Interaksi Desa Kota [Pengertian, Zona, dan Contohnya]

Diposting pada

Zona Interaksi Desa Kota

Wilayah dan perwilayahan memiliki peranan yang penting bagi setiap daerah-daerah di seluruh negara berdaulat. Hal ini lantaran dapat memberikan proses interaksi desa dan kota, selain itupula dalam beragam zona yang diberikan bisa menghasilkan manfaat tentang beragam contoh pengontrolan antas prilaku setiap individu.

Interaksi Desa Kota

Interaksi desa kota adalah peristilahkan yang lahir dari Bahasa Inggris “Spatial Interaction” dengan arti terdapatnya hubungan timbal balik antar daerah dalam upaya mempercepat pembangunan yang sudah direncanakan, baik secara langsung atupun tidak langsung.

Pengertian Interaksi Desa Kota

Pengertian interaksi desa kota adalah pemaksimalan potensi yang terdapat antarwilayah yang berbeda-beda, sehingga mendorong terjadinya suatu interaksi antarwilayah dari beragam perbedaan potensi setiap wilayah yang bisa disebabkan oleh kondisi letak geografis suatu wilayah.

Dalam arti ini terdapat korelasi bahwa interaksi desa kota sejatinya dilakukan dalam memenuhi kebutuhannya suatu wilayah membutuhkan potensi wiiayah lain untuk saling melengkapi. Dengan demikian, tercipta interaksi antarwilayah yang dilakukan.

Pengertian Zona Interaksi Desa Kota Menurut Para Ahli

Adapun definisi desa menurut para ahli, antara lain:

  1. Bintarto, Pengertian desa adalah sebagai perwujudan kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, serta kultural yang ada di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
  2. Sutardjo Kartohadikusumo, Desa dapat didefinisikan sebaga suatu kesatuan hukum tempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.

Adapun definisi kota menurut para ahli, antara lain:

  1. Bintarto, kota adalah sebagai kesatuan jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen serta coraknya materialistis.
  2. Max Weber, Arti kota ialah sebagai suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Ciri kota ialah keberadaan pasar sebagai benteng serta memiliki sistem hukum tersendiri dan bersifat kosmopolitan.
  3. Louis Wirth, Makna kota adakah permukiman yang relatif besar, padat, dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

Zona Interaksi Desa Kota

Pembahasan tentang implementasi atas interaksi sosial diatas, tentusaja terbagi dalam beberapa zona. Diantaranya adalah sebagai berikut;

  • Zona interaksi desa-desa
  • Zona Zona interaksi kota-kota
  • Zona interaksi desa-kota

Penjelasan tentang beragam bentuk tentang zona yang terdapat dalam unsur interaksi desa kota diatas, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. lnteraksi Desa-Desa

lnteraksi desa-desa pada hakekatnya lebih bertujuan pada pemenuhan kebutuhan pangan penduduk dan kegiatan yang berhubungan dengan adat istiadat. Interaksi antara desa dan desa biasanya terbentuk karena karakteristik desa yang hampir sama.

  1. Interaksi Kota-Kota

lnteraksi kota-kota lebih bersifat kompleks dan tidak sebatas pemenuhan kebutuhan penduduk. Kebutuhan akan industry di wilayah kota biasanya dipasok dan kota lain. Tata kehidupan perkotaan yang hampir sama juga tidak memunculkan zona baru hasil interaksi antarwilayah kota.

  1. Interaksi Desa-Kota

Desa dan kota memiliki karakteristik berbeda sehingga hubungannya lebih kompleks. lnteraksi desa-kota menyebabkan terbentuknya zona ìnteraksi baru yang mempengaruhi proses kehidupan dalam masyarakat, oleh karena kekompleksan masalah ini menjadi sub pembahasan yang dicampuraukan menjadi satu.

Dampak Interaksi Desa Kota

Dari beragam penjelasan tentang pengertian dan zona tentang Interaksi Desa Kota diatas, sejatinya akan menimbulkan dampak postif dan negatif. Dampak tersebut anatara lain adalah sebagal berikut;

  1. Dampak positif interaksi desa dan kota, bagi kota yaitu bahan pangan kota terpenuhi oleh pasokan dan desa dan tenaga kerja tercukupi dan penduduk desa. Selain tu, produk dan kota dapat dipasarkan sampai ke pelosok desa.
  2. Dampak negatif interaksi desa dan kota, bagi kota antara lain peningkatan jumlah pengangguran dan penduduk miskin akibat urbanisasi. Selain tu, penduduk kesulitan mencukupi kebutuhannya. Akibatnya, muncul permukiman kumuh dan degradasi kualitas Iingkungan.
  3. Dampak positif interaksi desa dan kota, bagi desa antara lain pendidikan di desa semakin maju, sarana dan prasarana transportasi meningkat, kesadaran keluarga berencana (KB) meningkat, dan kondisi perekonomian di desa membaik.
  4. Dampak negatif interaksi desa dan kota, bagi desa antara lain kekurangan tenaga kerja dalam bidang pertanian, peningkatan budaya konsumerisme dan hedonisme, serta kekurangan tenaga kerja terdidik.

Contoh Interaksi Desa Kota

Implementasi atas masalah-masalah diatas, bisa di contohnya dalam kasus nyata. Yang diantarnya adalah sebagai berikut;

  1. Desa-Kota

Contoh pertama yang terjadi proses interaksi antara desa dan kota ini misalnya saja ialah terdapatnya pemenuhan kebutuhan pangan, dari beras, jagung, ataupun lainnya. Hasil petanian yang terdapat di desaa-desa secara umum akan di ditribusikan ke dalam kota.

  1. Kota-Desa

Contoh selanjutnya, tentang bentuk interaksi kota dan desa bisa diwujudkan dari penyaluran barang-barang hasil industri. Mulai dari produksi baju, sandal, sajadah, buku, dan lainnya pada umumnya dilakukan produksi pembuatannya di kota.

Dari serangkaian penjelasan tentang pengeratian, zona, dan dampak diatas secara uumnya hubungan antara desa dan kota tidak akan bisa dipisahkan satu sama lainnya, karena keduanya merupakan teori fungsinonal yang saling mempengaruhi satu sama lainnya.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang telah dikemukakan dapatlah dikatkan bahwa interkasi desa dan kota ialah hubungan timbal balik antara desa dan kota yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat desa maupun penduduk kota yang, baik berkaitan dengan aspek fisik maupun non fisik. Interaksi kota dan desa dapat menjadi penentu pola persebaran masyarakat desa dan kota.

Interaksi desa dan kota bisa dilihat dari beberapa hal, diantaranya yaitu:

  1. Beralihnya mata pencaharian masyarakat desa dari agraris ke nonagraris
  2. Munculnya pengelaju karena didukung oleh sarana transportasi yang memadai, perdagangan hasil pertanian dan industri,
  3. Kemajuan dibidang pendidikan yang ada di desa.

Demikianlah penjelasan dan pembahasan tentang interaksi desa kota. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mendalami materi tentang geografi. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *