Pengertian Hujan Asam, Proses, dan Dampaknya

Diposting pada

Hujan Asam Adalah

Air merupakan zat/materi/unsur yang sangat penting bagi semua makhluk hidup. Hampir 71% struktur bumi  dan komponennya tertutup oleh air. Pada dasarnya jumlah air yang ada di muka bumi adalah tetap karena adanya siklus hidrologi. Air tersebut tidak bertambah atau berkurang, tapi hanya berubah bentuk. Salah satu tahapan dalam siklus hidrologi adalah peristiwa turunnya hujan ke permukaan bumi.

Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa hujan merupakan peristiwa jatuhnya air atau cairan dari lapisan atmosfer bumi. Butir hujan yang jatuh ke bumi memiliki ukuran yang beragam mulai dari pepat, mirip panekuk (butir besar), hingga bola kecil (butir kecil). Keberagaman hujan yang turun tersebut tidak hanya dibedakan berdasarkan pada ukuran butirnya, tapi ada hujan yang dipengaruhi bentuknya, yang salah satunya yaitu Hujan asam. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang hujan asam, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, proses, dan dampak hujan asam.

Hujan Asam

Hujan asam adalah air hujan yang pada awalnya memiliki tingkat keasaman (pH) rendah. Tingkat keasaman pada hujan normal umumnya sekitar 5,6, sehinggga hujan yang memiliki tingkat keasaman kurang dari 5,6 dapat dikatakan sebagai hujan asam. Tingkat keasaman tersebut bukan hanya dipengaruhi oleh faktor bencana alam, misalnya terjadinya gunung meletus, tapi juga dipengaruhi oleh faktor antropogenik yang berupa asap yang ditimbulkan dari kendaraan bermotor, asap pabrik atau industri dan lain-lain.

Orang pertama yang mengemukakan tentang hujan asam adalah Robert Angus Smith pada tahun 1852 setelah melakukan penelitian yang cukup lama. Selanjutnya beberapa penelitian pun dilakukan untuk meneliti lebih lanjut mengenai hujan asam. Pada tahun 1990 mulai banyak orang yang peduli terhadap hujan asam yang menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan.

Pengertian Hujan Asam

Hujan asam adalah persamaan dengan jenis hujan pada umumnya, tapi yang membedakannya adalah tingkat keasamannya.  Pada umumnya hujan yang terjadi di Indonesia mempunyai pH normal sekitar 6, sedangkan pada hujan asam tingkat pHnya adalah dibawah 5,6

Ciri Hujan Asam

Hujan asam memiliki karakteristik atau ciri-ciri diantaranya yaitu:

  1. Mempunyai pH dibawah kadar normal, yakni dibawah 5,7
  2. Adanya peningkatan kadar asam nitrat dan sulfat yang ada di dalam polusi udara dapat menyebabkan hujan asam.
  3. Awal terjadinya disebabkan oleh peningkatan emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida yang ada di atmosfer
  4. Menimbulkan resiko gangguan jantung dan juga paru- paru
  5. Menyebabkan kulit menjadi gatal- gatal dan memerah
  6. Menimbulkan resiko pusing bagi orang yang memiliki kekabalan tubuh yang rendah

Pengertian Hujan Asam Menurut Para Ahli

Adapun pendapat ahli tentang definisi hujan asam ini, antara lain;

Cambridge Dictionary

Hujan asam merupakan proses terjadinya hujan yang mengandung sejumlah besar bahan kimia berbahaya sebagai akibat dari pembakaran zat seperti batu bara dan minyak.

Collins Dictionary

Hujan asam adalah hujan yang tercemar oleh asam yang telah dilepaskan ke atmosfer dari pabrik dan proses industri lainnya. Hujan asam berbahaya bagi lingkungan.

Wikipedia

Hujan asam merupakan segala macam hujan yang pH nya dibawah 5,6. Hujan secara alami memiliki sifat asam yaitu pH sedikit dibaha 6, karena adanya karbondioksida yang larut dalam air hujan memiliki tingkat keasaman lemah. Keasaman yang etrkandung dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.

Proses Terjadinya Hujan Asam

Proses terjadinya hujan asam melibatkan beberapa gas yang turut menjadi pemicu terjadinya hujan asam, diantaranya yaitu:

  1. Gas Karbodioksida atau CO₂. Karbondioksida merupakan gas hasil proses pembakaran. Aktivitas yang dapat menghasilkan gas karbondioksida misalnya pernafasan makhluk hidup, hasil pembakaran, polusi kendaraan bermotor), dan lain sebagainya.
  2. Gas Karbon Monoksida atau CO. Karbon monoksida juga hasil proses pembakaran. Aktivitas yang dapat menghasilkan gas karbon monoksida misalnya hasil pembakaran, polusi kendaraan bermotor, dan lain sebagainya.
  3. Uap air atau H2O. Uap air dapat dihasilkan dari adanya penguapan dari sumber- sumber air yang ada di Bumi ketika sedang dipanasi oleh sinar matahari.
  4. Hidrogen Sulfida atau H2S, yaitu gas yang dapat timbul karena adanya pembakaran atau pemanasan belerang.
  5. Sulfur dioksida, yaitu gas yang dapat timbul karena adanya pembakaran belerang pula, seperti halnya hidrogen sulfida.

Terjadinya hujan asam dapat melalui proses berikut ini, yaitu:

Penguapan

Aktivitas manusia dapat menjadi salah satu faktor penyebab hujan asam. Aktivitas manusia misalnya penggunaan kendaraan bermotor maupun aktivitas industri pabrik, sisa pembakaran, dan aktivitas lainnya yang dapat menimbulkan gas seperti karbondioksida, karbon monoksida, sulfur dioksida dan hidrogen sulfur.

Pada siang hari air mengalami penguapan, baik air yang ada di sungai maupun di laut tersebut menguap dan bergerak menuju lapisan bumi. Selanjutnya gas – gas yang dihasilkan dari bebagai aktivitas tersebut menyatu di udara dan menjadi pemicu terjadinya hujan asam.

Proses Penyatuan

Pada proses ini terjadi penyatuan antara gas karbondioksida dan gas karbon monoksida dengan uap air membentuk asam lemah. Sedangkan hydrogen sulfur dan sulfur oksida juga menyatu dengan uap air membentuk asam kuat. Penyatuan inilah yang dapat menjadi penyebab terjadinya hujan asam.

Proses Akhir

Proses selanjutnya adalah angina akan membawa masing-masing senyawa yang telah menyatu tersebut menuju ke tempat yang lebih tinggi. Ketika campuran senyawa sudah mencapai titik jenuh maka akan menimbuikan titik-titik air hujan yang mengandung asam. Selengkapnya, baca; Proses Terjadinya Hujan dan Penjelasannya

Fakta Hujan Asam

Berikut ini beberapa fakta tentang hujan asam yang perlu kita ketahui, yaitu:

  1. Hujan asam mengalami peningkatan intensitas ketika terjadi revolusi industri. Kegiatan industri yang paling memicu terjadinya hujan asam adalah industri yang mempunyai aktivitas pembakaran atau yang mempunyai cerobong asam dan menggunakannya sebagai cara untuk membuang asap sisa pembakaran.
  2. Penggunaan cerobong asap dapat mengurangi polusi udara yang ada di permukaan Bumi (khususnya di bagian bawah), tapi justru akan menambah kontribusi pada penyebaran hujam asam sendiri.
  3. Hujan asam biasanya terjadi pada wilayah yang jauh dari sumber atau penyebab terjadinya hujan itu sendiri. Di wilayah Bumi, yang paling banyak mengalami hujan asam adah di daerah gunung atau pegunungan. Hal tersebut terjadi karena daerah pegunungan mempunyai curah hujan yang lebih tinggi daripada daerah atau kawasan yang ada di sekitarnya.
  4. Pengaruh terjadinya hujan asam dapat kita amati dari beberapa hal, misalnya menurunnya jumlah ikan yang berada di danau, rusaknya lapisan lilin yang ada di daun tumbuhan
  5. Hujan asam menyebabkan hilangnya beragam nutrisi. Hal ini akan berdampak pada tumbuhan yang tidak akan tahan pada udara dingin dan juga tidak tahan terhadap serangan serangga dan juga jamur
  6. Hujan asam menyebabkan pertumbuhan akar pada tumbuhan menjadi lambat.
  7. Manusia dapat terganggu oleh berbagai macam penyakit karena adanya hujan asam ini.

Dampak Terjadinya Hujan Asam

Dampak negativf yang di timbulkan hujan asam, diantaranya yaitu:

Ekosistem Laut Terganggu

Ekosistem dapat terganggu karena adanya hujan asam. Laut sebagai muara dari aliran sungai dan air hujan yang turun ke bumi pun bermuara ke laut. Jika air hujan yang turun mengandung banyak mengandung asam, maka dapat menyebabkan terganggunya ekosistem di laut. Dampak buruknya adalah populasi ikan maupun binatang laut semakin berkurang. Selengkapnya, baca; Pengertian Laut, Jenis, dan Manfaatnya

Hujan asam dapat menyebabkan pH air berubah, sehingga ikan yang tidak dapat beradaptasi seiring dengan adanya perubahan tersebut akan mati itu, sehingga dapat diakatakan bahwa hujan asam dapat menyebabkan rantai makanan di laut terganggu.

Pertumbuhan Akar Terhambat

Hujan asam yang meresap ke dalam tanah dapat berdampak buruk pada sulitnya perkembangan akar dan pertumbuhan tanaman. Sehingga tanaman cepat tumbang karena sistem perakaran yang tidak kuat.

Menimbulkan Erosi dan Menurunkan Kesuburan Tanah

Hujan asam dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah. Kandungan asam dapat menimbulkan hilangnya mineral dan berbagai senyawa kimia yang ada di dalam tanah. Lapisan tanah mudah tererosi dan kesuburannya berkurang. Akibatnya tanah menjadi tandus, beragam mikroorganisme di dalam tanah mati sehingga tanah menjadi kurang bagus untuk digunakan menanam tanaman. Selengkapnya, baca; Pengertian Pencemaran Tanah, Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Mengganggu Kesehatan

Hujan asam dapat menyebabkan terjadinya penyakit pada sistem pernafasan. Bau yang timbul dari hujan asam dapat mengganggu pernafasan terutama bagi penderita asma. Selain itu, hujan asam berpengaruh pula pada kesehatan kulit anda, yaitu menyebabkan munculnya iritasi kulit. Kondisi tersebut jika dibiarkan dapat menyebabkan kematian.

Menyebabkan Besi Korosif

Tingginya kandungan asam dapat menyebabkan beberapa jenis logam besi terkena korosif sehingga mbesi menjadi berkarat.

Musnahnya Hewan Darat

Hewan-hewan yang tidak dapat bertahan terhadap kondisi asam yang tinggi dapat mati karena tidak bisa beradaptasi.

Menyebabkan Peningkatan Kandungan Logam di dalam Air

Logam berat dapat membahayakan dan mencemari lingkungan air, karena bersifat toksik dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

Demikianlah serangkaian pengulasan dan penjelasan secara lengkap mengenai pengertian hujan asam, karakteristik, proses, dampak, dan contohnya. Semoga ulasan ini bisa memberikan wawasan serta menambah edukasi mendalm bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *