Pengertian Desa, Ciri–Ciri, Klasifikasi, dan Unsurnya

Diposting pada

Pengertian Desa, Ciri, Klarifikasi, Unsur

Negara Indonesia tidak terlepas dari interaksi desa kota. Masyarakat Indonesia yang masih memiliki sikap gotong royong yang tinggi lebih merasa hidup nyaman dan tentram ketika berada di desa. Penduduk desa sebagian besar masih bersifat tradisional dan mengutamakan adat dan istiadat yang berlaku di masyarakat. Desa merupakan sumber penghidupan untuk masyarakat kota. Hadirnya bahan kebutuhan makanan pokok seperti nasi disediakan di desa untuk selanjutnya dikirim ke kota. Kehadiran desa perannya sangat penting bagi penduduk kota. Oleh karena itu desa menjadi aspek penting dalam kehidupan. Deskripsi tentang pengertian desa dapat kita simak pada penjelasan berikut ini.

Pengertian Desa

Desa adalah suatu tempat dimana daerahnya memiliki penduduk kurang dari 2500 jiwa dan menjunjung tinggi derajat intensitas antar warganya. Artinya setiap pekerjaan yang dijalani penduduk desa sangat dihargai oleh penduduk desa yang lain.

Desa merupakan daerah dimana mempunyai pemerintahan sendiri yang bersifat otonomi. Desa dipimpin oleh seorang kepala kecamatan atau sering kita sebut camat yang berada dibawah nanungan bupati. Karena masyarakat desa membutuhkan pendekatan yang mendalam akhirnya bupati menugaskan masing–masing kepala kecamatan untuk turun tangan dalam menghadapi permintaan warga desa.

Sebagian penduduk desa bekerja di bidang pertanian atau agraris. Persebaran desa ada yang bersifat memusat, mengelompok, hingga menyebar. Tata kehidupan di desa berbeda dengan masyarakat kota. Penduduk desa lebih teratur dalam menjalani kehidupan.

Sedangkan persebaran penduduk di desa banyak orang yang menjalani kehidupan terbalik. Sebagai contoh istri mencari nafkah suami di rumah mengurus anak, siang jadi malam dan malam jadi siang.

Penduduk desa memiliki toleransi yang kuat. Setiap permasalahan yang dialami penduduk desa disorot oleh seluruh warga desa yang akhirnya dapat diselesaikan bersama dengan cara bergotong royong menyelesaikan sebuah masalah. Gotong royong disini adalah secara bersama–sama dan tidak sendiri dalam menghadapi segala sesuatu baik itu bersifat positif maupun negatif.

Maka tidak ada istilah di desa yang menyebutkan tak kenal maka tak saying. Seluruh penduduk desa pasti sudah mengenal secara baik satu sama lain. Pengenalan tersebut terjadi secara spontan dikarenakan sikap junjung rasa yang tinggi.

Perbedaan yang mencolok dari desa dan kota adalah mengenai gaya hidup masyarakat. Biasanya penduduk kota sering menghabiskan sisa pendapatan untuk memenuhi pola hidup konsumtif pribadi, sedangkan di desa penduduknya menggunakan sisa pendapatan untuk kegiatan bersenang–senang bersama warga sekitar seperti membuat hajatan kecil, menundang kyai ternama untuk pengajian, dan lain sebagainya.

Ciri Desa

Desa memiliki 7 ciri – ciri yang erat membedakan antara desa dengan kota. Ciri – ciri tersebut adalah alam menjadi kebergantungan hidup masyarakat desa, mempunyai kegiatan sosial yang tinggi, adat yang kuat, memiliki kontrol sosial yang kuat, membentuk paguyuban, berpikiran irrasional, dan mata pencaharian bidang agraris. Ciri – ciri desa dapat dilihat pada deskripsi sebagai berikut.

Kebergantungan hidup masyarakat desa

Masyarakat desa saling hidup bergantungan satu sama lain. Hakikat manusia sebagai makhluk sosial menjadikan masyarakat desa tidak terlepas dari saling membutuhkan. Masyarakat tidak dapat hidup seorang diri tanpa hidup berdampingan. Oleh karena itu kebergantungan hidup masyarakat desa jauh lebih kuat daripada masyarakat di kota.

Mempunyai kegiatan sosial yang tinggi

Kegiatan sosial yang dimaksud disini adalah gotong royong. Sebagai contoh jika terdapat salah satu penduduk desa yang sedang mempunyai hajat, maka seluruh penduduk desa akan bahu membahu untuk membantu kelangsungan acara hajat tersebut. Sebaliknya jika salah satu penduduk desa terkena musibah, maka seluruh penduduk desa akan ramai–ramai membantu keluarga yang sedang terkena musibah.

Adat istiadat yang kuat

Membicarakan tentang adat istiadat di masyarakat tidak terlepas dari norma – norma yang berlaku di masyarakat. Adat istiadat disini berarti peraturan tersirat yang dipercaya masyarakat setempat yang harus dijalani oleh seluruh penduduk desa.

Memiliki kontrol sosial yang kuat

Kontrol sosial yang kuat disini berarti kehidupan masyarakat desa diatur oleh kehidupan sosial yang berlaku. Seperti penjelasan diatas yang mengatakan bahwa penduduk desa memiliki sifat gotong royong, maka yang terjadi adalah sifat gotong royong tersebut melekat oleh penduduk desa dan tidak dapat dihilangkan.

Membentuk paguyuban

Kehidupan sosial di desa sangat tinggi. Masyarakat di desa membentuk beberapa jenis paguyuban untuk mempererat tali persaudaraan mereka. Paguyuban membawa masyarakat saling bisa berinteraksi satu sama lain untuk menunjang kehidupan bersosial.

Mempunyai pikiran irrasional

Pikiran irrasional adalah salah satu bentuk pemikiran masyarakat yang tidak dapat diukur dengan logika dan tidak ada teori yang berlaku pada pemikiran irrasional tersebut. Sebagai contoh masyarakat desa masih mempercayai hari baik, weton, dan pawing hujan.

Mata pencaharian bidang agraris

Negara Indonesia adalah negara dengan lahan pertanian yang cukup tinggi. Tidak terkecuali di desa yang tersedia lahan pertanian yang luas. Penduduk desa memanfaatkan lahan pertanian sebagai mata pencaharian mereka karena pekerjaan di bidang agraris tidak memperlukan keterampilan khusus.

Klasifikasi desa

Menurut klasifikasinya desa dibedakan menjadi 3 klasifikasi, yaitu desa swadaya, desa swakarya, dan desa swasembada. Klasifikasi tersebut dinilai dari kehidupan sehari – hari masyarakat. Penjelasan tentang klasifikasi desa dapat kita simak pada ulasan sebagai berikut.

Desa Swadaya

Desa swadaya adalah desa yang sebagian besar penduduknya memiliki pekerjaan sebagai petani, karakteristik penduduk desa yang banyak bekerja di bidang agraris menjadikan bercocok tanam adalah kegiatan sehari – hari mereka.

Desa swadaya memiliki masyarakat yang tertutup dengan dunia luar, mereka lebih nyaman apabila kehidupannya tidak terusik oleh kehidupan diluar desa. Karakteristik desa swadaya adalah teguh dengan adat. Norma – norma yang berlaku di masyarakat sangat kuat dipegang sebagai pedoman hidup.

Kehidupan penduduk dalam desa swadaya memiliki kondisi sosial yang erat. Gotong royong dan paguyuban mereka jalani bersama tanpa paksaan guna mendapatkan kebahagiaan batin yang terjalin antar penduduk desa.

Desa Swakarya

Desa swakarya memiliki 1 tingkat diatas desa swadaya. Desa swakarya masyarakatnya sudah mengalami kemajuan pola pikir. Penduduknya sudah mulai berpikir rasional dalam menjalani kehidupan dan memecahkan masalah tertentu.

Penduduk desa swakarya sudah terlepas dari adat istiadat yang berlaku. Mereka sudah mengalami perubahan pola pikir yang merujuk pada pola hidup yang modern. Desa swakarya juga memiliki produktivitas masyarakat yang tinggi disbanding penduduk desa swadaya.

Desa Swasembada

Keseluruhan penduduk desa swasembada sudah dapat untuk berpikir rasional. Setiap kejadian dan aktivitas sehari – hari dihubungkan dengan teori yang berlaku. Masyrakat desa swasembada sudah berpendidikan tinggi dan menggunakan teknologi tinggi. Penduduk desa swasembada adalah penduduk desa yang modern.

Unsur Desa

Desa juga memiliki unsur. Unsur desa meliputi daerah (lingkungan geografis), kependudukan (jumlah, persebaran, mata pencaharian), dan pola hidup. Deskripsi tentang unsur – unsur dari desa dapat kita simak pada penjelasan dibawah ini.

Lingkungan geografis

Lingkungan geografis desa berdampak pada jenis mata pencaharian masyarakat desa. Desa yang berada di daratan tinggi penduduknya berkebun, desa yang berada di daratan rendah penduduknya bertani, dan desa yang berada di lingkungan pantai penduduknya bekerja sebagai nelayan.

Kependudukan

Penduduk desa berjumlah kurang dari 2500 jiwa. Persebaran penduduk desa rata – rata tersebar tidak menentu. Penduduk desa mempunyai rumah yang saling berjauhan satu sama lain. Tidak heran warga desa mempunyai kebiasaan berbicara keras karena terbiasa teriak – teriak saat berbicara dengan tetangganya yang jaraknya berjauhan.

Pola hidup

Unsur desa yang terakhir adalah pola hidup. Pola hidup masyarakat desa menjunjung nilai sosial yang tinggi, membentuk paguyuban, dan mempunyai jiwa gotong royong yang tinggi antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lainnya.

Nah, sedikit penjelasan diatas adalah pengertian, ciri, klasifikasi, dan unsur dari sebuah desa. Semoga tulisan ini berguna bagi pembaca khususnya pelajar yang sedang mempelajari tentang geografi terutama pada materi desa. Terima kasih!

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *