Pengertian Sampah Plastik, Jenis, Dampak, dan Pengelolaannya

Diposting pada

Setelah mengunjungi mini market untuk belanja barang kebutuhan atau sekedar membeli sesuatu yang diinginkan pasti petugas kasir akan member kantung plastik kepada kita. Sebagian kasir menanyakan terlebih dahulu kepada kita untuk memakai kantung plastik atau tidak. Sebaiknya jika barang belanjaan kita masih bisa dibawa dengan tangan lebih baik tolak penawaran kantong plastik dari petugas kasir.

Atau jika barang belanjaan banyak namun tidak ingin memakai kantong plastik dan tidak dapat dibawa dengan tangan lebih baik untuk membawa tas sendiri. Hadirnya sampah plastik membawa dampak buruk bagi pencemaran. Hal ini dikarenakan kita harus turut menjaga struktur bumi kita dari membludaknya sampah plastik. Pertumbuhan sampah plastik merupakan contoh gejala alam. Mengapa sampah plastik tiap hari jumlahnya makin bertambah? Penjelasannya adalah sebagai berikut.

Pengertian Sampah Plastik

Sampah adalah wujud barang atau sisa makanan yang sudah tidak terpakai. Menurut Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menyebutkan bahwa sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan. Selengkapnya, baca; Pengertian Lingkungan, Jenis, Unsur, Dampak, dan Contohnya

Jenis Sampah

Jika kita sedang berada di tempat umum tentunya kita menemukan pembagian wujud sampah. Sampah yang terbagi tersebut digolongkan menurut asal mula sampah itu muncul. Menurut jenisnya sampah dibedakan menjadi 2, yaitu.

Sampah Organik

Sampah organik adalah jenis sampah yang berasal dari unsur keanekaragaman hayati. Komponen biotik merupakan penyebab sampah organik trsebut berasal. Karakteristik sampah organik adalah dapat terurai secara alami tanpa proses pembakaran. Dekomposisi yang terjadi di sampah jenis organik sangat baik sehingga tidak mengancam kelestarian lingkungan.

Sampah organik paling determinan disebabkan melalui sampah buangan rumah tangga. Jenis sampah tersebut antara lain sisa-sisa makanan dan sisa bahan masakan. Adapun jenis sampah organik dari tumbuhan berupa buah yang jatuh kemudian membusuk serta daun-daun yang telah mengering. Sampah organik yang berasal dari hewan adalah jasad-jasad renik dari binatang yang telah mati.

Sampah Anorganik

Sampah anorganik adalah jenis sampah yang bukan berasal dari makhluk hidup. Sampah anorganik berasal dari barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai. Sampah anorganik sebagian besar berasal dari plastik. Sampah plastik tidak dapat terurai dengan baik. Memerlukan waktu hingga 200 tahun untuk menguraikan sampah plastik secara alami. Sampah plastik dapat dipercepat dekomposisinya dengan cara dibakar atau didaur ulangkan.

Dampak Sampah Plastik

Sampah plastik menyebabkan dampak yang merugikan bagi kehidupan manusia serta bagi makhluk hidup yang lain. Dampak yang dihasilkan sampah plastik beragam dan tentunya merupakan dampak negatif secara keseluruhan. Berikut adalah dampak sampah plastik.

Mengganggu Kesehatan Manusia

Pada dasarnya pengelolaan sampah yang tidak baik dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan. Tidak terkecuali sampah plastik yang mampu mengganggu kesehatan manusia. Dampak kesehatan yang terganggu karena pengolahan sampah plastik bagi kesehatan manusia adalah mudah terserang penyakit seperti diare, tifus, demam berdarah, jamur, dan cacing pita. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

Diare

Sampah plastik dapat menyebabkan diare bagi manusia. Sampah plastik yang telah terkumpul hingga jumlahnya tidak terbendung lagi mengakibatkan menjadi sarang bagi tumbuh kembang lalat. Lalat merupakan hewan jenis serangga yang suka bergerumul di tempat-tempat yang kotor. Apabila lalat sudah menyentuh makanan yang hendak kita makan maka kita berpotensi besar terkena diare karena lalat kotor telah menjamah makanan kita.

Tifus

Tifus adalah jenis penyakit yang menyerang pencernaan manusia. Tifus juga ditandai dengan gejala demam tinggi. Seperti layaknya penyakit diare, tifus berasal dari lalat yang yang kotor karena sampah plastik menjadi sarang bagi tumbuh kembang lalat.

Demam Berdarah

Penyakit selanjutnya yang berasal dari sampah plastik adalah penyakit demam berdarah. Demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk Aides Aygepti. Hubungan nyamuk tersebut dengan sampah plastik adalah. Nyamuk jenis tersebut suka melakukan perkembang biakan di genangan air. Sifat plastik adalah tidak dapat ditembus air akhirnya menimbulkan genangan. Genangan tesebutlah yang menjadikan sebagai rumah perkembang biakan oleh nyamuk demam berdarah.

Jamur

Jamur disini yang dimaksud adalah jamur yang menyerang pada kulit manusia. Jamur dapat berkembang biak melalui sampah plastik. Apabila sampah plastik tersebut tersebtuh oleh manusia dapat menyebabkan serangan jamur kulit.

Cacing Pita

Cacing pita dapat disebabkan karena tumpukan sampah plastik. Cacing pita berkembang biak di sampah plastik yang kemudian dimakan oleh hewan ternak. Cacing pita tidak dapat dicerna dan tetap hidup di dalam hewan ternak. Bahkan ketika hewan ternak tersebut dimasak dan dikonsumsi oleh manusia, cacing pita akan tetap hidup dan berkembang biak di dalam tubuh manusia.

Ekosistem Lingkungan Dapat Tercemar

Sampah plastik dapat menyerang ekosistem. Penjelasannya adalah sampah yang sudah terkumpul di tanah apalagi tanah tersebut adalah jenis sampah plastik maka akan menyebabkan pencemaran tanah. Tanah yang sudah tercemar dapat merusak ekosistem lingkungan. Hal ini dikarenakan tanah menjadi tempat hidup bagi tumbuhan.

Tumbuhan menyerap makanan lewat unsur hara yang terdapat dalam kandungan tanah. Apabila tanah yang yang ditempati oleh tanaman tersebut sudah tercemar maka yang terjadi adalah tanaman akan mudah mati. Tanaman yang mati tersebut juga dikarenakan tanaman mengambil air yang diserap oleh tanah. Tanah yang sudah tercemar sampah plastik akan mengurangi kualitas dari kemurnian air sehingga penyerapannya dapat berdampak buruk bagi tanaman.

Penyebab pencemaran tanah oleh sampah plastik juga akan mematikan hewan yang hidup di tanah seperti cacing serta dapat mengganggu kesuburan tanah itu sendiri. Tanah yang telah tercemar oleh sampah plastik akan mematikan cacing. Padahal tugas cacing secara alami adalah untuk menggemburkan tanah. Jika cacing mati maka tanah tidak akan tergenmbur secara alami dan dapat mengurangi kesuburan tanah.

Baca Juga;

  1. Dampak Pencemaran Tanah di Masyarakat dan Upaya Mengatasinya
  2. Pengertian Pencemaran Air, Penyebab, Dampak, dan Contohnya
  3. Pengertian Pencemaran Tanah, Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Pengelolaan Sampah Plastik

Sampah plastik dapat dikelola melalui prinsip reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti memakai kembali, reduce berarti mengurangi, dan recycle yang berarti mendaur ulang. Sampah plastik dapat dipakai kembali. Caranya adalah apabila kita mendapatkan kantong plastik ketika kita sedang belanja di mini market maka ada baiknya apabila kantong plastik tersebut dipakai kembali.

Reduce berarti mengurangi. Sudah sewajarnya tugas bagi kita untuk mengurangi sampah plastik. Caranya adalah jika kita sedang belanja ke mini market apabila petugas kasir menawarkan kantong plastik maka lebih baik ditolak jika masih bisa dibawa dengan tangan. Apabila tidak bisa dibawa menggunakan tangan maka ada baiknya kita membawa tas belanjaan sendiri dari rumah.

Dan yang terakhir adalah konsep recycle. Recycle adalah mendaur ulang. Sampah plastik dapat didaur ulang menjadi berbagai macam jenis kerajinan. Kerajinan yang berasal dari sampah plastik tersebut dapat memiliki nilai fungsi ekonomi yang tinggi dan dapat diperjual belikan.

Nah, penjelasan diatas adalah artikel tentang sampah plastik yang dikaji melalui pengertian, jenis, dampak, dan pengelolaannya. Semoga hadirnya tulisan ini dapat menambah wawasan kepada segenap pembaca, yang membutuhkan materinya. Terima kasih!

3 (60%) 2 vote[s]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *