Pengertian Matahari, Proses, Struktur, Ciri-ciri, dan Pergerakannya

Diposting pada

Matahari Adalah

Pada saat siang hari, cuaca di negara Indonesia begitu panas. Panas yang dirasakan di negara kita ini dikarenakan Indonesia memiliki iklim tropis. Iklim tropis merupakan suatu tempat yang dilalui oleh garis khatulistiwa. Garis khatulistiwa adalah garis dimana pengertian revolusi bumi mengelilingi matahari dan pada garis tersebut akan terkena sinar matahari sepanjang tahun.

Cuaca panas yang diterima negara Indonesia ini didapatkan dari radiasi sinar matahari. Sinar matahari membawa dampak positif yang berupa dapat membuat kering jemuran dan mempunyai dampak negatif dapat menjadikan kulit manusia menjadi terbakar. Pada artikel kali ini kita akan membahas pengertian matahari, ciri, bagian struktur, dan fungsinya

Pengertian Matahari

Matahari adalah segumpal bola bercahaya api yang memiliki ukuran sangat besar. Matahari juga dapat disebut sebagai bintang. Penyebutan bintang untuk matahari dikarenakan bintang merupakan pusat suatu sistem tata surya. Matahari adalah pusat gugusan tata surya.

Selain itu penyebutan bintang pada matahari karena matahari memiliki cahaya sendiri. Jika diperhatikan, matahari memiliki cahaya yang lebih cerah dari bintang yang lain. Hal ini terjadi karena matahari merupakan bintang yang jaraknya paling dekat dengan struktur bumi.

Matahari juga memiliki gaya gravitasi. Gaya gravitasi matahari menyebabkan planet-planet disekitar matahari akan bergerak memutar mengelilingi matahari.

Baca Juga;

  1. Pengertian Planet, Macam, dan Cirinya
  2. Ciri Planet dalam Tata Surya

Proses Pembentuk Matahari

Karena matahari adalah sebuah bintang, maka proses terbentuknya matahari sama dengan proses pembentukan bintang yang lain. Bintang terbentuk dari kumpulan unsur hidrogen dan helium. Begitu juga dengan matahari yang memiliki unsur hidrogen dan helium yang mana susunannya adalah ¾ hidrogen dan ¼ helium. Hidrogen adalah unsur gas dan helium adalah unsur debu.

Hidrogen pembentuk matahari adalah awan gas yang membentuk partikel. Partikel awan gas yang tersebar menjadi berpusat menyatu. Gravitasi atom gas menarik partikel disekelilingnya. Dalam rentang waktu 10 juta tahun awan gas tersebut memadat dan temperaturnya menjadi panas.

Inti dari kumpulan awan gas mengalami perubahan. Perubahan inti awan gas mengeluarkan api yang selalu menyala. Dari api inilah matahari mengeluarkan cahaya. Cahaya api dari matahari mengakibatkan matahari disebut sebagai bintang.

Struktur Matahari

Secara garis besar, struktur matahari adalah memiliki permukaan yang tidak padat. Permukaan matahari berbentuk medan magnet. Struktur matahari jika diurutkan dari luar adalah heliosphere, korona, zona transisi, chromosphere, photosphere, zona konvektif, zona radiasi, dan inti matahari. Penjelasan mengenai struktur matahari adalah sebagai berikut.

Heliosphere

Heliosphere adalah bagian terluar dari matahari. Unsur plasma dan unsur angina adalah bagian yang terdapat dalam heliosphere. Angina adalah arus konstan yang dikeluarkan dari atmosfer matahari. Jarak tempuh angina ini sangat jauh hingga dapat melewati Pluto.

Korona

Posisi korona masih berada diluar permukaan matahari. Temperatur bagian korona matahari memiliki suhu yang sangat panas. Suhu dari korona matahari dapat berubah sewaktu-waktu. Pada kondisi tertentu suhu dari korona matahari bisa mencapai 20 juta derajat kelvin.

Zona Transisi Matahari

Zona transisi matahari adalah bagian dari struktur matahari yang letaknya diantara korona matahari dan chromosphere. Zona transisi matahari masih memiliki bagian dari permukaan matahari.

Chromosphere

Letak struktur matahari yang disebut chromosphere adalah dibawah zona transisi matahari. Lapisan chromosphere memiliki ketebalan sekitar 2 juta meter. Chromosphere matahari memiliki kandungan unsur spektrum cahaya dan jalur penyerapan. Chromosphere matahari dapat diperhatikan dari bumi pada saat terjadi gerhana matahari. Warna dari chromosphere apabila disaksikan dari bumi pada saat gerhana matahari adalah orange kemerahan.

Photosphere

Struktur matahari yang selanjutnya adalah photosphere. Bagian struktur matahari yang disebut sebagai photosphere ini merupakan tempat dimana matahari memberikan radiasi cahayanya hingga sampai ke bumi. Photospere memiliki suhu sekitar 4000 derajat kelvin.

Zona Konvektif

Zona konvektif merupakan struktur lapisan matahari yang berada dibawah lapisan photosphere. Pada zona konvektif matahari terdapat zona konveksi. Zona konvektif dapat bergerak dengan kecepatan 10.000 meter per 200.000 tahun.

Zona Radiasi

Zona radiasi adalah zona yang terdalam nomer 2 dari struktur matahari. Zona radiasi tepatnya berada diatas zona inti matahari. Pada zona ini, fungsi dari zona radiasi adalah untuk melindungi inti matahari. Zona radiasi merupakan zona yang menjadi jalur penyaluran energi panas matahari yang dikeluarkan dari inti matahari. Zona radias memiliki suhu sebesar 7 juta derajat kelvin.

Inti Matahari

Zona paling dalam nomer 1 dalam struktur lapisan matahari adalah inti matahari. Sumber energi cahaya matahari didapatkan dari inti matahari. Inti matahari memiliki unsur berupa proton, elektron, dan neutron. Inti matahari juga merupakan pusat terjadinya gaya gravitasi matahari yang menyebabkan evolusi planet bergerak mengelilingi matahari.

Yang dimakan inti adalah pusat energi. Pada bumi saja, suhu inti  bumi dapat memiliki suhu yang panas sekali. Apalagi pada inti matahari. Pasti suhunya akan panas sekali. Suhu yang dimiliki oleh matahari adalah mencapai sebesar 15 milyar derajat kelvin.

Ciri-ciri Matahari

Matahari juga memiliki ciri-ciri seperti benda tata surya yang lain. Ciri-ciri yang dimiliki matahari pada dasarnya sama seperti ciri-ciri yang dimiliki oleh bintang. Berikut adalah ciri-ciri matahari.

Memiliki Prominensa

Prominensa adalah gejolak api yang dikeluarkan oleh matahari. Prominensa matahari berbentuk seperti lidah api. Prominensa disebut juga dengan cahaya abadi karena matahari sepanjang waktu akan terus menerus mengeluarkan prominensanya.

Memiliki Bintik

Matahari memiliki bintik. Bintik yang dimiliki matahari tersebut adalah granula yang seperti yang dimiliki oleh batuan sedimen namun dalam ukuran yang besar. Bintik matahari dibentuk dari unsur umbra dan penumbra. Umbra adalah bagian gelap sedangkan penumbra adalah bagian terang.

Angin

Matahari juga memiliki angin. Angin yang dimiliki oleh matahari mempunyai suhu yang sangat tinggi. Angin pada matahari diketahui semenjak adanya gelombang pergerakan energi matahari yang merusak satelit pemancar di bumi.

Badai

Matahari juga memiliki badai yang disebut dengan badai matahari. Badai matahri terjadi karena mtahari mengeluarkan energi magnetik yang sangat besar dan energi itu berbentuk api sehingga badai matahari berbentuk seperti badai api.

Pergerakan Matahari

Sama halnya dengan benda tata surya yang lain, matahari juga memiliki pergerakan. Meski yang kita ketahui selama ini matahari itu diam dan dikelilingi oleh planet-planet disekitarnya, namun jika diperhatikan secara seksama maka kita akan dapat melihat pergerakan dari matahari tersebut.

Pergerakan matahari bergerak secara memutar. Perputaran matahari berlangsung selama 27 hari. Matahari berputar karena sebab utamanya adalah perubahan posisi granular atau bintik pada matahari. Matahari akan terlihat condong ke utara pada bulan September. Pada bulan Maret, posisi matahari akan berada condong ke selatan.

Jika revolusi bumi adalah mengelilingi matahari dikarenakan matahari adalah pusat tata surya, maka matahari juga berevolusi mengelilingi pusat galaxy. Evolusi matahari mengelilingi galaxy bima sakti tidak menyebabkan dampak apapun pada matahari dan bumi. Selengkapnya, baca; Pengertian Galaksi, Macam, dan Cirinya

Nah, penjelasan diatas adalah pembahasan materi secara lengkap mengenai pengertian matahari, ciri, bagian struktur, dan fungsinya. Semoga uraian atas artikel diatas dapat bermanfaat bagi segenap para pembaca yang sedang mencarai materinya. Terima kasih!

3 (60%) 5 vote[s]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *