Contoh Sumberdaya Alam Yang Tidak Dapat Diperbarui

Diposting pada

Contoh Sumberdaya Alam Yang Tidak Dapat Diperbarui

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kekayaan sumber daya alam yang tinggi. Bahkan sering pula kita mendengar kalimat Gemah Ripah Loh Jinawi, yang artinya kekayaan alam yang berlimpah. Kekayaan alam tersebut memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Indonesia. Antara satu wilayah dan perwilayahan lainnya memiliki potensi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi geografisnya.

Keberlimpahan potensi sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia terdiri atas sumberdaya alam yang dapat diperbarui misalnya tumbuhan, hewan, air, sinar matahari, tanah, dan lain-lain, dan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui, misalnya barang-barang tambang yang proses pembentukannya memakan waktu ribuan bahkan tahun.

Oleh karena itu, manusia harus dapat bersikap bijak dalam memanfaatkan sumberdaya alam, khusunya sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui. Untuk memperjelas pemahaman kita terkait sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui, artikel ini akan mengulas contoh sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui.

Sumber Daya Alam

Secara sederhana, sumber daya alam dapat dikatakan sebagai segala sesuatu yang terdapat di alam, biotik maupun fisik yang dapat dimanfaatkan manusia untuk mencukupi kebutuhannya dalam meningkatkan kesejahteraannya.

Pengertian Sumberdaya Alam

Pengertian sumberdaya alam (natural resource) merupakan keseluruhan potensi yang dimiliki oleh alam yang dapat dikembangkan melalui proses produksi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sumberdaya alam dapat terbentuk karena adanya proses-proses alamiah, misalnya tanah, air, udara, dan bahan tambang.

Akan tetapi, potensi tersebut tidak akan dapat dimanfaatkan tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Misalnya pemanfaatan minyak bumi yang dapat diolah menjadi bermacam-macam bahan bakar.

Sumber Daya Alam Yang Tidak Dapat Diperbarui

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable resources) merupakan sumberdaya alam yang tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri atau bertambah banyak, sehingga apabila dimanfaatkan secara terus-menerus jumlahnya kan semakin berkurang bahkan habis.

Pada dasarnya sumberdaya alam ini memungkinkan untuk mengalami regenerasi, tapi membutuhkan waktu ratusan bahkan jutaan tahun, dan proses tersebut berlangsung secara alami (tidak dapat dilakukan oleh manusia). Olehkarenanya manusia harus bijak dalam memanfaatkan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui.

Contoh Sumberdaya Alam Yang Tidak Dapat Diperbarui

Adapun yang termasuk dalam jenis sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui diantaranya yaitu:

Logam mulia (Emas, perak, diamond, platinum)

Logam mulia merupakan logam yang tahan terhadap korosi maupun oksidasi. Logam ini memiliki sifat tahan banting, tidak berkarat, langka, dan tidak berubah fisik menjadi busuk, lapuk atau robek (Ella Syaputri, 2012). Logam jenis ini umumnya memiliki harga yang tinggi karena kelangkaan dalam keterdesiannya, memiliki warna yang bagus, dan lunak.

Contoh logam mulia diantaranya rutenium (Ru), rodium (Rh), paladium (Pd), perak (Ag), osmium (Os), iridium (Ir), platina (Pt), dan emas (Au).

Bijih Besi

Bijih besi ialah batuan yang mengandung mineral-mineral besi dan sejumlah mineral seperti silika, alumina, magnesia, dan lain-lain. Bijih besi dapat digunakan sebagai bahan baku industri cat, semen, flux pada peleburan logam-logam non-ferrous dan juga sebagai katalisator.

Persebaran deposit bijih besi di Indonesia tersebar mulai dari Sumatera (Aceh, Sumatera Barat dan Lampung), Jawa (Cilacap, Blitar, Tulung Agung dan Daerah sekitar Kulon Proggo), Kalimantan (Pelaihari, Tanah Bumbu,Kotabaru) Hingga kawasan timur Indonesia, di War Akopi dan Was Isyow, Papua.

Tembaga

Tembaga merupakan logam merah-muda yang lunak, dapat ditempa, liat. Pemanfaatan tembaga yaitu sebagai bahan untuk kabel listrik dan kumparan dinamo; Paduan logam.; Mata uang dan perkakas-perkakas; Sebagai bahan penahan untuk bangunan dan beberapa bagian dari kapal; Serbuk tembaga digunakan sebagai katalisator untuk mengoksidasi metanol menjadi metanal.

Persebaran tembaga di Indonesianya dianarnya yaitu di Cikotok (Jawa Barat), Kompara (Papua), Sangkarapi (Sulawesi Selatan), Tirtamaya (Jawa Tengah), Jambi dan Sulawesi Tengah.

Nikel

Nikel merupakan komponen yang banyak ditemukan dalam meteorit dan menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya. Pemanfaatan nikel diantaranya sebagai bahan pembuat logam paduan, logam yang dipadukan dengan nikel memiliki karakteristik kuat, tahan panas, serta tahan karat.

Bahkan, sekitar 65 % nikel dimanfaatkan untuk membuat stainless steel dengan komposisi sebagian besar besi, 18 % kromium, dan 8 % nikel. Persebaran nikel diantaranya yaitu di Kalimantan Barat, Maluku, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Gas alam

Gas alam merupakan hasil pencampuran dari beberapa hidrokarbon dengan kadar karbon kecil terutama metan(CH4 atau C2H6), propan (C3H6), dan butan (C4H10). Gas alam yang dimanfaatkan berupa gas alam cair yang biasanya diperdagangkan untuk memenuhi kebutuhan dapur dan rumah tangga, misalnya LPG (liquefied petroleum ga) atau gas minyak bumi cair yang terdiri atas terdiri atas propan dan butan dan LNG (liquefied natural gas) atau gas alam cair yang terdiri atas asam dan metan.

Gipsum

Gipsum merupakan salah satu contoh mineral yang memiliki kadar kalsium tinggi. Gipsum yang paling banyak ditemukan yaitu jenis hidrat kalsium sulfat.  Gipsum hampir dapat ditemukan di berbagai wilayah.  Manfaat gipsum terutama dalam bidang konstruksi bangunan, yaitu  sebagai bahan dasar atau bahan tambahan/campuran.

Batu Marmer

Batu Marmer atau batu pualam berasal dari batu kapur yang telah mengalami perubahan bentuk dan rupa menjadi batuan yang sangat indah apabila digosok dan dihaluskan, yang akan menjadi licin dan mengkilap. Batu marmer dimanfaatkan untuk membuat keramik,  mega, ornament batu hias dan bahan bangunan lainnya. Persebaran batu marmer misalnya  di daerah Trenggalek (Jawa Timur), dan daerah Bayat (Jawa Tengah).  Baca jugaPengertian Batuan Beku, Proses, Jenis, dan Contohnya

Minyak bumi (bensin, solar, aspal, paraffin, minyak tanah dan lainnya)

Minyak bumi merupakan sumberdaya alam yang berasal dari mikroplankton yang terdapat di danau, rawa, teluk dan laut dangkal. Mikroplankton yang telah mati kemudian berjatuhan dan mengendap di dasar laut, selanjutnya akan bercampur dengan lumpur yang disebut dengan lumpur supropelium.

Karena adanya tekanan dari lapisan di atasnya serta adanya  panas magma, maka akan terjadi proses distilasi hingga terbentuk minyak bumi kasar yang membutuhkan waktu jutaan tahun. Hasil olahan minyak bumi dapat berupa avtur, avgos, premium, minyak tanah, solar, minyak disel. Persebaran minyak bumi di Indonesia diantaranya yaitu di Pulau Jawa (Cepu, Cirebon, dan Wonokromo); Pulau Sumatra (Palembang (Sungai Gerong, Sungai Plaju), dan Jambi (Dumai)); Pulau Kalimantan (Pulau Tarakan, Pulau Bunyu Kutai, dan Balikpapan); Pulau Irian (Sorong).

Intan

Intang merupakan mineral yang secara kimiawi berbentuk kristal atau alotrop, dari karbon, yang terbentuk pada kedalaman 100 mil (161 Km) di bawah permukaan bumi, tepatnya pada batuan yang cair pada bagian astenosfer yang memiliki suhu dan tekanan tertentu yang memungkinkan terjadinya perubahan mineral  carbon menjadi intan.

Pemanfaatan intan diantaranya yaitu untuk pembuatan mata bor suatu mesin;  untuk perhiasan dengan nilai jual yang sangat tinggi. Daerah di Indonesia yang merupakan penghasil intan terbesar yaitu Martapura, Kalimantan Selatan.

Alumunium

Alumunium merupakan logam memiliki sifat tahan karat, ringan, mudah menghantarkan panas, berwarna putih. Pengambilan alumunium dari kerak bumi yaitu dalam bentuk bauksit. Pemanfaatan alumunium diantaranya yaitu untuk bahan pembuatan peralatan dapur, peralatan rumah tangga, mebel, dan lain-lain. Daerah yang dikenal sebagai  penghasil aluminium terbesar di Indonesia yaitu adalah Pulau Bintan.

Timah

Timah merupakan sumberdaya alam berbentuk logam yang berwarna putih keperakan, dengan kekerasan yang rendah, dapat ditempa (“malleable“). Timah memiliki sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi, relatif lunak, tahan karat dan memiliki titik leleh yang rendah dan memilki struktur kristal yang tinggi.

Pemanfaatan timah yaitu sebagai sebagai pembungkus permen, coklat, hingga rokok. Persebaran timah di Indonesia diantaranya yaitu di di Pulau Bangka, Singep dan juga daratan Riau.

Batu Bara

Batubara merupakan terbentuk dari endapan atau sedimentasi tumbuh-tumbuhan yang tertimbun di dalam tanah selama berjuta-juta tahun. Batu bara terdiri atas 3 unsur utama yaitu karbon, hidrogen dan oksigen. Pemanfaatan batu bara diantaranya untuk sumber energi kereta api uap, bahan bakar, aspal jalanan, pembuatan cat, sabun, pupuk, dan bahan peledak. Persebaran bartu bara di Indonesia misalnya di Ombilin, Bukit Asam, dan Sawah Lunto.

Belerang

Belerang merupakan sumberdaya non logam yang tidak berasa. Bentuk asli dari belerang berupa zat padat kristalin berwarna kuning. Pemanfaatan belerang misalnya untuk pembuatan  pupuk, untuk bahan obat patek dan korek api. Persebaran belerang di Indonesia diantaranya di Gunung Welirang (Jawa Timur,  Jambi, Jawa Tengah, dan Sulawesi Utara.

Mangan

Mangan merupakan sumberdaya  tambang berupa logam hitam yang biasanya dimanfaatkan dalam pembuatan batu baterai, untuk campuran besa pada pembentukan baja, keramik dan lain sebagainya.  Persebaran mangan di Indonesia diantaranya yaitu di Tasikmalaya, Kiripan dan Martapura.

Batu Gamping

Batu gamping atau dikenal pula dengan batu kapur merupakan sumber daya tambang yang biasanya digunakan dalam industri bangunan. Pada umumnya Batu gamping  dimanfaat  untuk bahan utama dalam pembuatan semen, akan tetapi juga dapat digunakan sebagai pupuk bagi tanah yang kurang akan zat kapur.

Persebaran batu gamping di Indonesia diantaranya yaitu di Pulau Jawa, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Selatan Bali dan Irian Jaya Selatan. Baca jugaContoh Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbarui

Nah, demikianlah serangkaian tulisan yang mengulas tentang macam-macam contoh sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui beserta manfaat dan persebaran wilayahnya di Indonesia. Semoga melalui tulisan ini bisa menjadi referensi bagi segenap pembaca. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *