Pengertian Pencemaran Air, Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

PENCEMARAN AIR Adalah

Air adalah salah satu komponen pada lingkungan yang sangat penting untuk menunjang kehidupan. Semua makhluk hidup yang ada di bumi tidak dapat terlepas dari kebutuhan akan air. Hal ini disebabkan karena air merupakan saah satu syarat utama terjadinya kehidupan di bumi, sehingga apabila di bumi tidak ada air, maka tidak akan ada kehidupan di bumi. Meskipun begitu urgennya air banyak diantara masyarakat melakukan kerusakan lingkungan, yang akhirnya menjadi penyabab munculnya pencemaran air dalam kehidupan. Oleh karena itulah tulisan ini menguraikan tentang pengertian, penyebab, dampak, dan contoh pencemaran air.

Pencemaran Air

Pencemaran air adalah bentuk permasalahan lingkungan hidup yang terjadi karena keadaan air tidak tersedia dalam kondisi yang benar, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, maka air dapat menjadi sumber malapetaka. Oleh karena itu, ketersediaan air bersih menjadi dambaan manusia, baik untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari maupun keperluan industri, untuk keperluan pertanian dan lain sebagainya.

Pengertian Pencemaran Air

Pengertian mengenai pencemaran air tercantum dalam PP No. 20/1990 mengenai Pengendalian Pencemaran Air yang berisi sebagai berikut: “pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga memicu turunnya kualitas air sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya” (Pasal 1, Angka 2).

Penyebab Pencemaran Air

Berdasarkan definisi yang telah dipaparkan di atas, penyebab terjadinya pencemaran air dapat berupa masuknya makhluk hidup, zat, energi maupun komponen-komponen lain ke dalam air sehingga menyebabkan air tercemar. Zat-zat masukan tersebut kerap dinamai dengan istilah unsur pencemar.

Aspek yang menyebabkan tercemarnya air dapat berupa manusia maupun alam. Pencemaran dengan alam sebagai penyebabnya tidak dapat berujung pada konsekuensi hukum, tetapi akan tetap ditanggulangi oleh pemerintah.

Dampak Pencemaran Air

Dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran air dapat berakibat sangat luas, mulai dari mengontaminasi air minum, meracuni makanan hewan, menjadi akar masalah ketidak seinmbangn ekosistem sungai dan danau, hingga hujan asam yang mengakibatkan berbagai macam kerugian.

Kandungan nitrogen dan fosfat dari kegiatan pertanian yang tertimbun di badan air, danau, dan sungai telah menjadi penyebab utama pertumbuhan tanaman air yang tak terkendali yang sering disebut dengan eutrofikasi.

Pertumbuhan yang tak terkontrol tersebut menyebabkan kandungan oksigen yang menjadi kebutuhan utama makhluk hidup air menjadi berkurang. Meskipun tanaman air tersebut mati, proses dekomposisinya akan menyedot lebih banyak oksigen dalam air. Sehingga akan berakibat pada musbahnya organisme-organisme yang hidup dalam air dan menurunnya aktivitas bakteri.

Dampak pencemaran air pada umumnya dibedakan menjadi  kategori, sebagai berikut:

Dampak Terhadap Kehidupan Biota Air

Apabila banyak zat pencemar yang terakumulasi dalam air, maka datap mengakibatkan turunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Hal itu dapat mengakibatkan terganggunya kehidupan dalam air yang sangat bergantung pada ketersediaan oksigen. Selain itu, kandungan racun dalam zat pencemar juga dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kematian pada hewan dan tumbuhan air.

Zat pencemar juga membunuh bakteri tertentu, sehingga proses penjernihan air yang harusnya terjadi secara alamiah menjadi terhambat dan berakibat pada sulit terurainya air limbah.

Selain kandungan zat beracun, limbah industri yang tidak didinginkan dahulu sebelum dibuang dapat berdampak pada kematian organisme air karena temperaturnya yang cukup tinggi.

Dampak Terhadap Kualitas Tanah Perairan

Selain dari limbah industri, pencemaran air oleh tinja pun dapat terjadi. Pengukuran pencemaran air oleh tinja dapat dilakukan dengan faecal coliform yang telah digunakan secara luas.

Dampak terhadap Kesehatan

Air yang telah tercemar dapat membahayakan kesehatan manusia. Air yang telah tercemar ini dapat berperan sebagai pembawa berbagai macam penyakit menular, antara lain:

  1. Air yang tercemar dapat berperan sebagai media tempat berbagai mikroba pathogen hidup.
  2. Air juga dapat digunakan sebagai sarang berbagai serangga penyebar penyakit.
  3. Air dapat juga menjadi media tempat tinggal vektor penyakit

Terdapat berbagai macam penyakit yang peyebarannya dibawa air, yang biasa disebut dengan water borne diseases, yang biasanya menjadi permasalahan pada berbagai daerah. Penyakit sejenis ini dapat menyebar dengan mudah apabila mikroba penyebab penyakit ini telah mengontaminasi sumber air yang sehari-hari digunakan masyarakat. Adapun jenis-jenis mikroba yan penyebarannya melalui media air diantaranya ialah protozoa, bakteri, dan metazoa.

Penyakit yang disebabkan karena pencemran air antara lain sebagai berikut:

Disentri

Disentri disebabkan oleh bakteri dysentery bacillus. Penyakit ini ditandai dengan mencret, mual, muntah, mules, demam, dan berak bercampur darah dan lendir. Penularan disentri dapat melalui kontak langsung, makanan, maupun air minum.

Tipus dan Paratipus

Penyebab penyakit ini ialah jenis bakteri bacillus typhus dan parathypus. Gejala yang disebabkan oeh penyakit ini antara lain ialah hilangnya nafsu makan, badan lemas, pusing, demam dan badan menggigil, bahkan pada tahap lebih lanjut dapat mengalami perdarahan usus. Penularan penyakit ini terjadi karena bakteria yang ada dalam tinja penderita melalui air minum, makanan, bahkan kontak langsung.

Kholera

Vibrio cholerae menjadi bakteri patogen penyebab utama penyakir kholera. Penyakit ini menimbulkan berbagai gejala seperti muntah-muntah, diare yang berwarna putih keruh, dehidrasi, bahkan koma. Penyakit ini biasanya ditularkan melalui air minum atau makanan yang telah terkontaminasi kotoran maupun muntahan penderita kholera.

Hepatitis A

Sesuai dengan namanya, penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A yang biasanya menginfeksi lewat mulut. Penyakit Hepatitis A ditandai dengan rasa tidak enak badan pusing, mual, lelah, lemas, pusing, demam, dan seluruh tubuh terasa lemas.

Tak hanya itu, hepatitis A juga menyebabkan pembengkakan liver serta menimbulkan gejala penyakit kuning. Penyakit ini ditularkan melalui air minum dan makanan yang tercemar oleh kotoran manusia yang telah terkontaminasi virus Hepatitis A.

Poliomelistis Anterior Akut

Virus Polio merupakan penyebab utama penyakit ini. Virus tersebut biasanya menyerang tubuh melalui mulut, bahkan dapat menyebaban kelumpuhan. Gejala yang dirasakan saat terinveksi Virus Polio antara lain yakni rasa tidak enak badan (meriang), demam, tenggorokan sakit, serta pusing-pusing.

Dampak Terhadap Estetika Lingkungan

Pencemaran terhadap perairan tentunya akan mengubah warna, bau, rasa, dan struktur air. Perubahan-perubahan tersebut membuat air tak berwujud sama seperti sebagaimana mestinya.

Contoh-contoh Pencemaran Air

Pencemaran terhadp perairan biasanya disebabkan oleh konsentrasi suatu zat tertentu yang berlebih dan mengganggu keseimbangan alam. Adanya zat-zat ini dapat terakumulasi secara alami, namun saat ini yang mendominasi ialah hasil limbah rumah tangga dan industri. Beberapa contoh zat kimia yang biasanya mencemari air dan berifat toksik (beracun) bagi tubuh misalnya logam berat, pestisida, hingga zat-zat radio aktif baik alami maupun buatan.

Berikut ini adalah contoh beberapa zat kimia yang keberadaannya sering ditemui dalam air minum dan bersifat racun:

Nitrat

Pertanian merupakan salah satu sektor penyumbang pencemar air terbanyak. Hal ini merupakan akibat dari penggunaan pupuk urea (nitrogen) yang melebihi batas. Jika senyawa nitrat banyak terakumulasi dalam air minum, maka akan timbul suatu penyakit bernama methaemoglobinanemia. Kondisi tersebut disebabkan karena haemoglobin darah berubah menjadi methaemoglobin sehingga kadar oksigen dalam darah menurun. Resiko terbesar dari kondisi tersebut  diantaranya yakni dapat menyebabkan kematian khususnya pada bayi.

Fluorida

Zat lain yang apabila dalam jumlah besar dapat menjadi pencemar perairan ialah Fluorida. Dengan jumlah kecil mungkin fluorida dapat digunakan sebagai pasta gigi, namun dalam jumlah besar bahkan dapat merusak struktur tulang tubuh.

Merkuri atau Air Raksa

Air raksa atau merkuri merupakan jenis logam berat yang dalam jumlah besar dapat bersifat racun bagi tubuh kita. Penyumbang limbah dengan kandungan raksa atau merkuri terbesar ialah limbah industri. Akumulasi logam merkuri dalam tubuh kita dapat meyebabkan kerusakan sistem saraf permanen.

Kadmium

Kadmium apabila terakumulasi dalam tubuh juga dapat bersifat toksik atau racun. Gejala yang disebabkan karena keracunan kadmium hampir sama dengan gejala penyakit akibat keracunan air raksa.

Selenium

Mengkonsumsi air yang mengandung selenium secar aterus menerus dapat mengkibatkan anemia karena menurunnya jumlah haemoglobin, dan terjadi penumpukan sodium selenate pada hati, ginjal, tetis, paru-patu, dan limpha.

Trihalomethan

Trihalomethan atau yang biasa disingkat dengan THMs adalah senyawa yang timbul karena proses klorinasi. Trihalomethan muncul karena reaksi alami antara klorin dan senyawa humus air baku. Senyawa ini apabila terakumulasi bisa berakibat fatal karena memicu timbulnya kanker.

Sampai disini uraian mengenai pengertian, penyebab, dampak, dan contoh pencemaran air. Semoga tulisan ini dapat membantu memudahkan pembaca dan memberikan informasi baru, serta memperkaya wawasan. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *