Pengertian Cagar Alam, Jenis, Karakteristik, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Cagar Alam

Salah satu macam-macam pemandangan alam yang ada di Indonesia adalah kebun raya bogor, yang mana secara fungsionalnya sebagai cagar alam untuk melindungi tanaman yang hampir punah bahkan mendekati langka. Oleh karena itulah pada artikel ini akan mengulas tentang pengertian cagar alam, karakteristik, jenis, dan contohnya.

Pengertian Cagar Alam

Pengertian cagar alam adalah pelestarian lingkungan dimana daerah tersebut memiliki ciri–ciri dan karakteristik terdapatnya berbagai macam tumbuhan yang berasal dari berbagai negara dan tumbuhan yang mendekati kelangkaan atau hampir punah.

Suatu cagar alam harus melindungi dan melestarikan jenis–jenis tanaman yang terdapat di dalam cagar alam secara alami agar kondiri natural dari tanaman tersebut dapat terjaga keasliannya. Seluruh jenis flora yang terdapat di dalam cagar alam memiliki fungsi nilai guna yang tinggi. Fungsi nilai tersebut berguna untuk pengetahuan di masa sekarang dan masa yang akan datang kelak.

Biasanya cagar alam digunakan suatu perguruan tingigi, lembaga, atau seorang peneliti yang ingin melakukan penelitian dengan tujuan mengkaji keanekaragaman flora yang terdapat di suatu lingkungan cagar alam.

Pada dunia pendidikan, cagar alam biasanya akan digunakan untuk bahan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum. Lingkungan cagar alam masuk ke dalam kurikulum materi geografi SMA kelas XI tentang mengidentifikasi fenomena biosfer.

Jenis Cagar Alam dan Contohnya

Keberadaan persebaran cagar alam didorong dengan faktor lingkungan geografis yang mempengaruhi letak cagar alam tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh dari jenis cagar alam yang ada di Indonesia dan Dunia, antara lain sebagai berikut;

Cagar Alam Arjuno Lalijiwo

Cagar Alam Arjuno Lalijiwo adalah kawasan konservasi cagar alam yang secara administrasi berada di 3 Kabupaten, yaitu Malang, Pasuruan, dan Mojokerto. Secara topografi, kawasan konservasi cagar alam arjuno lalijiwo berada di lereng gunung Arjuna. Keberadaan kawasan konservasi cagar alam arjuno lalijiwo didirikan oleh Konservasi Sumberdaya Alam Jatim II untuk keperluan penelitian dan pariwisata.

Kawasan konservasi cagar alam arjuno lalijiwo memiliki luas sekitar 4960 ha. Luas kawasan tersebut meliputi lereng gunung Arjuna, lereng gunung Welirang, dan lereng gunung Kembar. Vegetasi yang terdapat di cagar alam arjuno lalijiwo ini didominasi oleh tanaman hutan tropis. Mayoritas tanaman hutan pinus pada wilayah cagar alam tersebut adalah pohon cemara, pinus, dan triwulan.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah kawasan konservasi yang secara administrasi berada di 4 Kabupaten, yaitu Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo. Taman nasional bromo tengger semeru berdiri sejak tahun 1982 secara hukum tetapi berdiri secara tidak berlandaskan hukum sejak tahun 1919.

Taman nasional bromo tengger semeru memiliki luas kawasan konservasi taman nasional seluas 5250 ha denga ketinggian wilayah taman nasional setinggi 2100 m diatas permukaan laut. Flora endemik yang berada di taman nasional bromo tengger semeru adalah tanaman hutan tropis.

Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor merupakan sebuah kebun botani yang bertujuan untuk melindungi dan melestarikan beberapa tanaman yang hampir punah dan mengalami kelangkaan. Kebun raya bogor memiliki luas 87 ha dengan memiliki koleksi tanaman sejumlah kurang lebih 15000 jenis tanaman.

Pada masa era kerajaan, kebun raya bogor merupakan hutan buatan yang didirikan oleh Prabu Siliwangi pada tahun pemerintahan 1474 sampai dengan 1513 bernama Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda, peristiwa bersejarah ini tertulis pada prasasti batutulis.

Pada awal pembentukannya, Sri Baduga Maharaja memrintahkan untuk menanam hutan buatan yang berfungsi untuk pelestarian benih–benih kayu yang langka. Setelah Kerajaan Sunda dikalahkan oleh Kesultanan Banten maka hutan tersebut tidak terurus dan ditinggalkan.

Kemudian pada awal tahun 1800 an Gubernur Jenderal Van Der Capellen membangun istana di sekitar hutan tersebut. Pada saat pemerintahannya digantikan oleh Thomas Stamford Raffles memperindah hutan tersebut menjadi Kebun Raya Bogor seperti sekarang ini.

Karakteristik Cagar Alam

Sebagaimana suaka alam yang lainnya, cagar alam juga memiliki karakteristik yang khas di dalamnya. Karakteristik cagar alam dapat kita simak pada penjelasan yang diulas pada pembahasan sebagai berikut.

Keanekaragaman Ekosistem Tumbuhan

Suatu lingkungan dapat dikatakan sebagai cagar alam apabila terdapat berbagai macam keanekaragaman ekosistem tumbuhan di dalamnya. Tumbuhan yang terdapat pada suatu lingkungan cagar alam biasanya diperoleh dari berbagai negara yang bersifat langka dan hampir punah.

Diklasifikasikan Menurut Jenis Biota

Pada karakteristik cagar alam bagian ini penting untuk kita ketahui bahwa cagar alam harus disusun mengikuti jenis biota agar dapat tertata rapi dan mampu menarik minat pengunjung. Apabila suatu cagar alam tidak diklasifikasikan menurut biota akan terlihat seperti hutan liar dan tidak menarik minat pengunjung.

Tujuan Cagar Alam

Cagar alam dibentuk untuk memenuhi manfaat dan fungsi tertentu bagi tumbuhan itu sendiri maupun bagi pemerintah serta masyarakat. Tujuan dibentuknya cagar alam dapat kita simak pada ulasan materi sebagai berikut.

Pelestarian Tanaman

Cagar alam dibentuk karena tujuan pelestarian tanaman yang hampir langka dan mendekati kepunahan hal ini bisa dilatarbelakangi dengan kerusakan lingkungan. Jika pelestarian tersebut akan terjaga kealamiannya hingga kelak maka anak cucu kita dapat menyaksikan secara langsung dari jenis tanaman tersebut.

Menjaga Kesuburan Tanah dan Menguji Unsur Hara Tanah

Pembentukan cagar alam tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menjaga kesuburan dalam lapisan tanah. Tanah dengan ditanami beberapa jenis tanaman akan dapat terjaga kesuburannya karena tanah akan terus bekerja menghidupi tanaman secara alami.

Selain untuk menjaga kesuburan tanah, pengadaan cagar alam juga berguna untuk menguji unsur hara apakah yang terdapat di dalam tanah. Semakin subur tanaman yang dilestarikan maka kawasan cagar alam tersebut memiliki unsur hara tanah yang cukup tinggi .

Mengatur Proses Sirkulasi Air

Tanaman memiliki sifat alamiah yaitu menyerap air yang berada di dalam tanah. Lalu air tersebut akan diolah tanaman dalam proses fotosintesis yang akhirnya menjadi oksigen. Proses fotosintesis dapat dkategorikan sebagai wujud penguapan.

Air yang menguap menjadi udara akan menjadi awan yang terkandung air lalu diturunkan kembali ke permukaan bumi dalam wujud presipitasi air hujan. Persitiwa ini adalah maksud dari pengaturan kelancaran sirkulasi air pada tujuan pembuatan cagar alam.

Dijadikan Tempat Wisata

Keberadaan cagar alam juga memiliki fungsi yang tinggi untuk kebutuhan rekreasi masyarakat. Hadirnya tanaman yang berasal dari berbagai negara dan tanaman yang langka menambah minat masyarakat untuk melakukan rekreasi di daerah kawasan cagar alam.

Sebagai Pemasukan Negara

Cagar alam juga berfungsi sebagai jalan untuk menambah pemasukan dan devisa negara. Dengan banyaknya turis asing yang berkunjung ke kawasan cagar alam akan dikenakan tarif berlebih yang berguna sebagian dari kenaikan tarif yang berbeda pada turis asing masuk ke dalam devisa negara. Selengkapnya, baca; Pengertian Negara Berkembang, Ciri , dan Contohnya

Dijadikan Tempat Penelitian

Pembentukan kawasan konservasi cagar alam dapat menjadi suatu tempat penelitian untuk pengembangan teori. Cagar alam cocok untuk dijadikan tempat penelitian karena banyaknya objek penelitia yang terdapat di suatu kawasan cagar alam seperti kandungan unsur hara tanah dan lain–lain.

Demikianlah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkap mengenai pengertian cagar alam, karakteristik, jenis, manfaat, dan contohnya di Indonesia dan Dunia. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta meningkatkan pengatahuan bagi segenap pembaca sekalian, trimakasih.

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *