Pengertian Rovolusi bumi, Proses, dampak, dan Manfaatnya

Diposting pada

Revolusi Bumi Adalah

Bumi sebagaimana planet-planet lainnya dalam sistem tata surya, beredar mengelilingi matahari. Bidang orbit bumi mengelilingi matahari itu dinamakan ekliptika. Apabila kita menempatkan kelereng di tengah-tengah meja (ibarat matahari). Lalu kita gelindingkan kelereng lain lain (ibarat bumi) mengelilingi lereng yang pertama itu. Permukaan meja itulah ibarat ekliptika.

Waktu yang dibutuhkan bumi untuk bergeser mengelilingi matahari sekali setahun (berevolusi) sekitar 365½ hari. Arah revolusi bumi ini sama dengan arah rotasinya. Akibat langsung dari revolusi bumi ini adalah matahari yang kita lihat seolah-olah setiap saat tempatnya berpindah-pindah di bola langit atau dengan kata lain matahari diproyektor pada titik-titik yang berlain-lainan di bola langit.  Pengertian Untuk memperjelas pemahaman kita tentang revolusi bumi, artikel ini kan mengulas tentang pengertian revolusi bumi, proses, dampak, serta manfaat terjadinya revolusi bumi.

Revolusi Bumi

Berkat penyelidikan 3 sarjana yaitu Galileo Galilei, Tycho Brahe, dan Keppler maka susunan alam secara Heliosentris dari Copernicus diakui keunggulannya. Dalam susunan ini, maka bumi bervolusi mengelilingi matahari. Bumi beredar mengelilingi matahari dalam satu kali revolusi selama satu tahun. Baca jugaPengertian Rotasi Bumi, Proses, Dampak, dan Manfaatnya

Arah revolusi bumi itu negatif. Artinya jika kita ada di ruang angkasa luar di kutub utara bumi, kita akan melihat bumi beredar mengelilingi matahari. Arah pergerakannya itu berlawanan dengan arah pergerakan jarum jam yang kita gunakan.

Pengertian Revolusi Bumi

Pengertian revolusi bumi adalah gerak peredaran bumi mengelilingi matahari pada orbitnya. Periode revolusi bumi 365 hari 6 jam 9 menit dan 10 detik. Inilah yang dinamakan satu tahun siderik. Siderik berasal dari kata sidus yang artinya bintang.

Dinamakan satu tahun siderik karena periode ini dihitung jika bumi dalam perjalanan revolusinya mengelilingi matahari itu start (mulai) dari sebuah titik yang lurus dengan sebuah bintang dan finish (berhenti) di tengah titik itu lagi.

Pengertian Revolusi Bumi Menurut Para Ahli

Beberapa pendapat para ahli tentang terjadinya revolusi bumi, diantaranya yaitu:

Copernicus (1543)

Copernicus adalah orang pertama (1543) mengemukakan bahwa:

  1. Bumi berputar mengelilingi sumbunya sekali putaran dalam sehari
  2. Bumi bergerak mengelilingi matahari sekali dalam satu tahun
Keppler (1609)

Kepler berhasil menemukan hukum-hukum yang menguasai gerakan bumi dan pengertian planet-planet lainnya mengelilingi matahari. Salah satu hukum ini menyatakan:

  1. Bumi (dan planet-planet lain) mengelilingi matahari menempuh lintasan-lintasan yang berupa ellips dengan matahai berada di salah satu titik apinya.
  2. Gerakan planet-planet (termasuk bumi) di dalam tata surya kita ini disebabkan karena adanya gaya tarik menarik yang umum terdapat pada semua benda.

Prose Terjadinya Revolusi Bumi

Bumi terus melakukan pergerakannya berputar mengelilingi matahari tanpa henti. Waktu yang dibutuhkan bumi untuk melakukan revolusi yaitu 365 hari 6 jam 9 menit dan 10 detik. Selama proses revolusi tersebut, kedudukan bumi tidaklah tetap. Apabila kita mengamati datangnya sinar matahari pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, maka kita akan mengetahui bahwa arah sinar matahari datangnya tidaklah tetap.

Pada tanggal 21 Maret, matahari berada di garis lintang 00 Khatulistiwa, pada tanggal 21 Juni matahari berada di garis balik utara, pada tanggal 23 September matahari kembali lagi ke khatulistiwa, dan pada tanggal 22 Desember matahari berada di garis balik selatan. Pergeseran matahari tersebut merupakan pergeseran yang tidak nyata atau dinamakan pergeseran semu.

Dikatakan semu karena kita seolah-olah melihat matahari lah yang mengelilingi bumi, mejalani sebuah lingkaran besar di bola langit dalam wkatu satu tahun. Lingkaran yang dijalani matahari (“semu”) dalam mengelilingi bumi selama satu tahun itu disebut ekliptika. Sehingga dapat dikatakan ekliptika ialah lingkaran peredaran matahari dalam satu tahun.

Ellips lintasan struktur bumi mengelilingi matahari terletak berhimpit pada bidang ekliptika ini, tapi ekliptika tidak sama dengan ellips lintasan bumi tersebut. Bidang ekliptika ini membentuk sudut 23030’ dengan bidang ekuator langit.

Dalam revolusinya itu sumbu bumi miring 66,50 terhadap bidang ekliptika dengan arah kemiringan yang tetap. Jika pada permukaan revolusi sumbu bumi menunjuk arah sebuah bintang, maka arah itu tetap seperti itu selama satu periode revolusi. Ini dapat dirasakan jika kita bermukim di kutub utara, bintang Polaris akan tetap di atas kepala kita sekurang-kurangnya selama satu tahun.

Akibat Terjadinya Revolusi Bumi

Terjadinya revolusi bumi mengakibatkan beberapa fenomena di muka bumi, diantaranya yaitu:

Terjadinya Pergeseran Matahari Antara Garis Balik Utara (GBU) dengan Garis Balik Selatan (GBS)

GBU adalah garis lintang 23,50 utara dan GBS adalah garis 23,50 LS. Matahari mengalami pergeseran ke utara dan ke selatan, atau dengan kata lain tidak sepanjang tahun beredar di khatulistiwa. Pergeseran paling jauh sampai ke 23,50 Lu dan 23,50 LS.

Pada tangal 21 Maret matahari beredar di khatulistiwa, lalu berangsur-angsur bergeser ke utara. Setelah 3 bulan, pada tangal 21 Juni matahari beredara di garis 23,50 LU, lalu balik bergeser kea rah khtulistiwa. Dari khatulistiwa pada tanggal 23 September, matahari bergeser ke selatan dan balik lagi dari garis 23,50 LS pada tanggal 22 Desember, demikian seterusnya. Itulah sebabnya garis lintang 23,50 dinamakan garis balik peredaran itulah yang paling mudah kita rasakan, yang merupakan akibat dari revolusi bumi.

Perubahan Panjang Siang dan Malam Hari

Akibat kemiringsn sumbu bumi terhadap ekliptika, panjang siang hari tidak selalu sama dengan panjang malam hari. Pada tanggal 21 Juni, ketika matahari pada posisi paling utara yaitu di GBU, belahan bumi utara mengalami siang hari lebih panjang daripada malam hari. Sebaliknya pada tanggal 22 Desember, ketika matahari berada di GBS, siang hari di tempat itu lebih pendek daripada malam hari.

Belahan bumi selatan pada tanggal 21 Juni mempunyai malam hari lebih panjang daripada siang hari dan pada tangal 22 Desember siang hari lebih panjang daripada malam hari. Pada tanggal 21 Maret dan 23 September, panjang antara siang dan malam hari di semua tempat di permukaan bumi sama kecuali di kutub.

Pergantian Musim

Di daerah iklim sedang terdapat 4 musim, yaitu musim panas, gugur, dingin, dan semi. Ketika musim panas, siang hari lebih lama dibanding malam hari, sedangkan pada musim dingin sebaliknya. Pergeseran matahari juga menyebabkan perubahan musim di negara kita dan wilayah iklim musim lain, seperti di Asia Selatan, Tenggara, dan Timur serta Australia Utara. Baca jugaIklim Jhunghun: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Ketika matahari beredar di atas Asia, sekitar bulan Juli, sebagian besar wilayah Indoensia mengalami musim kemarau. Pada periode itu kita akan mendengar berita tentang banjir di Indoa dan Bangladesh karena pada waktu itu wilayah Asia Selatan sedang proses terjadinya hujan.

Pada bulan Juli di belahan bumi selatan bertiup angina musim tenggara yang menyebabkan musim kemarau di Pulau Jawa dan Australia Utara. Setelah melalui khatulistiwa angina musim tenggara berubah menjadi angina musim barat daya, memasuki Asia Selatan dan Tenggara sambil membawa uap air dari Samudra Hindia. Kondisi sebaliknya akan terjadi pada bulan Januari, saat matahari beredar di belahan bumi selatan.

Bidang ekliptika dan bidang khatulostiwa langit saling berpotongan dengan membentuk sudut sebesar 23030’ di dua titik, yang disebut equinoctis atau titik persamaan malam.  Pada tanggal 21 Maret matahari berada pada salah satu titik ini, dan pada saat itu mulai bergerak perlahan dari belahan langit selatan ke belahan langit utara. Titik yang ditemapati matahari pada tanggal 21 Maret ini disebut titik Aries atau titik musim bunga, equinoctis musim bunga.

Matahari menjalani setengah lingkran ekliptika dalam 6 bulan, dan pada tanggal 21 September sampailah dia pada titik potong yang lain, dan mulailah bergerak sepanjang ekliptika di belahan langit selatan.

Titik yang ditempati matahari pada tanggal 21 September ini disebut titik musim rontok atau equinoctis musim rontok. Kedua titik potong antara ekliptika dan khatulistiwa ini adalah titik-titik yang sangat penting di dalam ilmu bintang, karen amerupakan titik-titik dasar bagi hampir segala macam pengukuran di dalm ilmu ini.

Peredaran Semu Tahunan matahari

Peredaran semu tahunan matahari itu dapat diamati denagn melihat posisi rasi bintang beberapa malam berturut-turut. Pada suatu malam bulan September sekitar pukul 20.00 waktu setempat, tampak di atas kepala kita rasi bintang Scorpio dan di sebelah timurnya Sagitarius. Saat itu matahari berada di rasi Leo yang baru beberapa jam terbenam.

Pada bulan Oktober, pada pukul 20.00 Scorpio tampak lebih miring ke barat dari posisi bulan September. Di atas kepala kita ada Sagitarius, karena pada bulan Oktober itu matahari bergeser dari Leo ke Virgo. bergesernya matahari dari Leo ke Virgo selama periode sebulan itu adalah sebagian dari peredaran semu tahunan matahari sepanjang ekliptika.

Zodiak dan Rasi-rasi Bintang

Bintang-bintang yang ada di langit berkelompok dalam gugusan-gugusan atau rasi-rasi bintang (konstelasi bintang). Masing-masing bintang diberi nama tertentu menurut kebiasaan yang berlaku, jadi nama rasi itu tidak mempunyai arti apa-apa melainkan hanya untuk lebih memudahkan penentuan temoatnya di bola langit.

Di sepanjang ekliptika (kira-kira 100 di kiri-kanannya)terdapat 12 rasi bintang yang pada zaman dahulu semuanya diberi nama bintang. Karena itu ke-12 rasi yang membentuk ‘‘ikat pinggang” di bola langit yang disebut zodiak atau mintakulburudj.

Penetapan kalender masehi

Revolusi bumi berpengaruh pada penetapan kalender masehi. Dengan mendasarkan pada pada pembagian bujur, yakni bujur barat dan bujur timur, maka ditetapan bahwa batas penanggalan internasional adalah bujur 1800. Akibatnya apabila di belahan timur bujur 180 derajat tanggal 10 maka di belahan barat bujur 180 derajat masing tanggal 9, seperti meloncat satu hari. Revolusi bumi dijadikan sebagai acuan dalam perhitungan kalender masehi yang mana satu tahun sama dengan 362, 25 hari.

Manfaat Revolusi Bumi

Revolusi bumi memberikan beberpa manfaat bagi bumi kita, dinataranya yaitu:

Kita dapat merasakan pergantian musim

Dengan adanya revolusi bumi kita dapat merasakan pergantian musim, yaitu dari musim kemarau ke musim penghujan. Selain itu di beberapa negara ada yang mengalami empat musim yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi. Musim selalu berganti menyesuaikan dengan kedudukan bumi terhadap matahari. Tiap-tiap musim mempunyai kekhasan tersendiri yang pastinya akan mempengaruhi kedaan lingkungan.

Kita bisa melihat berbagai macam bentuk rasi bintang

Adanya revolusi bumi juga akan memperlihatkan bentuk rasi bintang yang berbeda- beda di setiap bulannya. Rrasi bintang yang berbeda-beda tersebut dinamakan zodiak.

Kita mempunyai satuan waktu yang pasti

Revolusi bumi memberikan manfaat yang besar terkait dengan waktu atau penanggalan, yaitu penanggalan masehi. Penangglan masehi tersebut dengan mendasarkan pada revolusi bumi terhadap matahari. Satuan terbesar dalam penanggalan ini adalah tahun. Satu tahun masehi periodenya adalah satu kali revolusi Bumi, yakni sekitar 365 hari.

Baca Juga;

  1. Jenis Gempa Bumi Berdasarkan Terjadinya
  2. Pengertian Gempa Bumi, Jenis, Penyebab, dan Dampaknya
  3. Lapisan Atmosfer: Fungsi, Ciri, Manfaatnya

Demikianlah penjelasan serta pengulasan secara lengkap tentang pengertian revolusi bumi, proses, dampak, dan manfaatnya bagi kehidupan manusia. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian, trimakasih.

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *