Pengertian Keanekaragaman Hayati, Tingkatan, dan Contohnya

Diposting pada

Keanekaragaman Hayati Adalah

Diakui ataupun tidak, bumi merupakan satu-satunya planet di sistem tata surya yang memiliki unsur kehidupan di dalamnya. Hal ini dikarenakan di dalam planet bumi terdapat udara berupa arti oksigen dan makna air yang menjadi faktor utama penunjang kehidupan. Manusia merupakan makhluk hidup paling sempurna karena Tuhan membekali manusia dengan akal untuk berpikir.

Hewan dan tumbuhan juga memiliki peran yang penting dalam keseimbangan ekosistem. Tumbuhan berfungsi untuk menyuplai oksigen di permukaan bumi yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan. Makhluk hidup yang terdapat di planet bumi dapat digolongkan jenisnya melalui klasifikasi makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup dapat dikaji pula melalui keanekaragaman hayati. Oleh karena itulah kajian tentang keanekaragaman hayati penting untuk diketahui sekaligus dipahami.

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati di dalam kehidupan planet bumi dapat dipelajari melalui pengertian dan tingkatannya. Hal tersebut lantaran keanekaragaman hayati merupakan cabang ilmu geografi yaitu biogeografi dimana ilmu tersebut mempelajari kehidupan di planet bumi.

Namun yang pasti, keanekaragaman hayati menjadi unsur penyeimbang ekosistem yang terdapat di permukaan bumi karena keanekaragaman hayati membawa dampak-dampak penting bagi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup.

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati adalah sistem pengklasifikasian daripada pembagian jenis makhluk hidup yang dilihat dari fisik, kuantitas, dan sifatnya dengan tingkatannya beragam. Prihal ini fisik makhluk hidup berguna untuk menggolongkan makhluk hidup yang serupa. Sehingga nantinya kuantitas berguna untuk menghitung banyaknya ekosistem. Sedangkan sifat makhluk hidup digunakan untuk mengklasifikasinya jenisnya.

Pengertian Keanekaragaman Hayati Menurut Para Ahli

Adapun keanekaragaman hayati menurut para ahli, antara lain;

  1. UU No.5 Tahun 1994, Undang-undang Negara Republik Indonesia No. 5 tahun 1994 menyebutkan bahwa keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman di antara makhluk hidup dari semua sumber, termasuk di antaranya daratan, lautan dan ekosistem akuatik (perairan) lainnya, serta komplek-komplek Ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dengan ekosistem.
  2. Dahuri (2003), Definisi keanekaragaman hayati adalah peristilahan yang menjabarkan tentang ekosistem dan berbagai jenis varibalitas hewan, tumbuhan, serta jasad renik di alam.
  3. Zulkifli (1997), Keanekaragaman hayati adalah payung yang menjadi derajad frekuesnesi atas hadirkan ekosistem sprsies serta gen dalam wilayah tertentu

Tingkat Keanekaragaman Hayati

Tingkatan keanekaragaman hayati
Tingkatan keanekaragaman hayati

Adapun macam keanekaragaman hayati terdiri atas beragam bentuk. Antara lain;

  1. Keanekaragaman Hayati Gen

Keanekaragaman hayati gen adalah pembagian keanekaragaman hayati yang tingkatannya dibedakan atas dasar gen yang melekat pada setiap makhluk hidup. Gen pada dasarnya merupakan unsur pembawa sifat pada makhluk hidup yang terdapat dari kromosom bawaan dari keturunan.

Kenampakan pada setiap keanekaragaman hayati gen disebut sebagai fenotipe. Fenotipe tersebut berupa fisik secara anatomi tubuh maupun secara fisiologi pada setiap organisme makhluk hidup yang tinggal di permukaan bumi.

Gen yang berbeda di setiap makhluk hidup akan membawa dampak pembawaan perbedaan sifat baik secara bagian kecil maupun secara keseluruhan. Gen yang berbeda disetiap makhluk hidup mengakibatkan perbedaan variasi dalam setiap spesies. Keanekaragaman hayati gen pada setiap organisme membawa dampak pembagian di beberapa jenis spesies.

  1. Keanekaragaman Hayati Spesies

Keanekaragaman hayati spesies disebabkan karena perkawinan 2 jenis spesies yang berbeda dan melahirkan atau menghasilkan spesies dengan jenis yang sama. Hasil dari keanekaragaman hayati spesies membawa perbedaan sifat pada keturunannya.

Keanekaragaman hayati spesies membawa dampak positif yaitu menambah kandungan oksigen di permukaan bumi. Hal tersebut karena tumbuhan melakukan proses fotosintesis. Proses fotosintesis adalah peristiwa dimana tumbuhan menyerap karbon dioksida dan radiasi sinar matahari dibantu dengan air yang ada di dalam tanah untuk kemudian dijadikan sebagai oksigen. Tanah merupakan tempat tumbuh kembang tanaman. Fungsi tanah untuk tumbuhan adalah tempat untuk menyerap air.

  1. Keanekaragaman Hayati Ekosistem

Keanekaragaman hayati ekosistem terbentuk karena hubungan komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang berupa makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Sedangkan komponen abiotik adalah komponen ekosistem non makhluk hidup seperti lingkungan sekitar.

Ekosistem yang terdapat di alam bebas memiliki karakteristik berupa kesamaan lingkungan fisik, unsur kimia, dan vegetasi. Keanekaragaman hayati ekosistem membawa dampak perbedaan jenis makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Contoh Keanekaragaman Hayati

Untuk contoh adanya keanekaragaman hayati berdasarkan pada tingkatannya. Antara lain;

  1. Gen

Contoh dari keanekaragaman hayati gen pada setiap spesies mengakibatkan beberapa klasifikasi jenis spesies antara lain. Keanekaragaman hayati gen yang terjadi pada manusia mengakibatkan perbedaan ras seperti ras asia, kulit putih, negro, dan lain sebagainya. Keanekaragaman hayati gen pada manusia dapat menimbulkan penyimpangan sosial seperti rasisme. Variasi jenis apel seperti apel fuji, apel malang, apel china, apel jepang, dan lain sebagainya.

Keanekaragaman hayati gen pada varietas padi juga menimbulkan perbedaan jenis beras seperti Rojolele, Sedani, Barito, Delangu, Bumiayu, dan lain sebagainya. Keanekaragaman hayati gen pada hewan juga mencontohkan perbedaan pada jenis ayam seperti ayam kate, ayam jago, ayam potong, ayam kampung, ayam cemani, dan lain sebagainya.

Keanekaragaman hayati gen yang disebut fenotip disebabkan karena genotif ditambah dengan faktor lingkungan. Keanekaragaman hayati gen dijelaskan dalam rumus F = G + L. Dimana F adalah fenotip atau keanekaragaman hayati gen, G adalah genotif atau sifat fisik, dan L adalah lingkungan.

  1. Spesies

Contoh adanya bentuk keanekaragaman hayati berdasakan pada spesies, misalnya saja persamaan bentuk antara kucing harimau singa, kelapa aren siwalan lontar, kacang buncis panjang kapri, rumput teki alang-alang padi jagung tebu, dan lain sebagainya yang memiliki kesamaan bentuk.

  1. Ekosistem

Misalnya saja penjelasan terkait dengan keanekaragaman hayati ekosistem dapat terancam keberadaannya karena polusi tanah. Polusi tanah dapat membunuh hewan dan tumbuhan. Tanah yang sudah tercemar akan berkuran unsur haranya sehingga tanah yang berfungsi menjadi tempat hidup tumbuhan dan beberapa jenis hewan akan terganggu kehidupannya.

Tanaman menyerap air yang ada di dalam tanah. Apabila tanah sudah tercemar maka yang akan terjadi adalah tanah menjadi berkurang unsur haranya. Air yang telah terserap oleh tanah sebagai makanan tumbuhan juga akan berkurang kualitasnya. Akhirnya tumbuhan akan mati karena kekurangan nutrisi untuk bertahan hidup.

Polusi tanah juga dapat membunuh beberapa jenis hewan. Salah satu jenis hewan yang terbunuh karena dampak dari polusi tanah adalah cacing. Hal ini dikarenakan sebab pada dasarnya cacing itu hidupnya di tanah. Fungsi utama cacing adalah menggemburkan tanah untuk membantu kesuburan tanah. Apabila cacing mati karena tanah sudah tercemar maka tanah tidak akan tergembur secara alami dan kesuburan, produktivitas, serta kealamian tanah berkurang sehingga tumbuhan juga akan ikut mati.

Kesimpulan

Dari penjelasan, dapat dikatakan bahwa keanekaragaman hayati dapat terganggu karena sampah. Jenis sampah yang mampu keanekaragaman hayati adalah sampah yang tidak dapat terdekomposisi dengan baik. Maksud dari sampah yang tidak dapat terdekomposisi dengan baik adalah sampah yang tidak dapat diuraikan oleh tanah. Sampah yang tidak dapat terdekomposisi dengan baik adalah sampah plastik, sampah logam, sampah kaca, dan lain-lain.

Sedangkan jenis sampah yang mampu terdekomposisi dengan baik sehingga tidak menggangu tanah dan tidak mengakibatkan pencemaran tanah adalah sampah yang berjenis organik seperti bangkai hewan, bangkai tanaman, sisa makanan, dan lain-lain.

Disisi lainnya, adanya keanekaragaman hayati dapat diklasifikasikan tingkatannya menjadi keanekaragaman hayati gen, keanekaragaman hayati jenis, dan keanekaragaman hayati ekosistem.

Nah, pengertian diatas adalah materi tentang pengertian keanekaragaman hayati menurut para ahli, tingkatan, dan contohnya yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya yang berkeperulan untuk menambah ilmu dan wawasan.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *