasanya membentuk daratan. Kerak benua disebut juga lapisan granitis sebab bahan penyusun utama batuannya terdiri dari batuan yang banyak menagndung granit.

Beberapa hal perlu diketahui tentang lapisan kerak benua, yaitu:

  1. Material lapisan kerak benua pada lapisan atas berupa batuan granit ringan
  2. Material lapisan kerak benua pada lapisan bawah berupa batuan basalt yang lebih rapat.
  3. Lapisan kerak benua tersusun pada zaman Prekambiun.
  4. Rata-rata berada di 850 meter di atas permukaan laut.

Fungsi Litosfer

Litosfer Bumi memberi kita “terra firma” atau tempat hidup. Untuk mempertahankan hidup kita, kita membutuhkan akses ke udara, air, tanah, dan sinar matahari, dan kita membutuhkan ekosistem yang bersal dari tumbuhan dan hewan.

Litosfer memberi kita akses ke semua hal tersebut secara bersamaan. Kita tinggal di litosfer yang dikelilingi oleh udara, menerima panas dan cahaya Matahari, dan memiliki akses ke air tawar dan berbagai mineral yang kita gunakan untuk kegiatan domestik, pertanian, dan industri.

Berikut ini akan dijelaskan secara lebih rinci fungsi atau manfaat litosfer bagi kehidupan kita, antara lain:

Sebagai tempat tinggal dan tempat beraktivitas bagi makhluk hidup

Litosfer sebagai tempat tinggal bagi manusia dan berbagai jenis makhluk hidup. Mereka bisa melakukan berbagai aktivitas seperti mencari makanan, mengolah makanan, membuat berbagai peralatan pendukung kehidupan, mengolah berbagai bahan alam menjadi sesuatu yang lebih berguna, dan lain sebagainya.

Sebagai tempat pengolahan kembali sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati

Litosfer bukan hanya dapat dijadikan tempat hidup, tapi juga sebagai tempat mengubur atau membuang sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati. Misalnya batu bara yang kita gunakan sebagai sumber energi berasal dari fosil makhluk hidup dan tumbuhan yang telah mati jutaan tahun yang lalu, dan terkubur di dalam tanah, kemudian akan mengalami penguraian sekian lama hingga akhirnya menjadi minyak bumi, batu bara, atau gas alam.

Sebagai penyedia sumber makanan untuk makhluk hidup

Litosfer memiliki peran penting untuk menyediakan sumber makanan yang stabil bagi makhluk hidup sehingga mereka dapat hidup, tumbuh, dan berkembang biak. terdapat berbagai jenis tanaman, air, hewan, dan sinar matahari yang mendukung tersedianya makanan bagi seluruh makhluk hidup secara stabil karena dapat terus diperbaharui.

Sebagai tempat tumbuhnya berbagai tanaman

Pada litosfer terdapat tanah yang merupakan media tumbuhnya berbagai jenis tanaman yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Misalnya dimanfaatkan sebagai sumber makanan, membersihkan udara, sebagai pelindung dari sengatan yang ada dalam sinar pengertian matahari, sebagai sumber atau bahan obat, bahan baku industri, bahan baku pembuatan kertas, sebagai material bangunan, dan lain sebagainya.

Memberi dukungan terhadap seluruh proses kehidupan di bumi baik di darat maupun di laut

Litosfer dapat mendukung seluruh proses kehidupan baik di darat maupun di laut sehingga semua makhluk dapat hidup dengan baik. Misalnya adanya tanah yang dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai tumbuhan untuk dikonsumsi.

Selain itu tanah mampu menyimpan air yang dapat dijadikan cadangan air bersih bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Terdapat sungai dan laut dimana makhluk air dapat hidup sekaligus sebagai tempat penyimpanan air. Baca jugaPengertian Bumi dan Struktur Lapisannya

Sebagai penyedia berbagai jenis logam

Pada lapisan litosfer terdapat berbagai jenis logam seperti besi, aluminium, dan tembaga yang sangat bermanfaat bagi manusia untuk membuat berbagai peralatan mulai dari peralatan rumah tangga hingga peralatan di dunia industri. Melalui  ketersediaan logam industri dapat berkembang sehingga manusia bisa memproduksi berbagai peralatan yang bisa digunakan untuk memudahkan pekerjaannya.

Sebagai penyedia sumber energi

Litosfer menyediakan sumber energi yang tersimpan dalam perut bumi berupa bahan bakar fosil, seperti gas alam, petroleum, dan batu bara yang sangat penting bagi manusia. Tanpa adanya sumber-sumber energi ini kehidupan kita tentu tidak bisa senyaman dan secanggih sekarang. Tidak ada listrik, tidak ada kendaraaan, serta tidak ada perkembangan teknologi sehingga kita tidak akan bisa merasakan kenyamanan dan kemudahan seperti sekarang.

Sebagai tempat penyimpanan atau penampungan air

Litosfer dapat menjadi tempat penyimpanan dan penampungan air super besar seperti laut, sungai, dan danau. Selain itu tanah juga dapat menyimpan air sehingga dapat dijadikan cadangan saat musim kemarau tiba. Seperti yang diketahui air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup. Baca jugaPenyebab Pencemaran Air dan Upaya Menanggulanginya

Membantu proses produksi pupuk buatan

Dalam memproduksi pupuk buatan yang diperlukan beberapa unsur yang ada di litosfer seperti nitrogen, kalium, dan phosphat. Pupuk buatan ini dapat berguna untuk mengembalikan kondisi tanah menjadi lebih kaya akan unsur hara sehingga tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Mampun melindungi makhluk hidup dari magma dan material berbahaya lainnya yang ada di perut bumi

Litosfer bermanfaat juga untuk melindungi makhluk hidup dari magma serta material panas dan berbahaya lainnya yang ada di perut bumi. Apabila tidak ada litosfer permukaan bumi akan berhadapan langsung dengan material-material di perut bumi yang super panas dan berbahaya.

 Demikianlah penjelasan secara lengkap mengenai materi pengertian litosfer menurut para ahli, jenis, struktur, dan fungsinya bagi kehidupan manusia. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan dan menambah edukasi yang mendam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *