Bentuk Penyajian Data dan Penjelasannya

Diposting pada

Macam Penyajian Data

Orang-orang mengumpulkan, menampilkan, dan menganalisis data untuk menggambarkan fenomena sosial atau lingkungan fisik di dunia di sekitar kita. Setelah mengumpulkan dan mengatur data, langkah selanjutnya adalah menampilkan atau menyajikannya dengan cara yang membuatnya mudah dibaca dengan menyoroti kesamaan, perbedaan, tren, dan hubungan lainnya, atau kurangnya, dalam kumpulan data.

Data yang telah terkumpul dapat disajikan dalam berbagai bentuk, diantaranya yaitu dalam bentuk tabel, grafik/diagaram, gambar, peta, dan berbagai bentuk penyajian data lainnya. Setelah data disajikan, langkah selanjutnya yaitu melakukan analisis berdasarkan data tersebut untuk mendapatkan informasi penting sebagai jawaban atas permasalahan yang telah kita rumuskan.

Penyajian Data

Penyajian data mengacu pada output komputer dari data ke pengguna, dan asimilasi informasi dari output tersebut. Beberapa jenis penyajian diperlukan untuk semua tugas penanganan informasi. Penyajian data sangat penting dalam tugas-tugas pemantauan dan kontrol.

Data dapat berupa output pada tampilan elektronik, atau cetakan hardcopy, atau tampilan tambahan.  Apapun bentuknya, data yang disajikan sebisa mungkin membantu kinerja tugas yang efektif, sehingga data yang disajikan harus relevan dengan kebutuhan pengguna.

Pengertian Penyajian Data

Penyajian data merupakan hal yang penting sebagai salah satu langkah dalam penelitian. Kita harus mengetahui dengan tepat bentuk penyajian seperti apa yang akan kita pilih untuk menampilkan data kita.

Ketika kita memutuskan bagaimana menampilkan data dan melalui langkah-langkah untuk membuat tampilan itu, kita akan belajar jenis grafik mana yang berguna dalam menampilkan berbagai jenis data, dan keuntungan dan kerugian dari setiap tampilan.

Kita juga mempelajari bagaimana grafik dapat dipilih dan dimanipulasi untuk menggambarkan data secara keliru, misalnya, dengan memilih interval di sepanjang sumbu yang membuat grafik garis tampak naik atau turun dengan cepat atau membuat perbedaan antara batang pada grafik batang tampak seperti sangat besar atau sangat kecil.

Bentuk Penyajian Data

Berikut ini bermacam-macam bentuk peyajian data yang bisa kita kita gunakan, antara lain:

  1. Tekstual

Penyajian data dalam bentuk tekstual merupakan penyajian data dalam bentuk kalimat – kalimat / tulisan untuk menerangkan data telah yang diperoleh. Bentuk penyajian data yang satu ini biasanya digunakan untuk data yang jumlahnya kecil atau sedikit dan membutuhkan kesimpulan yang sederhana.

  1. Tabulasi

Tabulasi merupakan penyajian data dalam bentuk tabel yang terdiri atas baris dan kolom. Bentuk penyajian data ini digunakan untuk memaparkan beberapa variabel hasil penelitian, sehingga mudah dibaca dan dimengerti. Bentuk penyajian data ini bisa memberikan gambaran perbandingan antar situasi/keadaan.

Bagian-bagian tabel, diantaranya yaitu:

  • Kepala tabel, berisi nomor tabel, judul tabel (termasuk tahun atau unit kerja)
  • Leher tabel, berisi keterangan atau judul kolom
  • Badan tabel, berisi data yang disajikan
  • Kaki tabel, berisi keterangan tambahan, sumber data

Beberapa keuntungan menggunakan tabulasi sebagai bentuk penyajian data, yaitu:

  • Menyederhanakan data yang kompleks dengan mengaturnya secara sistematis dengan cara yang bermakna.
  • Membantu untuk membandingkan serangkaian rangkaian yang berbeda.
  • Menghemat waktu dan ruang karena sejumlah besar informasi dapat terkondensasi secara sistematis dalam satu tabel.
  • Memfasilitasi perbandingan, analisis, dan interpretasi data dengan mudah dengan bantuan langkah-langkah statistik seperti rata-rata, dispersi, korelasi, regresi, penyimpangan, dan lain-lain.
  • Dapat digunakan dalam berbagai penelitian dan studi. Jadi, itu juga berfungsi sebagai sumber referensi.
  1. Diagram Garis (line graph)

Diagram garis merupakan penyajian data dengan menggunakan diagram yang bentuknya  garis lurus, biasanya untuk menyajikan data statistik yang diperoleh berdasarkan observasi dari waktu ke waktu secara berurutan.

Beberapa keuntungan menggunakan diagram garis sebagai bentuk penyajian data, yaitu:

  • Grafik garis mudah dibaca dan plot.
  • Berguna untuk membuat perbandingan antara set data yang berbeda.
  • Berguna untuk menunjukkan perubahan selama periode waktu tertentu.
  1. Diagram Batang (bar graph)

Diagram batang merupakan penyajian data dalam bentuk batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah. Bentuk penyajian data yang satu ini biasanya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu.

Beberapa keuntungan menggunakan diagram batang sebagai bentuk penyajian data, yaitu:

  • Diagram batang cukup mudah untuk ditafsirkan, dan ada hubungan yang sangat jelas antara ukuran dan nilai yang memungkinkan perbandingan yang mudah.
  • Mudah dibuat dan kebanyakan orang memiliki pengalaman membuat dan memahaminya dari sekolah.
  • Dapat membantu dalam menyajikan nilai-nilai yang sangat besar atau sangat kecil dengan lebih tegas.
  1. Diagram Lingkaran (pie chart)

Diagram lingkaran merupakan penyajian data dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagian-bagian atau persentase dari keseluruhan data. Untuk membuat diagram lingkaran, kita harus menentukan persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran terlebih dahulu.

Beberapa keuntungan menggunakan diagram lingkaran sebagai bentuk penyajian data, yaitu:

  • Menampilkan proporsi relatif dari beberapa kelas data
  • Ukuran lingkaran dapat dibuat proporsional dengan jumlah total yang diwakilinya
  • Merangkum kumpulan data besar dalam bentuk visual
  • Secara visual lebih sederhana daripada jenis grafik lainnya
  • Memungkinkan pemeriksaan visual atas kewajaran atau keakuratan perhitungan
  • Membutuhkan penjelasan tambahan minimal
  • Mudah dipahami karena penggunaan yang luas dalam bisnis dan media
  1. Diagram sebar (scatter diagram)

Diagram sebar merupakan bentuk penyajian data yang digunakan untuk menentukan hubungan antara dua variabel. Hubungan ini bisa antara dua sebab, atau sebab dan akibat, dan lain-lain. Bisa berupa hubungan positif, negatif atau tidak sama sekali.

Variabel pertama adalah variable bebas/independen, dan variabel kedua adalah variable terikat/dependen pada yang pertama. Untuk menganalisis pola hubungan, kita mengubah variabel independen dan memantau perubahan dalam variabel dependen. Diagram sebar dapat memiliki dua variabel independen.

Beberapa keuntungan menggunakan diagram sebar sebagai bentuk penyajian data, yaitu:

  • Menunjukkan hubungan antara dua variabel.
  • Ini merupakan metode terbaik untuk menunjukkan pola non-linear.
  • Kisaran aliran data, yaitu nilai maksimum dan minimum, dapat ditentukan.
  1. Histogram

Histogram adalah tampilan informasi statistik yang menggunakan persegi panjang untuk menunjukkan frekuensi item data dalam interval numerik berturut-turut dengan ukuran yang sama.

Dalam bentuk histogram yang paling umum, variabel independen diplot sepanjang sumbu horizontal dan variabel dependen diplot sepanjang sumbu vertikal. Data muncul sebagai persegi panjang berwarna atau teduh dari area variabel.

Beberapa keuntungan menggunakan histogram sebagai bentuk penyajian data, yaitu:

  • Menampilkan data dalam jumlah besar yang sulit diinterpretasikan dalam bentuk tabel.
  • Menampilkan frekuensi relatif kemunculan berbagai nilai data.
  • Mengungkapkan variasi, pemusatan dan bentuk distribusi data.
  • Sangat berguna saat menghitung kemampuan suatu proses.
  • Membantu memprediksi kinerja proses di masa depan.
  1. Piktograf

Piktograf adalah representasi data menggunakan gambar. Piktograf mewakili frekuensi data saat menggunakan simbol atau gambar yang relevan dengan data. Ini adalah salah satu cara paling sederhana untuk merepresentasikan data statistik.

Beberapa keuntungan menggunakan piktografi sebagai bentuk penyajian data, yaitu:

  • Mengekspresikan sejumlah besar informasi atau data dalam bentuk sederhana
  • Karena menggunakan simbol, piktograf menjadi cara yang menarik untuk merepresentasikan data
  • Piktograf mudah dibaca karena semua informasi tersedia dalam satu pandangan
  • Karena piktograf digunakan secara universal, mereka tidak memerlukan banyak penjelasan.
  1. Plot Batang-dan-Daun (Stem-and-Leaf Plot)

Plot batang-dan-daun adalah bentuk penyajian data yang bertujuan untuk menunjukkan frekuensi terjadinya kelas nilai tertentu. Kita bisa membuat tabel distribusi frekuensi atau histogram untuk nilai-nilai tersebut, atau kita bisa menggunakan plot batang-dan-daun dan membiarkan angka-angka itu sendiri untuk menunjukkan informasi yang sama.

Beberapa keuntungan menggunakan plot batang dan daun sebagai bentuk penyajian data, yaitu:

  • Dapat digunakan untuk mengatur daftar nilai data dengan cepat.
  • Mudah digunakan dalam menentukan median atau mode set data dengan cepat.
  • Pencilan, kelompok data, atau celah mudah terlihat.
  1. Peta

Peta adalah bentuk penyajian data spasial atau data keruangan. ICA (International Cartographic Association) mendefinisikan peta sebagai gambaran unsur-unsur permukaan bumi atau yang ada kaitannya dengan permukaan bumi maupun benda-benda angkasa, yang digambarkan pada bidang datar dan diperkecil (diskalakan).

Berikut ini beberapa alasan mengapa peta menjadi penting dalam analisis data spasial, antara lain:

  • Menyederhanakan pola yang kompleks

Data indah, dan data letak geografis bahkan lebih visual dan berorientasi pola daripada kebanyakan data. Karakteristik ini hilang ketika data menyajikan data spasial dalam spreadsheet, bagan, dan grafik yang dirancang untuk kata dan angka.

Geografi tidak mengecilkan pentingnya informasi numerik atau tekstual, hanya menggunakan peta sebagai dasar untuk mengeksplorasi informasi ini lebih lanjut.

  • Mendapatkan wawasan yang lebih baik

80% data sekarang memiliki komponen lokasi. Dengan mengintegrasikan data statis dan geo-spasial dalam peta dinamis kita membuat sudut pandang yang lebih baik untuk analisis.

  • Mengubah perspektif kita

Argumen menjadi jauh lebih persuasif saat kita menambahkan ‘di mana’ ke ‘apa’ dan ‘mengapa’. Visual dapat menarik dari kisah yang dipetakan oleh peta membantu data kita  menceritakan kisah yang dapat membantu kita mengubah pikiran orang.

Itulah ulasan lengkap yang bisa kami bagikan pada semua pembaca, berkaitan dengan bentuk-bentuk teknik penyajian data, ciri, manfaat, dan contohnya dalam penelitian ilmiah yang kita lakukan. Semoga ulasan atas  penjelasannya ini berguna.

Sumber Referensi
  1. Data Display dari http://hcibib.org/sam/2.html
  2. Displaying Data dari https://www.teachervision.com/displaying-data
Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *