Terumbu Karang: Pengertian, Jenis, Ciri, dan Klasifikasinya

Diposting pada

Terumbu Karang AdalahTerumbu karang memiliki dinamika kehidupan dalam pengertian laut yang bervariasi, mulai dari sekumpulan ikan berwarna-warni yang berenang dalam jalur yang rapid dan rapat hingga kima raksasa yang menempel pada bebatuan. Setiap celah pada batuan karang menjadi tempat persembuniyan bagi beberapa jenis hewan dan tumbuhan. Pada malam hari hewan-hewan tersebut keluar dari tempat persembuniyannya untuk mencari makan. Semua makhluk hidup yang hidup di terumbu karang mengandalkan kemampuan adaptasi mereka dengan lingkugan karang berbatu yang mampu mendaur ulang makanan di area tropis. Untuk lebih memahami seputar terumbu karang, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis, ciri-ciri, dan klasifikasi terumbu karang.

Terumbu karang

Terumbu karang (coral reefs) merupakan rumah bagi ribuan hewan dan tumbuhan bernilai ekonomis tinggi. Ekosistem terumbu karang berperan sebagai sumber plasma nuftah bagi makhluk hidup baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Terumbu karang juga sebagai laboratorium alam yang unik untuk kajian penelitian yang memungkinkan penemuan baru yang berguna bagi kehidupan manusia. Selain itu, kondisi terumbu karang yang sangat indah dapat menjadi destinasi wisata, sehingga dapat menambah penghasilan manusia, terutama bagi masyarakat pesisir.

Pengertian Terumbu Karang

Pengertian terumbu karang adalah ekosistem dasar laut yang dihuni oleh karang batu dengan karakteristik memiliki  arsitektur yang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang dinamakan polip. Secara sederhana, karang terdiri dari satu polip yang memiliki bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh tentakel.

Tapi sebagian besar spesies, satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang dinamakan koloni (Sorokin, 1993).

Pengertian Terumbu Karang Menurut Para Ahli

Terdapat penegrtian terumbu karang yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya yaitu:

Sukarno dkk (1981)

Terumbu karang adalah ekosistem khas di perairan tropis yang memiliki diversifikasi taksonomik dan produktifitas yang tinggi, serta memiliki nilai estetika yang tinggi. Terumbu karang berfungsi sebagai tempat tinggal, tempat berlindung dan berkembang biota di dalamnya.

Mapstone G. M (1990)

Pengertian terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang memiliki sifat menonjol berupa produktifitas dan keanekaragaman jenis biotanya yang tinggi. Komponen utama pembentuk terumbu karang adalah hewan karang yang berkembang di perairan tropis hangat yang mendominasi dasar perairan.

Nybakken (1992)

Definisi terumbu karang merupakan ekosistem khas di laut tropis, yang dapat ditemukan pula di beberapa wilayah subtropis. Akan tetapi perkembangan terumbu karang di wilayah subtropics tidak sebaik di wilayah tropis. Terumbu karang berupa masyarakat organisme di dasar laut tropis yang dibangun oleh biota laut yang dapat menghasilkan kapur, terutama karang dan alga kapur (CaCo3) dan menjadi ekosistem yang kuat dalam menahan gelombang laut.

Jenis-Jenis Terumbu Karang

Terumbu karang memiliki beragam macam. Berikut ini akan diulas 5 jenis terumbu karang yang menjadi bagian dari jenis-jenis sumber daya alam terutama ditemukan di Indonesia, meskipun sebenarnya diperkirakan hampir 300 jenis terumbu karang ada di Indonesia.

Acropora Cervicurnis

Karakteristik: terdapat pada kedalaman 3-15 m dari atas permukaaan laut; berbentuk seperti pipa kecil yang ada di dalam laut; mempunyai kemiripan dengan terumbu karang Acropora Prolifera; biasnya berwarna coklat muda; tumbuh pada perairan yang jernih serta tidak berpolusi, serta di bagian atas lereng atau lagun dangkal yang jernih serta di tengah- tengah karang.

Contoh persebarannya yaitu di perairan Indonesia, Jamaika Serta kepulauan Cayman.

Acropora Elegantula

Karakteristik dari jenis terumbu karang ini terdapat pada kedalaman 3-15 m dari atas permukaan laut; berbentuk seperti semak dan berbentuk melebar; berwarna abu-abu, dengan warna ujungnya akan semakin berwarna muda; mempunyai kemiripan dengan dengan Acropora Aculeus; persebarannya yaitu di perairan dangkal, selain Indonesia, terumbu karang ini dapat ditemukan di Sri Langka.

Acropoda Micropthalma

Karakteristik dalam terumbu karang ini terdapat pada kedalaman 3-15 m dari atas permukaan laut; bentuknya melebar serta pipih dengan luas bisa mencapai 2 m; mirip dengan Acropora Copiosa, Acropora Parilis, dan Acropora Horrida; persebarannya pada perairan yang keruh, serta lagun yang berpasir, ditemukan juga pada perairan dangkal dan di atas karang. Selain di Indonesia, terumbu karang ini bisa di jumpai di Australia dan Papua.

Acropora Millepora

Karakteristik: terdapat pada kedalaman 3-15 m; bentuknya seperti  bantalan dengan cabang yang pendek dan gemuk serta dengan ukuran yang sama; mirip dengan Acropora Aspera, perbedaanya terdapat  pada radial koralit yang rapat serta aksial koralit yang terpisah- pisah; warna berwarna hijau, merah, biru, atau jingga; persebarannya pada  perairan yang dangkal serta tidak berpolusi.

Bukan hanya di Indonesia, terumbu ini juga ditemukan di Filipina dan Australia.

Acropora Humilis

Karakteristik: terdapat pada kedalaman 1-7 m; bentuknya bercabang- cabang yang tebal, sehingga dikenal pula dengan istilah karang bercabang; mempunyai kurimbosa berwarna ungu atau merah muda, yang paling banyak ditemukan biasanya berwarna krem, coklat, atau biru; persebarannya disekitar terumbu yang datar dan pada lereng karang. Terumbu karang ini biasanya ditemukan pada perairan Indonesia dan tersebar mulai dari laut merah hingga America Tengah dan Indo-Pasifik.

Ciri-Ciri Terumbu Karang

Terumbu karang memiliki beberapa kriteria yang menjadi identitasnya, diantaranya yaitu:

  1. Terdapat di laut yang memiliki temperatur tinggi, yaitu lebih dari 200C serta suhu yang stabil.
  2. Terdapat di laut yang memiliki kadar garam tinggi karena berkaitan dengan pembentukan kapur oleh koral dan alga.
  3. Terdapat di laut yang memiliki intensitas cahaya tinggi, sehingga biasanya tumbuh pada kedalaman yang masih dapat dijangkau sinar matahari, yaitu pada kedalaman ± hingga 50 meter dpl.
  4. Terdapat pada wilayah yang memiliki iklim dan cuaca stabil, misalnya di Indonesia yang memiliki iklim tropis sehingga matahari bersinar sepanjang tahun.
  5. Terdapat pada laut yang arusnya terus bergerak, yang dipengaruhi oleh perbedaan iklim, temperature, dan rotasi bumi.
  6. Terumbu karang terbentuk karena adanya ribuan hewan polip yang memancarkan warna yang menarik. Polip yang pada mulanya tunggal berkembang menjadi koloni.
  7. Pada terumbu karang terdapat banyak organisme laut yang saling bersimbiosis.
  8. Terumbu karang dapat menghasilkan zat kapur atau CaCO3. Koral yang mati akan mengeras dan membentuk kapur karena dipengaruhi oleh tingginya kadar garam di laut.
  9. Terumbu karang memiliki warna yang menarik yang dapat mencerminkan kondisi perairan lautnya. Semakin cerah warnya menunjukkan bahwa laut tempat hidupnya semakin bersih, karena karang mempunyai kemampuan melakukan penetrasi warna berdasarkan kebersihan laut.

Klasifikasi Terumbu Karang

Terdapat beberapa klasifikasi terumbu karang diantaranya yaitu:

  1. Berdasarkan kemampuan memproduksi kapur, dibagi menjadi dua yaitu:
  2. Karang hermatifik

Karang hermatifik merupakan karang yang mampu membentuk karang yang dapat menghasilkan terumbu. Persebarannya di perairan dangkal di daerah tropis dengan suhu air hangat antara 25-32 °C. Karang ini mampu bersimbiosis mutualisme dengan bersimbiosis mutualisme dengan zooxanthellae (sejenis algae uniseluler, seperti Gymnodinium microadriatum, yang terdapat di jaringan-jaringan polip binatang karang dan melakukan fotosintesis.

Karang ahermatipik

Karang ini tidak dapat menghasilkan terumbu dan merupakan kelompok karang yang persebarannya luas di seluruh dunia.

Berdasarkan bentuk dan tempat tumbuh

Berdasarkan tempat tumbuhnya, dibagi menjadi 4, yaitu:

Terumbu (reef)

Terumbu merupakan endapan massif yang terbentuk dari batu kapur (limestone), khususnya kalsium karbonat (CaCO3), yang biasanya dihasilkan oleh hewan karang dan biota-biota lain, seperti alga berkapur, yang melakukan sekresi kapur, misalnya alga berkapur dan moluska. Terumbu berbentuk punggungan laut yang terdapat di laut dangkal.

Karang (koral)

Karang merupakan hewan klonal yang tersusun atas puluhan atau jutaan individu yang disebut polip. Makhluk klonal misalnya yaitu tebu atau bambu yang terdiri atas banyak ruas. Karang dikenal pula dengan istilah karang batu (stony coral), ialah binatang laut dari ordo Scleractinia yang mampu melakukan sekresi terhadap CaCO3. Karang ini termasuk dalam kelas Anthozoa, Filum Coelenterata, yang hanya memiliki stadium polip.

Karang Terumbu

Karang terumbu merupakan karang lunak yang tidak dapat menghasilkan kapur. Karang ini biasanya ditemukan di daerah pesisir pantai.

Terumbu karang

Terumbu karang merupakan ekosistem yang terletak di dasar laut tropis yang dibentuk oleh biota laut yang dapat menghasilkan kapur (CaCO3), terutama jenis-jenis karang batu dan alga berkapur, beserta moluska, misalnya Krustasea, Echinodermata, Polikhaeta, Porifera, dan Tunikata, dan juga biota laut lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya, termasuk plankton dan jenis-jenis nekton.

Berdasarkan letaknya

Berdasarkan pada letaknya terumbu karang daoat dibagi menjadi 4, yaitu:

Terumbu karang tepi

Terumbu karang ini disebut juga karang penerus (fringing reefs) yang merupakan jenis terumbu karang paling sederhana dan banyak ditemukan pada tepian pantai di daerah tropis.

Terumbu ini memiliki bentuk melingkar seperti bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Contoh persebarannya yaitu di Bunaken (Sulawesi), Pulau Panaitan (Banten), Nusa Dua (Bali).

Terumbu karang penghalang

Terumbu karang penghalang (barrier reefs) mirip dengan terumbu karang tepi, tapi letaknya lebih jauh dari pinggir pantai. Letaknya sekitar 0.5­2 km ke arah laut lepas yang dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Karang penghalang biasanya tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus.

Contoh persebarannya yaitu di Batuan Tengah (Bintan, Kepulauan Riau), Spermonde (Sulawesi Selatan), Kepulauan Banggai (Sulawesi Tengah).

Terumbu karang cincin

Terumbu karang cincin atau disebut pula attols adalah terumbu karang yang berbentuk cincin dan memiliki ukuran sangat besar menyerupai pulau. Atol biasanya ditemukan pada daerah tropis di Samudra Atlantik. Terumbu karang ini mengelilingi batas dari pulau­-pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan.

Terumbu karang datar

Terumbu karang datar atau gosong terumbu (patch reefs), terkadang disebut juga pulau datar (flat island). Terumbu ini mengalami pertumbuhan dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan, dalam kurun waktu geologis, membantu pembentukan pulau datar.

Umumnya pulau ini akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal. Contoh persebarannya yaitu di Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kepulauan Ujung Batu (Aceh).

Berdasarkan zonasi

Berdasarkan pada zonasinya terumbu karang dibagi menjadi 4, yaitu:

Terumbu yang menghadap angin (Windward reef)

Terumbu yang menghadap ke angin merupakan sisi terumbu karang yang smenghadap kea rah datangnya angin, yang diawali oleh lereng terumbu yang menghadap ke arah laut lepas. Pada bagian lereng terumbu terdapat karang yang melimpah yaitu pada kedalaman sekitar 50 meter yang biasanya didominasi oleh karang lunak.

Terumbu yang membelakangi angin (Leeward reef)

Terumbu yang membelakangi angina merupakan sisi terumbu karang yang membelakangi arah datangnya angin. Pada zona ini biasanya terdapat hampara terumbu karang yang lebih sempit disbanding windward reef, serta mempunyai lagoon yang cukup lebar, yang kedalamannya kurang dari 50 meter.

Tapi zona ini kurang ideal untuk pertumbuhan karang, sebab adanya kombinasi faktor gelombang dan sirkulasi air dan sedimentasi yang besar.

Baca Juga;

  1. Pengertian Pencemaran Air, Penyebab, Dampak, dan Contohnya
  2. Iklim Jhunghun: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
  3. Pengertian Cuaca, Jenis, Unsur, dan Contohnya

Demikianlah serangkaian penjelasan secara lengkap mengenai pengertian terumbu karang, macam, ciri, klasifikasi, dan contohnya. Semoga dengan adanya tulisan materi ini bisa memberikan wawasan serta pengetahuan yang mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *