Pengertian Minyak Bumi, Sejarah, Komposisi, Manfaat, dan Contoh Persebarannya

Diposting pada

Minyak Bumi Adalah

Minyak bumi (juga dikenal sebagai minyak mentah) adalah bahan bakar fosil yang terbentuk dari sisa-sisa organisme laut purba. Jutaan tahun yang lalu, ganggang dan tanaman yang hidup di laut dangkal, setelah mati dan tenggelam ke dasar laut. Bahan organik tersebut bercampur dengan sedimen lain dan terkubur. Selama jutaan tahun di bawah tekanan tinggi dan suhu tinggi, sisa-sisa organisme tersebut berubah menjadi apa yang kita kenal sekarang sebagai bahan bakar fosil. Reservoir minyak bumi dapat ditemukan di bawah lapisan tanah atau dasar laut.

Ada sejumlah besar minyak bumi yang ditemukan di bawah permukaan Bumi dan di lubang-lubang tar yang muncul ke permukaan. Minyak bumi bahkan ada jauh di bawah sumur terdalam yang dikembangkan untuk mengekstraknya. Namun, minyak bumi termasuk sumber energi yang tidak terbarukan. Butuh jutaan tahun untuk terbentuk, dan ketika diekstraksi dan dikonsumsi, tidak ada cara bagi kita untuk menggantinya. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang minyak bumi, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, sejarah, komposisi, manfaat, dan contoh persebaran minyak bumi di Indonesia.

Minyak Bumi

Minyak bumi merupakan campuran kompleks hidrokarbon yang terjadi di Bumi dalam bentuk cair, gas, atau padat. Istilah ini sering terbatas pada bentuk cair, biasa disebut minyak mentah, tetapi, sebagai istilah teknis, minyak bumi juga mencakup gas alam dan bentuk kental atau padat yang dikenal sebagai bitumen. Fase cair dan gas dari minyak bumi merupakan yang paling penting dari bahan bakar fosil primer.

Hidrokarbon cair dan gas sangat terkait erat di alam sehingga menjadi hal yang biasa untuk mempersingkat ungkapan “minyak bumi dan gas alam” menjadi “minyak bumi” ketika merujuk keduanya. Kata minyak bumi secara harfiah berasal dari kata “minyak batu”, yaitu dari bahasa Latin, petra yang artinya “batu” dan oleum yang artinya “minyak”. Kata tersebut pertama kali digunakan pada tahun 1556 dalam sebuah risalah yang diterbitkan oleh ahli mineral Jerman Georg Bauer, yang dikenal sebagai Georgius Agricola.

Pengertian Minyak Bumi

Minyak bumi adalah bahan bakar fosil, yang berarti bahwa minyak bumi berasal dari dekomposisi bahan organik selama jutaan tahun. Itu terbentuk pada batuan sedimentasi di bawah panas dan tekanan yang kuat. Minyak bumi digunakan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan kendaraan, unit pemanas dan segala jenis mesin, serta dikonversi menjadi plastik dan bahan lainnya.

Karena ketergantungan dunia pada minyak bumi, sampai saat ini bahwa pengertian industri perminyakan sangat kuat dan merupakan pengaruh besar pada politik dunia dan ekonomi global.

Pengertian Minyak Bumi Menurut Para Ahli

Adapun definisi minyak bumi menurut para ahli, antara lain:

Wikipedia

Minyak bumi adalah cairan alami berwarna hitam kekuningan yang ditemukan dalam formasi geologi di bawah permukaan bumi. Minyak bumi umumnya disempurnakan menjadi berbagai jenis bahan bakar. Komponen minyak bumi dipisahkan menggunakan teknik yang disebut destilasi fraksional, yaitu pemisahan campuran cair menjadi fraksi yang berbeda dalam titik didih dengan cara distilasi, biasanya menggunakan kolom fraksionasi.

Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon dari berbagai molekul dan senyawa organik lainnya. Nama minyak bumi mencakup minyak mentah mentah yang belum diproses dan produk minyak bumi yang terdiri dari minyak mentah olahan. Minyak bumi merupakan salah satu bahan bakar fosil yang terbentuk ketika sebagian besar organisme (zooplankton dan ganggang) mati, terkubur di bawah batuan sedimen dan mengalami panas dan tekanan yang hebat.

Macqiur (1758)

Macqiur ialah seorang ahli dari Negara Prancis yang mengatakan apabila energi minyak bumi merupakan sumber daya alam yang berasal dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan yang mengendap pada kurun waktu jutaan tahun, maka tak heran jika kondisi tersebut menyebabkan minyak bumi menjadi salah satu contoh sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Sejarah Minyak Bumi

Minyak bumi telah dimanfaatkan oleh umat manusia sejak zaman kuno, dan hingga kini masih merupakan komoditas yang penting. Minyak bumi dijadikan sebagai bahan bakar utama setelah adanya penemuan mesin pembakaran dalam, kemajuan penerbangan komersial, dan peningkatan penggunaan plastik.

Sekitar lebih dari 4000 tahun yang lalu, berdasarkan pendapat Herodotus dan Diodorus Siculus, aspal telah dimanfaatkan sebagai konstruksi dari tembok dan menara Babylon; terdapat banyak lubang-lubang minyak di dekat Ardericca (dekat Babylon).

Jumlah minyak dalam jumlah besar ditemukan di tepi Sungai Issus, salah satu anak sungai dari Sungai Eufrat. Kerajaan Persia Kuno telah menunjukkan bahwa kebutuhan obat-obatan dan penerangan untuk kalangan menengah-atas menggunakan minyak bumi. Pada tahun 347, minyak diproduksi dari sumur yang digali dengan bambu di Tiongkok.

Tahun 1850-an, seseorang bernama Ignacy Lukasiewicz menemukan tentang bagaimana proses untuk mendistilasi minyak tanah dari minyak bumi, sehingga dapat memberikan alternatif yang lebih murah diabndingkan harus menggunakan minyak paus.

Hal tersebut mengakibatkan pemakaian minyak bumi untuk keperluan penerangan melonjak drastis di Amerika Utara. Sumur minyak komersial pertama kali di dunia yang digali terdapat di Polandia pada tahun 1853. Pengeboran minyak selanjutnya berkembang dengan sangat cepat di banyak belahan dunia lainnya, terutama saat Kerajaan Rusia berkuasa. Perusahaan yang menguasai menguasai produksi minyak dunia pada akhir abad ke-19 adalah perusahaan Branobel yang berpusat di Azerbaijan.

Komposisi Minyak Bumi

Komposisi minyak bumi terdiri atas:

Komposisi Hidrokarbon pada Minyak Bumi

Minyak bumi terdiri atas senyawa hidrokarbon yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut tergantung dari faktor umur, suhu pembentukan, dan cara pembentukan. Minyak bumi yang berasal dari Indonesia mengandung banyak senyawa aromatik seperti benzena, sedangkan minyak bumi yang berasal dari Rusia mengandung banyak senyawa sikloalkana seperti sikloheksana.

Senyawa-senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi yaitu sebagai berikut:

Alkana

Golongan senyawa ini yang banyak terdapat dalam minyak bumi adalah n-alkana dan isoalkana. n-alkana merupakan alkana jenuh berantai lurus dan tidak bercabang, contohnya yaitu n-oktana. Sedangkan isoalkana merupakan alkana jenuh yang rantai induknya mempunyai atom C tersier dan bercabang, contohnya yaitu isooktana.

Alkana juga disebut parafin. Parafin merupakan senyawa hidrokarbon tersatuasi yang mengandung rantai lurus atau bercabang yang molekulnya hanya terdiri atas atom karbon (C) dan hidrogen (H).

Sikloalkana

Sikloalkana ialah senyawa hidrokarbon yang memiliki rantai tunggal dan berbentuk cincin. Golongan senyawa ini yang terdapat dalam minyak bumi adalah siklopentana seperti metil siklopentana dan sikloheksana seperti etil sikloheksana.

Sikloalkana dikenal pula dengan nama naptena. Naptena merupakan senyawa hidrokarbon tersaturasi yang mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap pada karbonnya. Naptena (CnH2n) mempunyai ciri-ciri mirip alkana tetapi mempunyai titik didih yang lebih tinggi.

Hidrokarbon Aromatik

Hidrokarbon aromatik merupakan hidrokarbon yang tidak tersaturasi, memipunyai satu atau lebih cincin planar karbon-6 atau cincin benzena. Pada struktur ini, atom hidrogen berikatan dengan atom karbon dengan rumus umum CnHn.

Apabila hidrokarbon aromatik dibakar, akan menimbulkan asap hitam pekat dan beberapa bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Senyawa hidrokarbon aromatik yang terdapat dalam minyak bumi adalah senyawa benzena, contohnya yaitu etil benzena.

Kandungan Unsur Kimia dalam Minyak Bumi

Adapun untuk unsur kimia dalam minyak bumi terdiri atas beragam bentuk kandungan, antara lain;

Sulfur (Belerang) (0,05-6%)

Minyak mentah memiliki kandungan belerang yang lebih tinggi. Keberadaan unsur kimia ini dalam minyak bumi seringkali menimbulkan banyak akibat, misalnya dalam gasoline dapat mengakibatkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau basah), karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air.

Oksigen (0,05-1,5%)

Oksigen dapat terbentuk karena terjadinya kontak dalam waktu yang cukup lama antara minyak bumi dengan atmosfer di udara. Total oksigen yang terkandung dalam minyak bumi yaitu antara 0,05 sampai 1,5 persen dan bertambah seiring dengan naiknya titik didih fraksi.

Kandungan oksigen dapat mengalami kenaikan jika terlalu lama berhubungan dengan udara. Senyawa yang terbentuk bisa berupa alkohol, keton, eter, dan lain-lain, sehingga dapat mengakibatkan sifat asam pada minyak bumi. Oksigen bisa meningkatkan titik didih bahan bakar.

Nitrogen (0,1-2%)

Kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah, hanya sekitar 0,1-2%. Kandungan tertinggi terdapat pada tipe asphalitik. Nitrogen memiliki sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum (getah) pada fuel oil. Kandungan nitrogen yang paling banyak terdapat pada fraksi titik didih yang tinggi.

Unsur-Unsur Logam (< 0,1%)

Unsur-unsur logam seperti besi, tembaga, terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic cracking mempengaruhi aktifitas katalis, karena bisa menurunkan produk gasoline, menghasilkan banyak gas, dan pembentukkan coke.

Komposisi Molekul Hidrokarbon dalam Minyak Bumi

Golongan hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terdiri atas parafin, naptena, aspaltena, dan aromatik. Komposisi tersebut berdasarkan beratnya yaitu sebagai berikut:

No. Hidrokarbon Rata-Rata Rentang
1. Naptena 49% 30-60%
2. Parafin 30% 15-60%
3. Aromatik 15% 3-30%
4. Aspaltena 6% sisa-sisa

Manfaat Minyak Bumi

Minyak bumi memiliki beberapa manfaat, diantaranya yaitu;

Sebagai Bahan Bakar

Minyak bumi yang masih mentah tidak bisa dimanfaatkan secara langsung dan sangat berbahaya. Proses pengolahan minyak bumi melewati beberapa macam tingkatan, seperti proses penyulingan hingga diperoleh beberapa komponen minyak bumi yang lebih ringan.

Hasil  penyulingan tersebut adalah minyak bumi yang telah menjadi bahan bakar residu seperti bensin, solar, bensol, dan minyak tanah. Beberapa jenis minyak tersebut dijadikan sebagai bahan bakar kendaraan dan menggerakkan mesin diesel.

Sumber Gas Cair

Gas cair atau yang kita kenal dengan nama LPG diperoleh dari hasil pengolahan minyak bumi, selain dari manfaat gas alam. Gas cair tersebut diperoleh dari sumber minyak bumi yang telah diolah dengan proses penyulingan dan pemurnian khusus.

Industri Kimia

Senyawa hasil pengolahan minyak bumi sangat berperan untuk memproduksi beberapa produk kimia, seperti cat minyak, cat dinding, cat mobil, cat kayu dan beberapa produk plastik. Hasil sisa dari pengolahan minyak bumi tersebut tidak dibuang ke alam, tapi memiliki manfaat yang sangat besar untuk kehidupan manusia.

Sumber Produksi Polimer

Minyak mentah juga dapat menghasilkan polimer khusus yang sangat penting untuk membuat beberapa komponen industri, misalnya industri plastik. Manusia memerlukan plastik sebagai tempat untuk meletakkan berbagai benda, menjadi benda rumah tangga, mainan dan berbagai macam kebutuhan sehari-hari.

Produksi Bahan Serat

Berbagai jenis bahan serat, misalnya rayon, polyester, nilon dan bahan tekstil sintetis menggunakan komponen dari minyak bumi. Minyak bumi yang telah melewati berbagai macam tahapan pengolahan akan menghasilkan beragam produk, yang salah satunya adalah bahan campuran serat yang tidak mudah terbakar.

Produk Keperluan Dapur

Beragam produk yang terdapat di dapur, misalnya kulkas, kunci pintu, kunci jendela, panel pintu dan kursi juga melibatkan minyak bumi dalam proses produksinya. Minyak bumi dimanfaatkan sebagai sumber pengolahan baik sebagai sumber panas maupun produk sampingan untuk mengolah baja, aluminum maupun besi.

Sumber Pengolahan Pupuk

Selain memanfaatkan hidrogen, pengolahan pupuk juga membutuhkan beberapa senyawa sintetis yang dihasilkan dari pengolahan minyak mentah.

Pembangkit Listrik

Pembangkit listrik juga memerlukan minyak bumi sebagai sumber panas. Minyak bumi yang mengalami pengolahan secara khusus dan pembangkit listrik akan menghasilkan tenaga dari uap. Uap panas tersebut akan menggerakkan bagian turbin pada pembangkit dan akan diterima oleh penggerak kumparan magnet untuk menghasilkan listrik.

Contoh Persebaran Minyak Bumi di Indonesia

Adapun persebaran minyak bumi di Indonesia, diantaranya yaitu:

Wonokromo, Jawa Timur

Wilayah Wonokromo mampu menghasilkan 52.616 barrel per harinya, dengan rincian 52.290 barrel minyak mentah dan 326 barrel kondensat. Wilayah Wonokromo meliputi Blok Tuban, Kangean, Brantas, Cepu, Madura Barat, Bawan serta Gresik.

Kepulauan Natuna, Riau

Kepulauan Natuna mampu menghasilkan 359.777 barrel minyak mentah dan 6.050 barrel kondensat setiap hari, sehingga total keseluruhan adalah 365.827 barrel. Wilayah ini meliputi 6 blok yang ada di wilayah Riau yakni Rokan, Mountain Front Kuantan, Siak, Selat Panjang, Coastal Plains, Pekanbaru dan Selat Malaka. Tambang minyak ini dioperasikan oleh Pertamina, Chevron, Petrosea, Bumi Siak Pusako, Sarana Pembangunan Riau, Premier Oil, Conoco Philips, dan Star Energy.

Sorolangun, Jambi

Sorolangun hanya mampu menghasilkan 19.506 barrel, dengan rincian 8.870 barrel kondensat dan 10.659 barrel minyak mentah. Tambang minyak di Sorolangun dikelola oleh Petrochina, Pearl Oil, dan Conoco Philips. Ketiganya melakukan pengelolaan pada blok Jabung, Bangko, Tungkal, serta Blok Jambi Selatan.

Nah, demikianlah serangkaian penjelasan secara lengkapnya mengenai materi pengertian minyak bumi menurut para ahli, sejarah, komposisi, manfaat, dan contoh persebaran minyak bumi di Indonesia. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan kepada segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *