Pengertian Laut, Jenis, dan Manfaatnya

Diposting pada

Pengertian Laut Adalah

Lebih dari 2/3 struktur bumi terdiri dari wilayah peraian. Sebagian besar wilayah perairan tersebut adalah wilayah lautan. Wilayah lautan sering dimanfaatkan sebagai pertanian agraris, yaitu pertanian jenis air yang memanfaatkan hasil dari lautan. Air laut memiliki rasa yang asin. Mengapa air laut asin? Karena dari rasa air laut yang asin adalah karena tingkat unsur natrium klorida atau kandungan garam air laut sangat tinggi. Oleh karena itulah pada artikel kali ini akan dibahas mengenai pengertian laut, jenis laut, dan manfaat laut yang mana ulasannya dapat disimak pada penjabaran sebagai berikut.

Pengertian Laut

Laut adalah air yang memiliki rasa asin dan terdapat dalam jumlah yang luas sekali serta menggenangi hampir 2/3 wilayah permukaan bumi. Laut yang sangat luas sekali disebut samudera. Seluruh permukaan aliran air yang berada di daratan akan bermuara di laut karena laut merupakan wilayah yang paling rendah di permukaan bumi. Hal ini didukung oleh sifat air yang selalu mengalir dari tempat yang timggi ke tempat yang lebih rendah.

Permukaan laut selalu dijadikan tolak ukur suatu tempat yang berada di dataran. Hal ini dikarenakan laut merupakan permukaan bumi yang paling rendah dan datar. Maka ketinggian suatu tempat di permukaan dataran akan lebih mutlak ketinggiannya bila diukur atas dasar permukaan laut.

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan. Negara kepulauan pasti terdapat banyak laut di dalamnya. Seluruh unsur kekayaan di dasar laut Indonesia merupakaan hak negara kita hingga kedalaman 200 m. Sedangkan batas laut teritorialnya adalah sejauh 12 mil dari garis pantai dan batas zona ekonomi eksklusifnya sejauh 200 mil dari garis pantai.

Bagaimana Air Laut Memiliki Rasa yang Asin?

Rasa air laut berbeda dngan air yang berada di daratan. Jika air darat kita mengenal air tanah, air sungai, dan beberapa jenis air lain yang berada di daratan pasti rasanya tawar. Berbeda dengan air payau yang berada di pinggiran pantai, air tersebut memiliki rasa campuran antara tawar dengan asin. Air laut memiliki rasa asin yang sangat kuat.

Rasa asin dari air laut tersebut dihasilkan dari aliran air yang ada di dataran. Loh kan air darat rasanya tawar. Penjelasannya kurang lebih seperti ini presipitasi air hujan yang dikeluarkan oleh awan saat terjadi hujan air tersebut akan meresap masuk ke dalam tanah. Air yang meresap ke dalam tanah tersebut keluar menjadi air tanah yang nantinya akan mengalir ke sungai menuju laut.

Pada saat air sungai mengalir dari hulu ke hilir atau menuju ke laut, air sungai membawa banyak kandungan unsur mineral sehingga banyak terjadi percampuran kandungan mineral tersebut akhirnya sampai laut menjadi banyak kandungan garam.

Pada saat terjadi penguapan karena sinar matahari, air laut menjadi bagian yang sangat penting pada proses penguapan karena jumlahnya yang sangat besar. Pada saat air laut menguap, penguapan yang terjadi adalah unsur dihidrogen monoksida atau air. Garam tidak ikut serta pada proses penguapan. Maka dari itu pembuatan garam adalah sederhana, yaitu menjemur air laut dalam proses yang berjam–jam.

Faktor tingkat rasa asin yang terjadi pada air laut dipengaruhi faktor tempearatur. Pada temperatur atau tekanan suhu yang panas penguapan terjadi dalam jumlah besar. Karena sifat garam yang tidak terbawa proses penguapan, maka yang terjadi adalah kandungan garam semakin bertambah dan jumlah air berkurang. Jadi semakin panas daerah tersebut maka semakin asin pula tingkat keasinan laut tersebut.

Faktor berikutnya dari tingkat ketinggian rasa asin pada air laut adalah jenis batu dan tanah dari sungai yang airnya mengalir ke laut. Unsur kandungan yang terdapat pada batuan dan tanah sungai tersebut adalah natrium, kalium, dan kalsium. Kandungan usur zat pada batuan dan tanah sungai seperti natrium, kalium, dan kalsium akan terbawa ke lautan dan proses pencampurannya menyebabkan tingginya kadar garam sehingga air laut menjadi asin.

Jenis-Jenis Laut

Seperti pada jenis perairan yang lainnya, laut juga memiliki klasifikasi untuk pembagian jenis. Pembagian jenis laut diklasifikasikan menurut proses terjadinya, menurut letaknya, dan menurut kedalamannya. Klasifikasi pembagian jenis laut dapat kita simak pada ulasan sebagai berikut

Menurut Jenis Terjadinya

Klasifikasi pembagian jenis laut dapat ditinjau dari menurut jenis terjadinya. Klasifikasi jenis laut menurut terjadinya dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu laut transgresi, laut ingresi, dan laut regresi.

Laut Transgresi

Laut Transgresi adalah laut yang terjadi dikarenakan permukaan laut yang mengalami perubahan ketinggian air laut. Peninjauan naiknya tingkat ketinggian air laut bisa terjadi karena lautan yang memang meningkat atau dataran yang semakin menurun.

Hal ini mengakibatkan permukaan daratan yang memiliki tingkat ketinggian yang rendah akan tergenang oleh air laut. Proses laut transgresi terjadi pada zaman glasiasi. Contoh laut transgresi adalah selat bali, selat sunda, selat Makassar, dan lain–lain.

Laut Ingresi

Laut ingresi merupakan laut yang muncul diakibatkan oleh tanah yang ketinggiannya mengalami penurunan. Tanah yang berada di dasar laut akan membentuk sebuah palung. Contoh dari laut ingresi adalah palung mindanau dan palung mariana.

Laut Regresi

Laut regresi merupakan laut yang terjadi dikarenakan penyempitan yang berasal dari pengendapan suatu batuan. Batuan tersebut mengendap karena unsur pendorong pengendapan yaitu pasir dan lumpur. Contoh laut regresi adalah laut jawa.

Menurut Letaknya

Klasifikasi jenis laut selanjutnya adalah peninjauan jenis laut menurut letaknya. Jenis laut menurut letaknya terbagi atas 3 macam yaitu laut tepi, laut pertengahan, dan laut pedalaman. Pembahasan mengenai pembagian jenis laut menurut letaknya dapat kita simak pada pembahasan sebagai berikut.

Laut Tepi

Laut tepi merupakan laut yang letaknya di tepi samudera. Laut tepi dipisahkan dari samudera karena keberadaan pulau–pulau. Contoh dari laut tepi adalah laut cina selatan terpisah dari samudera pasifik dikarenakan terdapat kepulauan Filipina dan Kepulauan Indonesia.

Laut Pertengahan

Laut pertengahan adalah laut yang leaknya berada diantara benua – benua yang terkumpul menjadi satu. Laut tepi memiliki kedalaman diatas 3.000 m di bawah permukaan laut. Di tengah laut tepi juga memiliki beberapa pulau – pulau. Contoh dari jenis laut pertengahan adalah laut tengah.

Laut Pedalaman

Laut pedalaman adalah laut yang dikelilingi oleh daratan. Laut pedalaman merupakan danau yang luas sekali dan memiliki air yang asin seperti laut. Contoh dari laut pedalaman adalah laut hitam.

Menurut Kedalamannya

Klasifikasi jenis laut yang diukur dari kedalamannya dibagi menjadi 4 macam, yaitu zona lithoral, zona neritic, zona bathyal, dan zona abysal. Klasifikasi jenis laut menurut kedalamannya dapat kita simak pada penjelasan sebagai berikut.

Zona Lithoral

Zona lithoral adalah klasifikasi jenis laut menurut kedalamannya yang paling dangkal. Zona lithoral terdapat di wilayah pesisir pantai. Zona lithoral ini pada saat air laut pasang akan tergenang oleh air laut. Namun pada air laut surut akan berubah menjadi daratan. Zona lithoral sering disebut sebagai zona air laut pasang surut.

Zona Neritik

Zona neritik adalah klasifikasi jenis laut menurut kedalamannya dengan tingkat kedalaman diatas zona lithoral. Zona neritik merupakan laut yang membatasi zona lithoral. Zona neritik memiliki kedalaman hingga 150 m dibawah permukaan laut. Pada zona neritik matahari dapat menembus dengan baik sehingga banyak kehidupan bawah laut yang terdapat pada zona neritik.

Zona Bathyal

Zona bathyal merupakan laut yang memiliki kedalaman dari 150 sampai dengan 1.800 m di bawah permukaan air laut. Pada zona bathyal sinar matahari tidak dapat masuk ke dalamnya. Sehingga kehidupan organisme makhluk hidup pada zona bathyal berjumlah sedikit.

Zona Abysal

Zona abysal merupakan laut dengan kedalaman diatas 1.800 m di bawah permukaan laut. Pada zona abysal jumlah makhluk hidup yang dapat hidup di wilayah ini jumlahnya sangat terbatas karena suhu yang dingin.

Manfaat Laut

Laut memiliki manfaat yang berguna bagi makhluk hidup. Manfaat laut antara lainnya adalah sebagai berikut;

  • Tempat rekreasi
  • Sumber makanan
  • Jalur transportasi air
  • Budidaya hewan laut
  • Pembangkit listrik
  • Dan lain sebagainya.

Contoh Laut dan Pemanfaatannya

Sebagai pelengkap atas materi ini, maka akan diutarakan contoh laut dan pemanfaatnya yang salah satunya ialah Laut Jawa salah satu wilayah yang memiliki jumlah ikan yang sangat banyak. Masyarakat di Indonesia memanfaatkan lautnya untuk mencai ikan bagi para nelayan serta dijadikan sebagai transportasi laut.

Demikianlah penjelasan dan pengulasan secara lengkap tentang pengertian laut, jenis, manfaat, dan contohnya. Semoga dengan adanya pembahasan ini bisa menjadikan refrensi dan menambah wawasan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *