Ciri Planet Uranus dalam Tata Surya dan Penjelasannya

Diposting pada

Karakteristik Uranus

Sistem tata surya berada di luar angkasa yang menjadi bagian kecil dari luasnya jagat raya. Pada milyaran tahun yang lalu, tata surya terbentuk dari gas yang mengerut, memadat, serta memanas. Proses kerutan tersebut terbentuk menjadi benda-benda langit yang tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri seperti planet, asteroid, satelit, dan lain-lain. Sedangkan material padatan yang memanas membentuk bintang.

Bintang adalah benda langit yang memiliki cahaya sendiri. Bintang dalam gugusan tata surya kita dinamakan matahari. Selain memiliki peran sebagai bintang, matahari bertugas menyinari dan memberi energi bagi seluruh komponen tata surya. Matahari dalam tugasnya dikelilingi oleh planet-planet dan beberapa benda langit di sekitarnya. Paham ini disebut sebagai heliosentris, yaitu matahari sebagai pusat tata surya.

Matahari dikelilingi oleh 8 planet antara lain Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Beberapa waktu yang lalu, Pluto masih termasuk dalam kategori planet. Namun karena banyak aspek, Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet konvensional, melainkan planet kerdil. Pada kesempatan kali ini, penjelasan materi berfokus pada planet Uranus. Pengertian planet Uranus dan 11 cirinya akan diulas dalam pembahasan materi sebagai berikut.

Planet Uranus

Uranus adalah salah satu nama planet yang menduduki posisi terdekat nomor 7 dan posisi kedua terjauh dari matahari. Jarak antara planet Uranus dengan bintang terdekat yaitu matahari adalah sekitar kurang lebih 3 milyar kilometer. Revolusi planet Uranus berlangsung selama 84 tahun.

Diameter planet Uranus dari ujung ke ujung adalah sejauh 50.000 kilometer. Keunikan planet Uranus adalah terdapatnya 15 cincin tipis yang mengelilinginya.

Ciri Planet Uranus

Setiap definisi planet dalam susunan tata surya memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan planet lain. Penemuan pertama planet Uranus terjadi pada tanggal 13 Maret 1781. Ilmuwan astronomi yang menemukan planet Uranus bernama Herschel.

Kala itu, Herschel menganggap kenampakan Uranus sebagai komet. Hal ini dikarenakan cincin yang mengitari Uranus dikira sebagai ekor komet. Ciri-ciri planet Uranus yang lain adalah sebagai berikut.

Uranus Merupakan Kategori Planet Luar (Superior)

Planet superior adalah planet yang orbitnya berada di luar bumi. Planet yang termasuk dalam kategori superior adalah Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Posisi Uranus yang berada nomor 7 dari bintang tata surya yaitu matahari menyebabkan Uranus termasuk dalam planet luar (superior).

Uranus merupakan Kategori Planet Besar (Major Planet)

Klasifikasi dalam ciri planet yang pertama adalah dilihat dari posisinya, apakah berada di dalam orbit bumi maupun di luar. Faktanya, Uranus berada di luar orbit bumu sehingga disebut sebagai planet superior atau planet luar. Berdasarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunnya, Uranus termasuk dalam kategori planet besar atau major planet. Indikator yang digunakan adalah ukuran lebih besar dari pada bumi yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Memiliki 15 Cincin

Herschel menemukan planet Uranus pada tanggal 13 Maret 1781. Kala itu, dirinya beranggapan bahwa Uranus merupakan sebuah komet yang besar. Anggapan Herschel yang mengira Uranus adalah komet yang besar didasarkan karena adanya cincin yang mengelilingi Uranus. Cincin itu dikira Herschel sebagai ekor komet. Pada penemuan pertamanya, cincin yang mengelilingi Uranus berjumlah 5 lapis.

Namun pada tahun 1977 ilmuwan astronomi dikejutkan dengan cincin yang mengitari Uranus bertambah menjadi 15 lapis. Cincin tersebut tidak dapat disaksikan secara jelas. Besarnya ukuran Uranus berbanding dengan ketebalan cincin tersebut yang berkisar antara 9 sampai dengan 100 kilometer menyebabkan sulit diamati. Cincin yang mengitari planet Uranus memiliki warna gelap.

Planet Horizontal

Uranus memiliki ciri yang unik yaitu orbitnya berbentuk horizontal. Planet lain seperti bumi memilki orbit yang vertikal. Sehingga garis khatulistiwa atau garis equator membelah bumi menjadi dua yaitu daerah utara dan daerah selatan. Akibat yang dirasakan dari posisi planet yang memiliki orbit vertikal adalah belahan tengah suhunya panas dan daerah kutubnya menjadi dingin.

Berbeda dengan planet Uranus yang memiliki orbit horizontal. Planet ini garis khatulistiwanya membelah bagian barat dan timur. Sehingga bagian kutub planet Uranus memiliki suhu yang panas. Temperatur suhu planet Uranus bagian tengah sangat dingin yaitu sekitar -210°C sepanjang hari. Sedangkan pada malam hari bisa mencapai -310°C. Suhu tersebut bisa bertambah dingin saat revolusi Uranus menjauhi matahari.

Rotasi yang Cepat

Planet Uranus mengalami proses rotasi yang cepat. Rotasi adalah perputaran planet pada porosnya yang berfungsi menggantikan bagian planet menjadi 2 bagian yaitu siang dan malam. Rotasi yang terjadi pada planet Uranus berlangsung selama 11 jam. Jadi pada siang hari dan malam hari di planet Uranus hanya berkisar selama 5,5 jam saja.

Revolusi yang Lambat

Uranus memang salah satu planet yang unik. Rotasinya yang cepat tidak berbanding lurus dengan revolusinya. Planet Uranus mengalami revolusi selama 84 tahun bumi dalam sekali putaran. Revolusi adalah perputaran planet pada orbitnya yang berfungsi sebagai tugas utama dari sistem tata surya. Revolusi planet Uranus yang lambat dikarenakan jaraknya dengan matahari yang sangat jauh yaitu sekitar 3 milyar kilometer.

Memiliki 27 Satelit Alami

Uranus memiliki 27 satelit alami. Dari 27 satelit alami tersebut, yang dikenal dan sudah diberi nama antara lain Umbriel, Miranda, Ariel, Oberon, dan Titania. Satelit Uranus yang lain belum diberi nama karena ilmuwan astronomi masih ragu apakah bnda langit tersebut satelit alami ataukah asteroid yang keluar jalur.

Mempunyai Lapisan Atmosfer

Sama halnya dengan planet bumi, planet Uranus juga memiliki lapisan atmosfer. Lapisan atmosfer di planet Uranus antara lain troposfer, stratosfer, dan termosfer atau korona. Troposfer milik planet Uranus berada di ketinggian 50 kilometer. Stratosfernya berada pada 50 sampai dengan 4.000 km. Sedangkan lapisan termosfer Uranus berada pada ketinggian di atas 4.000 km.

Terdapat Medan Magnet

Planet Uranus memiliki medan magnet. Pengamatan pesawat ulang aling Voyager milik NASA mengemukakan bahwa pada saat pendaratannya, ada gaya yang menarik ke bawah. Hal tersebut dipercaya sebagai medan magnet milik planet Uranus.

Merupakan Planet yang Memiliki Suhu Paling Rendah

Uranus berada pada posisi terjauh dari matahari setelah neptunus. Namun mengapa planet yang memiliki suhu paling rendah adalah Uranus? Bukan planet neptunus? Hal ini dikarenakan planet Uranus merupakan planet horizontal.

Sering Dikira Komet Raksasa

Cincin tipis yang mengelilingi Uranus sering dikira sebagai ekor. Benda langit yang memiliki ekor disebut sebagai komet. Maka dari itu Uranus sering disebut sebagai komet raksasa yang berwarna cerah.

Nah, penjelasan di atas merupakan pembahasan materi yang mengulas tentang beberapa ciri-ciri planet Uranus dalam sistem tata surya. Semoga artikel ini dapat menjadi sumber edukasi bagi pembaca dalam hal menambah wawasan. Semangat dan terima kasih!

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *