Pengertian Letak Geografis, Macam, Pengaruh, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Letak Geografis Adalah

Letak atau lokasi adalah tempat di mana titik atau objek tertentu ada. Lokasi adalah istilah penting dalam objek studi geografi, dan biasanya dianggap lebih tepat daripada “tempat”. Lokalitas adalah pemukiman manusia: kota, kota, desa, atau bahkan situs arkeologi. Lokasi geografis mengacu pada posisi di Bumi.

Lokasi geografis absolut ditentukan oleh dua koordinat, garis bujur dan garis lintang. Kedua koordinat ini dapat digunakan untuk memberikan lokasi tertentu yang independen dari titik referensi luar. Lokasi relatif, di sisi lain, mendefinisikan lokasi dalam hal lain. Misalnya, Lille berada di utara Paris. Kedua jenis lokasi geografis ini berguna dalam situasi yang berbeda. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang letak geografis, artikel ini akan mengulas tentang pengertian letak geografis, macam, pengaruh, manfaat, dan contohnya.

Letak Geografis

Konsep tentang lokasi atau letak merupakan salah satu dari lima tema dalam Geografi selain konsep tentang tempat, interaksi yang terjadi antara manusia-lingkungan, pergerakan, dan wilayah. Letak didefinisikan sebagai tempat atau posisi tertentu. Sebagian besar studi geografi dimulai dengan penyebutan tema geografi ini. Lokasi dapat terdiri dari dua jenis: lokasi absolut dan lokasi relatif.

Lokasi absolut merujuk pada lokasi suatu wilayah dan perwilayahan yang ditentukan oleh garis lintang dan garis bujurnya atau alamat tepatnya. Misalnya letak absolut dari Montreal, sebuah kota di Quebec, Kanada. Koordinat 45030′32”N dan 73°33′15”W menentukan lokasi mutlak Montreal. Namun, ketika kita mengatakan bahwa Montreal berada pada jarak sekitar 540 km dari Toronto, kita menyebutkan lokasi relatif Montreal.

Pengertian Letak Geografis Menurut Para Ahli

Adapun pengertian letak geografis menurut para ahli, diantaranya yaitu:

Robert Kaplan

Robert Kaplan merupakan seorang analis geopolitik asal Amerika Serikat. Ia menjelaskan bahwa letak geografis pada suatu wilayah atau negara secara luas akan menjadi determinan yang mempengaruhi berbagai macam peristiwa yang lebih dibandingkan apa yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Dalam hal ini jelas behwa yang dimaksud adalah letak geografis yang sangat menentukan masa depan pada suatu negara dalam menjalin hubungan internasional.

Meity Mudikawaty dkk, 2018

Letak Geografis merupakan posisi keberadaan suatu wilayah berdasarkan letak dan bentuknya di muka bumi. Misalnya letak geografis Indoneisa yaitu terletak di antra benua Australia dan Asia, serta diapit antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Macam-Macam Letak Geografis

Terdapat bermacam-macam letak dalam geografi, bukan hanya letak yang ditentukan oleh lintang dan bujur seperti yang dikemukakan di atas, tapi letak dalam geografi juga ditentukan oleh hal-hal lainnya. Adapun macam-macam letak dalam geografi tersebut diantaranya yaitu:

Letak Astronomis

Letak astronomis yaitu letak suatu tempat dihubungkan dengan posisi garis lintang dan garis bujur, yang akan membentuk suatu titik koordinat.

Garis Lintang

Garis lintang merupakan garis-garis paralel pada bola bumi yang sejajar dengan ekuator (khatulistiwa). Sehingga dapat dikatakan bahwa, lintang utara (LU) artinya semua posisi atau tempat yang terletak di sebelah utara ekuator, sedangkan lintang selatan (LS) artinya semua posisi atau tempat yang terletak di sebelah selatan ekuator.

Jarak antarlintang diukur dengan satuan derajat. Lintang terendah adalah 00 (ekuator) dan lintang tertinggi adalah 900 (kutub utara dan kutub selatan). Garis lintang tegak lurus dengan garis bujur.

Garis Bujur

Garis bujur (meridian) merupakan garis yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan, serta tegak lurus dengan garis lintang. Garis lintang menunjukkan posisi timur / barat dari suatu lokasi geografis. Semua meridian adalah setengah lingkaran besar.

Garis Tanggal Internasional membagi Bumi di seberang meridian utama. Garis Tanggal Internasional tidak lurus karena alasan sosial, tetapi semua garis bujur lainnya sejajar dengan meridian utama.

Satuan pengukuran untuk garis bujur dan garis lintang adalah derajat, menit, dan detik. Belahan Timur dan Barat masing-masing berisi 180 derajat garis bujur, sehingga totalnya 360 derajat. Belahan Utara dan Selatan masing-masing memiliki 90 derajat garis lintang, sehingga totalnya 180 derajat. Komponen menit dan detik dari koordinat ini sesuai dengan pembagian yang lebih tepat antara garis derajat. Setiap derajat mengandung 60 menit, dan setiap menit mengandung 60 detik.

Letak Maritim

Letak maritim merupakan letak suatu wilayah ditinjau dari sudut kelautan, yaitu apakah wilayah tersebut dekat atau jauh dari laut serta apakah sebagian atau seluruhnya dikelilingi oleh laut dan sebagainya.

Letak Geomorfologis

Letak geomorfologis merupakan letak berdasarkan morfologi suatu tempat di yang ada di dalam permukaan bumi.

Letak Geologis

Letak geologis merupakan letak suatu daerah atau negara berdasarkan struktur batu-batuan yang ada pada kulit buminya.

Letak Geografis

Letak geografis merupakan letak suatu daerah dilihat dari kenyataannya di bumi atau posisi daerah itu pada pola bumi dibandingkan dengan posisi daerah lain. Letak geografis juga ditentukan oleh letak astronomis dan letak geologis.

Letak Ekonomis

Letak ekonomis merupakan letak suatu negara ditinjau dari jalur dan kehidupan ekonomi negara tersebut terhadap negara lain.

Letak Sosiokultural

Letak sosiokultural merupakan letak berdasarkan keadaan sosial dan budaya daerah yang bersangkutan terhadap daerah di sekelilingnya.

Pengaruh Letak Geografis

Berdasarkan macam-macam letak geografis yang telah disebutkan di atas, masing-masing letak tersebut memiliki pengaruh terhadap kondisi di suatu wilayah. Berikut ini pengaruh masing-masing letak geografis, khususnya yang terjadi Indonesia, yaitu:

Pengaruh Letak Astronomis

Letak astronomis Indonesia yaitu terletak antara 60LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT, menunjukkan bahwa Indonesia berada di daerah beriklim tropis. Hal tersebut mengakibatkan suhu di Indonesia cukup tinggi (antara 260–280C), pengertian curah hujan cukup banyak (antara 700 –7.000 mm/tahun), terjadinya hujan zenital (hujan naik ekuator), dan terjadinya pelapukan batu-batuan juga cukup cepat serta adanya berbagai jenis spesies hewan dan tumbuhan.

Letak astronomis juga berakibat pada terjadinya perbedaan waktu kira-kira 3 jam (tepatnya 46 x 4 menit = 184 menit) antara bagian paling timur dan paling barat Indonesia.

Semenjak tanggal 1 Januari 1988 di Indonesia mulai diberlakukan pembagian daerah waktu yang baru untuk menggantikan pembagian daerah waktu yang lama yang berlaku sejak 1 Januari 1964. Dengan adanya pemberlakuan pembagian daerah waktu baru ini, terjadi pergeseran waktu di beberapa tempat.

Daerah Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB)

WIB berdasarkan meridian pangkal 1050 BT, yang meliputi seluruh provinsi di Sumatera, seluruh provinsi di Jawa, Provinsi Kalimantan Barat, dan Provinsi Kalimantan Tengah (memiliki selisih waktu 7 jam lebih awal dari waktu Greenwich).

Daerah Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA)

WITA berdasarkan meridian pangkal 1200 BT, yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, Bali, NTT, NTB, dan seluruh provinsi di Sulawesi (memiliki selisih waktu 8 jam lebih awal dari waktu Greenwich).

Daerah Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT)

WIT berdasarkan meridian pangkal 1350 BT, yang meliputi seluruh provinsi di Irian Jaya (Papua), Maluku, dan Maluku Utara (memiliki selisih waktu 9 jam lebih awal dari waktu Greenwich).

Pengaruh Letak Maritim

Ditinjau letak kelautannya, Indonesia yang merupakan negara kepulauan dikelilingi oleh 3 lautan besar yaitu: (a) bagian timur Indonesia berhadapan dengan Samudera Pasifik; (b) bagian selatan Indonesia berhadapan dengan Samudera Hindia; (c) bagian utara Indonesia berhadapan dengan Laut Cina Selatan.

Pengaruh letak tersebut terhadap kondisi di Indonesia adalah banyaknya usaha atau kegiatan di bidang pelayaran, perikanan serta pelabuhan. Hal itu menyebabkan Indonesia memiliki potensi ekonomi besar untuk dikembangkan, dan Indonesia memiliki posisi penting dalam percaturan politik dunia.

Pengaruh Letak Geomorfologis

Indonesia memiliki letak geomorfologis yang sangat bervariasi. Perbedaan letak geomorfologis berpengaruh pada bermacam-macam kondisi, misalnya:

  1. Adanya suhu yang berbeda-beda sangat berpengaruh pada jenis tanaman,
  2. Menentukan ada tidaknya mineral-mineral yang dikandung oleh batuan tersebut
  3. Penentuan tingkat kepadatan penduduk, sebagai contoh yaitu tempat yang memiliki morfologi daratan berbukit atau terjal kepadatan penduduknya kecil,
  4. Pentingnya mempertimbangkan kondisi morfologi suatu daerah sebelum membangun bangunan, jembatan, gedung, dan jalan-jalan raya.

Pengaruh Letak Geologis

Penentuan letak geologis Indonesia bisa ditinjau dari beberapa sudut, yaitu dari sudut formasi geologinya, keadaan batuannya, dan jalur-jalur pegunungannya.

Ditinjau berdasarkan formasi geologinya, kepulauan Indonesia dibagi menjadi 3 zona geologi (pertemuan tiga lempeng litosfer), yaitu:

  1. Bagian utara berbatasan dengan tameng Asia dan perluasannya ke arah selatan tenggelam di bawah permukaan air laut, yang dikenal dengan Paparan Sunda (disebut Lempeng Asia);
  2. Bagian barat dan selatan dibatasi oleh ”Benua Gondwana” yang terdiri atas India, dasar Samudera Hindia, Australia, dan perluasannya ke arah utara tenggelam di bawah permukaan air, yakni Paparan Sahul (disebut Lempeng Indo-Australia);
  3. Bagian timur dibatasi oleh dasar Samudera Pasifik (disebut Lempeng Dasar Samudera Pasifik yang meluas ke arah barat daya). 

Ditinjau berdasarkan jalur-jalur dalam pengertian pegunungannya, Indonesia berada pada pertemuan dua rangkaian pegunungan muda, yakni rangkaian Sirkum Pasifik dan rangkaian Sirkum Mediterania. Akibatnya yaitu di Indonesia: (1) terdapat banyak gunung berapi yang dapat menyuburkan tanah, (2) sering terjadi gempa bumi, dan (3) terdapat bukit-bukit tersier yang kaya akan barang tambang, seperti minyak bumi, batu bara, dan bauksit.

Pengaruh Letak Geografis

Secara geografis Indonesia terletak di antara 2 samudra yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia). Pengaruh yang ditimbulkan berdasarkan letak geografis tersebut yaitu:

Indonesia memiliki 2 musim

Indonesia dilalui oleh angin muson, yakni angin yang berganti arah sebanyak 6 bulan sekali / dua kali di dalam satu tahun. Angin monsoon (muson) inilah yang menyebabkan Indonesia hanya memiliki dua musim yakni kemarau dan penghujan.

Indonesia menjadi negara yang letaknya sangat strategis

Letak geografis Indonesia yang diapit oleh dua samudera dan dua benua, mengakibatkan wilayah Indonesia sangat strategis karena dilalui oleh persimpangan lalu lintas internasional baik itu di laut atau di udara. Kenyataan tersebut berpengaruh pada potensi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi yang besar sebab Negara berkembang dan Negara industri menjadikan Indonesia sebagai titik industri mereka.

Pengaruh terhadap keadaan penduduk di Indonesia

Letak Indonesia pada posisi silang (cross position) antara dua samudra dan dua benua, berpengaruh bagi kehidupan penduduk Indoensia yaitu: (1) Indonesia berada diantara banyak negara berkembang, sehingga memiliki banyak mitra kerja sama; (2) Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asing, yakni dalam bidang bahasa, seni, agama dan peradaban; (3) Lalu lintas pelayaran dan perdagangan di indonesia cukup ramai, sehingga mendukung perdagangan di indonesia.

Pengaruh Letak Ekonomis

Secara ekonomis, Indonesia memiliki letak yang dapat dikatakan sangat baik, karena terletak antara Benua Asia dan Australia ditambah dengan beberapa tempat di sekitar Indonesia yang merupakan pusat lalu lintas perdagangan, misalnya: Kuala Lumpur dan Singapura.

Negara-negara tetangga Indonesia tersebut memerlukan hasil-hasil pertanian dan hasil pertambangan yang banyak dihasilkan dari Indonesia, sehingga besar kemungkinan Indonesia menjadi pusat pasar dunia yang besar sehingga banyak negara industri yang menanamkan modalnya di Indonesia. Baca jugaPengertian Industri, Syarat, Macam, dan Contohnya

Pengaruh Letak Sosiokultural

Secara sosiogeografis, Indonesia terletak di simpang empat jalan antara Benua Asia dan Australia yang terdiri atas berbagai bangsa. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya akulturasi budaya.

Ditinjau dari segi sosiokultural, Indonesia memiliki banyak persamaan umum dengan negara-negara tetangga. Misalnya yaitu sama-sama merupakan negara sedang berkembang, sama-sama sedang mengalami masalah ledakan penduduk, sama-sama berlandaskan kehidupan beragama, sama-sama bekas negara jajahan, dan sebagian besar penduduknya mempunyai persamaan ras. Baca jugaPengertian Penduduk, Faktor, dan Jenisnya

Manfaat Letak geografis

Sistem koordinat lokasi geografis digunakan untuk mewakili lokasi tertentu di dunia. Karena garis bujur dan garis lintang membentuk koordinat di Bumi, kita dapat menentukan lokasi yang tepat hanya dengan dua koordinat tersebut.

Karenanya, koordinat ini sangat berguna kapan pun untuk navigasi global. Perangkat pemosisian global, peta, dan layanan navigasi lainnya memberikan manfaat dari cara yang akurat untuk mencatat posisi suatu objek di bumi. Baca jugaPengertian Bumi dan Struktur Lapisannya

Contoh Letak Geografis

Berikut ini contoh-contoh letak geografi:

Letak geografis Asia Tenggara

  • Secara astronomis Asia Tenggara berada pada posisi 28°LU–11°LS dan 93°BT–141°BT.
  • Secara geografis Asia Tenggara berada di antara Benua Australia dan daratan utama Benua Asia serta terletak diantara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, dengan batas-batas wilayah yaitu: (1) Utara berbatasan dengan Cina; (2) Selatan berbatasan dengan Timor Leste, Benua Australia, dan Samudra Hindia; (3) Barat berbatasan dengan India, Bangladesh, dan Samudra Hindia; (4) Timur berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

Letak geografis Amerika Serikat

  • Secara astronomis Amerika Serikat terletak pada garis 24°33’ LU – 70°23’ LU dan antara 172°27’ BT – 66°51’ BB.
  • Secara geografis daratan utama Amerika Serikat memiliki batas-batas yaitu: (1) Utara berbatasan dengan Kanada; (2) Selatan berbatasan dengan Teluk Meksiko dan Meksiko; (3) Timur berbatasan dengan Samudra Atlantik; (4) Barat berbatasan dengan Samudra Pasifik.

Nah, demikianlah serangkaian penjelasan atas materi lengkap tentang pengertian letak geografis menurut para ahli, macam, pengaruh, manfaat, dan contohnya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta edukasi mendam bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *